19 Februari 2023

Bayi Makan Telur Setengah Matang, Amankah? Ini Jawabannya!

Hati-hati, bisa sebabkan keracunan makanan pada bayi

Telur termasuk sumber protein yang kaya manfaat bagi kesehatan. Namun, bolehkah bayi makan telur setengah matang?

Karena kandungan nutrisinya, telur direkomendasikan sebagai salah satu makanan pertama yang sangat baik untuk bayi.

Meskipun telur termasuk sebagai 8 makanan penyebab alergi paling umum pada bayi dan anak-anak.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk menyajikannya? Bolehkah memberikan telur setengah matang untuk bayi? Simak selengkapnya, Moms.

Baca Juga: Jumlah Kalori Telur Rebus dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Bolehkah Bayi Makan Telur Setengah Matang?

Bayi Makan Telur Setengah Matang
Foto: Bayi Makan Telur Setengah Matang (Freepik.com)

Mengutip laman Baby Center, Dr. Pankaj Vohra, Ahli gastroenterologi pediatrik di Baby Center India, mengungkapkan bahwa bayi makan telur setengah matang tidak diperbolehkan.

Pasalnya, telur mentah dan setengah matang terkadang mengandung bakteri salmonella dan dapat menyebabkan keracunan makanan jika dikonsumsi oleh bayi dan balita.

Menurut International Journal of Environmental Research and Public Health, bakteri salmonella dalam telur dapat menyebabkan infeksi yang menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman di saluran pencernaan.

Gejala keracunan makanan akibat bakteri salmonella, yakni:

Gejala ini biasanya muncul 6 jam hingga 6 hari setelah tertular infeksi dan dapat berlangsung 4 hingga 7 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Salmonella Enteritidis bisa mencemari bagian putih telur atau kuning telur dan akan hilang ketika telur telah benar-benar matang.

Proses merebus yang hanya setengah matang tidak cukup untuk membunuh bakteri Salmonella Enteritidis. Oleh sebab itu, pastikan telur benar-benar keras dan matang sempurna sebelum dikonsumsi.

Kebanyakan orang dewasa yang terinfeksi salmonella sembuh tanpa perawatan.

Tetapi, bayi, lansia, dan mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah berisiko mengalami penyakit serius akibat infeksi dari bakteri ini.

Telur yang kurang matang dan sejumlah makanan yang mengandung telur setengah matang juga dapat menjadi sumber bakteri salmonella.

Jadi, Moms tidak boleh memberikan bayi makan telur setengah matang.

Baca Juga: Bolehkah Anak Makan Telur Setiap Hari? Simak Jawaban Dokter Spesialis Anak Berikut Ini!

Telur Setengah Matang Tidak Memiliki Nutrisi yang Utuh

Bayi Makan Telur Setengah Matang
Foto: Bayi Makan Telur Setengah Matang (Pixabay/LisaRedfern)

Selain bisa menyebabkan Si Kecil terinfeksi bakteri salmonella, telur yang dimasak setengah matang juga tidak memiliki kandungan nutrisi yang utuh.

Hal ini karena bayi makan telur setengah matang bisa menurunkan penyerapan protein.

Jadi, untuk mendapatkan nutrisi telur terbaik, Moms harus memasaknya hingga benar-benar matang sebelum memberikannya pada anak.

Tak hanya itu, bagian putih telur yang belum masak sempurna juga dapat menghambat penyerapan biotin.

Biotin adalah vitamin B yang larut dalam air atau yang juga dikenal sebagai vitamin B7. Vitamin ini terlibat dalam produksi glukosa dan asam lemak yang bermanfaat bagi tubuh.

Penyerapan biotin yang kurang baik terjadi karena putih telur mentah mengandung protein avidin. Avidin mengikat biotin di usus kecil dan mencegah tubuh dalam menyerapnya.

Oleh karenanya, tidak dianjurkan bayi makan telur setengah matang.

Baca Juga: 3 Resep Tamagoyaki, Omelet Gulung Khas Jepang yang Fluffy

Moms bisa mulai memberikan Si Kecil kuning telur ketika usianya 8 bulan. Sementara itu, putih telur...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb