Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
06 September 2022

Mengenal Satuan Baku dan Tidak Baku beserta Contoh Soalnya

Kenalkan pada Si Kecil, ya
Mengenal Satuan Baku dan Tidak Baku beserta Contoh Soalnya

Tahukah Moms tentang satuan baku dalam ilmu fisika?

Dalam ilmu pengetahuan, ada banyak satuan baku yang diakui dalam lingkup internasional sebagai alat ukur.

Besaran dan satuan baku ini fungsinya untuk memudahkan komunikasi ilmiah dengan nilai yang sama.

Lantas, apa bedanya dengan satuan tidak baku? Yuk, kenali lebih lanjut serba-serbi satuan baku dan tidak baku, plus contohnya.

Baca Juga: Mengenal Materi Simetri Lipat dalam Pelajaran Matematika

Apa Itu Satuan Baku?

Satuan Baku

Foto: Satuan Baku

Foto: Alat Ukur (cuemath.con)

Satuan baku adalah sebuah pengukuran yang dapat berubah seiring waktu dan kondisi tertentu.

Satuan baku disebut juga sebagai Satuan Internasional (SI) dalam bentuk standar monder dari sistem metrik.

Sistem satuan internasional adalah sebuah pengukuran yang didasarkan pada 7 satuan dasar, yakni:

  • Meter (panjang)
  • Kilogram (massa)
  • Sekon (waktu)
  • Ampere (arus listrik)
  • Kelvin (suhu)
  • Mol (jumlah)
  • Candela (kecerahan)

Melansir CIA Publications, satuan baku ini dapat digunakan dalam kombinasi satu sama lain.

Ini menciptakan satuan turunan SI yang dapat digunakan untuk menggambarkan besaran lain, seperti volume, energi, tekanan, dan kecepatan.

Umumnya, satuan internasional ini digunakan hampir sama di seluruh dunia.

Hanya saja, sejumlah negara seperti Myanmar, Liberia, dan Amerika Serikat tidak menggunakan SI sebagai sistem pengukuran resmi.

Di negara-negara tersebut, SI umumnya digunakan dalam ilmu sains dan kedokteran.

Baca Juga: Ketahui Rumus Keliling Segitiga dan Kumpulan Contoh Soalnya!

Ciri-ciri dan Jenis Satuan Baku

satuan-baku

Foto: satuan-baku

Foto: Ciri-Ciri Satuan Baku (Orami Photo Stocks)

Satuan baku memiliki sejumlah karakteristik yang bisa dilihat dan ditentukan.

Ciri-ciri dari satuan baku yang diakui secara internasional yakni seperti:

  • Bersifat global atau berlaku di seluruh negara
  • Mudah ditiru berdasarkan standar yang ditetapkan
  • Tidak berubah atau bersifat tetap
  • Menggunakan alat ukur khusus

Dalam perkembangannya, jenis satuan baku terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sistem CGS dan MKS.

Dalam fisika.co.id menjelaskan, sistem CGS adalah cara menyatakan besaran dengan memakai satuan sentimeter, gram, dan sekon.

Sebagai contoh, besaran satuan CGS adalah g/cm³ .

Sementara itu, sistem MKS adalah besaran dengan memakai satuan meter, kilogram, dan sekon.

Contoh besaran satuan MKS adalah kg/m³.

Baca Juga: Sistem Subak, Sistem Irigasi Bali yang Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO

Apa Bedanya dengan Satuan Tidak Baku?

rumus satuan tidak baku dan baku

Foto: rumus satuan tidak baku dan baku

Foto: Rumus Keliling Persegi (Orami Photo Stocks)

Disebut sebagai satuan tidak baku karena hasil pengukurannya akan berbeda-beda tergantung pada suatu keadaan.

Misalnya, mengukur dengan satuan jengkal yang menggunakan jari tangan manusia.

Hasil pengukuran bisa berbeda karena ukuran tangan manusia tidak selalu sama, baik karena perbedaan usia, gender, ataupun berat badan.

Sejumlah contoh satuan tidak baku yang biasa digunakan yakni seperti:

Satuan tidak baku bersifat tidak tetap, sehingga hasil pengukurannya berbeda-beda.

Selain itu, satuan ini juga sulit ditiru. Misalnya mengukur dengan jengkal dari tangan manusia yang berbeda-beda.

Penggunaannya yang terbatas sehingga tidak bisa disamaratakan secara umum.

Diketahui juga, satuan tidak baku ini tidak bisa diubah atau dikonversi ke bentuk lainnya.

Baca Juga: Olahraga Golf: Definisi, Sejarah, Cara Bermain, dan Istilah Pukulan dalam Golf

Contoh Soal Satuan Baku dan Tidak Baku

satuan tidak baku.jpg

Foto: satuan tidak baku.jpg (freepik.com)

Foto: Contoh Soal Satuan Baku dan Tidak Baku (Orami Photo Stocks)

Agar lebih paham, berikut sejumlah contoh soal satuan baku dan tidak baku. Di antaranya adalah beberapa hal berikut ini:

Soal 1

Setelah diukur dengan satuan jempol, panjang buku tersebut 11½ jempol (inci). Berapa kira-kira nilai tersebut dalam Satuan Internasional?

Jawaban:

Diketahui 1 jempol = 2,5 cm = 0,025 m, => maka 11½ x 0,025 m = 0,2875 m.

Soal 2

Anton mempunyai kawat dengan panjang masing-masing 2,9 m dan 7 dm.

Jika kawat tersebut digunakan 150 cm untuk mengikat pagar, berapakah sisa kawat Anton?

Jawaban:

2,9 m = 290 cm

7 dm = 70 cm

Jadi, sisa kawat Anton = 290 + 70 - 150 = 210 cm.

Soal 3

Panjang sepotong kayu 8 meter.

Kayu tersebut dipotong sebanyak tiga kali hingga menjadi potongan kecil yang sama panjang. Panjang potongan kayu kecil adalah … cm.

Jawaban:

8 : 3 = 2,66 m

2,66 m = 266 cm

Jadi, panjang potongan kayu kecil adalah 266 cm.

Baca Juga: Rumus Keliling Setengah Lingkaran dan 5 Soalnya untuk Si Kecil

Soal 4

Suatu lahan kebun berbentuk persegi panjang memiliki panjang 100 meter dan lebar 50 meter.

Diketahui 2/5 bagian kebun tersebut ditanami jagung. Berapa are sisa kebun yang tidak ditanami jagung?

Jawaban:

Luas lahan = panjang x lebar = px l
p x l = 100 x 50

= 5.000 m²

Kebun yang tidak ditanami jagung = 5/5- 2/5= 3/5 bagian luas kebun
= 3/5 x 5.000
= 3.000 m²
= 30 are

Jadi, sisa kebun yang tidak ditanami jagung adalah 30 are.

Soal 5

Diketahui bahwa tinggi badan seorang pemain basket 215 cm. Berapa tinggi badan pemain basket tersebut dalam satuan SI?

Jawaban:

Satuan SI untuk panjang adalah meter (m). Tinggi badan si pemain basket 215 cm = 2,15 m.

Demikian penjelasan tentang satuan baku dan tidak baku beserta contoh soalnya. Mudah, bukan, Moms?

  • https://web.archive.org/web/20110406124728/https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/appendix/appendix-g.html
  • https://cilacapklik.com/2021/08/satuan-baku-dan-satuan-tidak-baku.html
  • https://www.fisika.co.id/2020/09/satuan-baku-dan-tidak-baku-dalam-fisika.html
  • https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/pengertian-pengukuran-dan-jenisnya-5901/#:~:text=Pengukuran%20dengan%20satuan%20tidak%20baku%20adalah%20satuan%20yang%20menghasilkan%20nilai,lengan%2C%20hasta%2C%20ataupun%20depa.