Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
09 November 2022

Coba Hitung! Ini Frekuensi Napas Normal dalam 60 Detik pada Anak dan Dewasa

Jadi, berapa kali Moms bernapas?
Coba Hitung! Ini Frekuensi Napas Normal dalam 60 Detik pada Anak dan Dewasa

Moms mungkin pernah melihat Si Kecil berusaha menghitung berapa jumlah napas yang ia ambil. Atau mungkin, pernahkah Si Kecil bertanya berapa frekuensi napas normal dalam 60 detik di usianya?

Sebenarnya frekuensi napas normal dalam 60 detik setiap orang per menit bisa bervariasi.

Namun, tidak semua orang menyadari dan menghitung berapa kali ia bernapas setiap menitnya.

Cari tahu frekuensi napas normal dalam 60 detik sesuai usia di sini, yuk, Moms!

Baca Juga: Review Masker Bengkoang Mustika Ratu oleh Moms Orami, Cerahkan Wajah dan Hilangkan Jerawat

Apa Itu Frekuensi Pernapasan?

Napas Lega

Foto: Napas Lega (Orami Photo Stock)

Laju atau tingkat pernapasan adalah jumlah napas yang dilakukan seseorang dalam hitungan 60 detik atau 1 menit.

Namun, untuk bisa mendapatkan hasil pengukuran frekuensi napas normal dalam 60 detik, ada waktu tertentu.

Waktu istirahat atau saat Moms, Dads, dan Si Kecil sedang tidak beraktivitas adalah saat yang dianjurkan untuk melakukan pengukuran frekuensi pernapasan.

Sementara saat sedang aktif bergerak, misalnya ketika olahraga, frekuensi pernapasan bisa meningkat, Moms.

Perhitungan ini dilakukan dengan mengamati berapa kali dada naik tanda sedang bernapas.

Nah, Moms, sebenarnya jumlah napas yang kita ambil per menit adalah tanda seberapa sering otak memberi tahu tubuh untuk bernapas.

Ketika kadar oksigen dalam darah rendah atau karbon dioksida dalam darah sedang tinggi, tubuh mendapat sinyal untuk bernapas lebih sering.

Misalnya, saat sedang mengalami penyakit sehingga produksi karbon dioksida dalam tubuh meningkat, tubuh secara otomatis akan lebih sering bernapas untuk membersihkan karbon dioksida tersebut.

Perlu dipahami Moms, tingkat pernapasan seseorang bisa lebih cepat ketika sedang sakit.

Sebagai contoh, saat seseorang mengalami cedera kepala maupun stroke yang merusak pusat pernapasan di otak, laju pernapasan jadi lebih jarang ketimbang normalnya.

Itulah mengapa selama melakukan pemeriksaan pernapasan, sebaiknya catat apakah seseorang mengalami kesulitan bernapas atau tidak.

Baca Juga: Pantai Pelabuhan Ratu, Wisata Eksotis yang Ada di Sukabumi!

Frekuensi Napas Normal dalam 60 Detik

Anak Bernapas

Foto: Anak Bernapas

Berikut frekuensi napas normal dalam 60 detik anak dan dewasa dalam hitungan 60 detik.

1. Anak-Anak

Umumnya respiratory rate (RR)normal pada anak lebih banyak dan akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia.

Berikut ini frekuensi napas normal dalam 60 detik anak-anak berdasarkan rentang usianya, yaitu:

  • Usia 0-1 tahun: frekuensi napas normal 30-60 kali per menit
  • Usia 1-3 tahun: frekuensi napas normal 24-40 kali per menit
  • Usia 3-6 tahun: frekuensi napas normal 22-34 kali per menit
  • Usia 6-12 tahun: frekuensi napas normal 18-30 kali per menit
  • Usia 12-18 tahun: frekuensi napas normal 12-16 kali per menit

2. Dewasa

Sementara untuk orang dewasa, melansir dari Cleveland Clinic, tingkat pernapasan normal saat istirahat yakni 12-20 kali per menit.

Jadi, jika laju pernapasan Moms dan Dads ada di bawah 12 atau lebih dari 25 napas per menit, dianggap tidak normal atau tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Biasanya, ketidaknormalan hasil laju pernapasan bisa dikarenakan mengalami kondisi medis tertentu, seperti:

  • Asma,
  • Pneumonia
  • Gagal jantung
  • Penyakit paru-paru
  • Kecemasan
  • Overdosis obat
  • Narkotika

Baca Juga: Ikan Komet: Ciri-ciri, Habitat, Makanan dan Tips Menjaga Kesehatannya

Frekuensi Napas Normal dalam 60 Detik saat Tidur

Bayi Baru Lahir

Foto: Bayi Baru Lahir (https://liputan6.com/)

Berbeda dengan saat sadar, ketika sedang tidur, kecapatan napas Moms, Dads, dan Si Kecil ditentukan oleh tingkat metabolisme tubuh.

Begini, Moms, laju pernapasan seseorang melambat saat sedang tidur. Meski begitu, pada fase tidur rapid eye movement (REM), laju pernapasan bisa semakin cepat dan tidak menentu.

Agar bisa membedakan, berikut frekuensi napas normal dalam 60 detik saat tidur berdasarkan usia.

1. Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir punya frekuensi pernapasan yang tinggi. Selain itu, tingkat pernapasan Si Kecil yang baru lahir juga bisa rendah, tinggi, atau berhenti sebentar.

Jika pernapasan Si Kecil seperti itu, jangan khawatir, ya, Moms. Hal ini normal, kok.

2. Anak-Anak

Tak jauh berbeda dengan saat sedang tidur, frekuensi napas normal dalam 60 detik usia anak-anak saat tidur mirip selayaknya saat sedang beristirahat seperti yang sudah dijabarkan di atas.

Namun umumnya, anak-anak bernapas lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa.

Rata-rata laju pernapasan anak-anak ketika sedang tidur menurun seiring bertambahnya usia.

3. Dewasa

Jika tingkat pernapasan normal orang dewasa ketika istirahat adalah 12-20 kali per menit, ini berbeda dengan saat tidur.

Selama tidur, orang dewasa bisa bernapas 15-16 kali dalam hitungan 60 detik atau 1 menit.

4. Dewasa Lebih dari 60 Tahun

Moms, tingkat pernapasan kita saat beristirahat biasanya berubah seiring usia yang semakin menua.

Bagi orang dewasa yang berusia 65-80 tahun, frekuensi napas normal dalam 60 detik saat tidur sekitar 12-28 kali per menit.

Sementara untuk usia di atas 80 tahun yang sedang tidur, orang dewasa bisa bernapas 10-30 kali per menit.

Baca Juga: Fakta Menarik dan Manfaat Wasabi untuk Kesehatan, Bisa Cegah Obesitas!

Pentingnya Mengetahui Frekuensi Napas Normal dalam 60 Detik

Pose Yoga

Foto: Pose Yoga (Freepik.com/pressfoto)

Laju atau tingkat pernapasan adalah salah satu bagian penting alias vital dalam tubuh.

Sebab jika hasil frekuensi napas tidak normal, ini bisa menjadi pertanda Moms, Dads, atau Si Kecil mengalami kondisi medis yang serius, misalnya serangan jantung atau masalah dengan paru-paru.

Ketika tingkat pernapasan berada di bawah normal, kemungkinan ada gangguan pada sistem saraf pusat, seperti otak dan sumsum tulang belakang.

Namun, bila tingkat pernapan ada di atas normal, mungkin saja kondisi lain yang jadi penyebabnya.

Cara Mengukur Frekuensi Napas Normal dalam 60 Detik

Dokter dan Anak

Foto: Dokter dan Anak

Untuk tahu apakah tingkat pernapasan Moms, Dads, dan Si Kecil normal atau tidak, ada trik khusus untuk mengukurnya.

Nah, berikut langkah mudah untuk mengukur frekuensi napas normal dalam 60 detik.

  1. Atur waktu selama 1 menit (60 detik).
  2. Posisikan tubuh sedang beristirahat, seperti duduk atau berbaring.
  3. Pastikan Moms, Dads, atau Si Kecil tidak melakukan aktivitas berat sebelumnya.
  4. Mulai hitung waktu dan ukur jumlah napas yang berhasil diambil selama 1 menit.
  5. Cara menghitungnya yakni dengan memerhatikan berapa kali dada naik pertanda sedang menarik napas.
  6. Jika semua sudah dilakukan dengan baik, sekarang lihat dan cocokkan hasilnya apakah frekuensi napas termasuk normal atau tidak.

Jika hasil yang tertera tidak sesuai laju napas normal, berikut faktor paling umum yang mungkin memengaruhi penilaian:

  • Suhu tubuh
  • Kesehatan fisik
  • Emosi yang sedang dirasakan
  • Punya penyakit tertentu

Baca Juga: Profil Yang Jeong In, Maknae Stray Kids yang Hobi Nonton Mukbang

Jika Frekuensi Napas Tidak Normal, Apakah Perlu ke Dokter?

Sesak Napas

Foto: Sesak Napas (shutterstock.com)

Sebenarnya, laju pernapasan yang sedikit tidak sesuai dengan normalnya masih tidak masalah sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Hanya saja, dalam beberapa kasus, tingkat pernapasan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menjadi tanda adanya masalah medis.

Bila Moms, Dads, atau Si Kecil punya penyakit paru, seperti emfisema, asma, dan bronkitis kronis, bisa memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah tingkat pernapasan masih aman sesuai dengan kondisi kesehatan.

Selain itu, sebaiknya perhatikan, Moms, bila tingkat pernapasan anggota keluarga ada yang sangat tidak normal dan disertai dengan gejala berikut:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan

Sebaiknya, segera periksakan ke dokter bila frekuensi napas tidak normal datang bersamaan dengan gejala di atas.

Di sisi lain, jangan sepelekan dan segera kunjungi dokter bila Moms, Dads, atau Si Kecil mengalami gejala berikut:

  • Kulit kebiruan
  • Terdengar suara saat bernapas
  • Sakit dada
  • Laju pernapasan sangat sedikit tiap menit

Pada dasarnya, perubahan laju pernapasan terjadi secara alami seiring bertambahnya usia.

Ini karena semakin menua, kita bisa lebih rentan mengalami penyakit dan penurunan fungsi organ tubuh.

Begitu pula dengan organ pernapasan yang turut bisa memengaruhi laju pernapasan Moms dan Dads.

Faktor yang Memengaruhi Frekuensi Napas Normal dalam 60 Detik

Olahraga

Foto: Olahraga

Frekuensi napas normal dalam 60 detik yang melebihi atau kurang dari normal belum tentu menandakan masalah kesehatan. Apalagi jika rentangnya tidak terlalu jauh.

Pasalnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi jumlah frekuensi napas normal dalam 60 detik.

Berikut ini beberapa hal yang memengaruhi respiratory rate normal:

1. Usia

Faktor yang memengaruhi cepat lambat atau frekuensi napas normal dalam 60 detik yang pertama adalah faktor usia. 

Melansir Children (Basel), anak-anak memiliki frekuensi pernapasan yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Semakin muda usia seseorang, maka frekuensi pernapasannya akan semakin cepat, teman-teman. 

Ini berarti anak-anak memiliki kemungkinan frekuensi pernapasannya lebih cepat dua kali lipat daripada orang dewasa normal. 

2. Jenis Kelamin

Sebuah penelitian Breathe menyebutkan bahwa, jenis kelamin mungkin saja berpengaruh pada frekuensi napas normal dalam 60 detik.

Hal ini karena kapasitas volume paru pria yang lebih besar dibandingkan volume paru wanita.

Baca Juga: Ini Serba Serbi Token Listrik yang Harus Moms Tahu, Yuk Catat!

3. Kondisi Kesehatan

Faktor kesehatan, khususnya masalah sistem pernapasan, jelas dapat memengaruhi frekuensi napas normal dalam 60 detik.

Jumlah napas yang lebih cepat pada orang dewasa bahkan lebih dari 24 kali per menit bisa menandakan adanya masalah tertentu.

Masalah pada sistem pernapasan, seperti paru-paru, dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.

Saat kekurangan oksigen, tubuh akan berusaha memenuhinya lewat bernapas.

Akibatnya, napas jadi lebih cepat dan frekuensinya jadi bertambah.

4. Aktivitas

Semakin berat aktivitas seseorang, maka frekuensi pernapasannya pun akan semakin meningkat, teman-teman. 

Ini disebabkan karena tubuh membutuhkan oksigen yang lebih besar dibandingkan orang-orang yang memiliki aktivitas ringan.

Oksigen disini berperan untuk memasok energi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas tersebut. 

5. Keadaan Emosional

Keadaan emosional juga jadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi frekuensi napas dalam 60 detik.

Coba perhatikan, pernahkah Moms bernapas lebih cepat saat merasa takut atau cemas?

Sementara, saat Moms sedang dalam keadaan relaks, pernapasan lebih lambat.

Ini berhubungan dengan cara kerja sistem saraf.

Pasalnya, sistem pernapasan juga diatur oleh bagian di dalam otak.

Saat merasa cemas atau takut, sistem saraf pusat akan memerintahkan tubuh Moms dalam mode flight or fight. 

Mode ini akan membuat Moms bernapas lebih cepat pula sebagai respons alami.

Baca Juga: Ketahui 4 Cara Cek Pulsa XL dan Masa Aktifnya dengan Cepat

Itu dia Moms penjelasan tentang frekuensi napas normal dalam 60 menit. Semoga bermanfaat ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5980468/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7599577/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10881-vital-signs
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vital-signs-body-temperature-pulse-rate-respiration-rate-blood-pressure
  • https://www.healthline.com/health/normal-respiratory-rate
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324409
  • https://www.verywellhealth.com/what-is-a-normal-respiratory-rate-2248932
  • https://www.sleepfoundation.org/sleep-apnea/sleep-respiratory-rate