Kehamilan

16 Agustus 2020

Sperma Seperti Jelly, Apakah Normal?

Simak penjelasannya ya Moms dan Dads
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Mungkin saja beberapa calon Dads saat ini sedang bertanya-tanya, mengapa tekstur sperma mereka terlihat seperti jelly atau agar-agar?

Apakah ini merupakan suatu kondisi yang normal atau justru sebaliknya? Simak seperti apa penjelasan para ahli mengenai sperma yang bertekstur seperti jelly di bawah ini.  

Sperma Seperti Jelly Adalah Hal Yang Normal

Sperma Seperti Jelly, Normalkah? 1

Foto: pexels.com

“Air mani seperti jelly saat berejakulasi sebenarnya cukup normal. Bahkan ini biasa meningkatkan peluang kehamilan,” kata Rebeca Reus, BSc, MSc, seorang ahli embriologi, seperti dikutip dari situs Invitra.

“Penampilan seperti jelly menunjukkan bahwa air mani mengandung fruktosa, sejenis gula sederhana yang membuat sperma tetap hidup setelah ejakulasi. Konsistensi semen bisa saja terlihat normal, tetapi mungkin saja tidak memiliki sperma yang layak.”

Baca Juga: Benarkah Seks Tiap Hari Bikin Sperma Lebih Sehat?

Tekstur Air Mani Selalu Berubah Setelah Ejakulasi

Sperma Seperti Jelly, Normalkah? 2

Foto: unsplash.com

Mengutip Netdoctor UK, tekstur air mani sebenarnya memang selalu berubah setelah ejakulasi jika terkena udara. Di mana air mani yang normalnya lengket dan tebal akan menjadi lebih dingin dan mencair setelah beberapa menit.

Adapun penyebab mengapa air mani memiliki tekstur yang kental dan lengket adalah karena mengandung protein yang membantunya ‘menempel’ di vagina dan memperlambat laju tetesan (ketika ada yang keluar dari vagina), sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan.

Oleh karena itu, sangat normal jika ada gumpalan-gumpalan seperti jelly di dalam air mani.

Ketika usia pria semakin bertambah, air mani biasanya juga menjadi lebih encer dengan volume yang lebih sedikit saat ejakulasi.

Hidrasi Menjadi Faktor Yang Memengaruhi Tekstur Sperma

Sperma Seperti Jelly, Normalkah? 3

Foto: pexels.com

“Hidrasi adalah salah satu faktor utama mengapa air mani pria bisa menjadi cairan yang sangat licin pada suatu hari dan lengket pada hari lainnya. Semakin banyak air yang diminum, air mani akan menjadi semakin encer,” kata Paul R. Shin, M.D., seorang ahli urologi di Shady Grove Fertility di Washington, D.C., seperti dikutip dari situs SELF.

“Beberapa air mani berada dalam fase agar-agar sampai bertemu dengan enzim prostat,” kata Dr. Shin.

Ketika air mani tercampur dengan enzim prostat, semuanya mencair menjadi konsistensi yang lebih halus. Tetapi terkadang prosesnya tidak selesai sampai seorang pria berejakulasi.

Menurut Dr. Shin, itulah mengapa pada akhirnya yang keluar adalah sperma seperti jelly.

“Setelah berada di dalam vagina, air mani itu akan semakin mencair dan lebih mudah untuk bergerak.”

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat

Sperma Terlalu Kental Mungkin Disebabkan Oleh Infeksi

Sperma Seperti Jelly, Normalkah? 4

Foto: pexels.com

Meskipun umumnya sperma seperti jelly adalah hal yang normal, Healthline menyebut bahwa infeksi saluran genital, terutama infeksi bakteri, juga dapat menyebabkan tekstur air mani lebih kental dari biasanya.

Ini dikarenakan infeksi dapat meningkatkan jumlah sel darah putih ke saluran genital. Ini dapat mengurangi jumlah air mani yang dihasilkan dan mengurangi konsentrasi sperma dalam air mani. Bahkan infeksi juga akan memengaruhi bentuk sperma.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Ecology, diketahui bahwa kehadiran bakteri menular di saluran genital bahkan dapat menyebabkan sel darah putih menyerang sperma. Di mana ini juga akan memengaruhi tingkat kekentalan air mani.

Sementara studi yang diterbitkan di Journal of Assisted Reproduction and Genetics, menunjukkan bahwa infeksi bakteri dapat menyebabkan sperma saling menempel, yang juga berkontribusi pada tingkat kekentalan air mani.

Oleh karena itu, sebaiknya segera hubungi dokter jika Dads mendapati sperma yang seperti jelly disertai dengan gejala-gejala berikut ini:

  • Kesulitan buang air kecil
  • Urin berdarah
  • Keluar cairan abnormal dari organ intim
  • Testis membengkak

Selain itu, sensasi nyeri atau terbakar juga dapat menjadi pertanda adanya infeksi pada saluran genital Dads.

Nah, untuk membuat sperma menjadi lebih sehat lagi dan siap untuk membuahi, maka Dads perlu menyimak tips agar sperma menjadi lebih sehat di bawah ini.

Baca Juga: Selain Makan Sehat, 5 Hal Ini Memaksimalkan Kualitas Sperma

4 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Agar kuantitas dan kualitas sperma bisa terjaga dengan baik, kualitas sperma bisa ditingkatkan dengan cara berikut ini:

1. Olahraga

cara meningkatkan kualitas sperma

Foto: Orami Photo Stock

Mencoba rutinitas olahraga bisa menjadi cara yang pertama dalam meningkatkan kualitas sperma yang bagus. Apalagi sangat sederhana, murah, dan efektif pada pria yang tidak aktif.

Beberapa alasan mengapa olahraga bisa membantu meningkatkan kualitas sperma, karena olahraga bisa membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan keseimbangan hormon.

Hormon testosteron, misalnya, sangat penting dalam pembuatan sperma dan olahraga memang mempengaruhi hormon tersebut.

2. Menjaga Berat Badan

cara meningkatkan kualitas sperma

Foto: Orami Photo Stock

Kelebihan berat badan merupakan salah satu masalah penyebab ketidaksuburan pria dan wanita dan kesehatan embrio.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Harvard School of Public Health, kelebihan berat badan atau obesitas dapat mengurangi jumlah sperma dan bisa menyebabkan seorang pria tidak memiliki sperma sama sekali.

Maka dari itu, menurunkan berat badan adalah salah satu cara meningkatkan kualitas sperma.

Baca Juga: 5 Alasan Ibu Hamil Harus Cukup Tidur, Simak di Sini!

3. Tidur Cukup

cara meningkatkan kualitas sperma

Foto: Orami Photo Stock

Kurang tidur memang dapat mengganggu kesehatan sperma, namun jika terlalu banyak tidur juga dapat membahayakan kesehatan sperma.

Waktu tidur yang terlambat serta durasi tidur pendek dan panjang, dikaitkan pada gangguan kesehatan sperma.

Terlalu sedikit dan terlalu banyak tidur juga dikaitkan dengan prevalensi penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes yang lebih tinggi, selain obesitas dan tekanan mental yang sering, dibandingkan dengan orang-orang yang mempunyai 7-8 jam tidur malam.

4. Makanan yang Mengandung Folat

cara meningkatkan kualitas sperma

Foto: Orami Photo Stock

Folat merupakan vitamin B yang telah dikaitkan dengan sumber terpercaya untuk menjaga kesehatan sperma. Jumlah folat yang rendah dikaitkan dengan rusaknya DNA sperma, kepadatan sperma yang lebih rendah, dan jumlah sperma yang lebih rendah.

Makanan yang mengandung folat antara lain, sayuran berdaun hijau, buah-buahan dan jus buah, kacang-kacangan, biji-bijian dan roti.

Baca Juga: 6 Cara agar Sperma Sehat dan Siap Membuahi

Ternyata itulah berbagai alasan mengapa tekstur sperma seperti jelly dan bagaimana cara membuat sperma menjadi lebih sehat.

Selama tidak mengalami gejala yang mencurigakan, Moms dan Dads tidak perlu lagi merasa khawatir. Namun, pastikan segera mendapatkan penanganan dokter jika disertai dengan gejala-gejala abnormal lainnya.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait