Kesehatan

28 April 2021

Mengenal Abses Gigi, Gejala, dan Penanganannya

Berikut ini penjelasan tentang gejala dan cara menangani abses gigi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms, seberapa jauh mengenal tentang abses gigi?

Kalau dikutip dari American Dental Association, abses adalah kantong nanah yang terbentuk di dalam jaringan tubuh. Abses adalah hasil dari infeksi, umumnya infeksi bakteri, yang terjadi di daerah tempat abses terbentuk.

Gejala umumnya, yaitu pembengkakan yang akan terasa nyeri dan berisi nanah. Mengenai abses gigi, kondisi ini terjadi ketika terdapat abses yang mengenai gigi dan jaringan rahang yang berdekatan. Jika dibiarkan, area yang terkena abses akan semakin bengkak, dan tentu saja semakin menimbulkan rasa sakit.

Abses gigi dapat menyerang anak kecil hingga orang dewasa. Penyebabnya juga beragam. Lantas, seperti apa cara mengatasinya? Simak ulasan berikut ini, ya!

Baca Juga: Yuk Ajak Anak Flossing, Bermanfaat untuk Kesehatan Giginya!

Pengertian Abses Gigi

Apa Itu Abses Gigi?

Foto: Orami Photo Stock

Secara umum, abses gigi adalah kantung nanah atau benjolan yang berisikan nanah yang terbentuk di berbagai bagian gigi sebagai akibat dari infeksi bakteri.

Sebagai penjelasan singkat tentang proses terbentuknya abses gigi, Moms perlu mengetahui beberapa hal berikut ini. Setiap gigi terdiri dari beberapa lapisan. Nah, lapisan yang terluar adalah enamel, yang menutupi lapisan yang lebih lembut atau dentin.

Dentin dan enamel adalah lapisan pelindung gigi. Di bawah dentin ada pulpa, yaitu tempat saraf gigi dan pembuluh darah berada.

Pulpa mengalir di tengah akar gigi, yang menghubungkan gigi ke tulang di bawah rahang atas atau bawah. Jika terjadi infeksi pada pulpa, maka akan mudah menyebar ke bagian tulang rahang.

“Abses gusi terbentuk pada gusi atau pada tulang yang menahan gigi untuk tetap berada di tempatnya. Pada kasus abses gigi yang parah, ada kemungkinan merasa sulit untuk sepenuhnya membuka mulut, menelan, atau bahkan bernapas,” ungkap Cristine Frank, DDS, dokter gigi lulusan Loyola University School of Dentistry di Chicago, Illinois.

Begitu pula jika terjadi abses gusi di sekitar gigi terinfeksi, gigi tersebut juga berisiko mengalami kerusakan pada gigi. Beberapa abses mempengaruhi pulpa terlebih dahulu dan menyebar ke tulang, sementara yang lain mempengaruhi jaringan di sekitar gusi dan tidak dimulai di pulpa.

Abses gigi sendiri terbagi atas tiga tipe, yaitu:

  1. Abses Gingiva, yaitu abses yang terletak pada area gusi.
  2. Abses Periodontal, abses pada gusi di sebelah akar gigi dan memiliki kemungkinan menyebar ke jaringan dan tulang di sekitarnya.
  3. Abses Periapikal, abses yang terjadi pada ujung akar gigi. Kondisi ini terjadi ketika saraf gigi mati dan muncul abses pada ujung akar gigi, kemudian menyebar ke tulang di sekitarnya.

Selain menimbulkan pembengkakan yang berisikan nanah, ada beberapa gejala abses gigi yang perlu diperhatikan. Sebab, kondisi ini juga rentan terjadi pada anak-anak sehingga memerlukan perhatian khusus dari orang tua. Ikuti pembahasan selanjutnya, ya!

Baca Juga: Hal-Hal yang Harus Diketahui Seputar Abses Gigi pada Anak

Gejala Abses Gigi yang Perlu Diperhatikan

Gejala Abses Gigi yang Perlu Diperhatikan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa gejala spesifik dari abses gigi yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah:

  • Munculnya rasa sakit berdenyut intens di gigi atau gusi yang terkena dan secara bertahap semakin terasa nyeri.
  • Rasa sakit yang menyebar ke telinga, rahang dan leher di sisi yang sama dengan gigi atau gusi yang abses.
  • Rasa sakit semakin memburuk saat berbaring, sehingga mengganggu kualitas tidur.
  • Rasa sakit saat mengunyah atau menggigit.
  • Sensitivitas terhadap tekanan mengunyah atau menggigit.
  • Sensitivitas terhadap suhu panas dan dingin
  • Kemerahan dan terjadi pembengkakan wajah.
  • Area gusi merah dan membengkak.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Keluarnya cairan dari mulut yang berbau tidak sedap.
  • Bau mulut dan rasa tidak enak pada mulut.
  • Gigi berubah warna atau longgar.
  • Kelenjar getah bening yang lunak atau membengkak di leher atau di bawah rahang
  • Jika infeksi menyebar, dapat mengalami suhu tinggi (demam).

Baca Juga: Ngilu Akibat Sakit Gigi? Ini 5 Cara Alami untuk Meredakannya!

Perhatikan setiap gejala-gejala abses gigi di atas dan jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Terlebih lagi, apabila Moms sudah mengalami demam, pembengkakan di wajah, serta kesulitan bernapas atau menelan maka harus segera pergi ke rumah sakit.

Tanda-tanda tersebut sudah menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar lebih ke dalam rahang dan jaringan sekitarnya sehingga perlu penanganan medis secepat mungkin. Itulah gejala abses gigi yang perlu diwaspadai.

Nah, sebenarnya apa yang menjadi penyebab atau pun faktor risiko terjadinya abses gigi? Ini ulasannya.

Baca Juga: Sakit Gigi saat Hamil? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Penyebab Abses Gigi

Apa Penyebab Terjadinya Abses Gigi?.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari National Health Service UK (NHS UK), penyebab utama terjadinya abses gigi karena mulut penuh dengan bakteri, yang membentuk lapisan lengket di gigi yang disebut juga plak.

Jika Moms tidak menjaga kebersihan gigi, asam yang dihasilkan oleh bakteri dalam plak dapat merusak gigi dan gusi, yang akhirnya mengakibatkan abses gigi atau abses gusi, serta risiko penyakit gigi lainnya.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko lainnya yang bisa menjadi penyebab abses gigi, yaitu:

  • Kebersihan mulut yang buruk. Perlu dipahami, plak dapat menumpuk di gigi jika Moms tidak membersihkan gigi dengan benar dan teratur.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis atau bertepung. Kebiasaan ini dapat mendorong pertumbuhan bakteri di dalam plak dan menyebabkan pembusukan yang menjadi penyebab abses gigi.
  • Mengalami cedera atau operasi sebelumnya pada gigi atau gusi. Kondisi ini memungkinkan bakteri masuk ke bagian gigi atau gusi yang rusak.
  • Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang mendasari, seperti diabetes. Mereka yang menjalani perawatan, termasuk obat steroid atau kemoterapi juga berisiko lebih tinggi mengalami abses gigi.

Itulah beberapa faktor penyebab abses gigi. Untuk itu, sangat penting bagi Moms dan keluarga menerapkan pola hidup sehat dan mengetahui cara membersihkan gigi dengan benar dan teratur.

Selalu sikat gigi dengan pasta gigi berfluorida dua kali sehari dan setidaknya 2 menit setiap kali. Selain itu, kurangi makanan dan manis, terutama di antara waktu makan dan sesaat sebelum tidur.

Baca Juga: Agar Tak Histeris, Bujuk Balita dengan 5 Cara Ini Saat ke Dokter Gigi

Cara Mengatasi Abses Gigi

Bagaimana Cara Mengatasi Abses Gigi?

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan abses gigi fokus pada membersihkan infeksi dan menghilangkan rasa sakit. Akan tetapi, penanganan abses gigi tetap dilihat dari jenis dan tingkat keparahan abses gigi.

Berikut ini beberapa cara mengatasi abses gigi yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Membersihkan abses. Dokter gigi akan membuat sayatan kecil di abses untuk mengeluarkan nanah, kemudian membersihkan area tersebut dengan larutan garam.
  • Prosedur saluran akar. Gigi yang terkena abses akan dibor untuk mengeluarkan nanah dan membuang pulpa (bagian tengah gigi) yang terinfeksi. Selanjutnya, dokter gigi akan mengisi dan menutup kembali.
  • Cabut gigi. Jika gigi terlalu rusak, dokter gigi mungkin mencabut sebelum mengeringkan abses.
  • Antibiotik. Jika infeksi telah menyebar di luar area abses atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, dokter gigi akan meresepkan antibiotik oral untuk membantu membersihkan infeksi.
  • Membuang benda asing. Jika abses disebabkan oleh benda asing di gusi, maka dokter gigi akan mengeluarkannya.

Namun, jika tidak sempat untuk segera datang ke dokter gigi, bisa menggunakan obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen untuk membantu mengatasi rasa sakit. Selain itu, membilas mulut dengan air garam hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri.

Pada kasus abses gigi pada anak, ada beberapa penanganan pertama yang bisa Moms lakukan, yaitu:

  • Berkumur dengan air garam. Untuk membuat larutannya, Moms cukup mencampurkan satu sendok teh garam dengan 250 ml air hangat. Biarkan anak berkumur selama 10-12 detik, kemudian keluarkan kembali larutan garam tadi.
  • Kompres dingin. Ice pack atau ice gel yang biasa digunakan untuk mendinginkan ASI juga bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat abses gigi pada anak lho, Moms. Setelah dibungkus dengan kain bersih, letakkan di area bermasalah selama 12-20 menit beberapa jam sekali untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan.

Itulah penjelasan tentang abses gigi, gejala yang bisa terjadi, penyebab, dan juga cara menanganinya.

Ada baiknya pula, Moms dan keluarga juga menerapkan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mencegah terjadinya gangguan pada mulut dan gigi, ya.

  • https://ada.com/conditions/dental-abscess/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tooth-abscess/symptoms-causes/syc-20350901
  • https://www.nhs.uk/conditions/dental-abscess/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait