Scroll untuk melanjutkan membaca

OLAHRAGA & KEBUGARAN
05 September 2022

Cabang Olahraga Atletik: Jalan, Lari, Lempar, Lompat, Lengkap dengan Rinciannya!

Pahami juga sejarah olahraga atletik di sini!
Cabang Olahraga Atletik: Jalan, Lari, Lempar, Lompat, Lengkap dengan Rinciannya!

Cabang olahraga atletik sudah sejak berabad-abad lalu dan menjadi salah satu olahraga yang tertua di dunia.

Olahraga ini memiliki karakteristik dari gerakan dasar semua cabang olahraga, seperti jalan, lari, lompat, dan lempar.

Atletik menjadi olahraga yang paling banyak diikuti dalam event internasional. Hampir semua negara mengirimkan atlet untuk cabang olahraga atletik.

Moms yang ingin mengenal macam-macam cabang olahraga atletik simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini yuk.

Baca juga: 4 Teknik Dasar Bola Voli: Servis, Smash, Blocking, dan Passing, Pahami Caranya di sini!

Sejarah Cabang Olahraga Atletik

Sejarah cabang olahraga atletik

Foto: Sejarah cabang olahraga atletik

Foto: berlari (Orami Photo Stock)

Atletik pada masa Yunani Kuno disebut sebagai ibu dari seluruh cabang olahraga seperti jalan, lari, lompat, dan lempar.

Gerakan atau kegiatan fisik yang ada pada olahraga atletik ini mencerminkan kehidupan manusia pada zaman purba.

Pada zaman itu, mereka melakukan kegiatan jalan, lari, lompat, dan lempar sebagai usaha dalam mencari makanan, mempertahankan diri, dan mengembangkan hidupnya.

Seiring berjalannya waktu, gerakan atletik mulai dibentuk pada abad ke-19 oleh masyarakat Eropa.

Pada masa tersebut, masyarakat di sana telah memulai membentuk perkumpulan-perkumpulan atletik yang kemudian mengadakan perlombaan-perlombaan antar perkumpulan dan antar perguruan tinggi.

Captain Mason pada tahun 1817 yang berkebangsaan Inggris, adalah orang pertama yang mendirikan perkumpulan atletik yang diberi nama Nepton Guild.

Baru pada tahun 1850 perlombaan atletik pertama kali diadakan pada tingkat mahasiswa.

Kemudian pada tahun 1855 di Cambridge, diadakan perlombaan atletik antar negara khususnya antara negara Inggris dan Prancis.

Sedangkan di Amerika, perkumpulan olahraga atletik pertama kali diadakan di kota San Francisco pada tahun 1860 yang kemudian diberi nama Olympic Club.

Beberapa tahun setelahnya, kejuaraan olahraga atletik pun pertama kali diadakan oleh Athletic Club New York, tepatnya pada tahun 1868, dan diadakan hingga saat ini.

Khusus di Indonesia, perkembangan olahraga atletik terbagi menjadi dua, yaitu sebelum masa kemerdekaan dan setelahnya.

1. Sebelum Kemerdekaan Indonesia

Olahraga atletik di Indonesia pertama kali masuk dan disebarluaskan oleh bangsa Belanda pada tahun 1930.

Penyebaran cabang olahraga atletik ini masih sangat terbatas pada daerah atau kota-kota besar, seperti, Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Hal tersebut membuat masyarakat di daerah lain yang ada di pedesaan atau perkampungan tidak terlalu banyak mengenalnya.

Ini karena bangsa Belanda yang hanya mengenalkan atletik di kalangan anak-anak sekolah dan kalangan militer.

Tujuan dari penyebaran di kalangan anak-anak sekolah dan militer yaitu untuk pembinaan kebugaran jasmani dengan tujuan sebagai kelengkapan pendidikan, dan bukan untuk meningkatkan serta mengembangkan prestasi olahraga atletik di Indonesia.

Bangsa Belanda pun mendirikan NIAU (Nederlands Indische Athletiek Unie) pada tanggal 21 Juli 1917 yang merupakan organisasi atletik pertama di Indonesia.

Sejak saat itu, pertandingan atletik di Indonesia diadakan setiap tahun.

Salah satu atlet yang terkenal pada saat itu adalah Noerbambang dengan nomor lari 100 meter, Soetantio Singgih untuk nomor lompat tinggi (1,80 meter), dan Harun Al Rasyid nomor lompat jauh (7,03 meter).

Baca juga: 13 Matras Yoga yang Bagus dan Tidak Licin, Nyaman untuk Olahraga atau Senam Lantai Juga!

2. Setelah Kemerdekaan Indonesia

Cabang olahraga atletik di Indonesia pun semakin maju dan berkembang setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945.

Walaupun situasi dan kondisi pada saat itu masih belum stabil dan belum mendukung, tetapi semangat bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita dalam kegiatan olahraga khususnya bidang atletik, tidak pernah surut.

Dibuktikan dengan semangat para pelajar dan mahasiswa yang selalu melakukan latihan.

Pada saat bulan Januari 1946 di Kota Solo, diselenggarakan sebuah kongres untuk menghidupkan kembali keolahragaan di Indonesia.

Hasil kongres tersebut melahirkan PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia) yang akan mewadahi seluruh kegiatan keolahragaan di Indonesia.

PORI pun langsung mengambil langkah cepat untuk membangkitkan semangat keolahragaan di Indonesia dengan menyelenggarakan PON I pada tahun 1948 di kota Solo.

Tentu saja cabang olahraga atletik pun masuk di dalamnya, serta beberapa olahraga lainnya, seperti sepakbola, renang, bulu tangkis, basket, bola keranjang, tenis, panahan, dan pencak silat.

Baca juga: Olahraga Anggar: Sejarah, Teknik Dasar Permainan, hingga Jenis Pedang yang Digunakan

Macam-Macam Olahraga Atletik

Cabang olahraga atletik

Foto: Cabang olahraga atletik

Foto: kuda-kuda (Orami Photo Stock)

Cabang olahraga atletik terdiri dari berbagai nomor dengan gerakan dasar jalan, lari, melompat dan kombinasinya.

Berikut macam-macam cabang olahraga atletik dilansir dari situs World Athletics.

1. Cabang Olahraga Atletik Lari

Lari merupakan cabang olahraga atletik yang menekankan pada beberapa elemen, seperti kecepatan, ketahanan, dan ketangkasan.

Jenis olahraga ini terbagi dalam beberapa cabang, seperti, lari jarak pendek, menengah dan jauh.

Kemudian ada juga steeplechase, atau lari halang rintang dengan jarak 3000 meter merupakan cabang olahraga atletik lari.

Jenis olahraga lari lainnya adalah lari estafet, lari gawang dan juga lari marathon.

Cabang olahraga lari tersebut dibedakan sesuai jarak dan juga jumlah atlet yang mengikuti.

Seperti lari estafet terdiri dari empat orang dan membutuhkan tongkat untuk dibawa secara bergantian hingga ke garis finis.

Selain di lapangan lari, cabang olahraga atletik lari juga ada yang diadakan di alam terbuka.

Seperti lari gunung yang diadakan di jalur pendakian dan juga trail running yang diadakan di medan off-road seperti pasir, jalan di tanah, jalur hutan, jalur pejalan kaki tunggal, jalur salju, dan lainnya.

Jenis olahraga ini terbilang sangat mudah untuk Moms coba karena kebanyakan tidak memerlukan keahlian khusus dalam melakukannya.

Selain itu, mengutip dari Progress in Cardiovaskular Disease menyebutkan bahwa pelari memiliki 25-40% penurunan risiko kematian dini dan dapat hidup sekitar 3 tahun lebih lama daripada non-pelari.

Baca juga: 11 Jenis Olahraga Menurunkan Berat Badan yang Ampuh Bakar Lemak, Coba Spinning dan Aerobik, Moms!

2. Cabang Olahraga Atletik Lompat

Kecepatan dan daya dari otot kaki sangat dibutukan untuk atlet cabang olahraga satu ini.

Selain itu, cabang olahraga atletik ini juga membutuhkan kelenturan tubuh dan ketangkasan penggunaan alat dalam cabang olahraga tertentu.

Cabang olahraga lompat terbagi dalam beberapa jenis, antara lain:

  • High jump atau lompat tinggi yang diawali dengan lari sepanjang 15 meter.
  • Lompat jauh atau long jump, jenis olahraga yang sangat dipengaruhi kecepatan lari sebagai awalan, kemampuan kaki saat melakukan tolakan, sikap badan di udara dan keahlian saat mendarat di bak pasir.
  • Lompat galah atau pole vault. Atlet cabang olahraga ini menggunakna bantuan sebuah galah panjang dan fleksibel. Sesuai dengan namanya, atlet akan membawa sebuah galah kemudian ditancapkan ke stop board untuk membantunya melompat ke atas melewati mistar.
  • Lompat jangkit atau triple jump. Cabang olahraga ini mirip dengan lompat jauh. Hanya saja, setelah awalan berlari dan melakukan tolakan, seorang atlet haris melakukan dua kali tolakan di lintasan sebelum mendarat di bak pasir.

Baca juga: Olahraga Golf: Definisi, Sejarah, Cara Bermain, dan Istilah Pukulan dalam Golf

3. Cabang Olahraga Atletik Lempar

Cabang olahraga atletik lainnya adalah lempar. Beberapa jenis olahraga atletik lempar, yaitu lempar lembing, lempat cakram, lempar martil dan tolak peluru.

Gerakan untuk olahraga ini tidak hanya membutuhkan gerakan otot kaki, tetapi juga kekuatan otot lengan.

Karena cabang olahraga ini membutuhkan beberapa alat bantu, seperti cakram, lembing, martil dan peluru atau bola yang terbuat dari logam.

Ukuran untuk alat bantu olahraga ini beragam sesuai dengan jenis olahraga dan juga jenis kelamin para atletnya.

Lembing untuk putra memiliki berat minimal 800 gram dan panjang 2,6–2,7 meter, sementara untuk putri memiliki berat minimal 600 gram dan panjang 2,2–2,3 meter.

Untuk ukuran cakram yang digunakan untuk cabang olahrara lempar cakram juga berbeda lho Moms.

Cakram putri memilki berat 1 kg dan diameter 18 sentimeter, sementara berat cakram putra 2 kg dengan diameter 22 sentimeter.

Sementara untuk martil yang digunakan untuk olahraga lempar martil menggunakan bola logam yang dipasang ke pegangan dengan kawat baja sepanjang 1,22 meter.

Bobot bola tersbeut berbeda untuk pria dan wanita. Bobot bola untuk pria 7,26 kg dan wanita 4 kg.

Nah, untuk olahraga tolak peluru, memiliki bobot bola yang sama seperti olahraga atletik lempar martil.

Bobot bola logam untuk olahraga tolak peluru juga memiliki perbedaan untuk pria dan wanita, yaitu untuk pria 7,26 kg dan wanita 4 kg.

Baca juga: 18 Cara Mengecilkan Paha, Mulai dari Makanan hingga Olahraga yang Bikin Paha Langsing

4. Cabang Olahraga Atletik Jalan

Olahraga atletik jalan cepat berbeda dengan lari. Biasanya olahraga ini diadakan di jalur jalan raya dan terbagi menjadi dua jarak, yaitu 20 kilometer hingga 50 kilometer.

Atlet olahraga ini tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga kecakapan melakukan gerakan sesuai aturan.

Moms juga tidak boleh berlari selama melakukan olahraga yang satu ini. Karena jalan cepat atau race walking memang berbeda dengan lari.

Baca juga: 16 Manfaat Renang bagi Tubuh, Termasuk Meningkatkan Kualitas Tidur dan Melancarkan Pernapasan

Cabang Olahraga Atletik Gabungan

Cabang olahraga atletik hepathlon

Foto: Cabang olahraga atletik hepathlon

Foto: lari (eurosport.com)

Cabang olahraga atletik gabungan atau all-around mencakup selurun rangkaian disiplin, seperti lari, loncat dan juga lempar.

Para atlet nantinya diminta untuk mengumpulkan poin dari masing-masing disiplin olahraga tersebut.

Nama olahraga atletik gabungan dibagi menjadi dua, decathlon untuk putra dan heptathlon untuk putri.

Keduanya memerlukan waktu dua hari untuk diselesaikan oleh masing-masing atlet hanya saja ada beberapa perbedaanya, seperti berikut.

6. Decathlon

Decathlon diperuntukan untuk pria dan terdiri dari 10 cabang olahraga, seperti:

  • Lari 100 meter
  • Lompat jauh
  • Tolak peluru
  • Lompat tinggi
  • Lari 400 meter
  • Lari gawang 110 meter
  • Lempar cakram
  • Lompat galah
  • Lempar lembing
  • Lari 1500 meter

7. Heptathlon

Jumlah disiplin cabang atletik untuk hepathlon lebih sedikit dibandingkan dengan decathlon, yaitu hanya terdiri dari 7 disiplin, seperti:

  • Lari gawang 100 meter
  • Lompat tinggi,
  • Tolak peluru
  • Lari 200 meter
  • Lompat jauh
  • Lempar lembing
  • Lari 800 meter

Baca juga: 12 Manfaat Yoga, Meredakan Nyeri Punggung, Mengurangi Kecemasan, hingga Bikin Kulit Bercahaya!

Itu dia Moms, serba-serbi mengenai olahraga atletik yang selalu dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional setiap empat tahun sekali. Yuk, coba salah satunya!

  • https://www.worldathletics.org/our-sport
  • https://www.worldathletics.org/heritage/history
  • https://www.britannica.com/sports/athletics/Organization-and-tournaments
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28365296/