28 Juni 2022

Kenali Aerophobia, Rasa Takut yang Parah Naik Pesawat Terbang

Ketahui selengkapnya tentang aerophobia di sini!

Ada banyak jenis fobia yang dapat terjadi, salah satunya adalah rasa takut untuk terbang dengan pesawat atau aerophobia.

Perasaan takut ini tentu sangat ekstrem dan perlu mendapatkan penanganan dari ahlinya.

Untuk tahu lebih lengkapnya, baca ulasan berikut ini!

Penjelasan tentang Aerophobia

Penjelasan tentang Aerophobia
Foto: Penjelasan tentang Aerophobia

Foto Ilustrasi Mengalami Aerophobia (aerojetme.com)

Aerophobia, atau aviophobia, adalah fobia atau rasa takut yang ekstrem untuk bepergian menggunakan pesawat.

Seseorang dengan fobia ini mungkin takut tentang berbagai aspek terbang.

Misalnya, seperti lepas landas, mendarat, atau bahkan terkunci di dalam pesawat.

Penderitanya mungkin tahu bahwa ketakutan yang terjadi tidak rasional.

Faktanya, perjalanan udara memiliki tingkat kematian terendah di antara bentuk transportasi lainnya.

Namun, orang dengan fobia ini tidak dapat menemukan jalan keluar dari masalah kecemasan tersebut.

Kebanyakan orang dengan aerophobia sebenarnya tidak takut dengan kecelakaan pesawat.

Sebaliknya, perasaan takut dan cemas luar biasa tersebut muncul saat berada di pesawat.

Antisipasi untuk terbang, atau berpikir untuk terbang, sering kali sama meresahkan penderitanya dengan berada dalam pesawat saat terbang.

Baca Juga: 6 Cara Menghadapi Fobia Sosial pada Anak

Penyebab Aerophobia

Tidak ada penyebab spesifik dari fobia ini.

Sebab, perasaan takut ini biasanya berasal dari kombinasi dari beberapa faktor.

Faktor utamanya adalah perasaan takut ketinggian yang bisa diturunkan secara genetik, atau perasaan takut yang dicontohkan dari orang tua ke anak.

Ditambah lagi, banyaknya paparan media yang menunjukkan kecelakaan pesawat atau insiden lain mungkin juga berperan.

Umumnya, orang takut terbang karena perasaan tidak memiliki kendali atas situasi dan keselamatannya.

Mengutip dari jurnal Activitas Nervosa Superior, kunci mengobati gangguan ini mungkin telah diidentifikasi di awal pemeriksaan.

Seperti diketahui, peningkatan risiko seseorang mengalami fobia ini dapat dipengaruhi oleh riwayat keluarga dan adanya ketidakstabilan pada saraf.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi dasar seseorang mengalami gangguan ini.

Hal ini berkaitan dengan efek stres yang terjadi karena pelecehan atau perasaan diabaikan di masa kanak-kanak.

Pada akhirnya, perubahan fisiologis pada otak dapat terjadi.

Semakin lama seseorang menghindari terbang, perasaan takut yang dirasakan semakin meningkat.

Terkadang ketakutan ini juga dihubungkan dengan fobia lainnya.

Misalnya, seperti takut muntah (emetophobia), takut ketinggian (acrophobia), atau takut ruang tertutup (klaustrofobia).

Dengan mengatasi fobia spesifik ini kemungkinan dapat membantu mengatasi aerophobia.

Baca Juga: Ophidiophobia, Fobia pada Ular yang Berlebihan

Ciri-Ciri Aerophobia

aerophobia
Foto: aerophobia (khaleejtimes.com)

Foto Takut di Pesawat (khaleejtimes.com)

Seseorang yang menderita aerophobia mungkin menghindari terbang dengan cara apa pun.

Bisa jadi ia melewatkan liburan keluarga atau menolak bepergian untuk bekerja dengan cara apa pun.

Penderita fobia ini juga mungkin bersikeras untuk menggunakan moda transportasi lain, seperti mobil, bus, atau kereta api.

Parahnya lagi, orang ini mungkin juga menghindari film, buku, atau berita yang berhubungan dengan perjalanan udara.

Bisa jadi juga mungkin terobsesi untuk mempelajari langkah-langkah keamanan di bandara dan di pesawat.

Seseorang dengan aerophobia juga mungkin mengalami serangan panik sebelum atau selama penerbangan.

Gejala yang dapat timbul, antara lain:

  • Tubuh yang panas dingin.
  • Alami pusing dan sakit kepala ringan.
  • Berkeringat berlebihan (hiperhidrosis).
  • Alami palpitasi jantung.
  • Mual dan/atau sesak napas.
  • Tubuh yang bergetar atau gemetar.
  • Alami sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).

Baca Juga: Trypophobia, Fobia terhadap Kumpulan Lubang Kecil

Tes untuk Memastikan Aerophobia

Faktanya, tidak ada tes diagnostik khusus untuk memastikan seseorang alami aerophobia.

Ahli medis akan berhati-hati meninjau gejala yang dirasakan dan mengajukan berbagai pertanyaan tentang rasa takut terkait penerbangan.

Gangguan fobia ini dapat berkisar dari ringan (bisa terbang jika dipaksakan tapi merasa cemas) hingga parah (benar-benar menolak untuk terbang selama lebih dari lima tahun).

Ahli medis dapat mendiagnosis seseorang dengan gangguan fobia tertentu, termasuk aerophobia, jika mengalami hal ini:

  • Mengalami gejala saat memikirkan objek atau situasi yang menakutkan, seperti pesawat terbang atau perjalanan udara.
  • Alami ketakutan ini selama enam bulan atau lebih.
  • Memilih jalan lain untuk menghindari objek atau situasi yang ditakuti.
  • Mengalami kesulitan berfungsi di rumah, tempat kerja atau dalam situasi sosial karena ketakutan tersebut.

Baca Juga: 3 Jenis Fobia yang Perlu Diketahui Menurut Garis Besarnya, Yuk Disimak

Pengobatan Aerophobia

aerophobia
Foto: aerophobia (verywellmind.com)

Foto Fobia pesawat (verywellmind.com)

Fobia dalam bepergian menggunakan pesawat ini biasanya diobati dengan terapi, pengobatan, atau kombinasi keduanya.

Obat anti-kecemasan dapat membantu dalam mengelola gejala sebelum dan selama penerbangan.

Terapi pemaparan biasanya digunakan untuk mengobati aerophobia dengan membiarkan seseorang secara bertahap lebih menyesuaikan diri dengan gagasan dan sensasi terbang.

Terapi perilaku kognitif juga membantu penderita fobia ini untuk menguji realitas pola pikir irasional terkait terbang.

Baca Juga: 6 Cara Menghadapi Fobia Sosial pada Anak

Konsumsi Obat-Obatan

Dokter terkadang memberikan resep obat untuk membantu dalam meringankan gejala tertentu yang terkait dengan rasa takut terbang, seperti mual atau kecemasan.

Contohnya, dokter mungkin menyarankan minum obat yang berfungsi mengurangi mabuk perjalanan sebelum penerbangan.

Beberapa obat lainnya yang mungkin diresepkan adalah obat anti-kecemasan, seperti alprazolam atau diazepam.

Aerophobia ini dapat diobati dengan baik.

Jadi, jangan ragu mendapatkan bantuan dari profesional kesehatan mental.

Semakin cepat masalah ini terdeteksi dan diobati, semakin mudah masalahnya diatasi.

Maka dari itu, jangan ragu lagi untuk mendapatkan pemeriksaan dari ahlinya.

Ada baiknya jangan mengonsumsi sembarangan obat tanpa resep dari dokter.

Sebab, jika dibiarkan bisa jadi mengalami ketergantungan obat dan bahkan overdosis.

Diagnosis dini juga perlu dilakukan agar penyebab dari fobia yang terjadi diketahui secara pasti sebab pengobatannya bisa jadi berbeda.

  • https://link.springer.com/content/pdf/10.1007/BF03379588.pdf
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22431-aerophobia-fear-of-flying
  • https://www.psycom.net/aerophobia-fear-of-flying/
  • https://www.verywellmind.com/aerophobia-fear-of-flying-2671844

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.