24 March 2023

3 Jenis Zat Adiktif dan Contohnya, Bukan Cuma Narkotika!

Pada dasarnya zat adiktif dapat membuat kecanduan

Moms, narkoba dan obat-obatan terlarang merupakan zat adiktif yang berbahaya. Namun, bukan hanya itu saja, lho. Ada banyak zat adiktif di sekitar kita.

Sebelum membahas zat-zat yang bisa bikin kecanduan di sekitar Moms, ada baiknya untuk mengetahui apa itu zat adiktif. Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Bahaya Asap Rokok untuk Kesehatan dan Lingkungan

Pengertian Zat Adiktif

Minum Kopi
Foto: Minum Kopi (Orami Photo Stocks)

Zat adiktif adalah suatu zat yang terkandung dalam obat-obatan dan bahan-bahan aktif yang bila dikonsumsi akan menyebabkan ketergantungan.

Ketika kecanduan zat ini, Moms dan Dads akan merasa ingin mengonsumsinya terus-menerus. Bila berhenti, akan ada respon tubuh, seperti:

  • Cepat lelah.
  • Merasakan ketidaknyamanan.
  • Muncul rasa sakit yang luar biasa pada kasus tertentu.

Mungkin Moms dan Dads telah mengetahui bahwa zat adiktif itu berbahaya dan ada sangkut pautnya dengan narkoba.

Adiktif secara singkat memang dapat diartikan sebagai candu atau sesuatu yang membuat ketagihan.

Namun, zat adiktif bukan hanya narkoba dan psikotropika yang banyak orang perbincangkan.

Makanan dan minuman yang Moms dan Dads konsumsi sehari-hari pun bisa saja mengandung zat adiktif.

Menurut National Institute on Drug Abuse, dalam dunia medis kecanduan atau adiksi adalah gangguan kronis yang dapat kambuh, ditandai dengan penggunaan terus menerus meskipun memiliki dampak yang berbahaya, dan dapat terjadi perubahan jangka panjang di otak.

Kecanduan juga dianggap sebagai gangguan otak dan gangguan kesehatan mental.

Nah, jika Moms tidak bisa berhenti merokok, minum kopi, atau mengonsumsi makanan manis, sesungguhnya ini merupakan pertanda zat adiktif telah bekerja.

Menurut studi di Neuroscience & Biobehavioral Reviews, makanan atau minuman manis yang banyak mengandung gula juga dapat menyebabkan kecanduan.

Tapi tenang, jika Moms dan Dads masih bisa mengontrol diri untuk tidak minum kopi, teh, atau makanan manis, Moms dan Dads belum masuk ke tahap kecanduan yang kronis.

Lantas, apa saja jenis-jenis zat adiktif? Yuk, simak pembahasan berikut ini!

Baca Juga: Seberapa Bahaya Nikotin untuk Tubuh? Ini Penjelasannya!

Jenis-Jenis Zat Adiktif

Di bawah ini adalah beberapa contoh zat adiktif yang bisa ditemukan sehari-hari, tetapi ada juga yang mungkin asing bagi Moms dan Dads.

Beberapa zat ini memang biasanya terdapat dalam obat-obatan dengan dosis yang telah disesuaikan dalam batas aman.

Sedangkan sisanya mungkin bisa ditemui sehari-hari.

Para ilmuwan membagi zat adiktif menjadi 3 golongan, yaitu:

  • Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika.
  • Zat adiktif narkotika.
  • Zat adiktif psikotropika.

Yuk, bahas mengenai ketiga golongan zat adiktif tersebut, agar Moms dan Dads makin paham!

1. Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika

Merokok
Foto: Merokok (Freepik.com/wirestock)

Beberapa zat yang tergolong zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika mungkin sering Moms dan Dads jumpai dan konsumsi sehari-hari.

Contoh dari zat adiktif ini adalah zat yang terkandung dalam kopi dan teh. Berikut ini beberapa zat yang masuk golongan zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika.

Kafein

Kafein adalah minuman yang sering dijumpai sehari-hari. Contohnya:

  • Teh
  • Kopi
  • Coklat
  • Minuman berenergi
  • Minuman bersoda

Tidak heran sebagian orang merasa harus minum teh dan kopi setiap hari.

Kopi mengandung kafein lebih tinggi daripada teh. Akan tetapi, teh juga memiliki zat adiktif lain berupa:

  • Teofilin
  • Theine
  • Theobromine

Namun, ketiga zat ini kadanya hanya sedikit, Moms.

Moms dan Dads jangan khawatir, kopi dan teh tetap aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Selain itu, kopi dan teh juga memiliki manfaat bagi kesehatan, contohnya mencegah penyakit parkinson dan kanker.

Mengonsumsinya secara berlebihan bisa memberi beberapa efek, seperti:

  • Rasa nyeri di perut
  • Jantung berdebar
  • Cemas
  • Juga perut kembung

Baca Juga: 5 Cara Lindungi Anak dari Bahaya Merokok, Miras, dan Narkoba, Lakukan Sejak Dini!

Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebih dapat merusak otak dan sebagian besar organ tubuh, termasuk:

Dikutip dari National Institute of Health, alkohol juga dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti

  • Kanker.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Membahayakan perkembangan janin.
  • Menyebabkan kecelakaan kendaraan yang mematikan akibat mabuk.

Sementara, beberapa area otak yang rentan terhadap kerusakan akibat alkohol adalah korteks serebral, hippocampus, dan otak kecil.

Nikotin

Zat adiktif selanjutnya yang masuk golongan bukan narkoba dan psikotropika adalah nikotin. Contoh zat adiktif ini bisa ditemukan pada rokok.

Meskipun tembakau yang terkandung dalam rokok tidak ilegal, penggunaannya merenggut lebih banyak nyawa setiap tahun daripada zat adiktif lainnya.

Akibat nikotin yang merupakan zat adiktif, tidak heran sebagian besar perokok sangat sulit untuk menghentikan kebiasaannya.

Padahal, sudah banyak penelitian yang membuktikan kebiasaan merokok dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Rokok juga mengandung senyawa tar yang membahayakan bagi tubuh manusia, seperti membuat warna gigi menghitam serta memicu kanker paru-paru.

2. Zat Adiktif Narkotika

Mariyuana
Foto: Mariyuana (Freepik.com/jcomp)

Nah, zat adiktif narkotika ini adalah zat yang jika disalahgunakan dapat berhadapan dengan hukum di Indonesia.

Narkotika sebetulnya hanya legal digunakan untuk tujuan medis, contohnya sebagai obat bius pada orang yang akan dioperasi dan harus sesuai panduan.

Contoh zat adiktif golongan ini, antara lain:

Ganja

Ganja adalah daun kering, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa atau Cannabis indica dan merupakan zat terlarang yang paling umum digunakan.

Ganja sekarang legal di beberapa negara bagian di Amerika dan beberapa negara lain untuk keperluan medis.

Namun, beberapa orang menyalahgunakan penggunaan ganja untuk kesenangan. Ganja memiliki efek buruk jika disalahgunakan, seperti:

  • Dapat merusak memori dan pembelajaran jangka pendek
  • Kemampuan untuk fokus
  • Gangguan koordinasi tubuh

Ganja juga meningkatkan detak jantung, membahayakan paru-paru, dan dapat meningkatkan risiko psikosis pada kelompok rentan.

Kokain

Kokain adalah obat perangsang adiktif yang kuat yang terbuat dari daun tanaman koka.

Kokain dapat meningkatkan kadar dopamin di otak yang dapat mengendalikan kesenangan dan menimbulkan efek kesehatan, seperti:

  • Kebahagiaan dan energi yang kuat.
  • Kewaspadaan mental.
  • Hipersensitivitas terhadap penglihatan, suara, dan sentuhan.

Kokain membantu beberapa orang dalam melakukan tugas fisik dan mental sederhana lebih cepat, meskipun yang lain mengalami efek sebaliknya.

Kokain dalam jumlah besar dapat menyebabkan perilaku aneh, tak terduga, dan bahkan kekerasan.

Penggunaan kokain dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang parah, seperti:

  • Gangguan jantung dan sistem pernapasan
  • Gangguan saraf
  • Gangguan sistem pencernaan

Heroin

Heroin adalah obat yang terbuat dari morfin, zat alami yang diambil dari biji berbagai tanaman opium poppy.

Heroin masuk ke otak dengan cepat dan mengikat perasaan senang serta bisa digunakan untuk mengendalikan detak jantung, tidur, dan pernapasan.

Heroin menghasilkan perasaan bahagia dan perasaan rileks.

Heroin juga dapat memperlambat pernapasan dan dapat meningkatkan risiko penyakit menular yang serius, terutama ketika disuntik dengan jarum.

Menurut Malaysian Journal of Psychiatry, penggunaan heroin secara teratur dapat mengubah fungsi otak dan menyebabkan ketergantungan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Balita Kecanduan Manis

3. Zat Adiktif Psikotropika

Suntikan dan Obat
Foto: Suntikan dan Obat (Freepik.com/8photo)

Pada dasarnya, semua zat adiktif termasuk dalam golongan psikotropika.

Tetapi, zat psikotropika belum tentu merupakan zat adiktif, karena tidak semua psikotropika dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika merupakan suatu zat atau obat yang bukan merupakan narkotika dan dapat memiliki pengaruh pada otak manusia.

Penggunaan psikotropika dapat mengubah mental dan perilaku penggunanya, karena zat ini dapat:

Orang yang kecanduan psikotropika dapat mengalami efek samping berupa:

  • Halusinasi
  • Ilusi
  • Gangguan cara berpikir
  • Perubahan perasaan

Berikut ini contoh zat adiktif golongan psikotropika:

Halusinogen

Halusinogen adalah kelas obat-obatan yang dapat menyebabkan halusinasi, sensasi, dan gambaran yang tampak nyata meskipun sebenarnya tidak.

Halusinogen telah digunakan selama berabad-abad, sebagian besar untuk ritual keagamaan.

Halusinogen juga dapat ditemukan di beberapa tanaman dan jamur atau dapat dibuat oleh manusia.

Stimulan

Stimulan adalah zat yang terkandung dalam obat resep, seperti:

  • Ritalin atau Adderall.
  • Zat ilegal seperti metamfetamin.

Obat-obatan ini sangat adiktif, sehingga menimbulkan ketergantungan dan kecanduan yang sulit dikontrol.

Depresan

Depresan merupakan zat atau obat yang berfungsi menekan susunan saraf pusat.

Jika depresan dikonsumsi dalam jumlah kecil akan mengatasi cemas, sedangkan dalam dosis besar dapat menjadi obat tidur, bahkan menyebabkan amnesia.

Baca Juga: 5 Penyebab Moms Ketagihan Makanan Asin

Nah, itu dia zat adiktif yang ternyata dapat kita jumpai sehari-hari dan mungkin Moms dan Dads konsumsi.

Jangan gunakan obat-obatan yang disebutkan di atas secara sembarangan, ya!

Selalu berhati-hati jika Moms dan Dads mengonsumsi obat-obatan. Ikuti resep yang diberikan dokter dan anjurannya.

  • https://www.sehatq.com/artikel/benarkah-kopi-mengandung-zat-adiktif
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2235907/
  • https://www.drugabuse.gov/publications/media-guide/science-drug-use-addiction-basics
  • https://www.drugabuse.gov/publications/media-guide/other-commonly-used-addictive-substances
  • https://www.mercy.net/service/substance-use-disorder/common-addictive-substances/
  • https://www.mjpsychiatry.org/index.php/mjp/article/view/45

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb