2-3 tahun

24 Desember 2021

Atasi Anak Telat Bicara Pakai Daun Sirih, Bisakah?

Percaya mitos bisa berdampak buruk pada perkembangan bicara Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Alya Nisania
Disunting oleh Karla Farhana

"Kalau anak telat bicara pakai daun sirih, saja!"

Mungkin, Moms sering menjumpai perkataan ini melalui orang-orang di sekitar Moms.

Saat anak sudah balita, memastikan tumbuh kembang mereka berada di jalur yang tepat dengan pencapaian kemampuan berbicara terkadang sulit untuk dinilai.

Berbicara merupakan ekspresi pikiran yang menggunakan suara artikulasi. Ketika anak telat berbicara, mungkin Moms pernah disarankan untuk pakai daun sirih.

Lantas, apakah cara ini dapat membantu? Atau, ini hanya sekadar mitos belaka? Yuk, simak pembahasannya di sini!

Anak Telat Bicara Pakai Daun Sirih

terapi bicara balita hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Benarkah Moms bisa mengatasi anak telat bicara pakai daun sirih?

Nyatanya, belum ada penelitan pasti tentang penggunaan daun sirih yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi keterlambatan bicara pada anak.

Sekali pun terapi untuk anak telat bicara, nyatanya kemampuan bicara adalah hal yang perlu dilatih terus-menerus.

Mitos tentang anak terlambat bicara yang satu ini juga sangat populer beredar di tengah masyarakat.

Memang benar bahwa perkembangan bicara anak membutuhkan waktu. Namun, orang tua tidak boleh membiarkannya begitu saja.

Hal ini juga menyebabkan Si Kecil berisiko mengalami kesulitan berbicara terus-menerus selama tahun-tahun sekolah.

Jika ini dibiarkan, akan memengaruhi kemampuannya dalam membaca, menulis, dan prestasinya di sekolah.

Risikonya akan jadi lebih besar ketika Si Kecil sulit berbicara disertai dengan kesulitan belajar bahasa.

Baca juga: Bagaimana Cara Berbicara dengan Bayi? Perhatikan Sesuai Umurnya, Moms!

Mitos Perkembangan Bicara Anak Lainnya

Selain anak telat bicara pakai daun sirih, ada banyak mitos lainnya seputar perkembangan bicara Si Kecil.

Agar tak mudah terkecoh dan percaya yuk, cari tahu apa saja mitos sekaligus fakta di baliknya, Moms!

1. Ajarkan Banyak Bahasa Sebabkan Anak Terlambat Bicara

Mengajarkan Si Kecil 2 Bahasa atau Lebih Akan Menyebabkan Keterlambatan Bicara.png

Foto: Orami Stock Photo

Otak anak seperti spons yang bisa menyerap segalanya.

Jika Si Kecil diajarkan lebih dari 1 bahasa di masa kanak-kanak, ia tidak hanya mempelajarinya tetapi juga menjadi lebih tajam secara kognitif.

Belajar bahasa lain, seperti bahasa Inggris bisa merangsang otak Si Kecil dan menjadikan mereka lebih percaya diri.

Sehingga hal ini justru bagus untuk perkembangan sosial dan emosionalnya.

Di negara-negara seperti India, sebagian besar keluarga perkotaan berbicara 2 bahasa atau lebih.

Membesarkan anak dengan berbicara bilingual adalah hal yang normal. Jadi, jangan takut ajarkan Si Kecil berbagai bahasa ya, Moms!

2. Bicara Tanpa Gramatika Bantu Si Kecil Belajar Bicara

Ada lagi mitos yang lebih aneh dari mengatasi anak telat bicara pakai daun sirih.

Nah, mitos yang satu ini tak perlu dipercaya, Moms. Sebab, bicara tanpa gramatika atau susunan yang benar justru akan berdampak buruk pada Si Kecil.

Bicara tanpa gramatika seperti "Mana gelas?" justru akan membuat anak akan menyerap susunan kalimat yang juga tidak lengkap.

Alih-alih menggunakan kalimat pendek tanpa susunan yang benar, Moms bisa bertanya "Di mana gelasnya?"

Sehingga, Si Kecil dapat sekaligus belajar susunan kalimat yang benar. Selain itu, gramatika yang tidak lengkap justru akan membuat Si Kecil jadi terlambat bicara.

3. Tongue Tie

Tongue Tie Bisa Jadi Penyebab Anak Terlambat Bicara.png

Foto: Orami Stock Photo

Tongue tie merupakan kondisi di mana lidah Si Kecil mengalami kelainan atau lebih pendek.

Kondisi ini kerap kali dialami anak yang baru lahir dan dianggap sebagai penyebab anak terlambat bicara.

Tongue tie, yang salah satu gejalanya adalah sulit menjulurkan lidah, dipercaya dapat membuat anak telat bicara.

Sama seperti mengatasi anak telat bicara pakai daun sirih, tongue tie tidak akan membuat Si Kecil terlambat bicara.

Namun, Stanfordchildrens menulis, sang anak mungkin akan memiliki masalah, yaitu:

  • Artikulasi kata kurang jelas
  • Masalah cara pengucapan kata

4. Lebih Dulu Bisa Jalan, Berarti Lebih Lambat Bicaranya

Selain mengatasi anak telat bicara pakai daun sirih, ada mitos lain yang juga dipercaya banyak orang.

Mereka menganggap kalau Si Kecil bisa berjalan terlebih dahulu sebelum mulai bicara, Si Kecil akan mengalami telat bicara.

Namun, menurut dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, kedua hal itu tidak ada hubungannya.

Nyatanya, kemampuan bicara dan berjalan Si Kecil bisa didapat secara bersamaan.

Si Kecil bisa saja lebih dulu bisa berjalan ketimbang berbicara. Hal ini mungkin terjadi karena dirinya hanya dapat berkonsentrasi pada salah satu kemampuan saja.

Namun tidak menutup kemungkinan kedua kemampuan itu muncul secara bersamaan.

Baca juga: Bayi Terlambat Berbicara karena Lingkungan Bilingual?

Fakta Kemampuan Bicara Si Kecil

Perkembangan-Bahasa-dan-Bicara-Anak-usia-0-12-bulan-Hero.jpg

Foto: Oramo Photo Stock

Alih-alih percaya dengan mitos mengatasi anak telat bicara pakai daun sirih, lebih baik Moms mengatasinya dengan cara lain yang sudah terbukti secara ilmiah.

Namun, sebelumnya Moms harus tahu dulu beberapa fakta kemampuan bicara Si Kecil.

Gangguan bicara pada Si Kecil memang bisa menimbulkan masalah. Orang tua kerap kali tidak bisa mengerti kemauan anak karena sulit berkomunikasi.

Namun, percaya begitu saja dengan mitos yang beredar justru bisa menimbulkan dampak buruk pada perkembangan bicara anak.

Bukannya membaik, hal ini justru bisa memperburuk kondisi bicaranya karena penanganan orang tua yang terlambat.

Untuk itu, sangat dianjurkan Moms bisa melihat beberapa fakta dan mitos anak telat bicara berikut, ya.

1. Anak Laki-laki Lebih Lambat

Memang benar adanya kalau anak laki-laki lebih lambat menghasilkan kata dan kalimat pertama dibandingkan anak perempuan.

Namun, rentang waktunya hanya dalam hitungan beberapa bulan, kok.

Hal ini terkait dengan pengembangan kosa kata, panjang kalimat, dan kompleksitas. Perbedaan ini dikaitkan dengan pematangan anak perempuan yang lebih cepat.

Bagian otak yang didedikasikan untuk perkembangan bahasa matang lebih awal pada anak perempuan.

Juga, anak perempuan cenderung lebih banyak berbicara dibandingkan dengan anak laki-laki.

Jadi, bukan berarti anak laki-laki terlambat berbicara, tetapi hanya lebih lambat perkembangannya dibandingkan anak perempuan.

Baca Juga: 11 Cerita Rakyat yang Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak, Yuk Bacakan!

2. Bantu Si Kecil dengan Ekspresi Wajah

Faktanya berbicara dengan bayi harus menggunakan cara yang berbeda.

Berbicara dengan Si Kecil haruslah menggunakan ekspresi wajah. Selain itu, ada beberapa hal yang bisa menstimulasi anak untuk belajar bicara, yaitu:

  • Gunakan nada tinggi
  • Tatap matanya secara langsung
  • Bicara perlahan seperti mengeja (bukan dicadel-cadelkan)

Kosa kata yang dipilih juga harus sederhana dan diulang-ulang agar Si Kecil terbiasa mendengarnya dan dapat belajar mengucapkan kata tersebut.

Penekanan pada kata juga penting agar Si Kecil memerhatikan bagaimana cara pengucapan tiap katanya, Moms.

3. Menggunakan Alat Bantu

Sebagai orang tua, mungkin Moms sering tergoda membeli mainan atau tontonan dengan label ‘edukatif’ untuk anak.

Padahal mainan itu belum tentu bisa efektif membantu Si Kecil bicara dan berkomunikasi.

Program video untuk bayi rupanya hanya menambah sedikit kosa kata meski telah menontonnya berjam-jam.

Belajar kata dari flashcard bisa mengajar anak untuk mengucapkan kata dalam merespon gambar.

Padahal hal ini bukan berarti bahwa Si Kecil paham makna kata dan menggunakan kata itu dalam kalimat bicaranya.

Kosa kata tetap harus dipelajari dalam sebuah kalimat lengkap setiap harinya dan diulang berkali-kali.

Sehingga Si Kecil dapat memahami artinya dan bisa mengucapkannya dengan baik.

Baca juga: 3 Kelebihan Anak Terlambat Bicara, Memiliki Kreativitas Tinggi

Nah, itu dia pembahasan mengenai mitos mengatasi anak telat bicara pakai daun sirih, beserta mitos-mitos lainnya.

Ada baiknya untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang diberikan orang lain, Moms.

Jangan lupa untuk terus menstimulasi Si Kecil agar dia bisa belajar berbicara dengan baik.

  • https://www.stanfordchildrens.org/en/service/ear-nose-throat/conditions/ankyloglossia#:~:text=Tongue%2Dtie%20will%20not%20affect,way%20the%20words%20are%20pronounced.
  • https://lifeofdrmom.com/myths-about-speech-delay-in-children/
  • https://stamurai.com/blog/myths-speech-delay-children/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait