Di atas 5 tahun

22 Juli 2021

Moms, Kenali dan Cegah Pneumonia pada Anak

Ini yang perlu Moms ketahui tentang pneumonia pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Amelia Puteri

Tahukah Moms? Pneumonia berarti “infeksi pada paru-paru”. Pneumonia pada anak cukup berbahaya bagi generasi zaman dahulu, namun anak-anak masa kini bisa disembuhkan dengan lebih cepat jika mendapat perawatan medis yang tepat.

Sebagian besar kasus pneumonia pada anak melibatkan infeksi saluran pernapasan bagian atas. Virus yang menyebabkan infeksi ini adalah virus pernapasan syncytial, influenza, parainfluenza, dan adenovirus.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A (K) menjelaskan mengenai penyebab dari kondisi pneumonia pada anak ini.

Pneumonia pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi. Penyebabnya dapat merupakan infeksi virus, bakteri, atau jamur. Penyebab lainnya juga bisa karena menghirup isi lambung misalnya karena refluks isi lambung atau muntah ini yang disebut aspirasi pneumonia," jelas dr. Wahyuni.

Virus dan bakteria yang menyebabkan pneumonia ini menular, Moms.

Mereka biasanya ditemukan pada cairan dari mulut atau hidung anak yang terinfeksi. Menyebar melalui batuk atau bersin. Menggunakan gelas dan peralatan makan yang sama juga bisa membuat seseorang tertular pneumonia.

Karena berkaitan dengan infeksi bakteri yang menyebar dari satu orang ke lainnya, pneumonia biasanya terjadi ketika anak lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi.

Risiko anak terkena pneumonia tidak dipengaruhi dengan kelembapan udara.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Gejala Pneumonia pada Anak

foto 1 (2)

Foto: Orami Photo Stock

Sama seperti infeksi lainnya, pneumonia pada anak menyebabkan demam. Penderita akan mengalami keringat dingin, menggigil dan kulit memerah.

Dalam kondisi pneumonia pada anak, Si Kecil akan ccenderung kehilangan nafsu makannya dan tidak bersemangat. Sementara, bayi dan balita menunjukkan wajah pucat, lemas dan sering menangis.

Karena pneumonia pada anak juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan, Moms perlu memperhatikan gejala yang lebih spesifik ini:

  • Batuk
  • Napas anak cepat dan susah payah
  • Pelebaran pada lubang hidung
  • Nyeri di dada dan sulit bernapas
  • Warna kebiruan pada bibir dan kuku yang disebabkan oleh penurunan oksigen dalam aliran darah

Meskipun diagnosis pneumonia pada anak biasanya bisa ditentukan dengan melihat gejala-gejala di atas, namun rontgen dada terkadang diperlukan untuk memastikan sejauh mana bahayanya pada paru-paru.

Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Batuk Pada Anak 

Cara Mengatasi Pneumonia pada Anak

foto 3 (1)

Foto: Orami Photo Stock

Karena pneumonia pada anak disebabkan oleh virus, biasanya tidak ada perawatan khusus selain istirahat dan pengecekan berkala untuk demam. Pneumonia biasanya akan membaik setelah beberapa hari, meskipun anak masih mengalami batuk selama beberapa minggu.

Untuk beberapa kasus, pengobatan tidak terlalu dibutuhkan. Namun ada pula dokter anak yang akan memberikan antibiotik. Jika sudah diresepkan maka perlu dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter.

Lebih lanjut dr. Wahyuni pun menjelaskan cara mengatasi kondisi pneumonia pada anak yang umum dilakukan.

"Cara mengatasinya apabila penyakit infeksi, akan diatasi dengan pemberian obat antibiotik yang tepat. Atasi gejala seperti dengan pemberian oksigen, penurun panas, dan pemberian cairan juga nutrisi yang cukup. Namun, yang terpenting pencegahannya dengan melengkapi imunisasi sesuai usia si kecil, pemberian ASI eksklusif, cukupi nutrisi, dan suplementasi vit A, cegah paparan polusi udara seperti asap rokok maupun kendaraan bermotor pada si kecil," jelas dr. Wahyuni.

Jadi, meski kondisi pneumonia pada anak bisa ditangani sendiri, Moms masih tetap perlu memeriksakan Si Kecil dokter secepatnya setelah Moms menduga ia terkena pneumonia.

Apalagi jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda infeksinya menyebar dan semakin berbahaya seperti berikut:

  • Demam berlangsung selama beberapa hari meskipun sudah diberikan antibiotik
  • Kesulitan bernapas
  • Bukti infeksi menyebar di bagian tubuh lain: kulit kemerahan, sendi membengkak, tulang terasa sakit, leher kaku dan muntah-muntah.

Baca Juga: Bolehkah Anak Diimunisasi saat Sakit? Cari Tahu Dulu Faktanya

Risiko Pneumonia pada Anak dan Tindakan Penyembuhan

pneumonia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah diketahui, pneumonia pada anak sediri terjadi akibat virus yang masuk ke dalam tubuh. Jika ditanya mengenai risiko, kondisi ini pun tidak begitu membahayakan.

Pneumonia adalah penyakit yang akut atau berlangsung singkat, jadi umumnya hanya mengganggu pertumbuhan anak sementara saat sakit dan akan kembali normal saat sudah sembuh.

Namun, apabila pneumonia terjadi secara berulang tentu dapat mengganggu pertumbuhan si kecil dan dapat terjadi gagal tumbuh.

Lalu, membicarakan mengenai kesembuhan pneumonia pada anak, penyakit ini bisa disembuhkan oleh medis.

Pneumonia pada anak dapat disembuhkan asalkan dideteksi segera dan gejala belum terlalu berat. Apabila datang ke rumah sakit terlambat dapat berakibat kematian.

Baca Juga: Anak Pura-pura Sakit untuk Menghindari Sesuatu? Lakukan 3 Hal Ini!

Pencegahan Terjangkit Pneumonia pada Anak

pneumonia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa tipe pneumonia pada anak bisa dicegah dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapat imunisasi untuk melawan Haemophilus influenza dan pertussis saat mereka berusia dua bulan.

Saat ini juga ada vaksin pencegah Streptococcus pneumoniae, penyebab umum bakteri pneumonia pada anak.

Vaksin flu direkomendasikan untuk anak sehat berusia 6 bulan hingga 19 tahun, tapi lebih utama untuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, gangguan pada paru-paru dan asma.

Jika anggota keluarga di rumah memiliki gangguan pernapasan atau infeksi tenggorokan, sebaiknya pisahkan gelas dan alat makannya. Selain itu, ajarkan Si Kecil untuk rajin cuci tangan untuk mengurangi risiko terinfeksi bakteri.

Fakta Mengenai Pneumonia pada Anak

pneumonia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah dibahas, pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa menjangkit salah satu kedua paru-paru.

Dilansir dari laman UNICEF, berikut 6 fakta terkait Pneumonia yang patut Moms ketahui.

1. Pneumonia Penyebab Kematian Anak Terbesar

Meski disebut tidak terlalu membahayakan, namun pneumonia adalah penyebab kematian anak terbesar jika dibandingkan dengan penyakit menular lainnya.

Di seluruh dunia, terdapat 800.000 anak balita meninggal karena pneumonia pada tiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 19.000 anak balita yang meninggal karena penyakit ini pada tahun 2018, atau 2 anak setiap jamnya jika dihitung rata-rata.

2. Pneumonia Bisa Menular

Moms perlu ekstra hati-hati karena pneumonia pada anak bisa menular. Penularan penyakit ini pun bisa dalam beberapa cara seperti udara dan darah.

Penularan lewat udara bisa dar batuk atau bersin, sementara penularan melalui darah bisa terjadi setelah kelahiran atau permukaan yang terkontaminasi.

Baca Juga: Patut Diwaspadai, Ini Gejala Sesak Napas Saat Hamil Akibat Asma

3. Polusi Udara Jadi Faktor Terbesar Pneumonia pada Anak

Setiap manusia memang memiliki sistem imun yang bertugas melindungi tubuh dari berbagai macam virus dan penyakit. Sayangnya imunitas tubuh bisa berkurang di waktu yang tak terduga.

Pada anak-anak sendiri, polusi udara adalah salah satu faktor terbesar terjangkitnya pneumonia. Sekitar 50% anak yang meninggal karena pneumonia disebabkan oleh polusi udara.

Seperti yang kita semua sudah ketahui, ada banyak sekali faktor yang membuat perlindungan diri menjadi lemah. Polusi udara di luar ruangan adalah salah satu hal yang mengancam kesehatan anak.

Meningkatnya urbanisasi di berbagai negara menjadi penyebab terbesar pneumonia. Terutama ketika negara tersebut memiliki tingkat pneumonia yang tinggi.

Kendati demikian meski polusi udara menjadi salah satu penyebab tertinggi, polusi udara dalam ruangan juga bisa membahayakan, lho Moms!

Contoh polusi udara di dalam ruangan adalah polusi yang disebabkan oleh udara kotor dari bahan bakar yang digunakan untuk memasak dan menghangatkan makanan bisa menimbulkan risiko global yang lebih tinggi.

Polusi udara yang berada di dalam ruangan sendiri telah menyumbang kontribusi terhadap kematian anak akibat pneumonia yang terkait dengan polusi udara sebanyak 62%

Wah, Moms harus lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan udara di dalam ruangan, ya! Jangan sampai udara di dalam rumah kotor dan menimbulkan penyakit pada Si Kecil dan anggota keluarga yang lain.

4. Cuci Tangan Bisa Cegah Pneumonia

pneumonia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jangan remehkan kekuatan cuci tangan ya, Moms! Mugkin terdengar sepele, namun cuci tangan adalah salah satu kegiatan yang aktif membunuh kotoran dan kuman yang menempel pada tangan.

Seperti yang sudah kita semua tahu, tangan manusia aktif dalam menyentuh barang apapun. Hal tersebutlah yang dapat membuat tangan menjadi sarang bakteri dan virus jika tidak dibersihkan secara rutin.

UNICEF menuliskan, dalam sebuah studi menyebutkan bahwa kegiatan cuci tangan bisa mengurangi risiko pneumonia pada anak hingga 50%.

Tak hanya mencuci tangan, pneumonia pun bisa dicegah dengan meningkatkan berbagai tindakan perlindungan, seperti memastikan asupan gizi Si Kecil terpenuhi, mengurangi faktor risiko dari polusi udara yang membuat alat pernapasan lebih rentan terkena infeksi, serta menerapkan praktik pola hidup yang bersih.

Di Indonesia sendiri, terdapat 64% persen populasi yang memiliki fasilitas pencucian dasar di tahun 2017 dan angka tersebut pun bertambah di tiap tahunnya.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir

5. Cegah Pneumonia pada Anak dengan ASI

Pentingnya ASI Eksklusif pun sudah seringkali digaungkan oleh para ahli medis untuk meningkatkan kesehatan imunitas dan tumbuh kembang anak. Ya, dengan memberikan ASI eksklusif pada anak, Si Kecil akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik dan memiliki gizi yang seimbang.

Tak hanya sampai di sana, dengan melakukan program ASI eksklusif atau menyusui ekslusif untuk enam bulan pertama adalah cara yang efektif untuk melindungi Si Kecil dari pneumonia dan penyakit menular lainnya.

Jadi, Moms jangan sampai putus memberikan ASI pada Si Kecil ya!

Jika Moms adalah seorang pekerja kantoran, jangan lupa untuk menyediakan stok susu agar bisa tetap diberikan pada Si Kecil pada jam-jam yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

6. Vaksin Bisa Mencegah Kematian Akibat Pneumonia pada Anak

Seperti yang sudah diungkapkan di atas, hampir seluruh kematinan yang disebabkan oleh pneumonia bisa dicegah. Untuk mencegahnya, cara yang paling efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit ini adalah dengan imunisasi.

Imunisasi yang diperlukan untuk mencegah anak terjangkit pneumonia adalah Hib, pneumococcus, campak serta pertussis.

Di Indonesia sendiri, cakupan vaksin DTP3 dan Hib3 pada anak usia 1 tahun di 2018 adalah 79%. Indonesia sudah menetapkan target untuk meningkatkan PCV pada tahun 2024 untuk menjangkau 5 juta bayi yang lahir tiap tahunnya.

Nah, bagaimana penjelasan mengenai Pneumonia pada anak yang sudah dijelaskan? Jika masih ada pertanyaan terkait topik ini, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait