12 Mei 2023

7 Cara Menjemur Bayi yang Benar untuk Orang Tua Baru

Cara menjemur yang benar bisa terhindar dari risiko berbagai penyakit

Bagi Moms yang baru melahirkan, salah satu aktivitas rutin setiap hari adalah menjemur bayi. Namun, tidak semua orang tua baru paham bagaimana cara menjemur bayi, Moms.

Menjemur bayi memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan buah hati.

Selain memberikan kehangatan, menjemurnya dapat mengencerkan dahak hingga mengurangi penyakit kuning. Penyakit kuning ini diakibatkan bilirubin yang tinggi.

Selain itu, cara menjemur bayi yang benar bisa mengaktifkan pembentukan vitamin D di dalam tubuh yang dapat mencegah gangguan tulang dengan membantu penyerapan kalsium.

Konon, sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D juga turut berperan penting dalam pembentukan tulang bayi. Benarkah demikian?

Perlu kita tahu Moms, vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan.

Nah, kedua unsur mineral ini berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi anak.

Bila kebutuhan vitamin D terpenuhi, diharapkan kelak saat ia tumbuh dewasa, bisa terhindar dari risiko berbagai penyakit.

Misalnya, tekanan darah tinggi, osteoporosis, berbagai penyakit autoimun bahkan mencegah kanker.

Sebaliknya, bila anak kekurangan vitamin D, dikhawatirkan kelak ia berisiko mengalami masalah tulang lemah dan lunak.

Bahkan mungkin mengalami masalah kelainan bentuk tulang (riketsa).

Baca Juga: Kenali 4 Jenis Kulit Bayi, Moms Wajib Tahu!

Cara Mendapatkan Vitamin D untuk Bayi

Bayi Mengantuk
Foto: Bayi Mengantuk (Unsplash.com/Tim Bish)

Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan vitamin D ini?

Salah satu cara menjemur bayi adalah menggendong atau menidurkan Si Kecil di bawah sinar matahari.

Paparan Ultra Violet B (UV B) tingkat rendah dari sinar matahari yang mengenai kulit, dapat membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D.

Ya, tubuh membutuhkan vitamin D dari sinar matahari untuk pembentukan tulang Si Kecil.

Akan tetapi Moms mesti perhatikan juga, bila terlalu lama terpapar sinar matahari tidaklah baik. Pasalnya, hal tersebut bisa menyebabkan kulit Si Kecil terbakar.

Bila hal itu terjadi, efeknya akan menimbulkan nyeri, demam bahkan dehidrasi pada Si Kecil.

Selain itu, terlalu lama terpapar sinar matahari bahkan bisa meningkatkan risiko kanker kulit (melanoma) serta masalah kulit lainnya di kemudian hari.

Inilah alasan mengapa perlindungan terhadap sinar matahari sangat penting bagi Si Kecil.

American Academy of Pediatrics telah merilis pedoman bahwa bayi berusia 0-6 bulan tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung.

Maka sebelum menjemur Moms menjemur Si Kecil di bawah sinar matahari, ketahui terlebih dulu caranya, durasinya, tempatnya dan sebagainya.

Dengan begitu, manfaat yang diperoleh dari cara menjemur bayi yang baik bisa dipetik, sekaligus bayi terhindari dari berbagai risiko yang disebutkan tadi.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Vitamin untuk Bayi 0-12 Bulan, Apa Saja?

Pertanyaannya, seberapa lama bayi perlu dijemur di bawah sinar matahari agar hasilnya efektif?

Tentu munculnya efek negatif sinar matahari terhadap kulit jadi merah dan terbakar berbeda-beda pada setiap individu.

Akan tetapi, setidaknya untuk menjemur Si Kecil tidak lebih dari 10-15 menit. Durasi waktu tersebut sekiranya cukup bagi bayi untuk mendapatkan vitamin D.

Ini juga sesuai dengan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yakni agar bayi dijemur di dalam ruangan melalui jendela (tidak langsung terkena matahari) selama 10 menit, dengan pakaian.

Namun sekitar 30 menit sebelum berjemur, gosok kulit bayi dengan sunblock minimal SPF 15. Hindari paparan sinar matahari antara jam 10 pagi sampai 4 sore karena radiasi sinar UV B tertinggi.

Seorang anak dengan riwayat keluarga kanker kulit, berkulit putih, dan memiliki bintik-bintik / bintik coklat di wajah sebaiknya saya lebih berhati-hati.

Kemudian apakah perlu diberikan tabir surya sebelum bayi dijemur? Seperti kita tahu, ada beberapa produk tabir surya yang ada di pasaran.

Nah, sebenarnya kulit bayi tak perlu diberikan perlindungan tabir surya. Pasalnya, bayi membutuhkan paparan sinar matahari langsung mengenai kulitnya.

Di sisi lain, bagi bayi berusia 0-6 bulan, kulitnya masih terlalu sensitif bila dikenakan tabir surya.

Cara Menjemur Bayi yang Benar

Bayi Berjemur
Foto: Bayi Berjemur (Unsplash.com/Valeria Zoncoll)

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa poin yang harus Moms perhatikan sebelum menjemur Si Kecil dengan tepat.

1. Waktu

Pilih waktu yang tepat. Pukul berapa? Sebaiknya di bawah pukul 10 pagi atau di atas pukul 4 sore. Pasalnya, antara pukul 10 pagi hingga 4 sore sinar matahari sangat kuat.

Waktu berjemur yang kurang tepat, di luar jam yang dianjurkan mengandung sinar UV dalam jumlah besar sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit kulit.

2. Durasi

Hindari menjemur bayi terlalu lama. Setidaknya cukup 10-15 menit setiap hari. Cara menjemur bayi dengan durasi yang lama juga bisa menimbulkan efek negatif bagi bayi.

Salah satu dampak negatif paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang terlalu lama, yaitu bisa menyebabkan Si Kecil mengalami sunburn.

Kulit yang terbakar sinar matahari dapat terasa gatal dan nyeri, tentunya hal ini akan terasa sangat tidak nyaman bagi bayi, Moms.

3. Pakaian

Bayi sebaiknya menggunakan pakaian saat dijemur. Kenapa tidak dilepaskan bajunya? Pasalnya, tubuh bayi baru lahir masih rentan dan sensitif terhadap kuman penyebab penyakit.

Selain itu, IDAI juga menganjurkan para orang tua untuk memakaikan topi dan tabir surya selama menjemur bayinya.

Ketika berada di luar, pastikan untuk minimalisasi paparan cahaya matahari langsung pada bayi.

Baca Juga: 3 Manfaat DHA untuk Anak, Nutrisi Penting yang Dapat Membantu Meningkatkan Kecerdasan Si Kecil

4. Gunakan Pelindung

Selain pakaian, sebaiknya Si Kecil mengenakan pelindung kepala dan wajah, seperti topi atau kacamata kecil.

Dengan begitu, sinar matahari tak mengenai langsung pada kepala, wajah dan matanya.

Cahaya matahari bisa memengaruhi retina mata Si Kecil, lho Moms!

Jadi, selalu berhati-hatilah saat menjemur bayi.

5. Hindari Tabir Surya

Sekali lagi, untuk bayi usia 0-6 bulan sebaiknya hindari mengenakan tabir surya karena kulitnya masih sensitif ya Moms. Kecuali, bayi sudah berusia di atas 6 bulan.

Boleh saja mengenakan tabir surya bila hendak bepergian. Namun pastikan pilih tabur surya dengan minimal SPF 15.

Oleskan pada kulit Si Kecil 15-20 menit sebelum berangkat. Ulang pemakaian setiap 2 jam atau setelah berkeringat.

Jika bayi menderita eksim atau kulit sensitif, periksa dahulu daftar bahan-bahannya untuk mengetahui apa saja yang mungkin dapat mengiritasi kulitnya atau memicu reaksi alergi.

Lakukan juga uji produk tabir surya pada area kecil kulitnya terlebih dahulu sebelum Moms mengaplikasikannya ke area yang lebih luas dan terbuka.

Apabila bayi mengalami ruam atau kemerahan di tempat yang telah Moms uji, pilihlah tabir surya hipoalergenik.

6. Tempat

Pilih tempat yang aman, nyaman dan pastikan terkena sinar matahari langsung. Bagaimana kalau dijemur di balik kaca rumah yang terpapar sinar matahari?

Sebenarnya hal itu tidak begitu berpengaruh karena sinar UV yang dibutuhkan untuk produksi vitamin D tidak menembus kaca.

Jadi, pastikan Moms selalu memilih tempat yang teduh saat menjemur Si Kecil, ya. Jangan sampai bayi merasa terlalu panas karena pemilihan tempat berjemur yang salah.

Sebagai panduan, kenali tanda-tanda dari perasaan terlalu panas yang harus diwaspadai. Bayi yang merasa panas biasanya akan merasa haus ekstrem, kelemahan, kelelahan, dan lekas marah.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Susu untuk Anak Usia 1–3 Tahun yang Terbaik dan Kaya Kandungan Nutrisi

7. Riwayat Melanoma

Orang tua dengan anak berisiko tinggi terkena melanoma harus dibekali pengetahuan yang cukup tentang paparan sinar matahari yang aman.

Anak dengan risiko tinggi antara lain kulit putih, muka berbintik (freckels) dan riwayat keluarga dengan melanoma.

Manfaat Menjemur Bayi

Bayi Bermain di Luar
Foto: Bayi Bermain di Luar (Freepik.com/bristekjegor)

Berikut ini beberapa manfaat baik yang bisa kita dapatkan dari cara menjemur bayi yang tepat. Di simak ya, Moms.

1. Mendapatkan Vitamin D Lebih Banyak

Ini adalah salah satu manfaat terbesar yang akan bayi Moms dapatkan saat terpapar sinar matahari.

Tubuh kita membutuhkan vitamin D; dan untuk membuatnya, tubuh membutuhkan minimal 15 menit sinar UV setiap hari.

Vitamin D ini akan membantu dalam menyerap kalsium, yang pada gilirannya memperkuat tulang dan gigi. Sistem kekebalan bekerja secara efisien, dan tubuh terlindungi dari penyakit.

2. Tingkat Serotonin yang Lebih Baik

Sinar matahari diketahui dapat meningkatkan produksi serotonin saat bayi menerimanya dalam jumlah yang diperlukan.

Serotonin, yang sering disebut 'hormon bahagia', meningkatkan perasaan bahagia dan aman. Serotonin mengatur tidur dan pencernaan pada bayi.

Selain itu, seratonin bisa membantu tubuh bayi untuk menghasilkan lebih banyak energi.

Baca Juga: 4 Cara Mempercepat Pemulihan Setelah Sakit pada Anak, Si Kecil Harus Banyak Istirahat!

3. Meningkatkan Insulin

Menerima sinar matahari sejak usia dini dapat membantu mencegah kondisi seperti diabetes sampai batas tertentu.

Meskipun ini bukan satu-satunya penyedia kadar insulin yang baik, ini jelas merupakan keuntungan tambahan karena vitamin D dalam tubuh membantu mengelola kadar insulin.

Pola makan dan olahraga yang sehat selama masa pertumbuhan anak bisa sangat bermanfaat dalam mengendalikan diabetes.

4. Membantu Mengelola Penyakit Kuning

Sinar matahari membantu memecah bilirubin, senyawa kekuningan yang terjadi di jalur katabolik alami, sehingga hati bayi dapat memprosesnya dengan lebih mudah.

Pertumbuhan bilirubin yang tidak terkendali dapat menyebabkan kulit bayi baru lahir menguning.

Menjemur Si Kecil di bawah paparan sinar matahari pagi selama 15-20 menit, setiap hari, dapat membantu mengatasi penyakit kuning ringan.

Namun, pada kasus yang parah perlu konsutasi dengan dokter ya, Moms.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Sabun Bayi untuk Kulit Sensitif, Aman!

5. Meningkatkan Energi Lebih Tinggi

Saat bayi baru lahir terpapar sinar matahari alami, ini membantu mengatur produksi melatonin.

Kadar melatonin pada bayi dapat memengaruhi pola tidurnya, yang paling penting pada tahun-tahun awal bayi baru lahir.

Sinar matahari menyebabkan penurunan kadar melatonin dan meningkatkan serotonin, sehingga meningkatkan tingkat energi.

Tips Mendapatkan Manfaat Maksimal dari Menjemur Bayi

Kaki Bayi
Foto: Kaki Bayi (Unsplash.com/Omar Lopez)

Penelitian dari U.S. National Library of Medicine menunjukkan menjemur bayi secara teratur memiliki kemampuan untuk memberi mereka tingkat vitamin D yang cukup agar mereka tetap sehat.

Studi tersebut menemukan, memaparkan bayi semuda 6 minggu selama sekitar 30 menit seminggu dapat memberinya tingkat vitamin D yang cukup.

Vitamin ini dapat membantu pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengekspos 40% tubuh bayi ke sinar matahari dapat membantu.

Namun, yang menarik, penelitian tersebut menunjukkan bahwa waktu yang ideal untuk berjemur bagi bayi adalah antara jam 10 pagi hingga 3 sore!

Sayangnya, karena kita tinggal di negara dengan iklim tropis, yang umumnya hangat, pertimbangkan pengaturan waktu yang lebih baik antara jam 7 pagi hingga 10 pagi untuk menjemur Si Kecil.

Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk memaksimalkan manfaat yang didapat saat menjemur bayi dengan cara berikut ini.

  • Pilih Waktu yang Tepat

Pastikan bayi dijemur selama 10 sampai 15 menit antara jam 7 dan 10 pagi untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Satu jam setelah matahari terbit dan satu jam sebelum matahari terbenam dianggap sebagai waktu terbaik untuk menjemur bayi.

Karena kulit bayi sensitif, paparan sinar matahari tidak boleh lebih dari 30 menit.

  • Jangan Memakaikan Pakaian Terlalu Tebal

Penting agar seluruh tubuh bayi, termasuk dada dan punggung, mendapat perhatian yang sama. Jadi, pastikan anak tidak berpakaian terlalu tertutup.

Lindungi mata Si Kecil jika memungkinkan untuk menghindari kemungkinan kerusakan.

  • Pilih Tempat yang Tepat

Bayi tidak perlu berjemur di tempat yang benar-benar terbuka. Buka jendela yang dapat dimasuki sinar matahari, atau letakkan bayi di kamar dengan sinar matahari alami.

Jika berangin, sebaiknya bayi tetap berada di dalam ruangan agar debu atau benda asing lainnya tidak memengaruhi matanya.

Bayi juga bisa berjemur di bawah sinar matahari melalui jendela kaca bening.

  • Perawatan Kulit Sensitif

Jika bayi memiliki kulit sensitif, tanyakan kepada dokter apakah boleh memaparkannya ke sinar matahari langsung.

Jika tidak, dapat merusak kulit bayi karena dapat mengeringkan kulit, menyebabkan ruam, pengelupasan, atau iritasi umum.

  • Perhatikan Suhu Tubuh

Peningkatan suhu tubuh bayi yang tidak normal akibat paparan sinar matahari yang berkepanjangan harus menjadi perhatian.

Fungsi tubuh dan otak bayi dapat dipengaruhi oleh suhu tinggi, sehingga durasi dan suhunya harus dipantau dengan cermat.

Baca Juga: 14 Tips Membeli Baju Bayi yang Nyaman dan Aman untuk Si Kecil

Nah, itu dia penjelasan seputar cara menjemur bayi. Selamat menjemur bayi, ya Moms!

  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28031546/
  • https://www.smartparenting.com.ph/parenting/baby/protect-baby-from-sun-a00286-20190930
  • https://parenting.firstcry.com/articles/7-amazing-benefits-of-sunlight-for-newborn-babies/
  • https://www.babycenter.in/a553935/keeping-your-baby-safe-in-the-sun
  • https://www.vinmec.com/en/news/health-news/pediatrics/what-time-should-babies-sunbathe/
  • https://www.ucsfbenioffchildrens.org/education/sun-safety-for-children-and-babies

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.