26 Februari 2024

Tahapan Cacar Air dari Fase Perkembangan Virusnya di Tubuh

Mau tahu, bagaimana cacar air menyerang? Ini Tahapannya.

Cacar air memiliki tahapannya, lho Moms. Nah, apa tahapan cacar air?

Kondisi ini tentunya sudah umum dialami anak-anak, ya. Cacar air adalah infeksi yang sangat menular yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV).

Ini ditandai dengan munculnya lenting berisi cairan atau lepuh pada wajah, leher dan badan, dan kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh.

Berikut tahapan cacar air menurut dr. Benny Nelson, Sp. D. V. E Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Kapan Perlu Terapi Pendukung Pneumonia? Ini Kata Dokter

Tahapan Cacar Air

Ilustrasi Cacar Air
Foto: Ilustrasi Cacar Air

Menurut dr. Benny Nelson tahapan cacar air biasanya didahului dengan fase prodromal atau tanda awal.

"Penyakit cacar air memiliki beberapa fase ketika menjangkit tubuh manusia.

Pada orang dewasa, biasanya kondisi ini didahului dengan fase prodromal atau tanda awal," katanya.

Berikut tahapan cacar air:

Fase prodromal mungkin lebih ringan dan kurang jelas pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Fase prodromal dapat muncul selama 1-3 hari. Sedangkan keluhan ruam dapat muncul selama 5-7 hari.

Setelah fase prodromal, penderita cacar air memasuki fase ruam dengan gejala yang khas, yaitu progress yang sangat cepat.

Dalam waktu 12 jam, awalnya ruam muncul di area wajah dan kulit kepala yang kemudian menyebar ke batang tubuh, dan sedikit ke tangan serta kaki.

Ruam tersebut dengan cepat beralih dari kemerahan, bintil, lepuh, lenting bernanah, kemudian pecah dan meninggalkan krusta atau koreng kekuningan.

Setelah itu, sampai pada fase penyembuhan berupa perubahan warna kulit.

Baca Juga: Tanya Jawab Dokter tentang Anak 1 Tahun Susah Makan, Simak!

Penularan Virus Cacar Air

Ilustrasi Virus Cacar Air (Envato-photodune.net)
Foto: Ilustrasi Virus Cacar Air (Envato-photodune.net) (envato photodune.net)

Setelah Moms mengetahui tahapan cacar air, Moms perlu mengetahui penularan cacar air.

Meskipun vaksinasi cacar air sangat efektif dalam mencegah penyakit, kasus terisolasi penularan masih mungkin terjadi, namun risikonya jauh lebih rendah bagi individu yang telah divaksinasi.

Cacar air sering dianggap sebagai penyakit anak-anak, tapi sebetulnya siapa pun yang belum pernah terinfeksi atau mendapat vaksinasi memiliki risiko tertular cacar air.

Virus cacar air terutama menyebar lewat sentuhan langsung atau tidak langsung dengan virus yang bersarang di lenting cacar air yang sudah terbuka.

Virus ini juga menyebar di udara dari percikan air liur penderita ketika berbicara atau bernapas. Orang lain yang menghirupnya bisa mengalami penularan.

Inilah mengapa cacar air dapat dengan cepat menular di sekolah atau tempat bermain anak.

Setelah terkena virus cacar air, gejalanya akan berkembang dalam 10 hingga 21 hari.

Walaupun cacar air tidak mengancam jiwa, komplikasi serius terkadang dapat terjadi.

Orang dewasa yang terinfeksi cacar air cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi serius dibandingkan dengan anak-anak.

Namun, pengobatan yang tepat dan vaksinasi dapat secara signifikan mengurangi risiko ini.

Jika diperlukan, obat antivirus dapat diresepkan untuk mengurangi keparahan dan lamanya penyakit.

Setelah infeksi VZV terjadi, virus itu menjadi tidak aktif dalam tubuh tetapi tetap ada.

Di kemudian hari, terutama pada individu dengan sistem kekebalan yang melemah atau pada usia lanjut, virus dapat aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

Baca juga: Herpes pada Anak: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya

Fase Prodromal

Nah, senada dengan penjelasan dr. Benny Nelson, tahapan cacar air yang pertama adalah tahap prodromal.

"Tanda pertama cacar air pada anak-anak dan orang dewasa adalah sakit kepala, mual, nyeri otot, dan malaise," ucap Mary Anne Jackson, MD.

"Hidung berair dan batuk juga sering terjadi," lanjut Direktur Divisi Penyakit Menular di Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, Missouri ini.

Fase prodromal infeksi dapat dimulai empat sampai enam hari setelah terpapar ketika virus berpindah dari tempat awal infeksi (saluran pernapasan dan/atau mata) ke kelenjar getah bening.

Dari sana, virus akan menyebar ke aliran darah dan memicu gejala awal seperti flu. Ini disebut sebagai viremia primer.

Bahkan sebelum tanda-tanda luar penyakit muncul, sekresi hidung, air liur, dan bahkan tetesan air mata akan sangat menular kepada siapa saja yang berhubungan dengannya.

Viremia Sekunder (Stadium Blister)

Tahapan Cacar Air (Romper.com)
Foto: Tahapan Cacar Air (Romper.com) (romper.com)

Viremia sekunder, yang dikenal sebagai tahap lepuh, dimulai paling cepat 10 hari setelah paparan.

Tahapan cacar air ini di mana virus akan menyerang lapisan kulit paling atas, yang dikenal sebagai epidermis, serta pembuluh darah kecil yang melintasi lapisan epidermis.

Infeksi ini akan memicu penumpukan cairan secara cepat tepat di bawah permukaan kulit dan pembentukan lepuh kecil berisi cairan yang dikenal sebagai vesikel.

Orang sering menggambarkan lepuh sebagai "tetesan embun pada kelopak mawar" karena penampilannya yang cerah, simetris, dan hampir transparan.

Demam merupakan karakteristik dari viremia sekunder, biasanya ringan dan mudah diobati dengan Tylenol (acetaminophen/paracetamol).

Baca juga: Apakah Pneumonia Bisa Sembuh? Ini Kata Dokter Spesialis

Bahkan sebelum perkembangan vesikel kulit, mungkin ada wabah lepuh pada selaput lendir mulut...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb