Kesehatan Umum

12 Januari 2022

Yuk, Mulai Konsumsi Antioksidan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Jangan lupa untuk jaga pola hidup tetap sehat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Saat ini, pemerintah sudah tidak menerapkan kebijakan PSBB atau PPKM sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan. Maka, penting bagi Moms dan keluarga untuk menjaga kesehatan, salah satunya dengan mengonsumsi antioksidan.

Melansir Healthline, antioksidan adalah molekul yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh Moms. Perlu Moms ketahui, radikal bebas merupakan senyawa yang dapat membahayakan jika kadarnya menjadi terlalu tinggi dalam tubuh.

Radikal bebas terkait dengan berbagai penyakit termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Meski sebenarnya tubuh memiliki antioksidan sendiri untuk melawan radikal bebas, tetapi Moms sebaiknya menerapkan pola makan sehat karena antioksidan juga terkandung dalam makanan.

Dengan begitu, kadar radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh menjadi seimbang. Jadi, Moms bisa tetap beraktivitas di tengah pandemi COVID-19 dengan nyaman karena kondisi tubuh yang sehat.

Baca Juga: Cari Tahu 7 Manfaat Glutathione, Si Master Antioksidan Alami dalam Tubuh!

Risiko Munculnya Penyakit Metabolik Karena Pandemi

meningkatkan daya tahan tubuh saat new normal-1

Foto: Orami Photo Stock

Dampak adanya pandemi COVID-19 sangat berpengaruh bagi kesehatan metabolik. Oleh sebab itu, Moms dan keluarga dituntut untuk selalu menjaga kesehatan tubuh.

"Saat pandemi, terjadi perubahan pola hidup, secara fisik, psikis, atau kehidupan sosial selama bekerja dari rumah (WFH). Semua hal itu pasti akan berpengaruh terhadap kesehatan, dan yang paling menonjol terhadap kesehatan metabolik," jelas Dr. Roy Panusunan Sibarani Sp.PD-KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Endokrin Metabolik, Ketua Komite Medis RS Murni Teguh Sudirman Jakarta.

Mengutip laman Health, penyakit metabolik dialami ketika seseorang memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan trigliserida tinggi.

Dampaknya, ada risiko tinggi mengalami jenis penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung.

"Hanya berfokus pada pandemi justru membuat orang jadi tidak awas terhadap penyakit metabolik. Padahal, penyakit metabolik itu adalah penyakit degeneratif. Semakin tua seseorang, semakin banyak kemungkinannya untuk kena penyakit diabetes, darah tinggi, dan gangguan kolesterol," lanjut Dr. Roy.

Baca Juga: Konsumsi Multivitamin Bantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Moms dan Si Kecil di Tahun 2022

Jaga Pola Hidup Tetap Sehat

meningkatkan daya tahan tubuh saat new normal-2

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai langkah untuk mengurangi risiko terkena penyakit metabolik, sekaligus cara meningkatkan daya tahan tubuh saat new normal, penting menjaga gaya hidup tetap sehat.

Dr. Roy menyarankan beberap contoh pola hidup sehat seperti olahraga rutin, konsumsi makanan sehat dan bergizi, tidur yang cukup, minum air putih cukup, dan konsumsi suplemen.

Tidak hanya itu, Dr. dr. Erlina Burhan, SpP, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, mengingatkan bahwa kebiasaan yang sudah dijalankan saat pandemi harus terus dijalankan saat new normal.

"Pertama adalah disiplin PSBB, tidak bepergian, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, hidup bersih dan sehat, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh," terangnya.

Baca Juga: 5 Cara Bantu Si Kecil Kelola Stres agar Daya Tahan Tubuh Terjaga

Manfaat Antioksidan untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

meningkatkan daya tahan tubuh saat new normal-3

Foto: Orami Photo Stock

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh saat new normal, masyarakat harus makan dan istirahat yang cukup, jaga suasana hati agar tidak stres, minum vitamin, dan sebagainya.

Selain itu, konsumsi makanan dengan antioksidan juga membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

"Terpenting pada kondisi seperti ini adalah antioksidan. Antioksidan itu adalah salah satu yang meningkatkan sistem imun. Antioksidan ada di vitamin A, C, dan E," jelas Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI, Dokter Spesialis Alergi-imunologi.

Dalam jurnal Nutrients, disebutkan bahwa vitamin C berkontribusi terhadap fungsi sistem kekebalan tubuh, dan berpotensi melindungi tubuh terhadap stres oksidatif dari lingkungan sekitar.

Antioksidan bekerja dengan menetralisir molekul radikal bebas (zat yang menimbulkan racun) di dalam tubuh. Dengan konsumsi antioksidan, tubuh dapat menangkal peradangan, misalnya seperti penyakit radang sendi.

Baca Juga: 23 Makanan Antioksidan Tinggi, Dapat Mencegah Sel Kanker

Sumber Antioksidan untuk Daya Tahan Tubuh

Nah, untuk memenuhi kebutuhan antioksidan sehingga Moms dan keluarga tetap sehat, berikut sumber makanan yang kaya antioksidan untuk menjaga daya tahan tubuh:

1. Blueberry

blueberry

Foto: Orami Photo Stock

Sumber antioksidan yang pertama adalah buah blueberry. Menurut analisis FRAP, blueberry mengandung 9,2 mmol antioksidan per 3,5 ons (100 gram).

Bahkan, menurut jurnal Nutritional Neuroscience, blueberry merupakan buah mengandung jumlah antioksidan tertinggi di antara semua buah dan sayuran yang biasa dikonsumsi. Selain itu, buah ini juga rendah kalori.

Kandungan antioksidan dalam blueberry, terutama jenis yang disebut anthocyanin, telah terbukti mengurangi faktor risiko penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol LDL, dan tekanan darah.

2. Kale

kale

Foto: Orami Photo Stock

Selain didapatkan dari buah, antioksidan juga bisa Moms peroleh dari sayuran. Salah satunya sayur kale.

Kale adalah sayuran silangan dan anggota kelompok sayuran yang dibudidayakan dari spesies Brassica oleracea.

Sayuran yang termasuk dalam keluarga brokoli dan kembang kol ini kaya akan vitamin A, K, dan C. Kale juga kaya akan antioksidan, yang menyediakan hingga 2,7 mmol dalam setiap takaran 3,5 ons (100 gram).

Tak hanya itu, kale merupakan sumber kalsium nabati yang bagus. Kalsium sendiri termasuk mineral penting yang membantu menjaga kesehatan tulang dan berperan dalam fungsi seluler lainnya, Moms.

3. Bayam

bayam

Foto: Orami Photo Stock

Bayam juga termasuk sayuran hijau yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh karena mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral. Sayuran yang satu ini juga sangat rendah kalori.

Berdasarkan analisis FRAP, bayam menyediakan hingga 0,9 mmol antioksidan per 3,5 ons (100 gram).

Bayam juga merupakan sumber lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang dapat membantu melindungi mata dari kerusakan sinar UV dan panjang gelombang cahaya berbahaya lainnya.

Baca Juga: 13+ Rekomendasi Vitamin C di Bawah 100 Ribu untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

4. Buah Bit

buah bit

Foto: Orami Photo Stock

Berikutnya, ada buah bit yang masuk dalam daftar sumber makanan dengan kandungan antioksidan tinggi.

Bit adalah akar dari sayuran yang secara ilmiah dikenal sebagai Beta vulgaris.

Buah ini memiliki rasa yang ringan dan merupakan sumber serat, potasium, zat besi, folat, dan antioksidan.

Berdasarkan analisis FRAP, bit mengandung hingga 1,7 mmol antioksidan per 3,5 ons (100 gram).

Kandungan antioksidan yang terdapat dalam buah bit disebut sebagai betalains, yang juga memberikan warna merah pada buah bit dan bermanfaat bagi kesehatan.

Selain itu, bit mengandung senyawa lain yang dapat membantu menekan peradangan.

Baca Juga: Kebiasaan Sehat Keluarga yang Bisa Dicontoh Anak di Masa New Normal

5. Cokelat Hitam

dark-chocolate

Foto: Orami Photo Stock

Siapa sangka, cokelat hitam merupakan makanan selaian sayur dan buah yang kaya akan antioksidan.

Diketahui, cokelat hitam memiliki antioksidan hingga 15 mmol per 3,5 ons (100 gram).

Kandungan antioksidan dalam kakao dan cokelat hitam ini dapat mengurangi peradangan dan mengurangi faktor risiko penyakit jantung.

Itu dia Moms, pentingnya antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh saat new normal dan beberapa sumbernya dari makanan.

Jika Moms merasa belum cukup mengonsumsi antioksidan alami dari sayur dan buah, bisa ditambahkan dengan konsumsi suplemen. Konsusmi antioksidan tidak hanya membantu jadi lebih fit, tetapi juga bagus untuk kulit.

  • https://www.healthline.com/nutrition/antioxidants-explained
  • https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-antioxidants
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21756533/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMHT0022775/
  • https://www.health.com/condition/heart-disease/metabolic-health
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29099763
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait