18 April 2023

Cara Cek Gula Darah dan Waktu Tes yang Tepat, Wajib Tahu!

Cocok untuk pengidap diabetes

Metode pengecekan kadar gula darah yang populer adalah dengan glucose meter. Adakah cara cek gula darah tanpa alat ini?

Glucose meter, atau sering disebut juga glucometer, adalah alat kecil yang dapat mengukur kadar glukosa dalam darah.

Meski mudah, banyak orang tidak menyukai alat ini karena harus menusuk ujung jari untuk mendapatkan sampel darah.

Lantas, bagaimana cara cek gula darah di rumah? Yuk simak!

Baca Juga: Kenali Perbedaan Diabetes 1 dan 2, Gejala hingga Pengobatannya

Mengapa Harus Cek Gula Darah?

Periksa Kadar Gula Darah
Foto: Periksa Kadar Gula Darah (Pexels.com/PhotoMIX Company)

Faktanya cek gula darah penting dilakukan bagi penderita diabetes untuk memberikan informasi yang berguna dalam manajemen diabetes.

Beberapa alasan penting melakukan cek gula darah di antara lainnya:

  • Pantau efek obat diabetes pada kadar gula darah
  • Identifikasi kadar gula darah yang tinggi atau rendah
  • Lacak kemajuan Anda dalam mencapai tujuan perawatan Anda secara keseluruhan
  • Pelajari bagaimana diet dan olahraga memengaruhi kadar gula darah
  • Pahami bagaimana faktor lain, seperti penyakit atau stres, memengaruhi kadar gula darah

Nah, beberapa alasan di atas menjelaskan pentingnya melakukan cek gula darah bagi penderita diabetes.

Baca Juga: Risiko Diabetes Saat Hamil, Waspada Moms!

Kapan Waktu Cek Gula Darah?

Gula Darah
Foto: Gula Darah (Orami Photo Stock)

Meski cek gula darah bisa dilakukan di rumah, Moms perlu melakukan konsultasi cek gula darah terlebih dahulu ke layanan kesehatan.

Hal ini perlu dilakukan guna menentukan waktu cek gula darah yang tepat.

Frekuensi pengujian biasanya tergantung pada jenis diabetes yang dimiliki dan rencana perawatan.

Berikut ini penjelasan waktu yang tepat untuk cek gula darah.

Diabetes Tipe 1

Jika Moms dan Dads memiliki masalah diabetes tipe 1, mungkin akan direkomendasikan tes gula darah 4 sampai 10 kali sehari, dengan detail waktu seperti:

  • Sebelum makan dan snack
  • Sebelum dan sesudah berolahraga
  • Sebelum tidur
  • Pada malam hari (kadang-kadang)
  • Jika sakit
  • Jika mengubah rutinitas harian
  • Jika memulai pengobatan baru

Diabetes Tipe 2

Jika Moms menggunakan insulin, frekuensi waktu cek gula darah mungkin direkomendasikan beberapa kali sehari, tergantung pada jenis dan jumlah insulin yang digunakan.

Pengujian biasanya dianjurkan sebelum makan dan sebelum tidur.

Sehingga Moms dan Dads mungkin perlu cek gula darah hanya sebelum sarapan dan terkadang sebelum makan malam atau sebelum tidur.

Namun, jika mengelola diabetes tipe 2 dengan obat noninsulin atau hanya dengan diet dan olahraga, Moms mungkin tidak perlu menguji gula darah setiap hari.

Baca Juga: Resistensi Insulin, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Diabetes Tipe 2

Cara Cek Gula Darah

Cek Gula Darah
Foto: Cek Gula Darah (Istockphoto.com)

Ada beberapa cara cek gula darah yang bisa Moms jalani saat ke dokter atau rumah sakit.

Berikut empat jenis tes gula darah yang tersedia:

1. Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)

Tes gula darah sewaktu bisa dilakukan kapan saja, tanpa perlu mempertimbangkan waktu makan terakhir.

Namun, biasanya cara cek gula darah ini dilakukan apabila Moms sudah memiliki gejala diabetes, seperti sering buang air kecil atau kehausan ekstrem.

Hasil tes gula darah sewaktu yang berada di bawah angka 200 mg/dL menunjukkan kadar gula normal.

Menurut Centers for Disease Control (CDC), hasil cek gula darah yang menunjukkan angka 200 mg/dL (11.1 mmol/L) atau lebih, berarti gula darah tinggi dan Anda punya diabetes.

2. Tes Gula Darah Puasa

Cara cek gula darah puasa dilakukan sebagai pemeriksaan lanjutan dari tes GDS.

Sampel darah dalam cek gula darah ini akan diambil setelah Moms berpuasa semalaman (kurang lebih 8 jam).

Sejauh ini, tes gula darah puasa dianggap sebagai metode pemeriksaan gula darah yang cukup efektif.

Berikut kategori kadar gula darah menurut hasil cek gula darah puasa:

  • Normal: kurang dari 100 mg/dL (5,6 mmol/L).
  • Prediabetes: antara 100 sampai 125 mg/dL (5,6 sampai 6,9 mmol/L).
  • Diabetes: 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih.

Prediabetes adalah kondisi ketika gula darah melebihi batas normal, tapi belum bisa sepenuhnya dikategorikan sebagai diabetes.

Namun, apabila tidak segera mengubah gaya hidup tertentu untuk menurunkan gula darah, Moms berisiko tinggi mengalami diabetes melitus.

Baca Juga: Aturan Pakai Glucophage, Obat untuk Pasien Diabetes

3. Postprandial Blood Glucose Test

Pemeriksaan Gula Darah
Foto: Pemeriksaan Gula Darah (Orami Photo Stocks)

Tes postprandial gula darah dilakukan 2 jam setelah makan, sesudah Moms puasa sebelumnya.

Jeda 2 jam diperlukan karena setelah makan kadar glukosa akan naik dan normalnya hormon insulin akan mengembalikan kadar gula darah ke batas normal.

Untuk melakukan cara cek gula darah ini, Moms perlu berpuasa selama 12 jam dan setelahnya baru makan seperti biasa, tapi usahakan untuk mengonsumsi 75 gram karbohidrat.

Setelah makan normal, jangan mengonsumsi apa pun lagi hingga waktunya tes.

Lebih baik Moms beristirahat dalam jeda setelah makan dan waktu tes.

Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan postprandial blood glucose test:

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Diabetes: 180 mg/dl atau lebih

4. Tes Toleransi Glukosa Oral

Tes toleransi glukosa oral dilakukan setelah 2 jam dari saat mengonsumsi 75 gram cairan glukosa yang akan diberikan oleh petugas kesehatan.

Sebelum melakukan cara cek gula darah oral, Anda juga perlu berpuasa setidaknya 8 jam.

Namun, ada juga yang prosedur tes gula darah oral yang pengambilan sampelnya dilakukan 1 jam setelah minum cairan glukosa dan 2 jam kemudian setelah meminum cairan untuk kedua kalinya.

Tes gula darah ini memiliki hasil yang lebih baik dari tes gula darah puasa, tapi biasanya biayanya lebih mahal.

Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan toleransi gula darah oral:

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Prediabetes: 140-199 mg/dl (7.8 sampai 11 mmol/L)
  • Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

Cek toleransi gula darah oral umumnya memang digunakan untuk tes diagnostik diabetes gestasional pada ibu hamil.

Untuk tes pada ibu hamil, sampel darah perlu diambil selang 2-3 jam.

Jika 2 atau lebih hasil tes menunjukan kadar gula darah yang dikategorikan sebagai diabetes, artinya Moms positif memiliki diabetes.

5. Tes HbA1c

Tes glikohemoglobin atau tes HbA1c adalah pengukuran gula darah jangka panjang.

Cara cek gula darah ini memungkinkan dokter untuk mengetahui tahu berapa rata-rata nilai gula darah selama beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan gula darah ini mengukur persentase gula darah yang terikat dengan hemoglobin.

Hemoglobin adalah oksigen pembawa protein dalam sel darah merah.

Semakin tinggi hemoglobin A1c, semakin tinggi pula tingkat gula darah.

Berikut adalah cara membaca hasil tes gula darah HbA1c:

  • Diabetes: 6,5% atau lebih dan telah dilakukan lebih dari satu kali
  • Prediabetes: 5,7-6,7%
  • Normal: kurang dari 5,7%

Tes ini bisa juga digunakan untuk memantau gula darah secara rutin setelah Moms dinyatakan positif mengalami diabetes melitus.

Kadar HbA1c sebaiknya dicek beberapa kali dalam setahun.

Ada beberapa kondisi yang membuat hasil tes HbA1c tidak valid untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus.

Contohnya, apabila tes ini dilakukan pada wanita hamil atau pada orang-orang dengan variasi hemoglobin.

Baca Juga: 12 Manfaat Energi Matahari, Bikin Tidur Nyenyak, dan Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Cara Cek Gula Darah di Rumah

Cek Gula Darah
Foto: Cek Gula Darah (Freepik.com/jcomp)

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dilakukan dengan alat cek gula darah atau glukometer.

Pengambilan sampel darah umumnya dilakukan melalui ujung jari.

Selain karena mudah dijangkau, pada ujung jari juga terdapat banyak pembuluh darah kapiler.

Aliran darah juga mengalir lebih baik di bagian ujung jari sehingga dapat menunjukan hasil cek gula darah yang akurat.

Titik pengambilan darah juga bisa diambil di bagian telapak tangan, paha, betis, lengan, dan perut.

Namun sebagian besar alat dirancang untuk pengambilan sampel darah melalui ujung jari.

Untuk mengetahui cara cek gula darah yang benar, sebelumnya Moms perlu mengetahui apa saja bahan dan alat yang dibutuhkan.

  • Lanset (jarum kecil)
  • Perangkat lancing (untuk menahan jarum)
  • Alkohol dan kapas
  • Strip uji
  • Meteran glukosa
  • Kotak portabel
  • Kabel untuk mengunduh data (jika diperlukan)

Setelah mengetahui berbagai alat yang terdapat di dalam perangkat pengecek gula darah, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Cucilah tangan hingga bersih dengan menggunakan sabun dan air mengalir.
  2. Letakkan jarum lancet ke dalam perangkat lancing.
  3. Masukkan strip tes ke meteran glukosa.
  4. Usap ujung jari Moms dengan kapas yang diberi alkohol.
  5. Tusuk ujung jari Moms dengan lancet agar darah dapat keluar dan diambil.
  6. Letakkan setetes darah pada strip tetes dan tunggu hasilnya. Biasanya, angka yang menunjukkan kadar gula darah akan muncul dalam beberapa detik pada layar meteran.

Jika alat cek gula darah yang digunakan ternyata memiliki cara kerja yang berbeda, pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan.

Data dari hasil pengukuran gula darah juga sebaiknya dicatat.

Riwayat kadar gula darah Moms berguna untuk dokter mengetahui kondisi dari waktu ke waktu.

Moms biasanya bisa langsung menyimpan hasil pengecekan langsung pada alat cek gula darah yang digunakan.

Baca Juga: Diabetes Tipe 2: Gejala, Penyebab, Komplikasi, Diagnosis, dan Pengobatan

Alternatif Cara Cek Gula Darah Tanpa Alat Glucose Meter

Bagi pengidap diabetes, mengecek kadar gula darah secara berkala adalah hal yang wajib.

Glucose meter sebenarnya adalah alat yang cukup praktis dan mudah digunakan kapan saja, termasuk di rumah.

Namun, jika Moms tidak ingin menggunakan alat ini, ada beberapa cara lain yang bisa dicoba, yaitu:

1. Continuous Glucose Monitoring (CGM)

Continuous Glucose Monitoring (CGM)
Foto: Continuous Glucose Monitoring (CGM) (nghs.com)

Continuous glucose monitoring atau CGM adalah alat yang dapat mengecek kadar gula darah secara otomatis pada interval waktu tertentu.

Dengan alat ini, Moms tidak perlu menusuk jari untuk memeriksa kadar gula darah.

Alat ini digunakan dengan cara meletakkan sensor khusus di bawah kulit perut, bokong, paha, atau lengan atas.

Kadar gula darah kemudian diperiksa melalui cairan interstisial dan jaringan lain.

Cairan ini berfungsi untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh dan membantu menghilangkan zat-zat limbah metabolisme.

Alat CGM yang dibekali dengan sensor, pemancar, dan penerima ini dapat mengecek kadar gula darah setiap 5 menit.

Kemudian, hasil pengukuran akan ditampilkan secara real time, melalui aplikasi atau perangkat yang terhubung.

Menurut studi pada 2017 di jurnal Diabetes Technology & Therapeutics, CGM dapat mendeteksi fluktuasi ekstrem dalam kadar gula darah.

Namun, dokter mungkin tidak dapat menyarankan rencana perawatan menggunakan data CGM saja.

Beberapa faktor, seperti kesalahan pengguna, juga dapat mengurangi efektivitas perangkat.

2. Tes Urine

Tes Urine
Foto: Tes Urine

Tes urine juga bisa menjadi salah satu cara cek gula darah tanpa alat glucose meter.

Ini dilakukan dengan memasukkan strip khusus tes ke dalam urine, untuk mengetahui berapa kadar glukosa di dalamnya.

Namun, metode ini jarang digunakan dokter sebagai cara utama untuk mengetahui kadar gula darah.

Sebab alat ini hanya bisa mendeteksi gula dalam urine, dan tidak dapat memberikan pembacaan gula darah yang tepat.

Selain itu, metode ini juga dianggap kurang praktis karena memerlukan wadah untuk menampung urine.

Tes ini juga hanya efektif ketika urine tidak terlalu lama berada di kandung kemih.

Baca Juga: Nefropati Diabetik: Penyakit Saraf yang Menyerang Penderita Diabetes

3. Earlobe Test

Earlobe Test
Foto: Earlobe Test (hindustantimes.com)

Teknologi di bidang kesehatan terus berupaya menemukan cara untuk mempermudah pemeriksaan kadar gula darah.

Salah satunya adalah melalui daun telinga atau disebut juga earlobe test.

Integrity Applications, sebuah perusahaan yang berfokus pada pemantauan glukosa darah tanpa jarum, memproduksi GlucoTrack.

Ini adalah perangkat non-invasif yang dioperasikan dengan baterai.

Perangkat ini diklaim dapat membantu penderita diabetes tipe 2 memantau kadar glukosa darah mereka melalui daun telinga.

Namun, sebaiknya bicarakan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memilih alat ini untuk mengecek kadar gula darah.

Sebab, bisa jadi ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan, mengenai apakah alat ini aman dan cocok untuk kondisi yang dialami.

Seperti dijelaskan tadi, alat ini hanya bisa digunakan oleh pengidap diabetes tipe 2.

Menurut studi pada 2019 di jurnal Diabetes, Obesity, and Metabolism, alat ini tidak efektif pada orang dengan diabetes tipe 1.

Terutama selama periode olahraga atau saat kadar gula darah sangat rendah.

4. Glucose Breath Tests

cara cek gula darah tanpa alat
Foto: cara cek gula darah tanpa alat (news-medical.net)

Glucose breath tests atau tes kadar glukosa dengan napas juga merupakan salah satu cara cek gula darah tanpa alat glucose meter.

Alat ini tidak secara langsung mengukur kadar glukosa darah.

Cara penggunaannya adalah dengan napas yang diembuskan seseorang untuk mengukur kadar glukosa darah total.

Namun, produsen sering memasarkan monitor napas untuk orang yang tertarik dengan diet keto dan ingin memantau kadar gula darah mereka.

Jika perangkat ini dikembangkan lebih lanjut, mungkin bermanfaat bagi terutama anak-anak dengan diabetes dan cystic fibrosis.

Sebab, alat ini terbilang mudah dan aman digunakan.

Namun, alat ini masih perlu penelitian lebih lanjut dalam skala besar, untuk menentukan efektivitasnya.

Alat ini juga belum memiliki persetujuan untuk mengelola kadar gula darah atau menyembuhkan diabetes.

Penderita diabetes harus berbicara dengan dokter sebelum menjalani tes napas, terutama jika ingin memantau kadar gula darah dengan cermat.

Baca Juga: Tata Cara Salat Tobat, Lengkap dengan Dalil dan Bacaannya

Tanda-Tanda Kadar Gula Darah Tinggi

Pusing
Foto: Pusing

Gula darah merupakan bahan bakar bagi organ dan fungsi tubuh.

Namun, memiliki kadar gula darah tinggi tidak memberikan dorongan energi.

Meski tidak selalu akurat, salah satu cara cek gula darah tanpa alat adalah dengan mengenali gejala diabetes atau hiperglikemia.

Ketika seseorang memiliki gula darah tinggi, gejala yang mungkin dialami adalah:

  • Mengalami sakit kepala dan nyeri lainnya
  • Merasa sulit untuk berkonsentrasi
  • Menjadi sangat haus atau lapar
  • Merasa mengantuk atau lelah
  • Memiliki penglihatan kabur
  • Mulut terasa kering
  • Mengalami kembung
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Luka membutuhkan waktu lama untuk sembuh

Gula darah tinggi dan insulin rendah dapat menyebabkan peningkatan keton, dan kemungkinan ketoasidosis diabetik.

Komplikasi serius yang memerlukan perhatian medis segera akibat kondisi ini adalah:

  • Sesak napas
  • Rasa atau bau buah pada napas
  • Detak jantung yang cepat
  • Kebingungan dan disorientasi
  • Muntah
  • Dehidrasi
  • Koma

Baca Juga: 17+ Tanda-Tanda Diabetes Semakin Parah, Waspada Jantungan!

Meski sudah tahu tanda dan gejala diabetes tadi, penting untuk tidak mendiagnosis diri sendiri.

Jika Moms mengalami keluhan seperti yang disebutkan tadi, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5467105/
  • https://doi.org/10.1111/dom.13835
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/blood-sugar-monitor-without-finger-pricks
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/313138
  • https://www.healthline.com/health/diabetes/how-to-check-blood-sugar-without-meter
  • https://www.healthline.com/diabetesmine/glucose-testing-via-earlobe
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/blood-sugar/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.