Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
29 Mei 2022

7 Manfaat Daun Dill untuk Kesehatan serta Penggunaan Daun Dill dalam Olahan Masakan

Ternyata daun ini menyimpan banyak nutrisi di dalamnya!
7 Manfaat Daun Dill untuk Kesehatan serta Penggunaan Daun Dill dalam Olahan Masakan

Apakah Moms mengetahui tentang daun dill?

Dill atau tumbuhan dengan nama latin Anethum graveolens adalah daun rempah yang ditemukan dan digunakan di seluruh masakan Eropa dan Asia.

Tanaman ini juga sering disebut rumput fill, ia memiliki batang ramping dengan daun lembut bergantian dan biji cokelat, datar, oval.

Sementara itu, daunnya terasa manis, biji dill lebih aromatik, dengan sedikit rasa jeruk yang mirip dengan biji jintan.

Sebagai ramuan dan rempah-rempah, daun dill biasa digunakan untuk meningkatkan cita rasa berbagai masakan.

Ia paling sering dipasangkan dengan salmon, kentang, dan saus berbasis yogurt. Dalam masakan Indonesia, daun dill memang tidak banyak dipakai.

Selain kegunaan untuk kuliner, daun dill kaya nutrisi dan secara tradisional telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

Di antaranya termasuk masalah pencernaan, kolik pada bayi, dan bau mulut.

Baca Juga: Serba-serbi Daun Nipah, Manfaat dan Fakta yang Menarik untuk Disimak

Kandungan Gizi Daun Dill

Kandungan Gizi Daun Dill

Foto: Kandungan Gizi Daun Dill

Foto: htgetrid.com

Mengutip U.S. Department of Agriculture, dalam 9 gram tangkai dill segar terdapat beberapa nutrisi di dalamnya, antara lain:

  • Kalori: 4
  • Vitamin C: 8 persen dari Nilai Harian.
  • Mangan: 5 persen dari Nilai Harian.
  • Vitamin A: 4 persen dari Nilai Harian.
  • Folat: 3 persen dari Nilai Harian.
  • Besi: 3 persen dari Nilai Harian.

Daun dill sangat rendah kalori dan ia merupakan sumber yang sangat baik dari beberapa vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C, mangan, dan vitamin A.

Vitamin A adalah nutrisi yang penting untuk menjaga penglihatan dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Vitamin A juga berperan dalam menjaga kesehatan reproduksi pria dan wanita.

Demikian pula, vitamin C penting untuk sistem kekebalan dan membantu pembentukan tulang, penyembuhan luka, dan metabolisme.

Selain itu, daun dill juga telah terbukti menjadi antioksidan kuat.

Tujuannya untuk membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas.

Dill juga menjadi sumber mangan yang baik untuk tubuh.

Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, ini adalah mineral penting yang mendukung fungsi normal otak, sistem saraf, dan metabolisme gula dan lemak.

Baca Juga: 7 Cara Terbaik Memperbaiki Metabolisme Tubuh, Yuk Hidup Sehat!

Manfaat Daun Dill

Manfaat Daun Dill

Foto: Manfaat Daun Dill

Foto: hosstools.com

Nama tanaman ini berasal dari kata Norse Kuno "dilla," yang berarti menenangkan.

Sehingga tidak mengherankan jika daun dill telah digunakan sejak zaman kuno untuk mengobati kolik pada bayi dan penyakit pencernaan, serta mampu membantu ibu menyusui.

Meski penggunaan yang lebih tradisional ini belum didukung oleh penelitian, berikut ini manfaat daun dill yang perlu Moms ketahui:

1. Kaya akan Antioksidan

Antioksidan adalah senyawa alami yang membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas.

Penelitian yang termuat di Journal of Antioxidants menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu mengurangi peradangan kronis.

Mencukupi antioksidan dalam tubuh juga dapat mencegah dan mengobati kondisi tertentu penyakit jantung, Alzheimer, rheumatoid arthritis, dan bentuk kanker tertentu.

Baik biji dan daun tanaman dill telah ditemukan kaya beberapa senyawa tanaman dengan sifat antioksidan, di antaranya adalah:

  • Flavonoid: Senyawa tanaman ini telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa bentuk kanker. Mereka juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otak.
  • Terpenoid: Senyawa ini ditemukan dalam minyak esensial dan dapat melindungi dari penyakit hati, jantung, ginjal, dan otak.
  • Tanin: Bertanggung jawab atas kepahitan di banyak makanan nabati, tanin terbukti memiliki sifat antioksidan kuat, serta efek antimikroba.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa hampir 75 persen kasus penyakit jantung dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko, seperti pola makan yang buruk, merokok, dan kurang olahraga.

Faktor risiko tambahan untuk penyakit jantung termasuk peningkatan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol LDL (jahat), serta peradangan kronis.

Untungnya, flavonoid di dalam daun dill telah terbukti melindungi kesehatan jantung karena sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat.

Selain itu, manfaat daun dill juga terlihat pada penelitian lainnya.

Sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Isfahan University of Medical Sciences pada 91 orang dengan kadar kolesterol dan trigliserida total tinggi.

Studi tersebut menemukan, dengan mengonsumsi 6 tablet ekstrak adas atau ekstrak dill setiap hari selama 2 bulan secara signifikan menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida tetapi tidak mengubah kadar kolesterol HDL (baik).

Namun, penelitian lain dari Lipids in Health and Disease yang dilakukan pada 150 orang dengan kadar kolesterol dan trigliserida tinggi mengamati tidak ada perubahan signifikan pada kadar kolesterol atau trigliserida setelah 6 minggu asupan tablet dill setiap hari.

Penting untuk dicatat, sebagian besar penelitian yang melihat efek dill pada kesehatan jantung telah menggunakan ekstrak.

Akibatnya, tidak jelas bagaimana adas segar atau kering dalam makanan dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Baca Juga: Manfaat Teh Putih untuk Kesehatan, Cegah Penyakit Jantung Hingga Menghambat Penuaan

3. Menurunkan Kadar Gula Darah

daun dill

Foto: daun dill (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip studi di Journal of Investigative Medicine, memiliki kadar gula darah tinggi yang kronis mengkhawatirkan karena bisa meningkatkan risiko kondisi seperti resistensi insulin, sindrom metabolik, dan diabetes tipe 2.

Daun dill telah disarankan untuk memiliki efek penurun gula darah.

Faktanya, beberapa penelitian pada hewan dengan diabetes telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kadar gula darah puasa dengan dosis harian ekstrak dill.

Namun, penelitian pada masih sangat manusia terbatas.

4. Diduga Memiliki Sifat Antikanker

Monoterpen adalah salah satu jenis terpen, yang merupakan senyawa tanaman alami yang terkait dengan sifat antikanker, antivirus, antijamur, dan antiinflamasi.

Mereka biasanya ditemukan dalam minyak esensial tanaman seperti dill dan telah dikaitkan dengan sifat antikanker.

Lebih khusus lagi, d-limonene adalah jenis monoterpene yang menurut penelitian dari OncoTargets and Therapy dapat membantu mencegah dan mengobati kanker paru-paru, payudara, dan usus besar.

Karena dill mengandung monoterpen yang tinggi, terutama d-limonene, ia mungkin memiliki sifat antikanker.

Namun, saat ini tidak ada penelitian tentang efektivitas ekstrak dill atau dill pada risiko atau pengobatan kanker.

5. Memiliki Sifat Antibakteri

Minyak esensial daun dill nyatanya memiliki efek antibakteri yang melawan bakteri yang berpotensi berbahaya, seperti Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus aureus.

6. Menjaga Kesehatan Tulang

Dill juga mengandung kalsium, magnesium, dan fosfor, yang mana semuanya penting untuk kesehatan tulang.

7. Nyeri Menstruasi

Minyak atsiri dalam adas dapat membantu meredakan nyeri akibat kram selama menstruasi. Namun, penelitian saat ini terbatas dan beragam.

Baca Juga: 5 Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid, Yuk Coba Malam Ini!

Olahan Makanan dengan Daun Dill

daun dill

Foto: daun dill

Foto: healthline.com

Daun dill adalah bahan beraroma yang mudah ditambahkan ke makanan.

Jika Moms bingung daun dill dimasak apa, berikut ini adalah beberapa menu yang paling umum diolah menggunakan daun dill:

  • Digunakan sebagai hiasan untuk sup atau sayuran panggang.
  • Taburan di atas salad mentimun dingin.
  • Didunakan dalam salad kentang atau kentang panggang.
  • Diletakkan di atas gravlax.
  • Dicampur ke dalam saus berbasis yogurt seperti tzatziki.
  • Dipotong dan tambahkan ke salad.
  • Digunakan untuk menambah rasa pada hidangan ikan, domba, atau telur.
  • Ditambahkan ke roti panggang.
  • Dimasukkan ke dalam saus, bumbu perendam, atau saus salad.
  • Daun dill kering juga dapat digunakan untuk menambah rasa pada saus, bumbu marinasi, dan salad kentang, ayam, atau tuna.
  • Sedangkan untuk bijinya, biji adas dapat digunakan utuh atau dihancurkan dan ditambahkan ke dalam roti, sup, atau masakan sayur. Mereka juga dapat digunakan untuk membuat acar.

Baca juga: 3 Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan, Cari Tahu Cara Mengolahnya

Cara Menyimpan Daun Dill

Untuk menyimpan dill segar, Moms bisa mengikuti cara berikut ini:

  • Moms perlu sedikit memercikkan daun dengan air segar.
  • Bungkus tangkai dengan longgar di handuk kertas untuk dikeringkan.
  • Kemudian masukkan ke dalam kantong plastik zip-top.
  • Simpan dill di laci sayuran di lemari es hingga 1 minggu.

Untuk penyimpanan yang lebih lama, Moms juga dapat membekukannya dengan membilasnya dan kemudian menempatkan tangkai di dalam freezer.

Setelah dibekukan, pindahkan tangkai ke dalam kantong yang aman untuk freezer dan kembalikan ke dalam freezer hingga 6 bulan untuk mendapatkan rasa terbaik.

Nah, kini Moms sudah tahu beberapa manfaat daun dill, tertarik untuk mengolahnya dalam menu masakan?

  • https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/172233/nutrients
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5789319/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25422662/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23111652
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5894671/
  • https://www.healthline.com/nutrition/dill#benefits
  • https://www.verywellfit.com/dill-benefits-side-effects-and-preparations-4243918