14 Juni 2022

Antinyeri Infalgin, Pahami Dosis dan Aturan Pakai yang Tepat

Aman dikonsumsi anak-anak dengan usia tertentu

Infalgin merupakan salah satu obat yang sering digunakan untuk mengatasi peradangan dan nyeri di tubuh.

Salah satu obat golongan non steroid, kenali aturan pakai dan dosis yang tepat.

Yuk, ketahui lebih lanjut serba-serbi obat infalgin yang bisa diketahui bersama!

Baca Juga: Aminofilin, Obat Pereda Gangguan Napas dan Asma

Manfaat Infalgin

Infalgin Obat
Foto: Infalgin Obat

Foto: ogs.co.id

Infalgin adalah obat golongan antiradang non steroid yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit di tubuh.

Obat ini bermanfaat untuk mengatasi beberapa gejala yang mengganggu meliputi:

Cara kerja obat infalgin yakni dengan menghambat prostaglandin yang menyebabkan reaksi peradangan seperti rasa nyeri, pembengkakan, dan suhu tubuh yang tinggi.

Setiap 500 mg infalgin tablet, ini memiliki kandungan antalgin (metamizole) atau golongan obat antiradang non steroid.

Dalam Pillntrip menjelaskan bahwa antalgin dikenal juga sebagai metampiron yang bermanfaat mengendalikan rasa nyeri di tubuh.

Infalgin memiliki cara kerja yang sama dengan antalgin sebagai obat antinyeri dan penurun demam untuk beberapa kondisi tertentu.

Baca Juga: Serba-serbi Oxoferin untuk Mengobati Luka Terinfeksi

Dosis Obat Infalgin

confused woman holding tablet 1500 x 1000
Foto: confused woman holding tablet 1500 x 1000

Foto: Orami Photo Stocks

Obat infalgin aman untuk dikonsumsi orang dewasa dan anak-anak.

Jika menilik dosis yang tepat sesuai kemasan produk, infalgin dapat diminum berdasarkan jenis usia seperti berikut:

  • Dewasa di atas 12 tahun: 1 kaplet yang diminum 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 1/2 kaplet yang diminum 3 kali sehari

Obat infalgin sebagai pereda nyeri bisa dikonsumsi setelah makan untuk menghindari efek samping seperti gangguan pencernaan.

Hindari mengonsumsi obat ketika perut kosong, terutama pada penderita maag.

Diketahui juga, hindari menggandakan atau mengurangi dosis tanpa anjuran dari dokter yang merawat.

Baca Juga: Pahami Aturan Pakai Grantusif, Obat Batuk Alergi yang Bisa Dibeli di Apotek

Efek Samping Infalgin

infalgin aturan pakai.jpg
Foto: infalgin aturan pakai.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Jika terlupa meminum obat, segera minum obat tanpa menggandakan dosisnya.

Menggandakan dosis obat mampu menimbulkan efek samping yang bisa terjadi pada setiap individu.

Umumnya, efek samping infalgin yang mengandung antalgin bersifat sedang dan perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Berikut beberapa efek samping yang bisa terjadi ketika mengonsumsi obat, antara lain:

  • Menimbulkan gejala sensitivitas berlebihan (granulocytosis)
  • Gangguan kulit
  • Berkurangnya jumlah sel darah putih
  • Kelainan pada kulit dan mukosa

Konsultasikan dengan dokter apabila mengalami salah satu efek samping di atas secara berkelanjutan.

Perhatikan juga beberapa gejala alergi obat yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Alergi obat yang dimaksud yakni seperti:

  • Kulit gatal kemerahan
  • Ruam pada kulit
  • Sulit bernapas
  • Hilang kesadaran

Alergi obat dapat mengancam nyawa dan perlu segera mendapatkan perawatan dengan tenaga medis atau dokter.

Baca Juga: Ketahui Dosis dan Aturan Pakai Captopril, Obat Tekanan Darah Tinggi

Peringatan Penting Obat

Pengaruh Hipertensi ke Janin, Ini 5 Faktanya.jpg
Foto: Pengaruh Hipertensi ke Janin, Ini 5 Faktanya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri.

Meski manfaat infalgin untuk pereda nyeri, perhatikan beberapa peringatan penting obat sebelum mengonsuminya.

Berikut beberapa peringatan penting obat yang bisa diketahui:

1. Potensi Hipotensi

Diketahui, obat ini bisa menimbulkan efek samping hipotensi pada beberapa orang.

Melansir National Health Services, hipotensi adalah tekanan darah yang terlalu rendah atau kurang dari 90/60mmHg.

Hal ini bisa terjadi pada penderita tekanan darah rendah.

Beberapa gejala yang dirasakan pada tekanan darah terlalu rendah atau hipotensi yakni seperti berikut:

  • Pusing
  • Nyeri pada tubuh
  • Penglihatan kabur
  • Mudah merasa lelah
  • Gelisah
  • Hilang kesadaran

Pada penderita tekanan darah rendah, biasanya akan dicarikan obat alternatif lain yang memiliki risiko dan efek samping yang lebih minim.

2. Interaksi Antar Obat Lain

obat infalgin manfaat.jpg
Foto: obat infalgin manfaat.jpg (healthline.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Infalgin bisa berinteraksi dengan kandungan obat lain apabila dikonsumsi bersamaan.

Berikut beberapa kandungan aktif obat yang dipercaya perlu dihindari untuk mencegah efek samping:

Daftar jenis obat-obatan tersebut dapat berinteraksi dengan kandungan aktif metamizole non steroid.

Adanya risiko pendarahan pada tubuh apabila obat infalgin dikonsumsi bersamaan dengan obat tersebut.

Ini pun berlaku dengan obat chlorpromazine yang dapat meningkatkan risiko hipotermia.

Baca Juga: Rheumacyl (Obat Nyeri Otot dan Sendi): Jenis, Aturan pakai, dan Efek Samping

3. Risiko Timbulkan Anemia

Hati-hati menggunakan obat ini tanpa anjuran dokter karena dapat berisiko timbulkan anemia aplastik.

Anemia aplastik adalah suatu kondisi ketika tubuh berhenti menghasilkan sel darah merah yang baru.

Hal ini membuat gejala tubuh mudah lelah dan rentan terkena infeksi penyakit.

Umumnya, penyebab anemia aplastik adalah infeksi virus. Ini bisa menyerang sumsum tulang pada seseorang.

Gangguan pada sumsum tulang belakang ini bisa mempengaruhi produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

4. Waspada Penderita Kelainan Darah

Ini Alasan Mengapa Si Kecil Bisa Mengalami Kelainan Darah
Foto: Ini Alasan Mengapa Si Kecil Bisa Mengalami Kelainan Darah (medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Waspada terhadap penderita kelainan darah atau sedang menjalani perawatan kemoterapi tertentu.

Obat infalgin bisa mempengaruhi produksi sel darah serta meningkatkan risiko trombositpenia.

Trombositopenia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika jumlah trombosit dalam darah terlalu rendah.

Fungsi dari trombosit adalah untuk pembentukan jaringan dan memperbaiki kulit yang terluka.

Pastikan telah mendapat anjuran dokter untuk mencegah kondisi ini terjadi.

Baca Juga: Glimepiride (Obat Diabetes Tipe 2): Dosis, Manfaat, dan Efek Samping

5. Risiko Ibu Hamil dan Menyusui

Bagi ibu hamil dan menyusui, perlu mendapat surat dokter sebelum mengonsumsi infalgin.

Obat infalgin diketahui mampu meningkatkan risiko dan memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan.

Ini pun dapat mengganggu konsentrasi dan kandungan nutrisi dalam ASI yang diterima Si Kecil.

Untuk mencegah efek samping dan hal tidak diinginkan, pastikan mendapat anjuran dokter kandungan sebelum mengonsumsi infalgin.

Itulah serba-serbi dan aturan pakai infalgin yang tepat sebagai obat pereda nyeri dan penurun demam. Semoga bermanfaat!

  • http://www.ogs.co.id/productview.php?page=infalgin
  • https://pillintrip.com/medicine/antalgin
  • https://www.nhs.uk/conditions/low-blood-pressure-hypotension/#:~:text=Low%20blood%20pressure%20is%20a,need%20treatment%20if%20it%20does.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb