Kesehatan

16 Juli 2021

Bukan Cuma Narkoba, Zat Adiktif Juga Ada di Sekitar Kita

Zat adiktif memang membuat kita ketagihan, sudah tahu apa saja jenisnya?
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Karla Farhana

Apakah Moms dan Dads sehari-hari mengonsumsi kopi, teh, atau makanan manis? Tentunya tak ada masalah mengonsumsi makanan dan minuman tertentu dalam batas wajar, namun Moms dan Dads harus berhati-hati agar tidak kecanduan. Memangnya bisa? Supaya lebih paham, yuk ketahui tentang zat adiktif yang sebenarnya banyak ditemui di sekitar kita!

Zat Adiktif

Arti zat adiktif

Foto: pexels.com/@ann-nekr-3111643

Zat adiktif adalah suatu zat yang terkandung dalam obat-obatan dan bahan-bahan aktif yang bila dikonsumsi akan menyebabkan ketergantungan yang sulit dihentikan.

Ketika Moms dan Dads kecanduan zat ini, Moms dan Dads akan merasa ingin mengonsumsinya terus-menerus. Bila berhenti, akan ada respon tubuh, seperti cepat lelah dan merasakan ketidaknyamanan, serta pada kasus tertentu muncul rasa sakit yang luar biasa.

Mungkin Moms dan Dads telah mengetahui bahwa zat adiktif itu berbahaya dan ada sangkut pautnya dengan narkoba. Adiktif secara singkat memang dapat diartikan sebagai candu atau sesuatu yang membuat ketagihan.

Zat adiktif bukan hanya narkoba dan psikotropika yang banyak orang perbincangkan. Tetapi makanan dan minuman yang Moms dan Dads konsumsi sehari-hari bisa saja mengandung zat adiktif.

Baca Juga: 5 Penyebab Moms Ketagihan Makanan Asin

Menurut National Institute on Drug Abuse, dalam dunia medis kecanduan atau adiksi adalah gangguan kronis yang dapat kambuh, ditandai dengan penggunaan terus menerus meskipun memiliki dampak yang berbahaya, dan dapat terjadi perubahan jangka panjang di otak.

Kecanduan juga dianggap sebagai gangguan otak dan gangguan kesehatan mental.

Nah, jika Moms dan Dads terbiasa merokok, minum kopi, atau mengonsumsi makanan dan minuman manis yang tidak boleh tertinggal setiap hari, sesungguhnya ini merupakan pertanda zat adiktif telah memengaruhi tubuh Moms dan Dads.

Menurut penelitian, makanan atau minuman manis yang banyak mengandung gula juga dapat menyebabkan kecanduan.

Tapi tenang, jika Moms dan Dads masih bisa mengontrol diri untuk tidak minum kopi, teh, atau makanan manis, serta masih diselingi dengan makanan dan minuman lain yang seimbang, Moms dan Dads belum masuk ke tahap kecanduan yang kronis ataupun parah yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut.

Baca Juga: Seberapa Bahaya Nikotin untuk Tubuh? Ini Penjelasannya!

Contoh Zat Adiktif

Di bawah ini adalah beberapa contoh zat adiktif yang bisa ditemukan sehari-hari, tetapi ada juga yang mungkin asing untuk Moms dan Dads.

Beberapa zat ini memang biasanya terdapat dalam obat-obatan dalam dosis yang telah disesuaikan dalam batas aman, sedangkan sisanya mungkin bisa ditemui sehari-hari.

Para ilmuwan membagi zat adiktif menjadi tiga golongan, yaitu:

  • Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika
  • Zat adiktif narkotika
  • Zat adiktif psikotropika

Sekarang, yuk bahas mengenai ketiga golongan zat adiktif tersebut, agar Moms dan Dads makin paham!

Baca Juga: 5 Cara Melawan Kecanduan Garam dan Gula

Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika

Nikotin zat adiktif

Foto: Freepik.com

Beberapa zat yang tergolong zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika mungkin sering Moms dan Dads jumpai dan sering juga dikonsumsi sehari-hari.

Contoh dari zat adiktif ini adalah zat yang terkandung dalam kopi dan teh. Berikut ini beberapa zat yang masuk golongan zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika:

1. Kafein

Yang termasuk contoh zat adiktif berupa kafein adalah minuman yang sering dijumpai sehari-hari, yaitu teh, kopi, coklat, minuman berenergi, dan minuman bersoda.

Tidak heran sebagian orang merasa harus minum teh dan kopi setiap hari.

Kopi mengandung kafein lebih tinggi daripada teh. Akan tetapi, teh juga memiliki zat adiktif lain berupa teofilin, theine, dan theobromine, namun hanya dalam jumlah yang sedikit.

Moms dan Dads jangan khawatir, kopi dan teh tetap aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Selain itu, kopi dan teh juga memiliki manfaat bagi kesehatan, contohnya mencegah penyakit parkinson dan kanker.

Mengonsumsinya secara berlebihan bisa memberi efek rasa nyeri di perut, jantung berdebar, cemas, dan juga perut kembung.

2. Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebih dapat merusak otak dan sebagian besar organ tubuh, termasuk jantung, hati, dan juga pankreas.

Dikutip dari National Institute of Health, alkohol juga dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, melemahkan sistem kekebalan tubuh, membahayakan perkembangan janin, dan menyebabkan kecelakaan kendaraan yang mematikan akibat mabuk.

Beberapa area otak yang rentan terhadap kerusakan akibat alkohol adalah korteks serebral, hippocampus, dan otak kecil.

3. Nikotin

Zat adiktif selanjutnya yang masuk golongan bukan narkoba dan psikotropika adalah nikotin.

Contoh zat adiktif ini bisa ditemukan di rokok. Meskipun tembakau yang terkandung dalam rokok tidak ilegal, penggunaannya merenggut lebih banyak nyawa setiap tahun daripada zat adiktif lainnya.

Akibat nikotin yang merupakan zat adiktif, tidak heran sebagian besar perokok sangat sulit untuk menghentikan kebiasaannya.

Padahal, sudah banyak penelitian yang membuktikan kebiasaan merokok dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Rokok juga mengandung senyawa tar yang membahayakan bagi tubuh manusia, seperti membuat warna gigi menghitam serta memicu kanker paru-paru.

Baca Juga: 5 Cara Lindungi Anak dari Bahaya Merokok, Miras, dan Narkoba, Lakukan Sejak Dini!

Zat Adiktif Narkotika

Narkotika zat adiktif

Foto: Freepik.com

Nah, zat adiktif narkotika ini adalah zat yang jika disalahgunakan dapat berhadapan dengan hukum di Indonesia.

Narkotika sebetulnya hanya legal digunakan untuk tujuan medis, contohnya sebagai obat bius pada orang yang akan dioperasi dan harus sesuai panduan.

Contoh zat adiktif golongan ini, antara lain:

1. Ganja

Ganja adalah daun kering, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa atau Cannabis indica dan merupakan zat terlarang yang paling umum digunakan.

Ganja sekarang legal di beberapa negara bagian di Amerika dan beberapa negara lain untuk keperluan medis.

Namun, beberapa orang menyalahgunakan penggunaan ganja untuk kesenangan. Ganja dapat merusak memori dan pembelajaran jangka pendek, kemampuan untuk fokus, dan koordinasi.

Ganja juga meningkatkan detak jantung, membahayakan paru-paru, dan dapat meningkatkan risiko psikosis pada kelompok rentan.

2. Kokain

Kokain adalah obat perangsang adiktif yang kuat yang terbuat dari daun tanaman koka. Kokain dapat meningkatkan kadar dopamin di otak yang mengendalikan kesenangan, menimbulkan efek kesehatan seperti kebahagiaan dan energi yang kuat, kewaspadaan mental, hipersensitivitas terhadap penglihatan, suara, dan sentuhan.

Kokain membantu beberapa orang dalam melakukan tugas fisik dan mental sederhana lebih cepat, meskipun yang lain mengalami efek sebaliknya.

Kokain dalam jumlah besar dapat menyebabkan perilaku aneh, tak terduga, dan bahkan kekerasan.

Penggunaan kokain dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang parah, seperti gangguan jantung dan sistem pernapasan, saraf, serta sistem pencernaan.

3. Heroin

Heroin adalah obat yang terbuat dari morfin, zat alami yang diambil dari biji berbagai tanaman opium poppy.

Heroin masuk ke otak dengan cepat dan mengikat perasaan senang serta bisa digunakan untuk mengendalikan detak jantung, tidur, dan pernapasan.

Heroin menghasilkan perasaan bahagia dan perasaan rileks. Heroin juga dapat memperlambat pernapasan dan dapat meningkatkan risiko penyakit menular yang serius, terutama ketika disuntik dengan jarum.

Menurut penelitian, penggunaan heroin secara teratur dapat mengubah fungsi otak dan menyebabkan ketergantungan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Balita Kecanduan Manis

Zat Adiktif Psikotropika

Obat-obatan adiktif

Foto: Freepik.com

Pada dasarnya semua zat adiktif termasuk dalam golongan psikotropika. Tetapi, zat psikotropika belum tentu merupakan zat adiktif, karena tidak semua psikotropika dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika merupakan suatu zat atau obat yang bukan merupakan narkotika dan dapat memiliki pengaruh pada otak manusia.

Penggunaan psikotropika dapat merubah mental dan perilaku penggunanya, karena zat ini dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku.

Orang yang kecanduan psikotropika dapat mengalami efek samping berupa halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, dan perubahan perasaan.

Berikut ini contoh zat adiktif golongan psikotropika:

1. Halusinogen

Halusinogen adalah kelas obat-obatan yang dapat menyebabkan halusinasi, sensasi, dan gambaran yang tampak nyata meskipun sebenarnya tidak. Halusinogen telah digunakan selama berabad-abad, sebagian besar untuk ritual keagamaan. Halusinogen juga dapat ditemukan di beberapa tanaman dan jamur atau dapat dibuat oleh manusia.

2. Stimulan

Stimulan adalah zat yang terkandung dalam obat resep, seperti Ritalin atau Adderall, hingga zat ilegal seperti metamfetamin. Obat-obatan ini sangat adiktif, sehingga menimbulkan ketergantungan dan kecanduan yang sulit dikontrol.

3. Depresan

Depresan merupakan zat atau obat yang berfungsi menekan susunan saraf pusat. Jika depresan dikonsumsi dalam jumlah kecil akan mengatasi cemas, sedangkan dalam dosis besar dapat menjadi obat tidur, bahkan menyebabkan amnesia atau lupa ingatan.

Baca Juga: Ini 4 Tanda-Tanda Anda Sudah Kecanduan Gadget!

Nah, itu dia zat adiktif yang ternyata contoh zat adiktif ini dapat kita jumpai sehari-hari dan mungkin Moms dan Dads konsumsi. Jangan gunakan obat-obatan yang disebutkan di atas secara sembarangan, ya! Selalu berhati-hati jika Moms dan Dads mengonsumsi obat-obatan. Selalu ikuti resep yang diberikan dokter dan anjurannya jika Moms dan Dads sakit!

  • https://www.sehatq.com/artikel/benarkah-kopi-mengandung-zat-adiktif
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2235907/
  • https://www.drugabuse.gov/publications/media-guide/science-drug-use-addiction-basics
  • https://www.drugabuse.gov/publications/media-guide/other-commonly-used-addictive-substances
  • https://www.mercy.net/service/substance-use-disorder/common-addictive-substances/
  • https://www.mjpsychiatry.org/index.php/mjp/article/view/45
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait