16 Januari 2024

10 Manfaat Daun Ungu, Salah Satunya Menyehatkan Jantung!

Inilah manfaat daun ungu untuk kesehatan dan cara mengolahnya

Warnanya memang unik, tapi ternyata daun ungu juga sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Di luar negeri, daun ungu dikenal dengan sebutan Joseph’s Coat dengan nama ilmiah Graptophyllum pictum.

Sedangkan di Indonesia, daun ini memiliki banyak nama sesuai daerahnya.

Orang Sumatera menyebutnya pudin, orang Madura menyebutnya karaton, orang Bali menyebutnya temen, orang Sunda menyebutnya handeuleum.

Penyebutan nama "daun ungu" lebih sering dikenal oleh orang Jawa Tengah.

Sayang, meski memiliki bunga yang cantik dan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, tanaman ini belum terlalu diminati seperti tanaman yang lain.

Baca Juga: Berapa Banyak Porsi Makanan Bayi 6 Bulan? Ini Kata dokter!

Ciri-ciri Daun Ungu

Daun Ungu
Foto: Daun Ungu (faktualnews.co)

Bagaimanakah ciri-ciri daun ungu? Sama seperti namanya, tanaman ini memiliki daun yang mayoritas berwarna ungu.

Tanaman yang termasuk dalam golongan tanaman perdu ini bisa tumbuh menjulang dengan tinggi 1,5 hingga 3 meter.

Tanaman ini dapat tumbuh di area terbuka dan cocok di segala iklim, mulai dari panas hingga kering dan lembap. Tanaman ini selalu berbunga di bulan Juli hingga September.

Batang muda tanaman ini memang berwarna ungu.

Semakin tua, maka warna batangnya akan berubah menjadi kecokelatan dan menghitam.

Bentuk batangnya bulat sedangkan bentuk daunnya memanjang dengan ujung runcing.

Tepi daunnya halus dan ketika dipetik daunnya akan cepat menjadi layu.

Yang menarik, jika Moms menguliti atau mematahkan kulit dan daunnya, Moms akan mendapatkan lendir dengan bau yang kurang enak.

Tanaman ini mempunyai bunga warna merah tua yang bentuknya tersusun di satu tangkai.

Biasanya, tanaman ini sering ditemukan tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar.

Baca Juga: 8 Makanan Sumber Zat Besi untuk Ibu Hamil, Yuk Simak!

Cara Menanam Daun Ungu

Daun Ungu (Orami Photo Stock)
Foto: Daun Ungu (Orami Photo Stock)

Sebenarnya, tanaman ini sangatlah mudah ditanam.

Seperti yang telah disebutkan di atas, tanaman ini bisa hidup di segala cuaca. Tanaman ini pun dapat hidup di dataran rendah dan dataran tinggi.

Jika Moms dan Dads ingin menanam daun ungu di pekarangan rumah, begini caranya:

  • Siapkan bibit tanaman daun ungu. Ini bisa dibeli di penjual tanaman.
  • Siapkan media tanam yang baik.
    • Untuk Tanam di Pot: Campurkan tanah, pasir/sekam/serbuk kayu, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
    • Untuk Tanam di Tanah Kebun: Pastikan tanah tidak terlalu liat atau berpasir. Campurkan tanah kebun, pasir/sekam/serbuk gergaji, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:2.
  • Siram media tanam untuk menjaga kelembapannya sebelum menanam.
  • Pindahkan bibit ke dalam pot atau tanah dengan hati-hati agar tidak merusak akarnya.
  • Siram tanaman setiap hari.
  • Periksa tanaman, terutama di bawah daun, untuk mendeteksi hama seperti ulat dan siput yang kerap tinggal di bawah daun dan memakan daun.

Baca Juga: 12 Penyebab Meriang Setelah Berhubungan Seks, Simak Moms

Manfaat Daun Ungu

Daun ungu merupakan tanaman hias dengan berbagai manfaat, termasuk dalam pengobatan tradisional.

Di dunia pengobatan herbal, daun ini dikenal berfungsi sebagai emolien, pencahar, dan obat antiradang.

Selain itu, daun ini juga diyakini memiliki efek diuretik.

Hal tersebut membuatnya dapat membantu membuang kelebihan garam dan air dalam tubuh melalui urine.

Tidak berhenti di situ, daun ini juga diyakini dapat membantu mengobati wasir atau ambeien.

Secara turun-temurun, orang Indonesia sendiri umumnya menggunakan daun ini untuk meredakan gejala wasir, sakit pinggang, tonsilitis (amandel), bisul, dan rematik

Dilansir dari pom.go.id, sebagai obat herbal, zat aktif di dalam daun ini adalah flavonoid, alkaloid, pektin, asam formiat, glikosida, steroid, saponin, dan tannin.

Selain membantu mengatasi wasir atau ambeien, kandungan aktif di atas sering diandalkan untuk mengatasi berbagai masalah lain seperti:

1. Membantu Menghambat Pertumbuhan Plak Gigi

Periksa Gigi
Foto: Periksa Gigi (Orami Photo Stock)

Menurut drg. Anandia Tri Wardhana, plak pada gigi bisa terbentuk karena sisa makanan yang tertinggal di gigi atau glukosa yang bereaksi dengan bakteri streptococcus mutans.

Jurnal yang diterbitkan oleh unair.ac.id menyatakan bahwa daun ungu dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri streptococcus mutans.

Penelitian tersebut dilakukan pada sebuah acrylic resin yang dibagi dalam empat kelompok berbeda.

Masing-masing kelompok direndam dalam cairan dengan ekstrak daun, masing-masing dengan konsentrat berbeda yaitu 5%, 10%, 20% dan 50% selama 15 menit.

Hasilnya? Acrylic resin dengan konsentrat daun ini yang lebih tinggi mampu membantu mengurangi bakteri streptococcus mutans.

Dengan pertumbuhan bakteri yang terhambat, plak pada gigi pun tentu menjadi tidak terbentuk.

2. Disarankan sebagai Antidiabetes

Banyak orang tidak menyadari bahwa ia mengidap penyakit diabetes sehingga orang tersebut tidak mengontrol pola makan sehari-hari.

Hal ini bisa menyebabkan tingginya gula darah.

Jurnal yang diterbitkan oleh journal.ipb.ac.id menyatakan bahwa daun ini dapat membantu penurunan kadar gula darah atau antidiabetes.

Hal ini karena kandungan flavonoid dalam ekstrak daun dapat membantu menghambat aktivitas enzim glukosidase penyebab diabetes.

Baca Juga: Biar Kekinian, Begini Cara Membuat TikTok agar Muncul di FYP

3. Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol

Periksa Kolesterol
Foto: Periksa Kolesterol (Orami Photo Stock)

Sebagian besar senyawa steroid yang terkandung dalam daun ungu adalah fitosterol, sehingga daun ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Biologi Fakultas Sain dan Teknologi, Universitas Airlangga, membuktikan pernyataan tersebut melalui percobaan pada tikus.

Percobaan tersebut menyatakan bahwa daun ini dapat membantu menurunkan kolesterol secara total dan LDL (kolesterol jahat) pada darah.


4. Membantu Memberi Efek Nephroprotective

Efek Nephroprotective merupakan kemampuan suatu zat untuk melindungi fungsi ginjal.

Apakah Moms dan Dads ingin menjaga kesehatan ginjal?

Tak ada salahnya untuk mengandalkan daun ini sebagai salah satu pengobatan herbal.

Dilansir dari laman US National Library of Medicine National Institutes of Health menyatakan bahwa daun ungu dapat membantu mengurangi tingkat kreatinin dan urea yang dapat menjaga kerja ginjal.

5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Daun ungu juga dikaitkan dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Kandungan flavonoid, yang telah dikenal memiliki sifat antioksidan, dapat membantu melawan radikal bebas yang berkontribusi pada kerusakan sel dan peradangan.

Dengan meningkatkan respons imun tubuh, konsumsi daun ungu bisa membantu mencegah berbagai infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen.

Studi-studi awal menunjukkan bahwa ekstrak daun ungu dapat merangsang produksi sel darah putih, yang berperan penting dalam melawan infeksi.

6. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Daun ungu telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi berbagai masalah pencernaan, termasuk sembelit dan disentri.

Daun ini sifatnya yang mungkin memiliki efek laksatif ringan dan kemampuannya untuk membantu menenangkan saluran pencernaan.

7. Antioksidan

Daun ungu mengandung antioksidan, yang penting untuk membantu melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Antioksidan ini dapat membantu mencegah beberapa penyakit kronis dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh.

8. Anti-Inflamasi

Ekstrak daun ungu juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi, yang bisa membantu dalam mengurangi peradangan dan nyeri, terutama yang berkaitan dengan kondisi seperti arthritis.

9. Menjaga Kesehatan Jantung

Walaupun masih memerlukan lebih banyak penelitian ilmiah untuk memastikan efektivitas dan keamanannya, daun ini masih dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung.

Daun ini memiliki sifat hipotensif, yang berarti dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Hal ini sangat penting dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

10. Pengobatan Infeksi Kulit

Daun ungu juga sering digunakan dalam pengobatan topikal untuk mengobati berbagai jenis infeksi kulit.

Sebab, daun ini memiliki sifat antibakteri dan penyembuhan luka dari daun ini.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Nanas? Cek Faktanya Moms!

Cara Mengolah Daun Ungu

Daun Ungu
Foto: Daun Ungu (Pinterest.com)

Secara tradisional, daun ungu dikonsumsi dengan cara direbus sebagai teh herbal.

Ada dua cara persiapan dan penyajian daun ungu:

1. Cara Pertama

  • Cuci bersih dan giling halus daun ungu sebanyak 6 lembar.
  • Seduh daun dengan air masak sebanyak ½ cangkir.
  • Saring dan peras daun ke cangkir.
  • Campurkan madu sebanyak satu sendok makan.
  • Madu berperan untuk membantu menghilangkan rasa getir.
  • Minum secara teratur 2-3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

2. Cara Kedua

  • Ambil daun ungu 1/2 genggam, bunga srigading 3/4 genggam, daun kaki kuda 1/3 genggam, daun sembung 1/4 genggam, akar simaruba 2 jari, klembak 1 jari, gula enau 3 jari.
  • Seluruh bahan tersebut dicuci dan dipotong-potong seperlunya.
  • Jerang 4 gelas air di dalam panci hingga mendidih.
  • Masukkan seluruh bahan tersebut ke dalam panci. Biarkan hingga air bersisa 3/4 gelas.
  • Saring dan biarkan dingin sebelum diminum.
  • Minumlah teh herbal ini tiga kali sehari, masing- masing 3/4 gelas.

Baca Juga: 9+ Sayuran untuk Program Hamil, Bisa Tingkatkan Kesuburan!

Efek Samping Mengonsumsi Daun Ungu

Sakit Kepala (Orami Photo Stock)
Foto: Sakit Kepala (Orami Photo Stock)

Setiap pengobatan herbal tentu ada beberapa efek samping yang berarti atau tidak berarti.

Hal ini dapat berbeda-beda tergantung pada masing-masing individu.

Beberapa efek samping dari mengonsumsi daun ungu yang bisa jadi Moms dan Dads rasakan antara lain sulit tidur, nafsu makan menurun, sakit perut ringan, sakit kepala, hingga gatal pada kulit.

Ingat, teh herbal ini juga termasuk dalam pengobatan herbal. Jadi, selama mengonsumsi ramuan herbal, Moms dan Dads disarankan untuk lebih banyak minum air mineral.

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Tujuannya untuk membantu melancarkan buang air besar.

Demikian beberapa khasiat daun ungu dan cara memanfaatkannya sebagai terapi obat herbal.

Belum diketahui apakah daun ungu dapat menimbulkan reaksi tertentu jika dikonsumsi bersama dengan obat-obatan lain.

Baca Juga: 10 Makanan Penambah Nafsu Makan Balita, Mudah Ditemukan!

Itu dia serba-serbi daun ungu yang perlu Moms dan Dads ketahui.

Sebelum memanfaatkan bahan herbal ini, Moms dan Dads sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Hal ini penting untuk memastikan keamanan konsumsi daun ungu, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dan efek sampingnya dapat dihindari.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4439458/
  • https://www.berkalahayati.org/index.php/jurnal/article/view/354
  • https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/1124
  • http://www.pom.go.id/ppid/2016/buletin_edisiI_2015.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.