Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

ASI & MPASI | Nov 11, 2018

Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Bagikan


   

Mastitis adalah peradangan payudara yang biasanya disebabkan oleh infeksi, suatu kondisi yang menyebabkan jaringan payudara bengkak dan meradang. Ini dapat terjadi pada setiap wanita, meskipun mastitis paling umum terjadi selama 6 bulan pertama menyusui.

Mastitis bisa menyebabkan ibu menyusui demam, sangat letih dan lesu. Selain itu, mereka juga harus menghadapi tuntutan merawat bayi baru lahir, dan akibatnya banyak wanita berhenti menyusui sama sekali.

Namun penting sekali jika Moms bisa terus menyusui. Bahkan, menyusui biasanya membantu membersihkan infeksi, dan tidak akan membahayakan bayi.

Dokter menyebut mastitis pada ibu menyusui sebagai mastitis laktasi atau mastitis puerperalis. Wanita yang tidak menyusui sering mengalami yang disebut mastitis periductal.

Kabar baiknya? Meskipun mastitis bisa menyakitkan dan menyiksa, biasanya mudah ditangani dengan pengobatan.

  

Gejala Mastitis

Gejala mastitis hampir mirip seperti saluran ASI tersumbat dan disebut juga radang payudara. Mastitis biasanya hanya memengaruhi satu payudara, dan gejalanya sering kali berkembang dengan cepat. Gejala mastitis dapat mencakup berikut:

  • Payudara meradang dan bengkak yang kadang terasa panas dan nyeri ketika disentuh
  • Benjolan payudara atau bagian yang mengeras pada payudara
  • Rasa nyeri dan terbakar di payudara, frekuensinya lebih sering dan lama atau hanya dapat terjadi ketika sedang menyusui, bahkan terkadang disertai demam dan payudara panas jika diraba.
  • Keluarnya abses atau radang jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya rongga tempat nanah mengumpul. Biasanya nanah berwarna putih atau mengandung bercak darah pada payudara
  • Kadang kala disertai gejala seperti flu, seperti nyeri, suhu tinggi (demam), menggigil dan kelelahan.

  

Penyebab Mastitis

Mastitis pada ibu menyusui sering disebabkan oleh penumpukan susu di dalam payudara. Ini disebut juga stasis susu atau ASI tersumbat yaitu terhentinya cairan susu dalam payudara. Stasis susu dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk:

  • Bayi tidak benar-benar mengisap payudara selama menyusui. Ini berarti bahwa ASI yang keluar tidak cukup banyak. Moms perlu memperbaiki posisi menyusui yang benar sehingga membantu bayi Moms mengisap ASI dengan benar
  • Bayi mengalami masalah mengisap.
  • Jarang menyusui atau sering terlewatkan. Misalnya, ketika bayi mulai tidur sepanjang malam
  • Terlalu sering menyusui dengan salah satu payudara. Misalnya, karena salah satu puting sakit. Ini dapat menyebabkan ASI tersumbat (stasis susu) berkembang pada payudara lainnya
  • Benturan atau pukulan pada payudara, yang dapat merusak saluran atau kelenjar susu di payudara
  • Tekanan pada payudara. Misalnya karena pakaian ketat (termasuk bra), sabuk pengaman atau tidur tengkurap
  • Dalam beberapa kasus, ASI tersumbat ini juga dapat terinfeksi dengan bakteri, yang dikenal sebagai mastitis infektif.
  • Pada wanita yang tidak menyusui, mastitis paling sering terjadi ketika payudara terinfeksi sebagai akibat dari kerusakan pada puting, seperti puting lecet atau luka.

  

Penanganan Mastitis

Mastitis biasanya dapat dengan mudah diobati dan kebanyakan wanita bisa cepat pulih. Berikut adalah beberapa tindakan yang dapat Moms lakukan sendiri yang sering kali sangat membantu.

  • Cukup istirahat dan banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi sekaligus membantu menurunkan demam
  • Minumlah obat pereda rasa sakit sesuai anjuran dokter, seperti parasetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakit atau demam
  • Hindari pakaian ketat termasuk bra sampai gejala mastitis membaik
  • Kompres payudara dengan air hangat atau kain yang dibasahi air hangat pada bagian yang lecet sebelum memberikan ASI
  • Pijatlah payudara dengan lembut selagi memberikan ASI pada bayi
  • Jika sedang menyusui, teruskan pemberian ASI meskipun payudari mengalami abses atau pembengkakan dan pastikan bayi mengisap payudara dengan benar
  • Sering mengubah posisi menyusui untuk membantu mengurangi sumbatan ASI
  • Berusahalah memberi ASI lebih sering dari biasanya, peraslah ASI yang tersisa setelah dan selama menyusui.
  • Bagi wanita yang tidak menyusui dengan mastitis dan ibu menyusui yang diduga terinfeksi mastitis, tablet antibiotik biasanya akan diresepkan untuk mengendalikan infeksi.

   

Pencegahan Mastitis

Meskipun mastitis biasanya dapat diobati dengan mudah, kondisi tersebut dapat kambuh jika penyebab dasarnya tidak segera ditangani. Jika sedang menyusui, Moms dapat membantu mengurangi risiko terkena mastitis dengan mengambil langkah-langkah berikut untuk menghentikan ASI tersumbat di payudara.

  • Memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan, jika memungkinkan
  • Menyusui sesering mungkin, terutama ketika payudara terasa penuh dan membengkak
  • Pastikan bayi Moms betul-betul mengisap payudara dengan benar selama menyusui
  • Biarkan bayi Moms mengisap ASI sampai selesai.
  • Aturlah jarak waktu menyusui. Jika mungkin, lakukan secara bertahap
  • Hindari tekanan pada payudara akibat pakaian ketat, termasuk bra

 

Bagaimana penanganan mastitis menurut Moms?

 

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.