03 Maret 2022

Waspada, Ini Hal yang Perlu Dipahami tentang Keracunan Arsenik

Bahan alami ini ternyata sangat berbahaya bagi tubuh!

Arsenik adalah elemen alami yang dapat bergabung dengan zat anorganik atau organik untuk membentuk banyak senyawa berbeda.

Senyawa arsenik anorganik ini bisa ditemukan terdapat di dalam tanah, sedimen, dan air tanah.

Senyawa ini bisa terjadi baik secara alami, atau sebagai hasil dari penambangan, peleburan bijih, atau saat menggunakan senyawa ini untuk keperluan industri.

Sementara itu, senyawa arsenik organik ada terutama pada ikan dan kerang.

Di masa lalu orang menggunakan bentuk anorganik arsenik dalam pestisida dan pigmen cat.

Orang juga menggunakannya sebagai pengawet kayu dan pengobatan untuk berbagai penyakit.

Saat ini, banyak negara yang membatasi penggunaan pestisida yang mengandung arsenik, pengawet kayu, dan obat-obatan.

Keracunan senyawa ini menyebabkan komplikasi kesehatan utama dan kematian jika tidak diobati.

Senyawa ini juga sering terlibat dalam upaya keracunan yang disengaja, tetapi seseorang dapat terpapar senyawa ini melalui air tanah yang terkontaminasi, tanah yang terinfeksi, dan batu, dan kayu yang diawetkan arsenik.

Namun, senyawa ini di lingkungan tidak serta merta berbahaya, dan jarang ditemukan jumlah arsenik yang beracun di alam.

Baca Juga: 12 Cara Atasi Keracunan Makanan Basi Dengan Bahan Alami

Lebih Dalam Seputar Arsenik

keracunan arsenik
Foto: keracunan arsenik

Foto: kompas.com

Arsenik adalah komponen metaloid alami dari kerak bumi.

Sejumlah kecil senyawa ini terdapat di semua batuan, udara, air, dan tanah.

Metaloid adalah zat yang bukan logam tetapi memiliki banyak kualitas yang mirip dengan logam.

Konsentrasi senyawa ini mungkin lebih tinggi di wilayah geografis tertentu.

Ini bisa jadi akibat aktivitas manusia, seperti penambangan logam atau penggunaan pestisida.

Kondisi alam juga menyebabkan konsentrasi yang lebih tinggi.

Bentuk organik arsenik juga mengandung karbon, tetapi bentuk anorganik tidak.

Selain itu, senyawa ini tidak dapat larut dalam air.

Senyawa arsenik anorganik lebih berbahaya daripada senyawa organik.

Mereka lebih cenderung bereaksi dengan sel-sel dalam tubuh, menggantikan elemen tertentu dari sel, dan mengubah fungsi sel.

Misalnya, sel menggunakan fosfat untuk pembangkitan energi dan pensinyalan.

Namun, salah satu bentuk arsenik, yang dikenal sebagai arsenat, dapat meniru dan menggantikan fosfat di dalam sel.

Ia bisa merusak kemampuan sel untuk menghasilkan energi dan berkomunikasi dengan sel lain.

Kemampuan mengubah sel ini mungkin berguna dalam pengobatan kanker, karena beberapa penelitian telah menunjukkan ia bisa membantu mengencerkan darah.

Obat kemoterapi berbasis senyawa ini, seperti arsenik trioksida, juga sudah digunakan untuk beberapa jenis kanker.

Baca Juga: 3 Pertolongan Pertama Pada Balita yang Keracunan Makanan

Gejala Keracunan Arsenik

arsenik
Foto: arsenik

Foto: Orami Photo Stock

Gejala keracunan senyawa ini bisa akut, atau menjadi parah dalam waktu singkat, atau kronis, di mana kerusakan kesehatan dialami dalam jangka waktu yang lebih lama.

Ini akan sering tergantung pada metode pemaparan.

Seseorang yang telah menelan senyawa ini menunjukkan tanda dan gejala dalam waktu 30 menit.

Beberapa gejala keracunan senyawa ini antara lain:

Jika senyawa ini telah dihirup, atau jumlah yang kurang terkonsentrasi telah tertelan, gejala butuh waktu lebih lama untuk berkembang.

Saat keracunan senyawa ini berlanjut, Moms mulai mengalami kejang-kejang, dan warna kuku mereka mungkin berubah.

Tanda dan gejala yang terkait dengan kasus keracunan arsenik yang lebih parah adalah:

  • Rasa logam di mulut dan napas berbau bawang putih.
  • Air liur berlebih.
  • Gangguan menelan
  • Darah dalam urine.
  • Otot kram.
  • Rambut rontok.
  • Keram perut.
  • Kejang.
  • Keringat berlebih.
  • Muntah.
  • Diare.

Keracunan senyawa ini biasanya mempengaruhi kulit, hati, paru-paru, dan ginjal.

Pada tahapan akhir, gejala termasuk kejang dan syok.

Hal ini dapat menyebabkan koma atau kematian.

Baca Juga: Cegah Asbestosis, Begini Cara Melindungi Balita dari Paparan Serat Asbes

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Komplikasi yang terkait dengan konsumsi senyawa ini jangka panjang meliputi:

  • Kanker.
  • Penyakit hati.
  • Diabetes.
  • Komplikasi sistem saraf, seperti hilangnya sensasi pada anggota badan dan masalah pendengaran.
  • Gangguan pencernaan.

Penyebab Keracunan Arsenik

arsenik
Foto: arsenik (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Air tanah memiliki sejumlah kecil senyawa ini.

Kadang-kadang, tingkat ini dapat melebihi jumlah yang dapat dikonsumsi manusia dengan aman.

Penyebab utama keracunan arsenik adalah konsumsi arsenik dalam jumlah yang beracun.

Arsenik, dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat membunuh seseorang dengan cepat.

Dikonsumsi dalam jumlah yang lebih kecil dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan penyakit serius atau kematian yang berkepanjangan.

Penyebab utama keracunan arsenik di seluruh dunia adalah minum air tanah yang mengandung racun tingkat tinggi.

Air menjadi terkontaminasi di bawah tanah oleh bebatuan yang melepaskan senyawa ini.

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia terpapar air yang mengandung kadar arsenik yang berpotensi tidak aman.

Baca Juga: Bahaya Racun Tikus! Ini 4 Cara Mengatasi Kucing Keracunan dan Gejalanya

Paparan Arsenik di Tempat Kerja

Jika langkah-langkah keamanan yang tepat tidak diambil, pekerja di industri tertentu mungkin menghadapi risiko keracunan yang lebih tinggi.

Industri-industri yang punya risiko tinggi terpapar senyawa ini antara lain:

  • Produksi kaca.
  • Peleburan besi atau baja.
  • Perawatan kayu.
  • Produksi dan penggunaan beberapa pestisida.

Cara senyawa ini masuk ke dalam tubuh manusia dalam industri-industri ini bergantung pada cara penggunaan arsenik.

Misalnya, senyawa ini dapat dihirup dalam industri peleburan, karena ada arsenik anorganik dalam emisi kokas.

Dalam industri pengolahan kayu, mungkin diserap melalui kulit jika bahan kimia yang mengandung arsenik tersentuh.

Mungkin juga ada jejak senyawa ini di beberapa makanan, seperti daging, unggas, dan ikan.

Biasanya, unggas mengandung tingkat yang tertinggi, karena antibiotik dalam pakan ayam.

Beras juga berpotensi mengandung kadar arsenik yang lebih tinggi daripada air.

Baca Juga: Menurut Penelitian, Masih Ada Sedikit Zat Racun yang Ditemukan dalam Makanan Bayi

Perawatan yang Bisa Dilakukan

arsenik
Foto: arsenik

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan tergantung pada jenis dan tahap keracunan arsenik.

Beberapa metode bisa menghilangkan senyawa ini dari tubuh manusia sebelum menyebabkan kerusakan.

Lainnya memperbaiki atau meminimalkan kerusakan yang telah terjadi.

Metode pengobatan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Melepas pakaian yang bisa terkontaminasi senyawa ini.
  • Mencuci dan membilas kulit yang terkena secara menyeluruh.
  • Transfusi darah.
  • Minum obat jantung dalam kasus di mana jantung mulai gagal.
  • Gunakan suplemen mineral yang menurunkan risiko masalah irama jantung yang berpotensi fatal.
  • Mengamati fungsi ginjal.
  • Irigasi usus adalah pilihan lain. Solusi khusus dilewatkan melalui saluran pencernaan, membuang isinya. Irigasi menghilangkan jejak senyawa ini dan mencegahnya diserap ke dalam usus.
  • Terapi khelasi juga dapat digunakan. Perawatan ini menggunakan bahan kimia tertentu, termasuk asam dimercaptosuccinic dan dimercaprol, untuk mengisolasi senyawa ini dari protein darah.

Itulah yang perlu dipahami mengenai keracunan arsenik.

Jadi, sebaiknya Moms selalu berhati-hati ya!

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/241860
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/arsenic
  • https://www.cdc.gov/biomonitoring/Arsenic_FactSheet.html
  • https://www.healthline.com/health/arsenic-poisoning

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.