27 Juli 2023

7 Penanganan Bayi Jatuh Terbentur Kepala dan Bahayanya

Ketahui juga cara mencegah agar bayi tidak sering jatuh
7 Penanganan Bayi Jatuh Terbentur Kepala dan Bahayanya

Bayi jatuh terbentur kepala merupakan situasi yang menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.

Kecelakaan semacam ini bisa terjadi dengan cepat dan tanpa diduga, terutama ketika bayi sudah mulai aktif merangkak atau berjalan.

Benturan kepala pada bayi bisa mengakibatkan cedera yang serius, mengingat tulang tengkorak mereka yang masih lembut dan otak yang sedang dalam tahap perkembangan.

Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangatlah penting untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bayi.

Dalam hal ini, penting untuk mengetahui gejala-gejala yang perlu diwaspadai setelah cedera kepala dan bagaimana memberikan pertolongan pertama yang tepat.

Selain itu, tindakan pencegahan juga harus diambil untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa depan.

Baca Juga: 5 Cara Memilih Popok Bayi yang Aman agar Kulit Bayi Tidak Iritasi!

Pertolongan Pertama Bayi Jatuh Terbentur Kepala

Pertolongan Bayi Jatuh Terbentur Kepala (Orami Photo Stocks)
Foto: Pertolongan Bayi Jatuh Terbentur Kepala (Orami Photo Stocks)

Jangan bingung ketika bayi jatuh terbentur kepala ya, Moms!

Ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan untuk menenangkan Si Kecil dan mengatasi masalah sementara waktu.

Selain menunggu adanya gejala lanjutan, sebagai pertolongan pertama Moms bisa melakukan beberapa hal ini:

1. Jangan Panik

Hal pertama yang bisa Moms lakukan ketika mengalami bayi jatuh terbentur kepala adalah jangan panik terlebih dahulu.

Rasa khawatir dan panik pasti datang, terlebih ketika bayi menangis dengan kencang.

Namun jangan lupa menenangkan diri ya, Moms! Ketika Moms tenang, makan pikiran tidak akan menjadi blank.

Selanjutnya Moms bisa memikirkan langkah berikutnya dengan kepala dingin.

Dengan tetap tenang dan mengendalikan diri, ini akan membantu Moms memberikan pertolongan pertama dengan lebih efektif.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Bayi Susah BAB, Coba Pijat Bayi dan Ganti Menu Makannya

2. Periksa Kondisi Bayi

Cek kondisi bayi dengan hati-hati. Perhatikan adanya luka, pembengkakan, memar, atau darah pada kepala atau wajah.

3. Dukung Kepala

Saat mengangkat bayi dari posisi terlentang, selalu dukung kepala dan leher mereka dengan lembut agar tidak ada gerakan yang berlebihan pada kepala.

4. Amati Gejala

Perhatikan gejala atau tanda-tanda cedera kepala pada bayi, seperti muntah berlebihan, kesulitan berbicara, perubahan perilaku, atau penurunan kesadaran.

5. Pindahkan dan Tenangkan Si Kecil

Jika bayi jatuh terbentur kepala terjadi di ruang publik, cobalah untuk memindahkannya dan tenangkan Si Kecil, Moms!

6. Berikan Kompres Dingin

Jika Moms tak menemukan perdarahan usai bayi jatuh terbentur kepala, Moms bisa memberikan kompres dingin untuk Si Kecil.

Baringlkanlah ia dengan posisi kepala yang lebih tinggi.

Jangan lupa untuk memastikan agar es batu tidak bersentuhan langsung dengan kulit Si Kecil.

Balutlah es batu dengan kain atau handuk yang bersih. Letakkan kompres di area yang terbentur selama 15–20 menit.

Moms bisa mengulangi tindakan ini 3–4 kali dalam sehari ketika dibutuhkan.

7. Periksa ke Dokter

Jika cedera kepala bayi terlihat serius, segera cari bantuan medis dengan menghubungi dokter atau membawa bayi ke rumah sakit.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Setelah Bayi Jatuh Terbentur Kepala

Bayi Terjatuh dan Menangis
Foto: Bayi Terjatuh dan Menangis (Rileychildrens.org)

Bayi jatuh terbentur kepala bisa menjadi sangat mengkhawatirkan.

Terlebih Si Kecil belum bisa mengatur keseimbangannya dengan baik.

Ketika masih kecil, mereka pun belum bisa mengatakan keluhan yang mereka rasakan.

Menurut sebuah penelitian di jurnal Brain Pathology tentang jatuh pada anak kecil, hanya sekitar 2–3% yang menyebabkan fraktur tengkorak linier sederhana, dan sebagian besar tidak menyebabkan masalah neurologis.

Moms harus mewaspadai gejala cedera otak traumatis, termasuk gegar otak yang dapat terlihat dalam 24–48 jam setelah kecelakaan.

Gejala yang muncul setelah bayi jatuh dan terbentur kepala bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera.

Beberapa gejala yang perlu dikhawatirkan dan menandakan kemungkinan cedera kepala serius pada bayi antara lain:

1. Hilangnya Kesadaran

Jika bayi kehilangan kesadaran setelah benturan, ini merupakan tanda yang sangat mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan medis segera.

2. Muntah Berulang

Jika bayi muntah berulang kali setelah jatuh, ini bisa menjadi tanda adanya cedera otak atau cedera kepala lainnya.

3. Kesulitan Berbicara atau Menanggapi

Bayi yang sulit berbicara, menanggapi rangsangan atau lingkungan, atau menunjukkan gangguan kesadaran perlu diperiksa oleh profesional medis.

4. Pembengkakan atau Benjolan

Pembengkakan atau benjolan yang besar atau tidak kunjung berkurang setelah cedera bisa menandakan adanya cedera lebih serius.

5. Perubahan Perilaku

Perhatikan perubahan dalam perilaku bayi, seperti gelisah yang tidak wajar, kebingungan, ketidakmampuan untuk fokus, atau kelesuan yang tidak biasa.

6. Air Mata Berwarna Merah atau Cokelat

Jika ada air mata yang berwarna merah atau coklat di telinga, hidung, atau mulut bayi, ini bisa menandakan adanya cedera tengkorak atau cedera pada sistem saraf.

7. Penurunan Nafsu Makan atau Minum

Jika bayi menunjukkan penolakan terhadap makanan atau minuman setelah cedera, ini perlu menjadi perhatian.

8. Pembengkakan Mata atau Area Sekitar Mata

Pembengkakan pada area mata atau wajah setelah cedera kepala dapat menandakan adanya cedera di tulang wajah atau sekitarnya.

9. Perubahan Pola Tidur

Jika bayi mengalami gangguan tidur yang signifikan setelah cedera, seperti tidur yang lebih dalam atau tidur yang lebih sedikit dari biasanya, ini perlu diwaspadai.

Baca Juga: Mengenal Hipotermia pada Bayi, Kondisi Suhu Tubuh Bayi di Bawah Normal

Bahaya Bayi Jatuh Terbentur Kepala

Tangisan Bayi
Foto: Tangisan Bayi (Todaysparent.com)

Bayi jatuh dan terbentur kepala dapat menjadi situasi yang serius dan berbahaya.

Cedera kepala pada bayi bisa memiliki konsekuensi yang serius karena tulang tengkorak mereka masih lembut dan otak mereka sedang dalam tahap perkembangan.

Beberapa bahaya yang mungkin terjadi akibat bayi jatuh terbentur kepala antara lain:

1. Cedera Otak

Benturan yang keras pada kepala dapat menyebabkan cedera otak, seperti gegar otak atau bahkan perdarahan di otak.

Cedera otak pada bayi dapat sangat serius dan membutuhkan perawatan medis segera.

2. Pembengkakan dan Memar

Benturan yang cukup keras dapat menyebabkan pembengkakan dan memar pada kepala bayi.

Hal ini dapat menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, dan perubahan pada permukaan kulit.

3. Gangguan Perkembangan

Cedera kepala yang serius pada bayi dapat berdampak pada perkembangan otak mereka.

Ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk mencapai tonggak perkembangan tertentu dalam rentang waktu yang tepat.

4. Masalah Kesehatan Jangka Panjang

Cedera kepala pada bayi bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan neurologis atau masalah kognitif.

5. Gangguan Mental saat Dewasa

Sebuah studi di PLOS Medicine, menemukan adanya kemungkinan korelasi antara cedera otak traumatis (termasuk gegar otak ringan) saat kecil, dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental saat dewasa.

American Academy of Pediatrics juga melakukan studi pada anak-anak yang didiagnosis cedera otak traumatis dari ringan hingga parah.

Hasilnya, 39% mengembangkan gejala neuropsikiatrik hingga 5 tahun setelah cedera, seperti sakit kepala, gangguan mental, cacat intelektual, depresi atau kecemasan, kejang, atau kerusakan otak.

Baca Juga: Generasi Alpha, Anak-Anak Kaum Milenial yang Serba Digital

Meski ketika bayi jatuh terbentuk kepala tidak terjadi perdarahan atau luka yang serius, Moms...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb