2-3 tahun

2-3 TAHUN
20 November 2020

Amandel pada Anak Membengkak, Haruskah Dioperasi?

Seberapa perlu tindakan operasi pengangkatan amandel?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Menjaga kesehatan anak tidak hanya dengan memastikan asupan nutrisi hariannya tercukupi, tetapi Moms juga perlu memerhatikan kesehatan telinga, hidung, dan tenggoroknya.

Salah satu masalah THT yang sering terjadi pada anak adalah radang amandel, atau amandel yang membengkak.

Amandel pada anak yang membengkak atau meradang ini mungkin memberikan beberapa gejala pada Si Kecil seperti demam, pilek, amandel membengkak, dan sebagainya yang membuat Si Kecil tidak nyaman.

Melansir National Health Service, gejala amandel anak bisa terasa seperti pilek atau flu, amandel di bagian belakang tenggorok akan berwarna merah dan bengkak.

Si Kecil juga bisa merasakan sakit tenggorok, kesulitan menelan, suara serak, suhu tubuh 38 derajat Celcius atau lebih, batuk, sakit kepala, sakit telinga, dan merasa lelah.

Namun, seperti apa tindakan yang bisa dilakukan oleh Moms? Atau haruskah Moms pergi ke dokter untuk mengoperasi amandel Si Kecil?

Kali ini, Expert Room akan membahas topik “Amandel pada Anak” dengan narasumber dr. Muhamad Firman Sidik, Sp.THT-KL, yang merupakan Dokter Spesialis THT OMNI Hospitals Alam Sutera.

Baca Juga: Istri Mengidam Namun Tak Dituruti, Apa Dampaknya Bagi Nutrisi Ibu Hamil?

1. Amandel pada Anak Membengkak, Perlukah Operasi?

amandel pada anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa organ amandel atau tonsil merupakan sistem pertahanan tubuh. Amandel merupakan bagian dari kelenjar getah bening atau limfoid, yang berfungsi sebagai bertahanan tubuh.

Dokter Muhamad menjelaskan, karena daya tahan tubuh Si Kecil belum terbentuk sempurna, maka nantinya akan sering terjadi radang di saluran napas bagian atas.

"Untuk pengobatan pembengkakan amandel pada anak, terlebih dahulu harus dilihat gejala dan tandanya, serta lama anak menderita keluhan tersebut," jelas dr. Muhamad.

Pengobatan pertama bisa dengan menggunakan antibiotik, anti inflamasi, dan anti sakit. Bila ada keluhan radang tenggorok yang melibatkan tenggorok ini berulang, minimal lima kali dalam setahun, maka bisa dilakukan tindakan operasi.

"Operasi amandel tidak langsung harus dilakukan, tetapi harus ada pengobatan secara oral. Karena itu, pengobatan tanpa operasi tentu bisa, tergantung pada gejala dan tandanya, serta daya tahan tubuh masing-masing anak," lanjutnya.

Baca Juga: Masalah Umum Ibu Menyusui yang Sering Terjadi (Part 1)

2. Kapan Waktu Tepat Dilakukan Pengangkatan Amandel?

amandel pada anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Terjadinya pembengkakan amandel pada anak bisa memberikan ketidaknyamanan pada Si Kecil, dan mungkin Moms ingin segera dilakukan operasi amandel agar kondisi Si Kecil cepat pulih.

Namun, sebenarnya kapan waktu tepat dilakukan pengangkatan amandel?

Menurut dr. Muhamad, indikasi dilakukannya pengangkatan amandel (tonsilektomi) ini hampir sama pada orang dewasa, yang harus berpatokan pada indikasi absolut (pasti) dan relatif.

"Indikasi untuk dilakukan tonsilektomi, yang pertama adalah amandel berukuran besar dan mengganggu jalan pernapasan, sehingga harus dioperasi. Kedua, jika anak sering kejang dan demam. Ketiga, bila amandelnya sudah bernanah atau sudah terjadi abses. Keempat, adanya keganasan. Bila terjadi empat hal ini, maka harus dilakukan operasi secara mutlak atau absolut," jelas dr. Muhamad.

Tetapi, ada juga indikasi relatif. Pertama, jika radang di daerah tenggorok amandel itu terjadi berulang, yaitu lima kali dalam satu tahun dan tidak merespon dengan pengobatan antibiotik.

Kedua, bila kondisi amandel pada anak sering membuat daerah mulut menjadi bau. Ketiga, jika dokter melihat adanya curiga keganasan.

Baca Juga: Si Kecil Makan Bubur Instan, Apa Dampaknya untuk Nutrisi Anak? Ini Kata Ahli!

3. Ke Poli THT Saat Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

amandel pada anak-3

Foto: Orami Photo Stock

Di masa pandemi, Moms mungkin memiliki kekhawatiran untuk pergi ke rumah sakit, termasuk ke poli THT. Lalu, ada kondisi di mana Moms harus berkonsultasi ke dokter spesialis THT.

Lalu, seperti apa indikasi bila Si Kecil memang harus benar-benar pergi ke poli THT?

Dokter Muhamad menyebutkan lima kondisi bila anak benar-benar harus pergi ke dokter spesialis THT.

"Pertama, bila terjadi perdarahan yang tidak bisa ditangani, terutama di daerah THT. Kedua, adanya sakit kepala hebat yang tidak bisa diatasi, yang berhubungan dengan rongga hidung atau sinus," kata dr. Muhamad.

Lebih lanjut, indikasi ketiga adalah bila telinga berdengung terus menerus, atau tinnitus, itu sebaiknya langsung segera berobat ke poli THT. Keempat, pasien yang wajib kontrol dalam masa pengobatan.

"Indikasi kelima, bila anak mengalami keluhan telinga berair atau keluar cairan, maka langsung berobat ke poli THT. Pada anak sering terjadi kasus telinga berair yang perlu penanganan dokter. Jadi, jangan sampai terjadi komplikasi ke arah otak," tutup dr. Muhamad.

Apa yang paling penting dan benar-benar diperhatikan, adalah pasien tetap melakukan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, memakai sarung tangan, membawa hand sanitizer, dan harus didampingi oleh pihak keluarga.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai amandel pada anak dari dr. Muhamad Firman Sidik, Sp.THT-KL, Dokter Spesialis THT OMNI Hospitals Alam Sutera. Semoga berguna!


Artikel ini merupakan kerjasama dengan OMNI Hospitals.

dr. Muhamad Firman Sidik, Sp.THT-KL adalah Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) yang berpraktek di OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Jadwal Praktek:

  • Selasa dan Rabu: 10.30 - 13.30 WIB
  • Jumat: 10.00 - 11.30 WIB
Artikel Terkait