Trimester 1

6 Maret 2021

Bolehkah Ibu Hamil Makan Kepiting? Ketahui Penjelasannya Berikut Ini

Pecinta kepiting wajib tahu rambu-rambunya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Bagi para pecinta makanan laut seperti kepiting, mungkin bertanya bolehkah ibu hamil makan kepiting?

Padahal, Moms mungkin kerap mengalami ngidam untuk makan kepiting. Ternyata, kepiting yang dimasak aman untuk dikonsumsi dengan jumlah sedang.

Menurut rekomendasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), kepiting adalah salah satu pilihan yang terbaik dimakan saat Moms sedang mengandung.

FDA juga mencatat manfaat ibu hamil makan kepiting. Namun, ada rambu ibu hamil makan kepiting. Salah satunya, tidak boleh makan kepiting dalam keadaan mentah, karena dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

Berikut aturan makan kepiting bagi ibu hamil, serta anjuran untuk makanan laut lainnya.

Baca Juga: Ada Virus Corona di Kemasan Seafood Beku?

Bolehkah Ibu Hamil Makan Kepiting?

bolehkah ibu hamil makan kepiting.jpg

Foto: thespruceeats.com

Ya, ibu hamil bisa makan kepiting, asalkan dibuat dengan higienis dan dimasak dengan benar. Tetapi, produk kepiting seperti daging kepiting, sushi, atau sashimi dilarang.

Selain itu, Moms tidak boleh memakan organ dan isi perut kerang dan ikan karena mungkin mengandung merkuri yang tinggi.

Jurnal Public Health Nutrition menjelaskan bahwa eksposur merkuri dapat terjadi melalui amalgam gigi, kosmetik, dan beberapa item makanan, terutama ikan yang terakumulasi dari lingkungan perairan yang terkontaminasi.

Toksisitas merkuri akut pada manusia dikaitkan dengan gejala neurologis yang parah dan akhirnya kematian

Mengutip Mom Junction, risiko paling signifikan dengan mengonsumsi makanan laut selama kehamilan adalah makanan tersebut mengandung polutan alami seperti PCB (polychlorinated biphenyl), merkuri, dan dioksin.

Selain itu, FDA menyatakan bahwa produk kepiting beku berisiko terkontaminasi listeria. Periksa dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengonsumsi kepiting, terutama ketika kadar kolesterol tidak terkendali.

Tidak disarankan bagi Moms untuk mengonsumsi makanan laut mentah, karena mengandung parasit dan bakteri berbahaya.

Hal ini dapat menyebabkan penyakit seperti listeriosis, toksoplasma, dan salmonella.

Saat hamil, sistem kekebalan Moms berubah. Itu artinya tubuh Moms sulit menangkal segala bakteri jika menyerang tubuh.

Begitu juga untuk janin yang sistem kekebalannya belum cukup kuat dan baik untuk menangkal segala jenis bakteri yang menyerang.

Jika dipaksakan dapat menyebabkan keguguran atau cacat ketika anak dilahirkan.

Mengutip situs pemerintahan New York City, ibu hamil makan kepiting biasanya dianjurkan untuk makan hingga enam ons kepiting dua kali seminggu.

Kepiting raja mengandung kadar merkuri terendah dan merupakan pilihan terbaik.

Kepiting lain seperti kepiting biru, kepiting salju, dan kepiting Dungeness mengandung kadar merkuri yang lebih tinggi, oleh karena itu Moms harus mengonsumsi kepiting jenis ini kurang dari 6 ons per bulan.

Tetapi agar lebih aman, hindari varietas ini selama kehamilan.

Baca Juga: 3 Seafood yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil, Apa Saja?

Bagaimana dengan Kepiting Imitasi untuk Ibu Hamil?

tips ibu hamil makan kepiting.jpg

Foto: yummy.co.ke

Dengan pilihan kepiting imitasi atau kepiting tiruan yang dimasak, biasanya aman bagi ibu hamil makan kepiting.

Mengutip Pregnancy Food Checker, biasanya kepiting tiruan dibuat dari pasta ikan, yang disatukan dengan bahan yang berbeda tergantung pada resepnya.

Ini bisa berupa putih telur, transglutaminase, tepung kentang atau gandum. Warna merah atau merah muda pada kepiting tiruan ini berasal dari pewarna makanan, dan terkadang ditambahkan garam dan gula.

Namun, penting untuk menanyakan apakah ada produk mentah lain dalam makanan, seperti sushi, sebelum memakannya.

Dalam Journal of Food Engineering, kepiting imitasi terbuat dari surimi, daging ikan yang telah dibuang kulitnya, dicuci untuk menghilangkan lemak dan bagian yang tidak diinginkan, kemudian dicincang menjadi pasta.

Pasta ini dicampur dengan bahan lain sebelum dipanaskan dan ditekan menjadi bentuk yang menyerupai daging kepiting.

Meskipun kombinasi ini mungkin memiliki rasa yang mirip dengan kepiting, namun tidak lebih bergizi dari kepiting asli.

Kepiting imitasi rendah asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat selama kehamilan. Namun, kepiting imitasi memiliki kalori dan protein yang serupa dengan kepiting asli.

Selain itu, kepiting imitasi umumnya tidak mengandung kepiting, selain sedikit ekstrak kepiting yang terkadang ditambahkan untuk penyedap rasa.

Sedikit informasi, pada menu restoran, kepiting imitasi dapat dieja sebagai “krab” untuk menunjukkan bahwa itu merupakan daging kepiting imitasi atau palsu.

Kepiting imitasi (yang mungkin juga diberi label kepiting tiruan, kepiting tiruan, stik kepiting, stik seafood, kamaboko atau surimi) aman dikonsumsi saat hamil karena sudah matang sepenuhnya.

Oleh karena itu, kepiting imitasi tidak memiliki keunggulan layaknya daging kepiting segar yang asli, itulah sebabnya kepiting imitasi seringkali jauh lebih murah daripada yang asli.

Selain itu, kepiting asli mengandung lebih banyak vitamin dan mineral. Kepiting asli juga tidak memiliki karbohidrat atau gula tambahan, yang umum digunakan dalam pembuatan kepiting imitasi, seperti dijelaskan dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology.

Tidak ada yang 'salah' dengan ibu hamil makan kepiting imitasi. Selain harganya lebih murah, konsumsi ini mungkin membuat Moms merasa nyaman dan aman untuk dimakan.

Namun, jika Moms hendak menghabiskan sedikit ekstra uang untuk kepiting asli, Moms akan mendapatkan manfaat lebih banyak vitamin dan mineral, serta sumber protein tanpa lemak yang baik, tanpa bahan tambahan apa pun.

Baca Juga: Makan Seafood saat Hamil, Begini Aturannya

Seperti Apa Tips Ibu Hamil Makan Kepiting?

pk crab 0

Foto: sbs.com

Moms harus berhati-hati saat memilih kepiting, karena sistem kekebalan tubuh yang sudah kelebihan beban harus berjuang melawan zat berbahaya yang ada pada kepiting.

Tidak hanya mengetahui jawaban dari pertanyaan "bolehkah ibu hamil makan kepiting?", tetapi ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar ibu hamil makan kepiting tanpa rasa khawatir berlebih.

1. Pilih Kepiting Raja

Pilihan makanan laut yang paling aman selama kehamilan adalah rajungan. Varietas populer lainnya termasuk blue crab, snow crab, dan Dungeness crab, tetapi ini tidak dianggap seaman king crab karena mengandung merkuri yang tinggi.

Mengutip Food Safety, merkuri dapat memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf janin, dan juga menyebabkan komplikasi kesehatan tertentu pada ibu.

Meskipun kepiting adalah salah satu makanan laut rendah merkuri, disarankan ibu hamil makan kepiting dalam jumlah sedang.

2. Ikuti Saran dari Pakar

Tingkat kontaminasi bervariasi dari satu badan air ke badan air lainnya. Moms harus waspada terhadap ikan atau kepiting yang ditangkap di perairan setempat.

Oleh karena itu, sebelum ibu hamil makan kepiting, Moms sebaiknya harus mengecek dengan pedoman dan anjuran ikan setempat apakah kepiting tersebut aman untuk dimakan atau tidak.

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Makan Telur Ikan?

3. Hindari Hidangan Kepiting Mentah

Kepiting mentah berisiko dapat terinfeksi mikroorganisme dan parasit yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Kepiting ini tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu tetapi juga perkembangan anak.

4. Jangan Makan Daging Kepiting Setengah Matang

Daging setengah matang sama berbahayanya dengan daging mentah. Jadi, jangan pernah ibu hamil makan kepiting jika dimasak kurang matang atau setengah matang.

Pada kepiting yang dimasak dengan benar, panasnya menghancurkan mikroorganisme dan parasit berbahaya.

5. Jangan Makan Daging Kepiting Beku

Daging beku tidak boleh dikonsumsi karena rentan terhadap bakteri. Menurut Colorado State University, Moms dapat memilih kepiting yang disimpan dalam kaleng atau kantong tertutup.

Baca Juga: Seafood untuk MPASI Bayi, Apakah Aman?

6. Olah Kepiting Secara Higienis

Cuci semua peralatan makan, perkakas dan tempat persiapan makanan sebelum dan sesudah menangani kepiting mentah. Moms harus menggunakan pisau dan talenan terpisah.

Simpan sisa makanan dalam wadah kedap udara di dalam freezer. Buang makanan basi yang telah ditinggalkan selama lebih dari dua jam pada suhu kamar.

Moms tentunya bisa mengonsumsi makanan laut asalkan makanan tersebut dimasak dengan baik dan benar. Makanan yang matang namun tak segar memiliki risiko yang sama dengan makanan yang mentah.

Jadi jangan berhenti pada matang melainkan harus panas ketika mau dimakan dan gunakan temperatur yang benar. Jika Moms mendapatkan makanan yang suam-suam kuku Moms bisa mengembalikan masakan tersebut.

Tips lainnya untuk ibu hamil makan kepiting dan seafood adalah jangan memasak sejajar dengan ikan mentah.

Hal ini bisa membuat bakteri berpindah dari ikan mentah ke dalam ikan yang sedang kita masak. Moms juga dilarang untuk mendinginkan olahan ikan.

7. Perhatikan Proses Penyimpanan

Penyimpanan, proses pengolahan makanan, dan proses penyajian sangat penting diperhatikan untuk keamanan makanan.

Moms perlu mencuci semua talenan, pisau, dan area memasak dengan air hangat. Gunakan pisau dan talenan yang khusus untuk makanan laut mentah dan pisahkan dengan makanan yang matang.

Buang makanan yang tidak masuk kulkas selama 2 jam, juga cuci tangan dengan air bersih sebelum dan sesudah memasak.

Moms harus menyimpan kepiting hidup dalam wadah berventilasi baik dan kepiting segar di lemari es dengan suhu kurang dari 4 derajat Celcius atau dikemas dengan baik dalam es. Wadah penyimpanan harus kedap udara.

Saat menyiapkan kepiting mentah, penting untuk menyimpan makanan laut mentah dan matang di talenan, piring, dan peralatan terpisah.

Baca Juga: Reaksi Setelah Makan Nanas Muda Bagi Ibu Hamil, Berbahayakah?

Seperti Apa Tingkat Keamanan Jenis Hidangan Kepiting untuk Ibu Hamil?

ibu hamil makan kepiting

Foto: Orami Photo Stock

Kepiting adalah bahan serbaguna dan muncul di banyak resep. Beberapa di antaranya mungkin perlu diperiksa ulang sebelum ibu hamil makan kepiting. Berikut ini beberapanya:

1. Crab Rangoon

Juga dikenal sebagai crab wontons, crab puffs atau pangsit kepiting, dapat berisi daging kepiting asli atau tiruan. Daging kepiting hampir selalu dimasak sebelum dikemas, sehingga kepiting rangoon aman dikonsumsi saat hamil.

2. Crab Cakes

Kepiting jenis ini sangat bervariasi dalam bahan-bahannya, namun biasanya mengandung telur.

Selama adonan masih matang (tidak ada adonan encer atau bagian tengahnya, dan tidak ada kepiting setengah matang), maka ibu hamil makan kepiting jenis ini aman dikonsumsi.

Jika Moms mencelupkannya ke dalam saus berbahan dasar mayo, pastikan mayones itu terbuat dari telur yang dipasteurisasi.

3. Sushi Kepiting

Jenis sajian kepiting ini hampir selalu dibuat dengan kepiting imitasi, bukan kepiting asli. Kedua jenisnya baik-baik saja untuk ibu hamil, asalkan kepitingnya matang.

Sementara, sushi ikan mentah tradisional tidak aman dikonsumsi selama kehamilan.

4. Pasta Kepiting

Biasanya olahan ini digunakan untuk isian sandwich, dan jenis ini aman untuk dimakan jika sudah dipasteurisasi. Jika pasta kepiting ada di dalam kaleng atau toples dan ada di rak, dan bukan di lemari es maka itu aman bagi bumil.

5. Crab Salad dan Crab Rolls

Olahan ini sering kali mengandung kepiting (terkadang kepiting tiruan), dan dicampur dengan mayones dan bahan lainnya.

Selama mayones yang digunakan sudah dipasteurisasi, salad kepiting dan roti gulung harus aman dikonsumsi selama kehamilan.

Nah, itu dia jawaban dari pertanyaan "bolehkah ibu hamil makan kepiting?" dan penjelasan lain tentang berbagai rambu-rambu yang aman jika ibu hamil makan kepiting dan makanan laut.

Kalau Moms apakah juga suka makan kepiting atau seafood ketika hamil?

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait