15 Desember 2021

Park So Dam Menderita Kanker Tiroid Papiler, Apa Itu?

Wanita lebih berisiko menderita kanker jenis ini
Park So Dam Menderita Kanker Tiroid Papiler, Apa Itu?

Foto: instagram.com/sodam_park_0908

Aktris Korea Selatan sekaligus pemain film Parasite, yakni Park So Dam, telah didiagnosis menderita kanker tiroid papiler.

Adapun kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh agensinya, yakni ArtistCompany.

"Aktris Park So Dam akan fokus pada pemulihannya sehingga akan sehat kembali di masa akan datang. Kami juga akan melakukan yang terbaik untuk membantu ia memulihkan kesehatannya," kata ArtistCompany, dikutip dari edition.CNN.com, Selasa, 14 Desember 2021.

Lantas, sebenarnya apakah itu kanker tiroid papiler? Mari tengok bersama penjelasannya di bawah ini, Moms.

Apa Itu Kanker Tiroid Papiler?

Hipertiroid.jpg
Foto: Hipertiroid.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kanker tiroid papiler adalah jenis kanker yang biasanya hanya menyerang satu lobus kelenjar tiroid dengan pertumbuhan yang sangat lambat hingga bertahun-tahun.

Kanker ini biasanya diderita oleh pasien yang berusia kurang dari 40 tahun. Penyebaran kanker jenis ini terutama melalui sistem kelenjar getah bening regional.

Kanker ini juga dapat juga bermetastasis jauh ke paru-paru dan tulang.

Baca Juga: Anensefali, Kondisi Saat Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala yang Utuh

Gejala Kanker Tiroid Papiler

gejala kanker tiroid papiler
Foto: gejala kanker tiroid papiler (endocrinologyadvisor.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Diketahui, aktris pemain film Korea ini menderita kanker tiroid papiler setelah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Adapun ini adalah kanker tiroid di mana terjadi sel-sel kelenjar yang terletak di pangkal leher.

Riset dalam Medscape menjelaskan bahwa, kanker tiroid papiler merupakan jenis kanker tiroid yang paling umum.

Dikenal juga sebagai adenokarsinoma papiler, kasusnya mencapai sekitar 80% yang terjadi di seluruh dunia.

Kanker tiroid mungkin tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Namun, seiring waktu penderita dapat merasakan gejala seperti:

  • Benjolan di leher yang dapat dirasakan
  • Sulit menelan
  • Sakit tenggorokan atau suara serak yang tidak kunjung hilang
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Kesulitan bernapas, terutama saat berbaring

Faktanya, ini adalah kanker paling umum ke-8 yang paling sering dialami wanita. Penderitanya sering menyerang mereka yang berusia di bawah 25 tahun.

Seiring kemajuan teknologi, kanker jenis ini lebih mudah dideteksi pada stadium awal.

Oleh karenanya, sejumlah penderita bisa ditangani lebih dini dengan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Sariawan HIV, Apa Bedanya dengan Sariawan pada Umumnya?

Penyebab Kanker Tiroid Papiler

Penyakit Kanker Tiroid Papilerjpeg
Foto: Penyakit Kanker Tiroid Papilerjpeg (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stocks

Penyebab pasti dari kanker tiroid jenis ini masih belum diketahui.

Umumnya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kanker tiroid papiler terjadi. Adapun faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Riwayat keluarga
  • Efek samping paparan radiasi
  • Jenis kelamin wanita

Apabila salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker tiroid, tinggi risikonya bisa mengalami hal yang serupa.

Kanker tiroid papiler muncul dari sel-sel folikel, yang memproduksi dan menyimpan hormon tiroid.

Wanita juga lebih berisiko dibandingkan laki-laki karena faktor hormon yang dimiliki. Adapun hormon yang dimaksud saat masa menstruasi, ataupun hamil.

Selain itu, pola makan atau kurangnya yodium atau enzim dalam tubuh yang tidak terpenuhi juga bisa berpengaruh.

Cara Mendiagnosis Kanker Tiroid Papiler

Penyakit Hipotiroid, Kondisi Kekurangan Hormon Tiroid dalam Tubuh
Foto: Penyakit Hipotiroid, Kondisi Kekurangan Hormon Tiroid dalam Tubuh

Foto: Orami Photo Stocks

Kanker tiroid papiler dimulai sebagai pertumbuhan sel kanker abnormal di dalam tiroid.

Tentunya, ini dapat dideteksi melalui sejumlah rangkaian pemeriksaan fisik ataupun berdasarkan riwayat penyakit.

Gejala awal yang dirasakan yakni bermula dari adanya benjolan di yang terlihat di sekitar leher. Umumnya, gejala ini dapat diraba, terlihat, dan menjadi cara diagnosis melalui pemeriksaan fisik.

Setelah itu, beberapa jenis pemeriksaan lain pun dilakukan, seperti:

  • X-Ray leher
  • CT-Scan
  • USG Tiroid
  • Tes darah

Setelah melakukan uji pemeriksaan tersebut, adapun tahapan diagnosis berikutnya adalah menentukan apakah itu jinak ataupun ganas.

Jika benjolan memiliki beberapa karakteristik yang mengkhawatirkan, langkah selanjutnya umumnya adalah biopsi.

Mengutip Columbia Thyroid Center, ada beberapa hasil diagnosis yang menunjukkan jenis kanker tiroid papiler, antara lain:

  • Non-diagnostik: sel tidak cukup kuat untuk dilakukan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan ulang.
  • Benign: Kemungkinan 97% benjolan tersebut bukan kanker.
  • Malignant: Kemungkinan 97% bahwa benjolan tersebut adalah kanker tiroid papiler.
  • Interdeminate: Sulit menentukan apakah benjolan itu kanker, tetapi sel-selnya tidak terlihat normal. Ada kemungkinan 15 hingga 20% terkena kanker tiroid.

Kanker jenis ini biasanya akan tumbuh perlahan selama bertahun-tahun. Bahkan, bisa menyebar ke kelenjar getah bening.

Pada pasien dengan kanker tiroid papiler yang lebih besar, penyebaran kelenjar getah bening (metastasis) di leher dapat terjadi hingga 75% kasus.

Baca Juga: Vaksin Influenza, Seberapa Perlu untuk Diberikan? Ini Kata Ahli!

Pengobatan Kanker Tiroid

mengatasi kanker tiroid papiler
Foto: mengatasi kanker tiroid papiler (livescience.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Umumnya, operasi atau pembedahan menjadi opsi yang sering dilakukan untuk mengatasi kanker tiroid papiler.

Melansir National Cancer Institute, terdapat beberapa jenis perawatan lain yang mungkin bisa dilakukan, yakni:

1. Terapi Radioaktif (RAI)

Tergantung pada diagnosis akhir, sejumlah penderita mungkin memerlukan terapi RAI untuk mengatasinya.

Dalam terapi ini, yodium radioaktif diberikan untuk menghancurkan sel-sel tiroid yang tersisa (baik kanker maupun jinak).

Perlu diketahui, teknik ini tidak meningkatkan pemulihan yang sangat baik secara keseluruhan, melainkan menurunkan angka kekambuhan dari gejala.

2. Pil Hormon

Setelah pengangkatan seluruh tiroid, mereka biasanya akan minum pil pengganti hormon tiroid secara rutin.

Pasien dengan kanker tiroid biasanya diberikan dosis yang sedikit lebih tinggi daripada mereka yang sifatnya non kanker.

Hal ini untuk memblokir setiap rangsangan untuk pertumbuhan sel kanker tiroid.

3. Kemoterapi

Pengobatan lain yang mungkin dilakukan yakni kemoterapi. Tak hanya untuk kanker tiroid, kemoterapi sering dilakukan untuk rangkaian pengobatan kanker jenis lain.

Biasanya, efek samping yang mungkin ditimbulkan dari kemoterapi meliputi:

  • Rambut rontok
  • Badan mudah lelah
  • Kehilangkan nafsu makan
  • Gangguan tidur

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Penyebab Kanker Lambung yang Jarang Disadari

Ini adalah proses pemberian obat-obatan rutin melalui cairan infus untuk memberantas sel kanker di dalam tubuh.

4. Operasi

Dalam Claymand Thyroid Center, menjelaskan bahwa kanker tiroid papiler dapat diobati dengan operasi.

Pembedahan untuk kanker adenokarsinoma papiler tentu beragam.

Jika kankernya besar (lebih dari 1,5 cm) maka seluruh tiroid perlu diangkat.

Namun, ada kontroversi mengenai berapa banyak tiroid yang harus diangkat jika kankernya kecil.

Beberapa ahli bedah berpendapat bahwa jika kankernya kecil dan tidak menyerang jaringan lain, maka hanya diambil tiroid yang mengandung kanker.

Demikianlah informasi penting mengenai kanker tiroid papiler yang diidap akris Korea, Park So Dam. Semoga bermanfaat, Moms!

  • https://emedicine.medscape.com/article/282276-overview#:~:text=Papillary%20carcinoma%20(PTC)%20is%20the,in%20a%20normal%20thyroid%20parenchyma.
  • https://columbiasurgery.org/conditions-and-treatments/papillary-thyroid-cancer
  • https://www.cancer.gov/types/thyroid/patient/thyroid-treatment-pdq
  • https://www.thyroidcancer.com/thyroid-cancer/papillary

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.