08 Juni 2022

Hydrops Fetalis, Bayi Lahir dalam Kondisi Tubuh Membengkak

Waspada kondisi ini selama kehamilan, ya!
Hydrops Fetalis, Bayi Lahir dalam Kondisi Tubuh Membengkak

Foto: Hello-pet.com

Salah satu kondisi yang dapat dialami janin atau bayi baru lahir adalah hydrops fetalis.

Bayi yang lahir dengan kondisi ini dapat mengalami pembengkakan tubuh.

Bahkan, kondisi ini meningkatkan risiko bayi meninggal dunia setelah lahir.

Moms bisa mengetahui informasi lengkap mengenai hydrops fetalis dengan menyimak ulasan berikut ini.

Apa itu Hydrops Fetalis?

Menunda Memandikan Bayi Baru Lahir, Ketahui Manfaatnya 3
Foto: Menunda Memandikan Bayi Baru Lahir, Ketahui Manfaatnya 3

Foto: Orami Photo Stock

Hydrops fetalius ditandai dengan penumpukan cairan tidak normal di jaringan sekitar paru-paru, jantung, perut, atau di bawah kulit janin.

Hal ini menyebabkan organ dalam tubuh janin atau bayi baru lahir jadi membengkak dan membesar.

Hydrops fetalis bukan sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan yang kemungkinan diderita janin atau bayi baru lahir.

Hydrops fetalis dapat terjadi pada 1 dari setiap 1.000 kelahiran.

Bayi yang lahir dengan kondisi ini mungkin memerlukan transfusi darah dan perawatan lain untuk menghilangkan kelebihan cairan di dalam tubuhnya.

Lebih dari separuh kasus janin yang didiagnosis hydrops fetalis berisiko meninggal sesaat sebelum atau setelah melahirkan.

Baca Juga: Bayi Lahir Besar, Apa Penyebab dan Risikonya?

Penyebab dan Faktor Risiko Hydrops Fetalis

Gatal Saat Hamil, Kenali PUPPP Pada Ibu Hamil, Yuk.jpg
Foto: Gatal Saat Hamil, Kenali PUPPP Pada Ibu Hamil, Yuk.jpg (Todaysparent.com)

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Stanford Children Health, ada dua penyebab hydrops fetalis, yakni:

1. Hydrops Immune

Hydrops fetalis immune adalah kondisi yang jarang terjadi.

Kendati demikian hal ini mungkin dapat disebabkan oleh rhesus (Rh) ibu.

Misalnya, jika memiliki Rh negatif dan janin di dalam kandungan memiliki Rh positif.

Pada kondisi ini, sistem kekebalan dapat menyerang sel darah merah janin yang menyebabkan terjadinya anemia pada bayi.

Hydrops fetalis dapat terjadi jika organ tubuh janin yang sedang berkembang tidak dapat mengatasi anemia.

Dampaknya, sejumlah cairan dapat menumpuk di jaringan dan organ tubuh janin.

2. Hydrops Fetalis Non-Imun

Kondisi ini disebabkan oleh penyakit yang mengganggu kemampuan tubuh bayi dalam mengelola cairan.

Beberapa penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan hydrops fetalis non-imun, antara lain:

  • Anemia berat.
  • Infeksi yang ada sebelum lahir.
  • Cacat jantung atau paru-paru.
  • Kelainan kromosom dan cacat lahir.
  • Penyakit di organ hati.

Baca Juga: Tanda Lahir pada Bayi, Ketahui Penyebab dan Jenisnya!

Gejala saat Mengalami Hydrops Fetalis

Hydrops Fetalis Pada Janin dan Bayi Baru Lahir
Foto: Hydrops Fetalis Pada Janin dan Bayi Baru Lahir (freepik)

Foto: freepik.com

Bagi Moms yang hamil dengan kondisi janin hydrops fetalis mungkin dapat mengalami gejala berikut:

  • Kelebihan cairan ketuban (polihidramnion).
  • Lapisan plasenta lebih tebal, besar, atau tidak normal
  • Janin memiliki organ pankreas, jantung, atau hati yang membesar. Terdapat kelebihan cairan di sekitar jantung atau paru-paru. Kondisi ini dapat diamati saat pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Sementara itu, bayi yang lahir dengan hydrops fetalis mungkin memiliki gejala berikut:

  • Kulit pucat
  • Memar
  • Pembengkakan parah (edema), terutama di perut
  • Pembesaran organ hati dan limpa
  • Sulit bernapas
  • Mengalami penyakit kuning

Baca Juga: 8 Penyebab Bayi Belum Lahir Padahal Sudah Waktunya

Diagnosis Hydrops Fetalis

Ibu Hamil Melakukan Kontrol ke Dokter
Foto: Ibu Hamil Melakukan Kontrol ke Dokter

Foto: Orami Photo Stock

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan mungkin dapat mendiagnosis hydrops fetalis dengan cara berikut:

1. USG

Dokter dapat melakukan pemindaian ultrasound atau ultrasonografi (USG) untuk memeriksa organ, jaringan, dan pembuluh darah janin di dalam kandungan.

USG bekerja menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membantu menangkap gambar organ di dalam tubuh.

Ketika pemeriksaan USG, dokter juga dapat mendiagnosis kondisi hydrops fetalis.

Selain itu, saat gerak janin lebih sedikit atau Moms mengalami komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, dokter dapat mencurigai risiko hydrops fetalis.

2. Amniosentensis

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil cairan ketuban ibu hamil.

Sampel cairan ketuban ini dapat diuji di laboratorium untuk melihat adanya komplikasi tanda hydrops fetalis.

3. Pengambilan Sampel Darah Janin

Pengambilan sampel darah janin dilakukan dengan memasukkan jarum.

Jarum akan masuk melalui rahim dan menuju ke salah satu pembuluh darah dari tali pusat bayi.

Baca Juga: 6 Jenis Tanda Lahir Pada Balita, Salah Satunya Bercak Mongol

Apakah Hydrops Fetalis Bisa Disembuhkan?

bayi meninggal di rumah sakit rujukan COVID-19-2.jpg
Foto: bayi meninggal di rumah sakit rujukan COVID-19-2.jpg (dailytelegraph.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Masih diwartakan dari Stanford Children Health, sekitar 50 persen janin yang didiagnosis dengan hydrops fetalis tidak dapat bertahan hidup setelah lahir.

Pada kebanyakan kasus, dokter perlu melakukan operasi caesar darurat atau persalinan dini agar bayi bisa selamat.

Setelah lahir, bayi dengan hydrops fetalis dapat diberikan penanganan berikut:

  • Thoracentesis, yakni prosedur menghilangkan kelebihan cairan di sekitar paru-paru, jantung menggunakan jarum.
  • Bantuan pernapasan menggunakan ventilator.
  • Obat untuk mencegah gagal jantung.
  • Obat untuk membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan.

Bayi yang mengalami hydrops fetalis imun dapat menerima transfusi sel darah merah yang cocok dengan golongan darahnya.

Jika hidrops fetalis disebabkan oleh kondisi penyakit yang mendasarinya, bayi akan menerima perawatan untuk kondisi tersebut.

Misalnya, jika hydrops fetalis disebabkan oleh infeksi sifilis, dokter dapat memberikan obat antibiotik kepada bayi.

Baca Juga: Perkembangan Bahasa dan Bicara Bayi 0-12 bulan, Catat!

Komplikasi Hydrops Fetalis

Ini 5 Hal yang Menjadi Alasan Bayi Menangis 05.jpg
Foto: Ini 5 Hal yang Menjadi Alasan Bayi Menangis 05.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Pembengkakan pada organ dalam bayi dapat membebani fungsi dasar organ tubuh tersebut.

Tingkat kelangsungan hidup bayi dengan hydrops fetalis sekitar 20 persen.

Oleh karena itu, jika kondisi ini terdeteksi pada kehamilan, dokter dapat melakukan tindakan pengobatan sedini.

Pengobatan bertujuan meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.

Komplikasi yang mungkin timbul jika pengobatan tidak dilakukan tepat waktu antara lain:

  • Bayi berisiko memiliki paru-paru yang kurang berkembang karena kelebihan cairan.
  • Bayi berisiko tinggi mengembangkan gula darah rendah yang dapat menyebabkan cedera otak atau kejang.
  • Bayi dapat mengalami gangguan pernapasan atau kesulitan bernapas yang parah.
  • Bayi mungkin lahir prematur karena kelebihan cairan ketuban.
  • Fungsi jantung atau pernapasan bayi mungkin terpengaruh karena kelebihan cairan di sekitar jantung dan paru-paru.
  • Pada beberapa kasus, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan kematian janin.

Seberapa besar risiko kesehatan yang dialami bayi dengan hydrops fetalis tergantung pada penyebab dan di organ tubuh mana cairan menumpuk.

Moms dan Dads bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi tepat untuk merawat bayi dengan hydrops fetalis.

Pastikan selalu melakukan pemeriksaan kehamilan rutin ke dokter untuk pencegahan dan penanganan dini hydrops fetalis.

  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hydrops-fetalis-90-P02374
  • https://www.healthline.com/health/hydrops-fetalis#treatment
  • https://parenting.firstcry.com/articles/hydrops-fetalis-causes-symptoms-and-treatment/
  • https://www.childrenshospital.org/conditions/hydrops-fetalis#

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.