Bayi

8 Juli 2020

Alergi Susu Bisa Sebabkan Anafilaksis Lho Moms, Waspada!

Karena sulit terdeteksi, tes alergi susu perlu dilakukan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Alergi susu adalah respons abnormal oleh sistem kekebalan tubuh terhadap susu dan produk yang mengandung susu. Ini adalah salah satu alergi makanan paling umum pada bayi.

Susu sapi adalah penyebab umum alergi susu, tetapi susu dari domba, kambing, kerbau dan mamalia lain juga dapat menyebabkan reaksi.

Dalam sebuah penelitian terhadap anak-anak di Rumah Sakit Umum Massachusetts bagian pediatric pada 2001 dan 2006, yang diterbitkan dalam jurnal National Center for Biotechnology Information (NCBI), dilaporkan bahwa alergi susu lebih sering terjadi pada bayi.

Kemudian, dalam sebuah penelitian di departemen gawat darurat Rumah Sakit Anak Boston, anak-anak yang mengalami reaksi alergi terkait makanan, ternyata di antara bayi berusia 12 bulan atau lebih muda, ada tingkat alergi makanan yang lebih tinggi yakni 83 persen.

Dari alergen makanan, susu adalah yang paling umum diidentifikasi atau 40 persen pada kelompok usia bayi. Bayi juga lebih mungkin untuk mengalami gatal-gatal, mengi, dan muntah dibandingkan dengan anak yang lebih besar.

Tanda dan gejala alergi susu bisa ringan sampai berat. Reaksi alergi biasanya terjadi segera setelah Si Kecil mengonsumsi susu.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa

Alergi Susu Menyebabkan Anafilaksis

Wah, Ternyata Alergi Susu Bisa Sebabkan Anafilaksis

Foto: today.com

Berdasarkan mayoclinic.org, alergi susu ternyata dapat menyebabkan anafilaksis atau reaksi alergi parah yang mengancam jiwa. Bayi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anafilaksis.

Dalam penelitian di New York terhadap 213 reaksi anafilaksis di antara 192 anak yang berobat ke departemen darurat pediatrik Mount Sinai antara 2004 dan 2008, dilaporkan adanya tantangan tertentu dalam menetapkan diagnosis anafilaksis.

Penulis penelitian menemukan bahwa hanya 16,6 persen bayi yang diteliti memiliki pengukuran tekanan darah dan hanya 12,5 persen anak-anak yang lebih muda dari 3 tahun yang memiliki pengukuran tekanan darah dibandingkan dengan 90 persen pasien berusia 3 tahun dan lebih tua.

Gambaran klinis anafilaksis lainnya mungkin lebih sulit diidentifikasi pada kelompok usia-usia tersebut. Karena ada beberapa gejala yang merupakan tanda pertumbuhan yang normal pada bayi, seperti disfagia dan air liur.

Karena tumbuh gigi menghasilkan air liur, tanda fisik ini mungkin tidak terdokumentasi atau mungkin dianggap tidak berhubungan dengan reaksi alergi.

Demikian pula, pruritus, tanda fisik pelepasan histamin, dapat muncul sebagai rasa gatal, yang mungkin juga tidak tercatat sebagai reaksi alergi.

Baca Juga: Alternatif Pengganti Susu Sapi untuk Anak yang Alergi Susu

Tes Alergi untuk Mencegah Anafilaksis

Wah, Ternyata Alergi Susu Bisa Sebabkan Anafilaksis

Foto: babycenter.com.au

Alergi susu menyebabkan anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang dapat menyebabkan kematian. Karena, reaksi alergi ini mempersempit saluran udara dan dapat menghambat pernapasan.

Susu adalah makanan ketiga yang paling umum, setelah kacang dan kacang pohon, yang ternyata dapat menyebabkan anafilaksis.

Jika Moms atau Si Kecil memiliki reaksi alergi terhadap ASI, segera beri tahu dokter, tidak peduli seberapa ringan reaksinya. Begitu juga jika Si Kecil mengonsumsi susu formula dan kemudian terdeteksi gejala-gejala alergi susu.

Tes dapat membantu memastikan alergi susu, sehingga Moms dapat menghindari reaksi di masa depan dan yang berpotensi lebih buruk. Anafilaksis adalah keadaan darurat medis dan memerlukan perawatan dengan suntikan epinefrin (adrenalin) dan perawatan di ruang gawat darurat.

Tanda dan gejala mulai anafilaksis bisa segera muncul setelah konsumsi susu. Tanda dan gejala tersebut antara lain:

  • Penyempitan saluran udara, termasuk tenggorokan yang bengkak membuat sulit bernafas
  • Kulit wajah memerah
  • Gatal
  • Syok, dengan penurunan tekanan darah yang nyata

Baca Juga: Apa Itu Alergi Susu Sapi?

Jika Moms menemukan gejala-gejala di atas, segera cari bantuan gawat darurat ya. Apalagi jika Si Kecil sudah terdeteksi mengalami alergi susu. Jika memungkinkan, temui dokter selama reaksi alergi untuk membantu dokter membuat diagnosis.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait