Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Aug 17, 2018

10 Pahlawan Nasional yang Bisa Jadi Contoh untuk Anak (Bag.1)

Bagikan


Sepuluh November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Jasa-jasa para pahlawan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sebaiknya tidak kita lupakan. Apalagi, banyak teladan yang bisa diambil dari mereka. Nah, berikut ada sepuluh pahlawan nasional yang bisa jadi contoh untuk anak:

Soekarno

soekarno

Soekarno berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Rasa cinta Soekarno pada Indonesia sangat tinggi. Meskipun berulang kali dipenjara dan diasingkan, namun ia tidak pernah menyerah untuk melawan Belanda. Dari Soekarno pula, lahir gagasan konsep Pancasila sebagai dasar negara. Ia juga merumuskan UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk naskah proklamasi Kemerdekaan. Moms bisa mengajak si kecil untuk meniru nasionalisme dari Bung Karno agar mereka lebih mencintai tanah kelahirannya.

Mohammad Hatta

hatta

Mendampingi Soekarno, Bung Hatta menjadi wakil presiden Indonesia pertama. Ia dikenal sebagai sosok yang pendiam dan sederhana. Meskipun begitu, Bung Hatta memiliki wawasan yang sangat luas. Hal ini tidak lepas dari kegemarannya membaca buku. Sejak berusia 17 tahun, Hatta telah mengoleksi berbagai buku bacaan. Hatta menggunakan buku sebagai referensi pemikirannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Nah, Moms, biasakan si kecil membaca buku agar memiliki pengetahuan yang luas seperti Bung Hatta!

R.A Kartini

kartini

Raden Adjeng Kartini merupakan putri dari R.M Sosroningrat, bupati Jepara. Sebagai keturunan bangsawan, Kartini mendapat hak untuk bersekolah. Namun, sesuai dengan tradisi yang berlaku pada masa itu, ia hanya boleh bersekolah hingga usia 12 tahun. Setiap anak perempuan harus tinggal di rumah untuk menjalani masa pingitan. Kartini tidak menyukai tradisi tersebut. Ia ingin melihat perempuan pribumi mendapat kebebasan dan kesetaraan. Termasuk hak untuk belajar dan menuntut ilmu. Kartini pun berusaha untuk memajukan perempuan dengan mendirikan sekolah. Gagasan-gagasan Kartini tentang emansipasi wanita yang tertuang dalam bukunya, berpengaruh hingga saat ini.

Baca juga: 7 Fakta Sejarah yang Tidak Ada di Buku Pelajaran

Dewi Sartika

dewi sartika dan suami

Dewi Sartika, pahlawan nasional asal Bandung ini, juga berjuang untuk kesetaraan wanita. Tidak suka melihat perempuan mendapat perlakuan berbeda karena pendidikan mereka dianggap lebih rendah, Dewi Sartika mengajak kerabatnya untuk belajar keterampilan seperti memasak, menjahit, dan yang lainnya. Selain itu, ia juga mengajari perempuan baca tulis Bahasa Melayu dan Belanda. Pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri, sekolah khusus perempuan yang pertama dan tertua di Indonesia. Ingatkan perjuangan Dewi Sartika dan Kartini kepada si kecil, ya, Ma. Berkat mereka, anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu.

Pangeran Diponegoro

diponegoro

Pangeran Diponegoro dianggap sebagai salah satu pahlawan yang berani menentang Belanda secara tegas dan terbuka. Sikapnya ini mendapat simpati dan dukungan dari rakyat. Pangeran Diponegoro yang sudah muak dengan kelakuan Belanda tidak dapat menahan amarahnya ketika para penjajah itu memasang patok tanah di makam leluhurnya. Akibat kejadian tersebut, meletus lah perang Diponegoro. Perang ini menjadi salah satu pertempuran terbesar yang dialami Belanda selama menjajah Indonesia.

Penduduk di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro bersatu dalam semangat “sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati”. Yang artinya, sejari kepala, sejengkal tanah dibela sampai mati. Dari Pangeran Diponegoro, si kecil bisa belajar tentang keberanian. Terutama untuk membela hak-hak yang kita miliki.

Baca juga: 10 Pahlawan Nasional yang Bisa Jadi Contoh Anak (Bag. 2) 

Inilah lima pahlawan nasional yang bisa jadi contoh untuk anak. Masih ada lima pahlawan lagi yang bisa menjadi inspirasi. Siapa saja kah mereka?

GLW

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.