Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
13 April 2022

Mycoral (Obat Anti Jamur): Manfaat, Dosis, Kontraindikasi, dan Efek Samping

Ikuti anjuran dokter, ya!
Mycoral (Obat Anti Jamur): Manfaat, Dosis, Kontraindikasi, dan Efek Samping

Mycoral adalah obat anti jamur topikal yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit dan selaput mukosa.

Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan penggunaan obat, seperti athlete’s foot, kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan.

Selain itu, obat dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur atau sariawan, dan panu.

Obat ketoconazole topikal ini juga dapat diaplikasikan pada kulit kepala untuk mengatasi dermatitis seboroik.

Untuk lebih jelasnya, simak serba-serbi obat di bawah ini!

Baca Juga: Apa Perbedaan Kadas, Kurap, Kudis, dan Panu? Jangan Tertukar ya!

Fungsi Obat Mycoral

Ini 3 Cara Mengobati Panu yang Cukup Efektif.jpg

Foto: Ini 3 Cara Mengobati Panu yang Cukup Efektif.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mycoral mengandung ketoconazole yang bersifat sebagai anti jamur untuk mengatasi infeksi tertentu.

Dalam mengatasi kadas dan panu, obat ini bekerja dengan menghambat sintesis ergosterol.

Sintesis ergosterol merupakan komponen vital dalam membran sel jamur.

Kondisi tersebut memengaruhi permeabilitas sel, sehingga pertumbuhan jamur dapat ditekan.

Mycoral tersedia dalam tablet dan krim, dan hanya digunakan untuk pemakaian luar saja.

Berikut ini keterangan dalam berbagai bentuk obat mycoral:

Mycoral Krim

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang digunakan sebagai terapi antijamur.

Obat ini mengandung 2 persen ketoconazole, dan tersedia dalam kemasan tube 5 gram.

Dalam 1 tube, obat dibanderol sekitar Rp13.000 - Rp34.000.

Mycoral Tablet

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang digunakan sebagai terapi antijamur.

Obat ini mengandung 200 miligram ketoconazole, dan tersedia dalam bentuk tablet.

Dalam 1 strip obat terdapat 10 tablet.

Dalam 1 strip, obat dibanderol sekitar Rp42.000 - Rp90.000.

Obat hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur, seperti tinea korporis, tinea kruris, tinea manus, dan tinea pedis.

Mycoral juga efektif dalam mengatasi panu, dan kandidiasis mukokutan.

Baca Juga: Mengenal Micardis (Obat Darah Tinggi): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Dosis dan Cara Penggunaan Obat Mycoral

Penggunaan obat harus sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter karena termasuk ke dalam golongan obat keras.

Berikut ini dosis penggunaan yang disarankan:

Mycoral Krim

Penggunaan akan tergantung pada intensitas infeksi yang dialami.

Umumnya obat dioleskan sebanyak 1-2 kali sehari.

Meski seluruh gejala sudah hilang, obat harus diteruskan selama beberapa hari.

Untuk mengatasi tinea versicolor, pengobatan biasanya berlangsung selama 2-3 minggu.

Untuk mengatasi tinea korporis, pengobatan biasanya berlangsung selama 3-4 minggu.

Untuk mengatasi tinea pedis, pengobatan biasanya berlangsung selama 4-6 minggu.

Baca Juga: Tinea Versicolor: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Mycoral Tablet

Untuk mengatasi infeksi kulit:

Dewasa: 1 tablet 200 miligram satu kali sehari pada waktu makan.

Jika tubuh tidak bereaksi, dosis akan ditingkatkan menjadi 2 tablet 400 miligram.

Anak-anak: penggunaan obat tidak boleh digunakan di bawah usia 2 tahun.

Anak dengan berat badan badan 15–20 kg: 100 miligram satu kali sehari saat waktu makan.

Apakah Diperbolehkan Penggunaan pada Ibu Hamil?

Apa Jenis Susu yang Bagus untuk Ibu Hamil Simak 4 Jenisnya.jpg

Foto: Apa Jenis Susu yang Bagus untuk Ibu Hamil Simak 4 Jenisnya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan ketoconazole dalam kategori C.

Hasilnya menunjukkan adanya efek buruk pada janin saat dilakukan penelitian pada reproduksi hewan.

Meski tidak ada studi yang memadai tentang efek samping pada manusia, potensi risiko bisa saja lebih besar ketimbang manfaatnya.

Penelitian pada hewan memang tidak bisa selalu dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap ibu hamil.

Namun, fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin digunakan pada wanita hamil.

Dalam bentuk topikal, seperti salep ketoconazole, krim, sampo, busa, dan gel.

Sejumlah obat tersebut relatif aman saat diaplikasikan pada kulit ibu hamil.

Terkait dengan pemilihan obat pada ibu hamil, manfaat yang diperoleh dinilai harus lebih besar ketimbang risiko yang bisa saja dialami.

Oleh karena itu, penggunaan obat harus sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter.

Baca Juga: Amankah Obat Cetirizine untuk Ibu Hamil? Ini Jawabannya!

Kontraindikasi Mycoral

Mycoral tidak dapat digunakan pada orang dengan kondisi berikut ini:

  • Menderita hipersensitivitas atau alergi
  • Digunakan bersamaan dengan cisapride, dofetilide, dronedarone, quinidine, dan paritaprevir/ombitasvir, saquinavir/ritonavir
  • Menderita gangguan hati akut atau kronis.
  • Sedang hamil atau menyusui

Interaksi Obat Mycoral

Beberapa obat tidak dapat diberikan bersamaan dengan mycoral karena berisiko menimbulkan efek samping.

Berikut ini beberapa jenis obat tersebut:

  • Obat tidak akan bekrja efektif jika dibarengi dengan antimuskarinik, antasid, H2-blocker, protein proton inhibitor, dan sukralfat
  • Obat akan mengubah konsentrasi plasma jika dibarengi dengan rifampisin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, dan fenitoin
  • Obat akan mengurangi konsentrasi isoniazid dan rifampisin
  • Obat akan mengurangi efektivitas penggunaan kontrasepsi oral
  • Obat akan meningkatkan kadar substrat CYP3A4 serum

Baca Juga: Mengenal Obat Thyrozol untuk Atasi Hipertiroid, Cek Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya di Sini

Efek Samping Obat Mycoral

Efek samping penggunaan obat bisa saja terjadi seiring dengan penggunaannya.

Efek samping jarang sekali terjadi, tetapi perlu mendapatkan perhatian lebih saat kondisi ini dialami.

Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin saja dialami:

  • Iritasi, gatal, rasa terbakar, dan reaksi alergi
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare, pencernaan yang terganggu, sembelit, sakit perut, dan perut kembung
  • Penyakit kuning
  • Hepatitis
  • Urtikaria atau biduran
  • Sakit kepala, pusing, dan mengantuk.
  • Insomnia
  • Gugup
  • Gangguan menstruasi
  • Disfungsi ereksi
  • Ginekomastia

Gejala overdosis jarang sekali terjadi.

Jika dialami, penderita akan mengalami mual parah, muntah, anoreksia, lemas, dan rasa lelah berlebihan.

Jika terjadi sejumlah kondisi tersebut, dokter biasanya akan melakukan lavage lambung dalam 1 jam pertama setelah terjadi overdosis.

Jika terjadi insufisiensi adrenal, berikan hidrokortison dengan infus saline dan glukosa.

Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

  • https://pillintrip.com/medicine/mycoral-ketoconazole
  • https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=46698e84-8dd2-4faf-aaf0-d7cddfebb71f
  • https://pionas.pom.go.id/obat/mycoral
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mycoral/