Trimester 2

3 Juni 2021

Apa Itu USG Fetomaternal? Simak Fungsinya pada Ibu Hamil dan Janin

USG fetomaternal bertujuan untuk mengetahui kelainan pada ibu hamil dan janin lebih dini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah USG saat kehamilan. Namun, sudahkah Moms memahami tentang USG fetomaternal? Jika belum, cari tahu selengkapnya berikut ini.

USG fetomaternal adalah pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan saat kehamilan. USG fetomaternal ini dilakukan oleh dokter fetomaternal, subspesialisasi salah satu cabang dari bagian kandungan dan kebidanan.

Kegunaan melakukan USG fetomaternal, yaitu untuk mendeteksi apakah ada kelainan pada janin dan ibu hamil. Dengan deteksi dini yang tepat dari USG fetomaternal, maka kelainan pun dapat diatasi dengan cepat dan tepat, Moms.

Baca Juga: Moms, Ini Dia Ukuran Normal Hasil USG dan Tahapan Perkembangan Janin!

USG Fetomaternal dengan Teknologi Doppler

usg fetomaternal

Foto: parenting.firstcry.com

Biasanya, USG fetomaternal ini dilakukan menggunakan USG yang memiliki teknologi Doppler. Kemampuan USG Doppler dalam USG fetomaternal ini sangat menarik karena memberikan informasi lebih rinci dibandingkan USG biasa.

Dengan USG Doppler, Moms dan dokter kandungan dapat mempelajari sirkulasi darah pada janin, rahim dan plasenta.

Mengutip Baby Centre, USG fetomaternal yang dilakukan menggunakan Doppler akan mengukur aliran darah melalui tali pusat dan di sekitar berbagai bagian tubuh bayi, seperti otak dan jantungnya.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan apakah bayi mendapatkan semua oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan melalui plasenta.

Orang yang melakukan pemindaian USG (sonografer) akan mengoleskan gel di perut Moms dan memindahkan perangkat genggam (transduser) ke kulit.

Transduser kemudian akan mengirimkan gelombang suara yang memantulkan aliran darah ke tubuh bayi melalui tali pusat, serta sistem sirkulasi darahnya.

Hingga akhirnya menciptakan gambar di layar yang menunjukkan sonografer bagaimana darah mengalir dan memberi gambaran bagus tentang bagaimana keadaan bayi Moms di dalam kandungan.

Tenang saja Moms, USG Doppler ini aman jika dilakukan oleh ahli sonografi, dokter, atau bidan terlatih. Namun, USG Doppler tidak boleh digunakan sebelum kehamilan memasuki usia 24 minggu.

Baca Juga: USG Pertama Kali, Ini Hal yang Harus Diperhatikan

Waktu untuk Melakukan USG Fetomaternal

Kapan Harus Melakukan USG Fetomaternal

Foto: fetalhealthfoundation.org

Dokter kandungan mungkin akan merekomendasikan USG fetomaternal dengan teknologi Doppler jika Moms memerlukan perawatan ekstra selama kehamilan, misalnya jika:

  • Memiliki BMI rendah atau tinggi
  • Mengandung anak kembar dua atau lebih
  • Memiliki kondisi medis yang sudah ada, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi
  • Bayi di dalam kandungan dipengaruhi oleh antibodi rhesus
  • Moms seorang perokok
  • Moms terkena slapped cheek syndrome (human parvovirus B19) dalam 20 minggu pertama kehamilan
  • Bayi tidak tumbuh sehat sesuai dengan perkiraan usia kehamilan
  • Moms pernah mengandung dan memiliki bayi dengan berat badan rendah sebelumnya
  • Moms pernah mengalami keguguran terlambat atau kehilangan bayi saat lahir

Baca Juga: Mengapa Harus Melakukan USG Kehamilan? Ini Waktu Tepat untuk Melakukannya!

Proses USG Fetomaternal Menggunakan Teknologi Doppler

Proses USG Fetomaternal

Foto: hopkinsmedicine.org

Sonografer akan memeriksa area yang berbeda saat Moms melakukan USG fetomaterkan menggunakan USG Doppler, prosesnya tergantung pada informasi apa yang dia butuhkan tentang kehamilan dan bayi Moms. Beberapa proses dalam USG Doppler, meliputi:

1. USG Doppler Pembuluh Darah Rahim

Arteri uterus adalah pembuluh yang membawa darah ke rahim. USG Doppler pembuluh darah rahim ini dilakukan untuk memeriksa apakah darah yang mencapai plasenta telah cukup.

Bayi Moms membutuhkan banyak nutrisi dan oksigen untuk tumbuh sehat sesuai dengan perkiraan usia kehamilan. Oleh karena itu, dinding arteri rahim harus melar untuk memungkinkan darah masuk sebanyak mungkin.

Pada kehamilan, arteri yang biasanya kecil ini bertambah besar untuk memungkinkan lebih banyak darah masuk. Ini disebut resistansi rendah.

Jika darah tidak dapat masuk ke plasenta dengan cukup mudah, bayi Moms mungkin tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkannya melalui tali pusat.

Jadi, Moms mungkin menjalani USG Doppler pembuluh darah rahim apabila memiliki kemungkinan besar terkena preeklamsia sehingga memengaruhi kerja plasenta dalam mengalirkan nutrisi dan oksigen pada janin.

Baca Juga: Berapa Kali USG Saat Hamil Harus Dilakukan?

2. USG Doppler Pembuluh Darah Umbilikalis

Jika bayi dalam kandungan mengalami tumbuh kembang yang lambat, dipengaruhi oleh antibodi rhesus, atau mengandung anak kembar, Moms mungkin akan ditawari jenis USG Doppler yang berbeda, yaitu USG Doppler pembuluh darah umbilikalis.

USG Doppler jenis ini dapat melihat aliran darah dari bayi melalui tali pusat ke plasenta. Ini adalah cara yang sangat aman dan efektif untuk mengetahui apakah bayi telah mendapatkan semua yang dia butuhkan dari plasenta.

Apabila ditemukan masalah selama USG Doppler pembuluh darah umbilikalis, dokter kandungan biasanya akan meminta USG Doppler tambahan untuk melihat aliran darah di otak bayi dan aorta, yang merupakan pembuluh darah utama di dalam tubuhnya.

Selain itu, dokter mungkin akan meminta Moms mengunjunginya beberapa kali dalam seminggu untuk melakukan USG Doppler pembuluh darah umbilikalis berikutnya.

Hal ini bertujuan untuk memeriksa apakah bayi tumbuh dengan sehat dan membantu Moms serta dokter kandungan untuk memutuskan waktu hingga tempat terbaik untuk melahirkan.

Moms tak perlu khawatir karena sangat aman bagi bayi untuk sering melakukan USG Doppler. USG Doppler sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan bayi.

Jika salah satu USG Doppler di atas menunjukkan bahwa bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi atau oksigen, dokter kandungan mungkin akan menyarankan Moms untuk melahirkan lebih awal.

Baca Juga: Ini Cara Membaca Hasil USG Berdasarkan Jenisnya, Jangan Bingung Lagi ya!

Hal yang Harus Diperhatikan saat USG Fetomaternal

Hal yang Harus Diperhatikan Saat USG Fetomaternal

Foto: thejobnetwork.com

Ingatlah bahwa USG fetomaternal hanya dapat dilakukan oleh dokter kandungan subspesialis fetomaternal sehingga deteksi kelainan bayi dalam kandungan Moms dapat dilakukan dengan tepat.

Hindari untuk melakukannya dengan orang yang bukan ahlinya, apalagi mencobanya sendiri di rumah. Mengingat alat USG fetomaternal dengan teknologi Doppler ini bisa saja dibeli sendiri.

Namun, hal ini tidak disarankan karena bisa saja menimbulkan kekeliruan. Sangat mudah untuk menangkap suara darah yang mengalir melalui plasenta atau pembuluh darah Moms sendiri hingga akhirnya salah mengira sebagai detak jantung bayi.

Jadi, periksalah dengan dokter kandungan subspesialis fetomaternal jika ingin mendapatkan hasil USG fetomaternal secara akurat.

Perlu Moms ketahui juga bahwa pemeriksaan USG fetomaternal ini memiliki biaya yang cukup mahal dibanding jenis USG lainnya, yaitu berkisar antara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta lebih tergantung pada klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan fetomaternal.

Baca Juga: Segala Hal yang Perlu Moms Ketahui Tentang USG 4D

Itulah penjelasan mengenai USG fetomaternal yang perlu Moms ketahui.

Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi saat kehamilan ya, Moms.

Karena prosedur ini sangat berguna untuk mendeteksi adanya kelainan yang bisa terjadi pada perut, lengan, kaki, bagian belakang leher, kepala dan otak, ruang dan katup jantung, ginjal, penempatan plasenta, tulang belakang, tali pusar, hingga kandung kemih janin.

Pemeriksaan ultrasonografi secara rutin selama kehamilan juga dapat menunjukkan jika seorang wanita hamil dengan banyak bayi, usia bayi dalam kandungan, dan untuk mengetahui apakah bayi tumbuh dengan normal atau tidak.

  • https://www.babycentre.co.uk/a1014526/doppler-scans#section4
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=fetal-ultrasound-92-P09031
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait