04 Oktober 2023

Berapa Tinggi Badan Ideal Perempuan dan Laki-laki Indonesia?

Bisa menggunakan 2 rumus yaitu Broca dan Harris Benedict
Berapa Tinggi Badan Ideal Perempuan dan Laki-laki Indonesia?

Foto: Orami Photo Stock

Mencegah Anak Stunting

Tinggi Badan Ideal Mencegah Anak Stunting
Foto: Tinggi Badan Ideal Mencegah Anak Stunting (Cleveland Clinic)

Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial.

Anak-anak yang didefinisikan mengalami stunting adalah anak-anak yang jika tinggi badan mereka terhadap usia lebih dari dua deviasi standar di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Artinya, salah satu ciri dari stunting adalah tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya.

Pertumbuhan linier pada anak usia dini merupakan penanda kuat dari pertumbuhan yang sehat mengingat keterkaitannya dengan risiko morbiditas dan mortalitas, penyakit tidak menular di kemudian hari, serta kapasitas dan produktivitas belajar.

Stunting juga terkait erat dengan perkembangan anak di beberapa domain termasuk kapasitas kognitif, bahasa, dan motorik sensorik.

Lalu bagaimana cara mencegah stunting pada anak?

1. Pemberian ASI Eksklusif

Moms dianjurkan untuk menyusui secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan.

Menyusui secara eksklusif berarti hanya memberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air.

ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam enam bulan pertamanya.

Lalu, berperan penting dalam mendukung pertumbuhan serta membangun sistem kekebalan.

Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi serta melindungi bayi dari infeksi.

2. Pemenuhan Nutrisi

Menurut Karger, setiap manusia membutuhkan sekitar 40 jenis nutrisi yang berbeda untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan yang optimal.

Salah satu cara memastikan semua nutrisi ini terpenuhi adalah dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan setiap harinya.

Contohnya adalah makanan nabati seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan pokok yang menjadi sumber karbohidrat.

Selain itu, makanan hewani seperti susu, telur, ikan, dan daging memberikan asupan protein dan mineral yang esensial.

Beberapa makanan juga sudah diperkaya dengan vitamin dan mineral untuk menambah kebutuhan gizi.

Namun, ada kalanya, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses (seringkali karena alasan ekonomi), makanan-makanan tersebut sulit didapatkan.

Dalam situasi seperti ini, konsumsi makanan khusus atau suplemen dapat menjadi alternatif untuk mengisi 'kesenjangan nutrisi' yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Mandi Setelah Begadang Berbahaya bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli

3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI Sehat

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, Moms dan Dads sudah bisa memberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Orang tua perlu memastikan makanan yang diberikan dapat memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya didapatkan dari ASI untuk mencegah stunting.

WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan untuk mencegah kekurangan gizi tertentu.

Di sisi lain, Moms dan Dads juga perlu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut.

Jika ragu, konsultasikan dengan ahli, seperti Posyandu, Puskesmas, atau dokter anak.

4. Terus Pantau Tumbuh Kembang Anak

Orang tua harus rutin memantau perkembangan tinggi dan berat badan anak.

Tak ada salahnya juga untuk memantau BMI (Body Mass Index) atau indeks massa tubuh pada anak.

BMI adalah ukuran untuk menunjukkan kategori berat badan.

Untuk tahu tinggi dan berat badan, termasuk BMI anak, Moms dapat mengajak Si Kecil ke posyandu secara berkala.

Dengan begitu, akan lebih mudah bagi orang tua untuk mengetahui gejala awal gangguan kesehatan dan penanganannya.

5. Perhatikan Selalu Kebersihan Lingkungan

Anak-anak rentan terhadap penyakit, khususnya jika berada di lingkungan yang kotor.

Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting.

Menurut Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, diare merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesehatan tersebut.

Sementara itu, salah satu pemicu diare datang dari bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai sumber, salah satunya adalah lingkungan yang kurang higienis.

Baca Juga: Diare pada Bayi, Bagaimana Cirinya dan Cara Mengatasinya?

Pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak orang jika membahas mengenai tinggi badan ideal adalah...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb