21 November 2023

Mengenal Pemeriksaan Leopold, Cek Kondisi Janin Tanpa USG

Mungkin Moms telah akrab dengan pemeriksaan USG, namun bagaimana dengan Leopold?

Pemeriksaan janin adalah hal yang perlu dilakukan secara rutin selama kehamilan. Salah satu pemeriksaan janin tanpa alat adalah pemeriksaan Leopold.

Lalu, seperti apa dan bagaimana tahapan dari pemeriksaan Leopold? Simak ulasannya berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: 15+ Makanan yang Mengandung Karbohidrat, Enak dan Sehat!

Mengenal Pemeriksaan Leopold

Imun Tubuh selama Kehamilan
Foto: Imun Tubuh selama Kehamilan (Orami Photo Stocks)

Manuver atau pemeriksaan Leopold adalah pemantauan menggunakan metode perabaan pada ibu hamil.

Hal ini untuk memperkirakan bagaimana posisi bayi di dalam rahim dan memperkirakan berat badan bayi.

Namanya sendiri berasal dari ahli kandungan dan ginekolog Jerman bernama Christian Gerhard Leopold.

Pemeriksaan ini biasanya dijalankan saat kandungan sudah mencapai usia trimester ketiga kehamilan atau saat terjadinya kontraksi sebelum persalinan.

Melalui pemeriksaan Leopold, dilansir dari Journal of Leopold Maneuvers, ini dapat membantu Moms melihat dan membayangkan janin.

Sehingga Moms bisa mengatasi masalah mendasar yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Namun, selain bisa menentukan letak dan posisi janin, pemeriksaan Leopold adalah salah satu cara untuk memperkirakan berat janin saat lahir.

Menurut Journal of Reproductive Health, pemeriksaan Leopold juga bisa meningkatkan ikatan emosional antara Moms dengan janin dan meningkatkan frekuensi komunikasi dengan janin.

Metode ini berbiaya rendah dan tergolong mudah dilakukan.

Pada dasarnya metode pemeriksaan Leopold mirip dengan pemeriksaan USG.

Hasil pemeriksaan nantinya juga dapat membantu menentukan apakah Moms bisa melakukan persalinan normal atau caesar.

Baca Juga: 6 Tanda Bahaya Kehamilan Trimester Tiga, Hati-hati!

Tahapan Pemeriksaan Leopold

Tahapan Pemeriksaan Leopold
Foto: Tahapan Pemeriksaan Leopold (Freepik.com)

Pemeriksaan Leopold memiliki 4 langkah dalam meraba rahim melalui perut. Tahap pemeriksaan ini dikenal dengan Leopold 1,2,3, dan 4.

Berikut ini lebih jelasnya tentang tahapan pemeriksaan Leopold yang perlu Moms ketahui.

1. Leopold 1 (Fundal Grip)

Dokter biasanya akan menempatkan kedua telapak tangan pada bagian atas perut untuk menentukan letak bagian tertinggi rahim.

Meraba bagian ini bertujuan untuk menentukan ujung mana dari janin (kutub janin) yang berada di bagian atas rahim.

Kepala bayi teraba keras dengan bentuk bundar, sedangkan untuk bokong akan terasa bertekstur lembut dan seperti objek yang besar.

Jika kepala atau bokong janin yang berada di fundus, maka janin berada dalam posisi vertikal.

Namun, jika sebaliknya maka kemungkinan besar janin dalam posisi transversal.

2. Leopold 2 (Umbilical Grip)

Pada tahapan pemeriksaan Leopold ini, dokter akan meraba secara perlahan kedua sisi perut di area sekitar pusar.

Sedikit tekanan di perut untuk menentukan lokasi tulang belakang dan ekstremitas (bagian kecil).

Di tahap inilah Moms dapat mengetahui posisi bayi menghadap ke kiri atau kanan. Untuk punggung bisa dirasa lebih keras dan lebih lebar.

Sementara untuk bagian tubuh lainnya akan terasa lebih lembut, dapat bergerak dan tidak beraturan.

Selama proses ini, dokter akan mengidentifikasi bagian janin yang berada di atas saluran masuk.

Dokter akan menggunakan kedua tangan untuk memeriksa perut bagian kanan dan kiri.

Lalu, ketika memeriksa sisi kanan, tangan kanan akan menahan perut sebelah kiri untuk ke arah kanan.

Perabaan sebelah kanan akan menggunakan tangan kiri dan merasakan bagian apa yang berada di tangan kanan.

Baca Juga: Doa agar Cepat Melahirkan dan Kontraksi, Yuk Amalkan Moms!

3. Leopold 3 (Pawlick’s Grip)

Pada tahap pemeriksaan Leopold ini, dokter akan mengidentifikasi bagian janin yang berada di atas saluran masuk.

Jari tangan dan ibu jari di tangan kanan akan memegang perut bagian bawah yang terletak di atas simfisis pubis.

Mirip dengan Leopold 1, tahap ini bertujuan untuk memastikan bagian tubuh yang berada di bagian bawah rahim.

Apabila teraba keras, itu artinya bagian kepala janin. Namun, jika bergerak berarti tungkai atau kaki.

Jika teraba kosong, maka bisa jadi bayi berada dalam posisi melintang di dalam rahim.

Tahapan perabaan ini juga dapat membantu dokter untuk memperkirakan volume air ketuban dan berat bayi.

4. Leopold 4 (Second Pelvic Grip)

Mirip dengan Leopold pertama, namun pemeriksaan Leopold pada tahap keempat menghadap ke pinggul Moms.

Dokter akan menempatkan kedua telapak tangan di kedua sisi perut bagian bawah, dengan ujung jari menghadap ke bawah menuju pintu masuk panggul.

Ujung jari masing-masing tangan digunakan untuk memberi tekanan dari luar ke dalam di sepanjang bawah rahim ke jalan lahir.

Cara ini bisa membantu dokter untuk mengetahui apakah posisi kepala bayi sudah turun hingga rongga tulang punggung atau masih di dalam area perut.

Apabila bayi sudah masuk sampai rongga panggul, seharusnya kepala bayi tidak bisa diraba lagi.

Itu artinya, Moms harus menyiapkan menjalani proses persalinan dalam waktu yang dekat.

Baca Juga: Cara Adopsi Anak di Indonesia, dari Syarat hingga Biaya


Apakah Pemeriksaan Leopold Cukup Efektif?

Foto Janin
Foto: Foto Janin (Freepik.com/freepik)

Pemeriksaan ini bisa dikatakan cukup efektif sebagai skrining untuk mengetahui posisi janin yang kurang tepat atau malpresentasi bagi janin.

Jadi, pemeriksaan ini nantinya bisa diikuti dan dibandingkan dengan pemeriksaan USG.

Apabila dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman, maka akan efektif mengetahui posisi janin.

Pemeriksaan ini sangat bermanfaat apabila suatu wilayah atau rumah sakit belum memiliki teknologi USG.

Posisi Janin Ideal

Janin
Foto: Janin (Blog.pregistry.com)

Pada awal kehamilan, bayi akan bergerak bebas di sekitar rahim.

Namun, menjelang akhir, bayi harus berada pada posisi tertentu. Sebelum lahir, kepala bayi sudah harus berada pada jalur lahir.

Inilah yang disebut dengan presentasi cephalic dan inilah yang merupakan posisi ideal bagi persalinan.

Pada umumnya, bayi akan menetap pada posisi ini antara minggu ke-32 dan ke-36 kehamilan. Posisi inilah yang membuat persalinan tidak rumit.

Posisi ini juga yang sesuai bagi Moms yang ingin melangsungkan persalinan secara normal.

Selama persalinan, tujuan utama dokter adalah membantu proses kelahiran bayi yang sehat dan aman.

Jika bayi berada pada posisi berbeda, tentu hal ini bisa menyulitkan proses persalinan dan berisiko melukai Moms serta Si Kecil.

Sebab, setiap posisi bayi sebenarnya memiliki risiko bervariasi dan tingkat kesulitannya masing-masing.

Untuk itulah, sangat penting bagi Moms untuk memeriksakan kehamilan ke dokter, terutama ketika mendekati hari perkiraan persalinan.

Baca Juga: Gigi Ngilu di Trimester Akhir, Apa Penyebabnya?

Hal yang Perlu Diketahui Saat Pemeriksaan Leopold

Cek Kondisi Kandungan
Foto: Cek Kondisi Kandungan (Healthline.com)

Biasanya, ada beberapa tips yang dianjurkan dokter untuk Moms sebelum melakukan pemeriksaan Leopold.

Tentu saja, ini berhubungan dengan efektivitas dari pemeriksaan itu sendiri.

Adapun beberapa tips tersebut yaitu:

  • Dianjurkan untuk mengosongkan kandung kemih sebelum melakukan pemeriksaan agar merasa nyaman dan kontur janin tidak terhalangi.
  • Moms akan dianjurkan berada dalam posisi ternyaman dengan lutut tertekuk. Pemeriksaan akan dilakukan saat posisi Moms berbaring dan kepala sedikit meninggi. Lalu, dokter akan menjelaskan prosedur dan menjawab semua pertanyaan terkait pemeriksaan.
  • Dokter akan memastikan tangannya hangat sebelum menyentuh perut Moms. Hal ini bisa dilakukan dengan menggosok kedua tangan untuk mencegah kontraksi rahim.
  • Dokter akan berdiri menghadap Moms selama tahap 1-3 dan menghadap kaki saat tahap terakhir.

Itulah tadi berbagai hal tentang pemeriksaan Leopold.

Pemeriksaan Leopold adalah cara yang sederhana untuk memperkirakan posisi bayi, namun tidak benar-benar bisa menampilkan visualisasi detail tentang janin.

Untuk itu, pemeriksaan ini harus ditunjang dengan pemeriksaan lain seperti USG agar lebih akurat.

Pemeriksaan kehamilan memang sangat penting Moms lakukan agar kondisi kehamilan bisa selalu dikontrol hingga waktu persalinan tiba.

Baca Juga: 9 Posisi Seks Aman Saat Hamil, Mulai dari Trimester Awal Hingga Akhir

Dengan pemeriksaan kehamilan secara rutin, termasuk pemeriksaan Leopold, dokter bisa memantau kondisi dan posisi janin.

Sehingga dapat meminimalisir terjadinya komplikasi saat kelahiran dan mempermudah dokter untuk menentukan metode persalinan terbaik bagi Moms.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560814/
  • https://reproductive-health-journal.biomedcentral.com/articles/10.1186/1742-4755-10-12
  • https://www.verywellfamily.com/what-are-leopold-maneuvers-5180308

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.