Kesehatan

1 Juli 2021

Mengenal Metode Diet Alkaline dan Menu Makanan yang Disarankan

Diet alkaline berfokus pada konsumsi makanan yang rendah asam untuk menjaga kesehatan tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernahkah Moms mendengar metode diet alkaline sebelumnya? Pada dasarnya diet alkaline adalah pola makan yang mengutamakan sayur-sayuran dan buah-buahan segar dengan tujuan menjaga tingkat pH yang optimal dalam tubuh. Ini didasarkan pada premis bahwa makanan yang Moms makan dapat mengubah pH tubuh menjadi asam atau basa.

Jika Moms penasaran cara diet alkaline dilakukan, manfaat, dan makanan yang bisa dikonsumsi selama menjalani diet ini, Moms bisa simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Tertarik Mencoba Diet Mediterania? Intip 4 Tipsnya!

Mengenal Cara Diet Alkaline

diet alkaline

Foto: Orami Photo Stock

Konsep diet alkaline dikembangkan selama pertengahan 1800-an sebagai hipotesis abu makanan.

Diusulkan bahwa setelah dimetabolisme, makanan meninggalkan "abu" asam atau basa (limbah metabolisme) di dalam tubuh. Menurut para pendukungnya, sisa abu secara langsung akan memengaruhi keasaman atau kebasaan tubuh.

Penting juga untuk dicatat bahwa tubuh memiliki banyak mekanisme untuk mempertahankan pH yang ketat, termasuk proses yang dikendalikan oleh paru-paru dan ginjal.

Mengutip Clinical Nutrition Research, diet alkaline telah digunakan dalam pengaturan medis untuk mencegah batu ginjal dan infeksi saluran kemih.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak banyak ilmu pengetahuan yang mendukung banyak klaim manfaat kesehatan dari rencana makan ini.

The 2021 US News and World Report Best Diets juga memberi peringkat diet alkaline nomor 29 di Best Diets Overall dan memberikan skor keseluruhan 2,5/5,2.

Peringkat ini didasarkan pada penelitian yang dipertanyakan, banyak aturan yang membuatnya sulit untuk diikuti, dan ketidak efektifannya untuk penurunan berat badan.

Baca Juga: Serba-serbi Diet Keto yang Dianggap Ampuh Turunkan Berat Badan

Selain itu, apa yang diyakini banyak orang sebagai manfaat utama dari diet alkaline adalah salah.

Diet alkaline mempromosikan gagasan palsu bahwa adalah hal yang mungkin untuk mengubah pH darah dengan mengubah pola. Ini tidak benar, dan perubahan besar dalam pH darah bahkan bisa mengancam jiwa.

Dimungkinkan untuk mengubah pH urin dan air liur dengan diet. Namun, ketika pH cairan ini berubah, pH darah tetap sama.

Alkalinitas berarti sesuatu memiliki pH lebih tinggi dari 7. Tubuh manusia secara alami sedikit basa, dengan pH darah sekitar 7,4.

Perut bersifat asam, yang memungkinkannya mencerna makanan. Perubahan pH air liur dan urin juga tergantung pada pola makan, metabolisme, dan faktor lainnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel kanker tumbuh lebih cepat dalam lingkungan asam.

Berdasarkan penelitian ini, para pendukung diet alkaline berpendapat bahwa pH darah yang tinggi dapat mencegah kanker.

Studi tentang alkalinitas dan kanker, bagaimanapun, biasanya melibatkan sel-sel kanker dalam tempat khusus dan bukan pada tubuh manusia.

Namun, makanan yang dimakan orang dalam diet ini dapat membantu beberapa orang mempertahankan berat badan yang sehat.

Melakukannya juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan terkait berat badan seperti diabetes.

Baca Juga: Ini Porsi Makan untuk Diet, Cocok untuk Moms yang Ingin Menurunkan Berat Badan!

Manfaat Diet Alkaline

Membantu menurunkan berat badan

Foto: Orami Photo Stock

Sayangnya tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa diet alkaline dapat meningkatkan pH darah.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet alkaline dapat meningkatkan kesehatan, meskipun tidak dengan cara yang diklaim oleh para pendukungnya.

Diet alkaline membuat seseorang mengurangi konsumsi daging berlemak dan olahan, dan mendorong orang untuk makan lebih banyak buah dan sayuran. Ini menawarkan beberapa manfaat kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diklaim oleh pendukung diet alkaline, dan penelitian ilmiah mendukung atau menyangkalnya:

1. Membantu Penurunan Berat Badan

Banyak strategi dapat membantu orang menurunkan berat badan. Pada akhirnya, penurunan berat badan hanya akan terjadi jika seseorang konsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar.

Diet rendah lemak dan kalori dapat meningkatkan penurunan berat badan, tetapi hanya jika seseorang tetap aktif secara fisik dan makan makanan yang sehat dengan variasi.

Diet alkaline di sini cenderung rendah kalori, sehingga dapat membantu orang menurunkan berat badan.

2. Meningkatkan Kesehatan Ginjal

Meningkatkan pH urin dapat meningkatkan kesehatan bagi sebagian orang. Menurut sebuah studi yang dilakukan U.S. National Kidney Foundation tahun 2017, pola makan khas orang-orang di Amerika Serikat sangat asam.

Hal ini dapat mengganggu ginjal. Untuk orang dengan penyakit ginjal, diet rendah asam dapat memperbaiki gejala atau bahkan memperlambat perjalanan penyakit.

Bagi kebanyakan orang dengan penyakit ginjal kronis, tidak perlu mengikuti diet alkaline tertentu. Sebaliknya, hanya dengan mengurangi protein, seperti susu, daging, dan keju, dapat membantu.

Baca Juga: 11 Tips Diet Berhasil Agar Cepat Langsing Tanpa Efek Samping

3. Mencegah Kanker

Beberapa pendukung diet ini mengklaim bahwa itu dapat membalikkan kanker atau mendukung kemoterapi.

Tapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini, dan tidak ada penelitian yang melakukan tes langsung pada klaim ini.

Namun, bukti signifikan dari penelitian yang dipublikasikan oleh European Journal of Cancer tahun 2010 menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi daging dan makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian dapat mencegah kanker.

Studi ini melihat data dari 2010 European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. Ditemukan bahwa mengonsumsi vitamin C, vitamin A, serat, dan diet gaya Mediterania dapat mengurangi risiko kanker.

American Cancer Society (ACS) juga merekomendasikan diet yang serupa, tetapi tidak identik, dengan diet alkali. ACS menyarankan untuk menghindari makanan olahan, minuman ringan, dan banyak makanan berlemak tinggi.

Sebaliknya, lebih bermanfaat untuk makan makanan yang kaya buah, sayuran, dan biji-bijian.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian. Faktor gaya hidup termasuk gizi buruk dan tingkat aktivitas yang rendah merupakan kontributor utama.

Diet alkaline secara alami dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan, tetapi penelitian dari Journal of Endocrinology ini masih awal dan tidak meyakinkan.

Penelitian menemukan bahwa hormon pertumbuhan mendukung komposisi tubuh dan menurunkan faktor risiko penyakit jantung.

Diet alkaline juga cenderung rendah lemak dan kalori, secara alami meningkatkan berat badan yang sehat dan menurunkan faktor risiko penyakit jantung. Mereka juga mengurangi atau menghilangkan daging merah dan olahan, sehingga menghilangkan penyebab utama gangguan jantung.

Baca Juga: 5 Tips Menjalankan Diet Garam dan Manfaatnya

Menu Diet Alkaline

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms yang tertarik untuk mencoba diet alkaline, maka Moms harus makan lebih banyak makanan rendah asam. Ini termasuk:

  • Buah-buahan.
  • Sayuran.
  • Biji-bijian.
  • Kacang-kacangan, seperti lentil.
  • Tahu.

Lentil, tahu, dan beberapa biji-bijian adalah sumber protein yang baik, tetapi penting untuk memakannya cukup untuk menggantikan produk susu dan daging. Sementara itu, saat mengikuti diet alkaline, Moms harus menghindari makanan tinggi asam. Ini termasuk:

  • Produk susu seperti keju dan susu.
  • Makanan yang diproses.
  • Ikan.
  • Kopi.
  • Alkohol.
  • Soda.

Selain itu, tujuan dari diet alkaline adalah untuk makan lebih banyak makanan alkali dan makanan yang kurang asam dengan cara:

  • Minum lebih sedikit soda atau menghentikannya sama sekali.
  • Minum 64 ons air mineral sehari.
  • Menambahkan lemon atau jeruk nipis segar ke dalam air (Meskipun buah jeruk bersifat asam, mereka memiliki efek alkali di dalam tubuh.)
  • Membatasi protein hewani menjadi satu porsi sehari.
  • Mengganti karbohidrat olahan dengan sayuran; misalnya, memilih zucchini atau wortel spiral daripada spageti atau kembang kol cincang halus daripada nasi putih
  • Minum kaldu alkali (kaldu alkali adalah kaldu sayuran yang mudah dibuat yang dikemas dengan vitamin dan mineral termasuk potasium.)

Tertarik mencobanya? Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter dulu ya Moms sebelum memulainya!

  • https://doi.org/10.7762%2Fcnr.2015.4.3.137
  • https://health.usnews.com/best-diet/acid-alkaline-diet
  • https://www.jrnjournal.org/article/S1051-2276(16)30188-1/fulltext
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0959804910007033
  • https://www.cancer.org/healthy/eat-healthy-get-active/acs-guidelines-nutrition-physical-activity-cancer-prevention/guidelines.html
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20696696/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324271#does-it-work
  • https://www.verywellfit.com/alkaline-acid-diet-89879
  • https://www.healthline.com/nutrition/the-alkaline-diet-myth#cancer
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait