Kesehatan

23 Juni 2021

Waspada Dampak Pencemaran Udara yang Bisa Rusak Kesehatan dan Bumi Kita!

Si Kecil bisa memiliki iritasi pada mata dan gangguan pernapasan akibat dampak pencemaran udara.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Karla Farhana

Dampak pencemaran udara bisa dirasakan di seluruh dunia. Sayangnya, Indonesia sendiri sudah menjadi negara dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.

Dilansir dari BantenProv, Jakarta bahkan pernah menjadi salah satu kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

Musim kemarau yang berkepanjangan, peningkatan emisi gas buang industri, kendaraan bermotor, dan pembangkit listrik menjadi penyebab utamanya.

Tak heran, Jakarta sendiri pun bisa dibilang kota yang sibuk dan selalu dihiasi oleh kemacetan setiap harinya. Semakin panjang sebuah kendaraan terjebak macet, maka semakin banyak pula polusi kendaraan bermotor yang dihasilkan.

Baca Juga: Patut Diwaspadai, Ini Gejala Sesak Napas Saat Hamil Akibat Asma

Karenanya, masyarakat perkotaan khususnya mulai memerhatikan kesehatan dengan melindungi diri dari paparan polusi yang bisa berisiko bagi kesehatan dalam jangka pendek dan panjang.

Polusi udara memiliki campuran partikel dan gas dari bahan alami dan buatan manusia.

Polutan udara luar ruangan yang paling banyak ditemukan di daerah perkotaan yaitu particullate matter (PM), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), dan sulfur dioksida (SO2).

Sumber polusi udara dapat berasal dari proses alam (kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, badai), sektor transportasi (gas buang kendaraan, debu di jalan raya), sektor industri (pembakaran bahan bakar, proses industri, dan lainnya), dan sektor rumah tangga (pembakaran biomas, asap rokok, dan lainnya).

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Makin Buruk, Lakukan 5 Cara Ini untuk Memperbaikinya

Jenis Kualitas Udara Jakarta yang Buruk

polusi udara jakarta-.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kadar polusi udara di kota Jakarta cukup bervariasi dari satu titik ke titik lain, dan dari satu waktu ke waktu lainnya. Angka kadar polusi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, seperti: besarnya sumber polutan, arah angin, kecepatan angin, dan lain-lain.

Kadar kualitas udara di suatu titik atau wilayah, bisa dilihat berdasarkan nilai Air Quality Index (AQI), dapat berada antara kualitas baik (<50), sedang (51-100), kurang sehat (101-150), tidak sehat (151-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (>300).

Penting bagi masyarakat untuk mengetahui kadar AQI saat hendak beraktivitas di luar ruangan.

Jika kualitas udara sudah berada pada skala antara 100-150, maka kelompok tertentu yang sensitif sudah harus waspada, dan jika angkanya >150, maka semua kelompok masyarakat harus waspada dan melindungi diri dari paparan polusi udara.

Penting untuk mencegah dampak buruk dari polusi udara. Tidak hanya untuk Moms dan Dads yang sering beraktivitas di luar ruangan, tetapi lindungi juga anak yang dapat merasakan akibat dari menghirup udara kotor.

Baca Juga: Tinggal Di Kota Besar? Begini Cara Melindungi Anak dari Polusi Udara

Dampak Pencemaran Udara

anak batuk.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dampak pencemaran udara pada kesehatan bisa sangat buruk. Apa saja sih dampak pencemaran udara yang bisa kita rasakan? Ini dia!

1. Menimbulkan Penyakit

Dampak pencemaran udara yang pertama adalah menimbulkan penyakit di tubuh kita. Udara kotor yang kita hirup sehari-hari bisa mengandung zat berbahaya mulai dari zat-zat kimia dari kendaraan bermotor, debu, hingga berbagai bibit penyakit.

Penyakit yang bisa bersarang di tubuh yang disebabkan oleh dampak pencemaran udara sendiri berbagai macam seperti;

  • Sesak napas
  • Asma
  • Kanker

Jadi, jangan lupa untuk memakai masker medis dalam kegiatan di luar rumah ya!

Baca Juga: Polusi Udara Buruk, Jaga Kesehatan Paru dengan 5 Cara Ini

2. Membuat Mata Merah

Nah, dampak pencemaran udara selanjutnya juga bisa berbahaya bagi mata. Debu yang beterbangan di udara yang kotor bisa masuk ke dalam mata dan membuat mata kita menjadi merah dan iritasi.

Ketika mata menjadi merah karena iritasi, hal tersebut akan mengganggu penglihatan kita.

Demi menghalangi debu yang dibawa oleh udara kotor masuk ke mata, jangan lupa untuk mengenakan kacamata jalan dan mencuci muka setelah sampai di rumah ya!

3. Mengganggu Saluran Pernapasan

Tahukah Moms kalau debu yang kotor bisa membuat saluran pernapasan kita terganggu? Nah ketika ini terjadi terus menerus, maka kesehatan dan kualitas hidup kita bisa semakin menurun.

Jadi, pastikan untuk selalu menggunakan masker medis ketika berpergian ke luar rumah, ya

Baca Juga: Sambut Hari Bumi, Ajak Anak Sayangi Lingkungan dengan 7 Cara Ini

4. Penyebab Pemanasan Global

Dampak pencemaran udara adalah pemanasan global, Moms! Nah, ketika pemanasan global atau global warming terjadi, hal tersebut bisa mengakibatkan peningkatan suhu bumi yang akhirnya menimbulkan naiknya volume air laut.

Suhu bumi bisa naik karena lapisan ozon yang rusak. Padahal lapisan ozon sendiri memiliki fungsi untuk menjaga suhu bumi agar tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Lapisan ozon sendiri bisa dengan mudah rusak karena dampak pencemaran udara yang terjadi dimana-mana terutama yang dihasilkan oleh zat CFC atau klorofluorkabon.

5. Rusaknya Tanaman

Dampak pencemaran udara yang lain adalah bisa merusak tanaman. Tanaman atau tumbuhan sendiri sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup makhluk yang ada di bumi.

Dengan tanaman, kita bisa menghirup oksigen yang bersih. Makanya ketika kita tinggal di dataran yang tinggi seperti pegunungan akan terasa sejuk karena polusi udara yang belum banyak dan pepohonan yang masih terjaga.

Namun pepohonan dan tanaman juga bisa terserang penyakit akibat dampak pencemaran udara. Jadi, dampak pencemaran udara bukan hanya bisa merugikan manusia namun juga makhluk hidup lainnya.

Dampak Pencemaran Udara untuk Anak-anak

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention atau CDC anak-anak bernapas lebih cepat dibanding orang dewasa, minum dan makan pun lebih banyak dari orang dewasa. Sehingga hal tersebut akan membuat mereka menghirup lebih banyak polusi per kilogram berat badan dari udara berkualitas buruk.

Anak berada dalam periode penting perkembangan, sehingga paparan racun dapat menyebabkan efek negatif bagi tumbuh kembang anak.

Apalagi, anak mempunyai kebiasaan menjelajah dan beraktivitas di luar ruangan, sehingga ia rentan menghirup atau terpapar polusi udara.

"Pengaruh polusi udara yang paling umum pada anak yaitu iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, dan perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya," papar dr. Wahyuni Indawati, Sp. A (K), dokter spesialis anak konsultan respirologi RS Pondok Indah-Pondok Indah.

Ia melanjutkan, "Risiko perburukan penyakit paru akan lebih tinggi pada anak yang memiliki penyakit sebelumnya seperti asma, pneumonia, penyakit jantung, gangguan imunitas, malnutrisi, dan lain-lain."

Baca Juga: Cegah Risiko Akibat Polusi Udara, Ini Cara Pemilihan Masker yang Tepat

Tips Mengurangi Dampak Buruk Polusi pada Anak

polusi udara

Foto: Orami Photo Stock

Lebih lanjut, dr. Wahyuni juga membagikan beberapa panduan untuk mengurangi dampak dari kualitas udara yang buruk pada anak:

  • Hindari beraktivitas di sekitar jalan raya yang penuh dengan kendaraan
  • Atur pendingin ruangan (air conditioner) dalam mode “re-circulate”, dan ganti filter secara teratur
  • Bekerjasama dengan pihak sekolah untuk membatasi waktu bermain anak di luar ruang apabila AQI sedang tidak baik
  • Pakai masker dengan ukuran yang sesuai anak. Gantilah masker jika sudah tampak kotor. Apabila AQI sedang sangat tinggi, sebaiknya anak-anak tetap beraktivitas di dalam ruangan saja
  • Hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi, seperti merokok di lingkungan sekitar rumah, karena akan memperburuk dampak polusi udara dan dampak paparan asap rokok bagi anak
  • Pastikan anak tetap terhidrasi, dianjurkan untuk banyak minum agar saluran napas tetap lembap dan lendir tetap encer
  • Bisa menggunakan alat penyaring udara (air purifier) agar dapat membantu membersihkan udara di dalam ruangan

Nah itu dia Moms dampak pencemaran udara yang bisa terjadi pada orang dewasa, anak-anak, bahkan tumbuhan yang ada di bumi! Yuk kita jaga sama-sama kesehatan bumi kita agar selalu sehat dan berumur panjang!

  • https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/Dampak_Pencemaran_Udara.pdf
  • https://www.cdc.gov/nceh/multimedia/infographics/childrens_environmental_health.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait