15 Juli 2022

Mewaspadai Parafimosis, Ketika Kulup Penis Tidak di Posisi Sempurna

Kasus pada remaja kerap telat didiagnosis karena faktor malu

Parafimosis adalah kondisi ketika kulup penis yang ketika ditarik ke belakang tidak dapat kembali ke posisi semula.

Namun, kondisi yang hanya menyerang laki-laki yang tidak disunat.

Parafimosis mengakibatkan kulup menjadi bengkak dan macet.

Kepala penis yang terjepit pun menimbulkan rasa sakit dan perasaan tidak nyaman lainnya.

Tak hanya sampai di situ, aliran darah bisa menjadi lebih lambat bahkan berhenti mengalir ke ujung penis.

Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi serius, lho Moms!

Baca Juga: Simak 10 Alat Pembesar Penis yang Efektif

Menurut dr. Andre Yudha Hutahaean, Sp.U (K) selaku Dokter Spesialis Bedah Urologi Konsultan Urologi Pediatrik di RS Pondok Indah, parafimosis merupakan keadaan darurat.

"Parafimosis adalah keadaan darurat pada penis yang terjadi pada laki-laki yang tidak disirkumsisi atau dikhitan, yaitu ketika prepusium terperangkap di belakang korona glans penis dan tidak dapat dikembalikan menutupi glans penis," jelasnya.

Kondisi ini paling sering menyerang anak-anak usia 4-12 tahun hingga usia yang lebih dewasa, yaitu 16 tahun ke atas.

Jika ditangani dengan cepat, parafimosis sebetulnya tidak akan menimbulkan bahaya.

Sebaliknya, jika tidak ditangani, ini bisa menjadi kondisi darurat yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: 12 Cara Memperbesar Penis, Yuk Dicoba Dads!

Parafimosis, Penyebab dan Gejala

penyebab dan gejala parafimosis
Foto: penyebab dan gejala parafimosis (Menshealth.com)

Foto Ilustrasi Penyebab Parafimosis (Orami Photo Stocks)

Penyebab paling sering dari parafimosis adalah ketika dokter lupa menarik kulup kembali ke posisi normal setelah melakukan pemeriksaan dan prosedur medis.

Melansir dari Medical News Today, ini bisa terjadi karena kondisi tertentu atau aktivitas fisik, seperti:

  • Kulup yang dibiarkan ditarik cukup lama, sehingga mengakibatkan pembengkakan. Biasanya terjadi setelah pemeriksaan medis.
  • Kulup yang ditarik paksa mengakibatkan penis membengkak, sehingga kulup tidak dapat kembali ke posisi semula.
  • Aktivitas seksual yang kuat, tindik penis, dan penggunaan cincin penis yang meyempit untuk bisa meningkatkan ereksi.

Sementara itu, penyebab parafimosis dari kondisi atau prosedur medis dapat berupa:

  • Infeksi, terjadi karena kebiasaan tidak menjaga kebersihan penis dengan baik.
  • Jaringan parut, umumnya disebabkan oleh infeksi berulang pada kulup atau akibat penarikan paksa di kulup pada anak laki-laki.
  • Aktivitas sunat yang tidak dilakukan dengan benar.
  • Pembengkakan penis dan kulup akibat gigitan serangga atau laba-laba.

Baca Juga: 17 Manfaat Minyak Kelapa, Bisa Mengatasi Gigitan Serangga!

Parafimosis yang terjadi pada pria dewasa bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti.

  • Diabetes, dapat menyebabkan peradangan kronis pada penis dan kulup, sehingga risiko parafimosis meningkat.
  • Penggunaan kateter yang dilakukan tanpa mengembalikan kulup ke posisi awal.

Parafimosis memiliki gejala dan ciri-ciri yang bisa dengan mudah diketahui.

Salah satu gejalanya adalah eritemia, yaitu munculnya bercah kemerahan pada kulit akibat pelebaran pembuluh darah.

"Gejala khas parafimosis termasuk eritema, kondisi munculnya bercak kemerahan pada kulit yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah di bawah kulit," ungkap dr. Andre Yudha.

Gejala lainnya bisa berupa:

  • Kulup penis yang tidak bisa ditarik kembali ke atas kepala penis
  • Ujung penis membengkak
  • Timbul rasa sakit dan ketidaknyamanan pada penis
  • Eritmia atau pelebaran pembuluh darah
  • Sulit buang air kecil
  • Ujung penis berubah warna menjadi biru tua atau kehitaman
  • Pembengkakan preputium atau kulup dan glans akibat band konstriksi preputium

Untuk menentukan apakah kulup dan penis masih dalam kondisi baik atau tidak, ini bisa dilihat dari warnanya.

"Muncul kemerahan pada glans yang menunjukkan suplai darah yang cukup baik. Sementara warna gelap, kehitaman, pucat, kebiruan, hingga hitam menunjukkan iskemia atau nekrosis," papar dr. Andre Yudha.

Baca Juga: Dads Perlu Tahu, Ini 6 Penyebab Penis Mengecil

Cara Menyembuhkan Parafimosis

parafimosis
Foto: parafimosis (Orami Photo Stock)

Foto Ilustrasi Parafimosis (Orami Photo Stocks)

Melansir dari artikel jurnal berjudul Paraphimosis, kondisi ini sebetulnya bisa disembuhkan.

Caranya dengan menarik paksa kulup agar kembali ke posisi awal, atau biasa dikenal dengan cara manual.

Cara tersebut tidak membutuhkan sedasi atau analgesia.

Namun, proses penyembuhan secara manual hanya berlaku bagi parafimosis yang ringan dan tidak rumit, Moms.

Sebaliknya, kasus yang berat membutuhkan prosedur operasi.

"Tatalaksana bedah parafimosis diperlukan jika metode reduksi manual tidak berhasil. Dilakukan anestesi blok pada penis atau anestesi umum. Kemudian dilakukan sayatan memanjang 1-2 sentimeter dari band konstriksi prepusium yang edema (dorsumsisi)," ungkap dr. Andre Yudha.

Baca Juga: Mengenal Priapismus, Saat Penis Ereksi Lebih dari 4 Jam

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengobati kondisi kulup penis yang posisinya tidak sempurna, yaitu:

1. Manual

Reduksi manual parafimosis sering kali dapat dilakukan dengan penekanan pada glans dan preputium yang edema selama beberapa menit sebelum mencoba reduksi.

Hal tersebut memungkinkan berkurangnya edema pada preputium yang ditarik, sebelum mencoba memposisi preputium setelahnya.

2. Operasi

Operasi dilakukan jika cara manual tidak berhasil.

Prosedur ini umumnya dilakukan dengan anetesi blok pada penis atau anestesi umum.

Kemudian dilakukan sayatan memanjang 1-2 sentimeter dari band konstriksi prepusium yang edema (dorsumsisi).

Sayangnya, jika melakukan prosedur operasi, ada risiko infeksi dan pendarahan yang dapat terjadi.

Baca Juga: Penisilin, Antibiotik untuk Berbagai Macam Infeksi Bakteri

Parafimosis pada Anak-Anak

parafimosis pada anak-anak
Foto: parafimosis pada anak-anak

Foto Anak-anak Orami Photo Stocks)

Kondisi kulup penis yang tidak sempurna dapat dideteksi saat Moms mengganti popok Si Kecil, lho!

"Pada anak kecil dan bayi, parafimosis sebagian besar ditemukan saat penggantian popok. Tetapi, lebih sering ditemukan setelah preputium ditarik secara paksa dalam upaya untuk memudahkan pembersihan, atau setelah pemasangan kateter urin," jelas dr. Andre Yudha.

Mirisnya, remaja kerap terlambat menyadari gejala parafimosis karena faktor malu.

Sehingga, kondisi parafimosis pada anak mayoritas memiliki presentasi yang lebih kronis dibandingkan pada dewasa.

Mengenai gejala parafimosis pada anak, hampir sama dengan gejala pada umumnya.

Baca Juga: Penis Bernanah, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sebagai tambahan informasi, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya jika belum terjadi edema.

Bahkan dalam beberapa kasus, kulup bisa kembali ke posisi semula dengan sendirinya.

Namun, jika terjadi edema preputium, maka diperlukan reduksi manual hingga pembedahan.

Nah itu dia Moms informasi seputar parafimosis.

Kondisi ini bisa dibilang berbahaya jika sudah memasuki tahap strangulasi (jeratan) glans, gangguan vaskular disertai nyeri, pembengkakan vena, edema, hingga nekrosis (kematian jaringan) glans penis.

Jika kondisi-kondisi tersebut sudah terjadi, segera dapatkan pengobatan di rumah sakit, ya.

  • https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P03104
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22244-paraphimosis#symptoms-and-causes
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459233/
  • https://www.healthline.com/health/paraphimosis#treatments
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/318833#symptoms

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.