COVID-19

22 Juli 2021

Serba-serbi Oximeter, Penting untuk Diketahui!

Oximeter merupakan alat yang penting untuk mengetahui kadar oksigen di dalam darah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms belakangan ini mungkin tidak asing dengan alat oximeter yang digunakan untuk mengukur saturasi oksigen di dalam tubuh. Alat ini memang sangat penting, khususnya bagi Moms yang memiliki penyakit gangguan pernapasan dan jantung.

Cari tahu tentang oximeter dalam artikel berikut ini yuk Moms.

Baca juga: Mengenal Teknik Proning untuk Membantu Pasien COVID-19 dengan Saturasi Oksigen Rendah

Apa itu Pulse Oximeter?

Oximeter alat untuk mengetahui kadar oksigen di dalam darah

Foto: freepik.com

Pulse oximeter adalah alat tes non-invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit yang mengukur tingkat saturasi oksigen atau kadar oksigen di dalam darah.

Alat ini dapat dengan cepat mendeteksi bahkan perubahan kecil dalam seberapa efisiesn oksigen dibawa oleh jantung termasuk ke lengan dan kaki.

Jurnal Oxygen Saturation menjelaskan saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak hemoglobin saat ini terikat dengan oksigen dibandingkan dengan berapa banyak hemoglobin yang tetap tidak terikat. Saat kadar ini ini turun, pasien mungkin akan mengalami berbagai ganguan termasuk otak, jantung dan ginjal. Jadi, alat ini sangat penting dalam perawatan pasien, khususnya yang dalam masa kritis.

Alat ini memiliki bentuk yang kecil menyerupai klip yang dapat di pasang pada jari atau daun telinga. Namun, kebanyakan orang menggunakan alat ini di jari tangan.

Selain itu, alat ini juga sering dipasangkan pada pasien kritis yang dirawat di ruang ICU. Beberapa dokter juga menggunakannya saat memeriksa pasien di poli paru atau jantung.

Baca juga: 3 Tanda Janin Kekurangan Oksigen, Waspada, Moms!

Tujuan dan Kegunaan

Tujuan penggunaan Oximeter

Foto: freepik.com

Tujuan penggunaan oximeter adalah untuk memeriksa seberapa efektif jantung dalam memompa oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk memantau kesehatan individu dengan kondisi yang adapat mempengaruhi kadar oksigen darah, terutama saat mereka sedang berada di rumah sakit.

Beberapa individu yang harus menggunakan oximeter selama perawatan adalah, penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, radang paru-paru, kanker paru-paru, anemia, serangan atau gagal jantung dan kelainan jantung bawaan.

Sementara itu, kegunaan oximeter untuk pasien-pasien ini antara lain adalah untuk mengetahui seberapa baik obat paru-paru bekerja. Kemudian untuk mengevaluasi apakah seseorang memelurkan bantuan pernasapan.

Untuk mengevaluasi seberapa membantu ventilator, memantau kadar oksigen selama atau setelah prosedur bedah yang memerlukan sedasi, menentiukan seberapa efektid terapi oksigen tambahan, terutama ketika pengobatan baru.

Selain itu, penggunaan alat ini juga untuk mentolerir peningkatan aktivitas fisik. Serta, untuk mengevaluasi apakah seseorang berhenti bernapas sejenak saat tidur, seperti dalam kasus sleep apnea, selama studi tidur.

Baca juga: Mengenal Terapi Oksigen, Manfaat, dan Risikonya Bagi Tubuh

Cara dan Langkah Menggunakan Oximeter

Cara menggunakan Oximeter

Foto: freepik.com

Cara menggunakan oximeter terbilang cukup mudah, karena memang ukurannya yang kecil dan mudah untuk dijepit. Moms hanya perlu menjepit oximeter pada jari tangan, jari kaki atau daun telinga. Nantinya sinar kecil akan keluar dan cahaya tersebut akan mengukur perubahan penyerapan cahaya dalam darah teroksigenisasi atau terdeoksigenasi. Namun, proses ini tidak menyakitkan.

Pulse Oximeter juga dapat membantu Moms mengetahui tingkat saturasi oksigen serta detak jantung harian Moms.

Selain digunakan pasien di rumah sakit, pulse oximeter juga bisa digunakan Moms yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan Moms untuk memiliki oximeter di rumah untuk mengukur denut jantung.

Untuk mengetahui saturasi oksigen dan juga detak jantung, Moms harus mengikuti langkah berikut ini. Hal ini agar Moms tidak salah saat menggunakan oximeter di rumah.

Cara paling umum adalah, memasang perangkat seperti klip di jari, daun telinga, atau kaki. Moms mungkin merasakan sedikit tekanan, tetapi tidak ada rasa sakit atau terjepit.

Dalam beberapa kasus, probe kecil dapat ditempatkan di jari atau dahi dengan plester. Jika Moms sedang menggunakan cat kuku, ahli mungkin akan meminta untuk menghapusnya terlebih dahulu sebelum memasang alat tersebut.

Moms juga bisa terus menyalakan probe selama diperlukan untuk memantau denyut nadi dan saturasi oksigen. Saat memantau kemampuan aktivitas fisik, ini akan dilakukan selama latihan dan selama periode pemulihan.

Selama operasi, probe akan dipasang terlebih dahulu dan dilepas setelah bangun dan tidak lagi di bawah pengawasan. Terkadang, itu hanya akan digunakan untuk mengambil satu bacaan dengan sangat cepat. Setelah tes selesai, klip atau probe akan dilepas.

Baca juga: Hati-Hati dengan Tekanan Darah Rendah Saat Hamil!

Cara Membaca Oximeter

Cara membaca Oximeter

Foto: freepik.com

Tes menggunakna pulse oximeter cukup akurat, terutama saat Moms melakukannya dengan alat dengan kualitas tinggi. Biasanya, rumah sakit kelas atas juga akan menggunakan alat ini dengan kualitas yang paling baik.

Perbedaan hasil antara oximeter dengan aslinya hanya 2 persen, jadi akurasi hasil memang sangat tinggi. Jika Moms membaca hasil oksimeter 82 persen tandanya saturasi oksigen Moms berada diantara 80 hingga 84 persen.

Namun, kualitas bentuk gelombang dan penilaian individu harus dipertimbangkan. Faktor-faktor seperti gerakan, suhu, atau cat kuku dapat memengaruhi akurasi. Jadi, Moms yang menggunakan cat kuku sebaiknya dihilangkan dulu ya, agar hasilnya lebih akurat.

Biasanya, lebih dari 89 persen darah harus membawa oksigen. Jumlah ini adalah tingkat saturasi oksigen yang dibutuhkan untuk menjaga sel-sel di dalam tubuh agar selalu sehat. Meskipun memiliki saturasi oksigen di bawah ini untuk sementara tidak diyakini menyebabkan kerusakan, penurunan tingkat saturasi oksigen yang berulang atau konsisten dapat merusak.

Tingkat saturasi oksigen 95 persen dianggap normal bagi sebagian besar individu sehat. Tingkat 92 persen menunjukkan potensi hipoksemia, atau kekurangan oksigen yang mencapai jaringan dalam tubuh.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Risiko Penggunaan Oximeter

Risiko menggunakan Oximeter

Foto: freepik.com

Semua prosedur yang menggunakan alat kesehatan pasti memiliki beberapa risiko, termasuk pada oximeter. Risiko yang mungkin akan muncul selama melakukan prosedur penggunaan alat ini adalah pembacaan yang salah atau iritasi kulit.

Pembacaan yang salah mungkin terjadi saat alat yang dipasang pada jari kaki, jari tangan atau daun telinga jatuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pada hasil akhir. Kemudian, jika dipasangkan dengan plester yang sangat lengket, mungkin akan mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit Moms.

Selain itu, ada beberapa risiko lain yang mungkin terjadi tergantung pada kondisi tubuh setiap individu. Jangan lupa untuk datang ke layanan kesehatan jika Moms mengalami risiko saat menggunakan alat ini. Berbicara dengan pelayan kesehatan akan menurunkan rasa khawatir Moms.

Baca juga: Vagina Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Waktu yang Tepat Menggunakan Oximeter

waktu menggunakan Oximeter

Foto: freepik.com

Moms yang memiliki masalah kesehatan, seperti , penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, radang paru-paru, kanker paru-paru, anemia, serangan atau gagal jantung dan kelainan jantung bawaan mungkin akan disarankan untuk menggunakan oximeter.

Hal ini penting untuk mengetahui saturasi oksigen dan juga detak jantung Moms. Biasanya penyedia layanan kesehatan akan menjelaskan prosedur sebelum mengunakan alat ini.

Jangan ragu untuk bertanya saat Moms merasa tidak mengerti saat menggunakan alat ini. Selain itu, Moms yang menggunakan cat kuku juga sebaiknya menghapus lebih dahulu. Karena penggunaan cat kuku bisa mengganggu hasil akhir dari oximeter yang Moms gunakan.

Baca juga: Mengapa Ada Darah Haid yang Menggumpal? Ternyata Ini Alasannya!

Moms, sudah tahu kan cara menggunakan dan membaca oximeter dengan benar. Semoga bermanfaat ya.

  • https://www.healthline.com/health/pulse-oximetry#whats-next
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/pulse-oximetry
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait