Kesehatan

10 Oktober 2021

7 Penyebab Mual Setelah Makan, Salah Satunya Mungkin Moms Alami

Mual bahkan muntah setelah makan menjadi kondisi yang tidak nyaman, yuk cari tahu penyebabnya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Widya Citra Andini

Apakah Moms pernah merasa mual usai makan? Kira-kira, apa penyebab mual setelah makan yang Moms alami ya?

Moms mungkin akan sepakat bahwa makan termasuk ke dalam kebutuhan setiap orang.

Dengan makan, tubuh dapat menghasilkan energi sehingga aktivitas harian dapat berjalan optimal.

Namun, pernahkah Moms mengalami mual setelah makan?

Padahal biasanya, makan merupakan cara yang dapat membuat seseorang kenyang dan lebih nyaman menjalani hari.

Mengapa pada saat-saat tertentu, justru mual dan keinginan muntahlah yang datang?

Apakah kondisi ini memiliki penyebab yang mendasarinya?

Lalu, bagaimana cara mengatasi rasa mual setelah makan dan pencegahannya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, Moms.

Baca Juga: Mengenal 13 Jenis Kacang-Kacangan, Makanan Sehat untuk Kehamilan

Alasan Mual Setelah Makan

Kenapa Mual Setelah Makan

Foto: Orami Photo Stock

Pada sebagian orang setelah makan, perut seperti penuh sesak dan kurang nyaman.

Bahkan berefek pada tubuh yang kelihatan loyo seperti orang mabuk.

Anehnya, saat makanan dimuntahkan, tubuh jadi terasa normal. Sebenarnya apa penyebabnya?

Ternyata menurut Carolyn Newberry, M.D., ahli gastroenterologi di New York-Presbyterian, perasaan yang tidak nyaman pada perut dapat dimulai dengan gejala mual. Hal ini dapat dikaitkan dengan masalah lambung.

Perasaan mual akan berlanjut menjadi muntah, yaitu kondisi pada saat isi perut dikeluarkan secara paksa melalui mulut.

Baca Juga: 10 Penyebab Mual Saat Menyusui Bayi yang Harus Moms Ketahui

Penyebab Mual Setelah Makan

Mual dan muntah adalah mekanisme tubuh merespon ketidakberesan pada makanan yang kita makan atau pada saluran pencernaan kita.

Apa saja yang menyebabkannya?

1. Asam Lambung Naik

Penyebab Mual Setelah Makan, Mungkin Ini Salah Satunya!-1

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu hal yang dapat memicu rasa mual setelah makan, ialah asam lambung naik.

Maka, penting bagi penderita maag dan asam lambung untuk mengetahui beberapa makanan yang harus dihindari.

Umumnya yang bersifat asam, pedas kaya lemak dan berminyak. Sementara itu, minuman yang harus dihindari adalah kopi, cokelat, susu, dan alkohol.

Biasanya asam lambung akan kambuh ketika mengonsumsi hal-hal di atas.

Gejalanya seperti perut kembung, mual-mual, sesak pada dada atau perut, bahkan sering membuat orang tersebut muntah.

2. Alergi

Penyebab Mual Setelah Makan, Mungkin Ini Salah Satunya!-2

Foto: Orami Photo Stock

Mual dan muntah setelah makan bisa disebabkan oleh alergi pada makanan. Kadang, alergi makanan ini seringkali tidak disadari oleh penderita.

“Alergi akan membuat reaksi dari sistem kekebalan tubuh kita yang membuat dilepaskannya zat kimia layaknya histamin sehingga membuat gejala seperti gatal-gatal, mual, muntah, dan lain-lain,” jelas Dr Newberry.

Beberapa contoh alergi pada makanan antara lain kacang, terlur, makanan laut, atau susu.

3. Keracunan Makanan

Penyebab Mual Setelah Makan, Mungkin Ini Salah Satunya!-3

Foto: Orami Photo Stock

Makanan yang telah kedaluwarsa atau mengandung bahan berbahaya tentu sangat membahayakan bagi tubuh yang memakannya.

Terutama dikarenakan pada makanan tersebut mengandung bakteri, virus, parasit atau bahan kimia tertentu.

Tak lama setelah memakannya, tubuh akan merasa mual-mual, muntah, diare, demam bahkan dapat berujung kematian.

Muntah adalah mekanisme yang sangat normal bila mengalami keracunan makanan.

Baca Juga: 4 Tips Memberi Makan Anak Saat Muntah-muntah

4. Pengaruh Hormon Kehamilan

Penyebab Mual Setelah Makan, Mungkin Ini Salah Satunya!-4

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip laman Medical News Today, pengaruh hormon kehamilan bisa saja menjadi penyebab mual setelah makan.

Mual setelah makan sering terjadi selama kehamilan, terutama di pagi hari.

Namun, mual setelah makan juga bisa terjadi sepanjang hari tanpa waktu tertentu.

Beberapa ibu hamil akan mengalami mual sebelum makan. Orang lain akan merasa mual segera setelah makan.

Perasaan mual ini biasanya akan dimulai selama bulan ke-2 kehamilan.

Mual selama kehamilan tidak berbahaya bagi bayi atau ibu dan biasanya akan hilang pada bulan ke-4 kehamilan.

Kadar hormon yang meningkat selama kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada sistem pencernaan dan tubuh.

Ini berarti, makanan lebih lama berada di perut dan usus kecil. Hal ini juga mungkin menjadi penyebab mual setelah makan selama kehamilan.

Hormon kehamilan dapat mengendurkan hubungan antara kerongkongan dan perut sehingga menyebabkan peningkatan refluks asam, yang dapat menyebabkan mual.

Indra penciuman yang meningkat selama kehamilan juga dapat memperparah mual.

5. Masalah Gastrointestinal

\Penyebab Mual Setelah Makan, Mungkin Ini Salah Satunya!-5

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab mual setelah makan dan masalah pencernaan lainnya mungkin dapat disebabkan oleh organ di dalam sistem pencernaan yang berhenti berfungsi dengan baik.

Misalnya, penyakit gastroesophageal (GERD) terjadi ketika cincin otot antara esofagus dan lambung mengalami malfungsi sehingga menyebabkan asam lambung masuk ke esofagus.

GERD menyebabkan sensasi terbakar di seluruh kerongkongan yang dikenal sebagai mulas dan mungkin menjadi penyebab mual setelah makan.

Selain itu, penyakit pada kantung empedu juga dapat mengganggu pencernaan lemak dan dapat menyebabkan mual setelah makan makanan tinggi lemak.

Pasalnya, kantung empedu bertanggung jawab untuk melepaskan empedu untuk membantu mencerna lemak.

Pankreas melepaskan protein dan hormon yang diperlukan untuk pencernaan.

Jika organ ini menjadi meradang atau terluka, yang dikenal sebagai pankreatitis, mual sering terjadi bersamaan dengan gejala dan nyeri usus lainnya.

6. Sindrom Iritasi Usus Besar

Penyebab Mual Setelah Makan, Mungkin Ini Salah Satunya!-6

Foto: Orami Photo Stock

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan kembung dan perut bergas.

Pada beberapa orang, hal ini juga bisa menjadi penyebab mual setelah makan.

Dikutip dari Healthline, mual pada orang yang menderita IBS sering kali dikaitkan dengan gejala umum lainnya seperti rasa kenyang, sakit perut, dan kembung setelah makan.

Satu penelitian terhadap pasien dengan IBS melaporkan bahwa gejala mual relatif umum.

Di antara wanita dengan IBS, hampir 40 persen pasien melaporkan bahwa mereka pernah mengalami mual.

Studi yang sama menemukan bahwa hampir 30 persen pria dengan IBS pernah mengalami mual juga.

7. Gangguan Psikologis

Penyebab Mual Setelah Makan, Mungkin Ini Salah Satunya!-7

Foto: Orami Photo Stock

Perlu Moms ketahui bahwa adanya gangguan psikologis juga bisa menjadi penyebab mual setelah makan.

Anorexia nervosa dan bulimia nervosa adalah gangguan makan paling umum yang ditandai dengan kebiasaan makan yang tidak normal.

Anorexia nervosa dapat menyebabkan mual akibat asam lambung berlebih atau kelaparan.

Sementara bulimia nervosa dapat menyebabkan mual setelah makan karena keharusan untuk memuntahkan makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga: Anoreksia pada Anak, Bagaimana Gejala dan Cara Mengatasinya?

Mengatasi Penyebab Mual Setelah Makan

Penanganan Mual Setelah Makan

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa penyebab mual setelah makan mungkin menjadi sesuatu yang tidak terlalu serius, tetapi Moms tidak bisa mengabaikannya.

Apabila rasa mual setelah makan terus muncul selama berhari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Anak-anak yang mengalami mual setelah makan mungkin membutuhkan perhatian lebih. Hubungi dokter jika:

  • Anak yang mual mungkin juga menunjukkan gejala lain yang memerlukan perhatian medis
  • Anak di bawah 6 bulan muntah
  • Mual setelah makan terjadi pada anak berusia di atas 6 bulan
  • Muntah dan demam lebih dari 38,5 ° C
  • Anak sudah muntah selama lebih dari 8 jam
  • Anak muntah darah
  • Anak tidak mengeluarkan air seni lebih dari 8 jam
  • Anak mengantuk secara tidak normal
  • Anak mengalami sakit perut selama 2 jam
  • Anak mengeluhkan rasa nyeri atau sakit kepala

Beberapa tindakan yang mungkin akan dilakukan dokter, meliputi tes darah atau urine, tes kulit, tes menelan, kolonoskopi atau endoskopi bagian atas, CT scan atau MRI perut.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab mual setelah makan.

Perawatan akan tergantung pada diagnosis dan dapat sangat bervariasi pada setiap pasien.

Misalnya, penderita GERD atau mulas mungkin memerlukan pengobatan dengan obat penghambat asam atau antibiotik untuk bakteri lambung, .

Orang dengan riwayat reaksi alergi atau intoleran harus menghindari makanan tertentu.

Dalam kasus virus perut, orang harus tetap terhidrasi dengan baik dan makan makanan lunak begitu mual berkurang.

Kondisi yang lebih parah, seperti penyakit kantung empedu, mungkin memerlukan pembedahan.

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Muntah pada Anak Balita dengan Cepat

Pencegahan Mual Setelah Makan

Pencegahan Mual Setelah Makan

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa tips yang dapat membantu mencegah penyebab mual setelah makan antara lain:

  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti kerupuk, nasi putih, atau roti bakar kering.
  • Membatasi makan saat mual sambil terus minum.
  • Jahe mungkin dapat membantu, dengan cara diolah menjadi minuman hangat dan segar.
  • Menghindari susu atau makanan berserat tinggi.
  • Mencoba mengunyah permen karet atau mengisap permen.
  • Minum cairan secara teratur, tetapi dalam jumlah kecil sampai mual membaik.
  • Makan dalam porsi lebih kecil, tetapi makan lebih sering.

Itulah 7 penyebab mual setelah makan yang mungkin Moms alami, disertai penanganan dan pencegahannya. Semoga dapat membantu, ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait