Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Jan 27, 2018

Tak Hanya Wajah, Badan Juga Bisa Jerawatan Lho! Ketahui Penyebabnya!

Bagikan


Tanya : 

Kenapa badan (punggung, lengan) bisa jerawatan ya dok padahal udah ganti baju teratur kalau keringetan. Enaknya diobatinnya bagaimana ya dok? Terima kasih.

Jawab : 

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang sangat sering dijumpai. Faktor hormonal dipercaya memegang peran yang cukup penting akan terjadinya jerawat. Jerawat seringkali muncul di daerah wajah,

Selain di wajah, jerawat juga sering muncul di daerah leher, dada, punggung dan bahu. Daerah tersebut berkaitan dengan banyaknya kelenjar minyak, sebagai penyebab terjadinya jerawat.

Ada tiga faktor yang menjadi penyebab timbulnya jerawat :

  • Produksi minyak yang berlebih
  • Sel kulit mati yang berlebihan akan menimbulkan iritasi pada pori-pori.
  • Berkembangnya bakteri pada kulit

Jerawat terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Sumbatan ini dapat menjadi penyebab tonjolan pada pori-pori dan menjadi komedo yang berwarna putih. Atau, sumbatan dapat terbuka di permukaan kulit dan menghitam dan menjadi komedo yang berwarna hitam.

Tidak diketahui apa yang menyebabkan meningkatnya produksi minyak yang menimbulkan jerawat. Tetapi beberapa hal – hormon, bakteri, perawatan medis tertentu dan keturunan – memainkan peran.

Perubahan hormon pada tubuh dapat memicu atau memperburuk jerawat. Perubahan ini biasa terjadi pada :

  • Remaja, baik laki-laki maupun perempuan
  • Wanita maupun anak gadis, pada dua sampai tujuh hari sebelum periode menstruasi
  • Wanita hamil
  • Orang-orang yang menggunakan pengobatan medis tertentu, termasuk adalah cortisone

Faktor risiko lain yang termasuk adalah:

  • Penggunaan secara langsung zat yang mengandung minyak pada kulit, atau penggunaan kosmetik tertentu secara langsung pada kulit.
  • Catatan dalam keluarga – jika orang tua Anda memiliki jerawat, maka kemungkinan Anda juga akan memiliki jerawat.
  • Gesekan atau tekanan pada wajah yang disebabkan oleh berbagai benda, seperti telepon ataupun telepon genggam, helm, kerah yang ketat dan tas punggung.

Saat jerawat yang Anda alami membaik atau hilang, Anda dapat melanjutkan pengobatan medis atau perawatan lainnya untuk mencegah timbulnya jerawat baru.

Di luar itu, membersihkan kulit secara rutin dengan pembersih yang lembut serta menghindari bersentuhan dengan area jerawat juga dapat membantu pencegahan munculnya jerawat

Bersihkan area kulit yang memiliki kencenderungan jerawat akan timbul dua kali sehari. Membersihkan kulit akan menghilangkan kelebihan minyak dan sel kulit mati. Gunakanlah produk perawatan kulit yang berbahan dasar air dan bebas dari kandungan minyak

Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu :

  • Minum air putih yang cukup. Minum air putih sebanyak 8 gelas satu hari akan membantu menjaga kelembaban kulit sehingga akan mengurangi dampak menyebarnya bekas jerawat membandel.
  • Tidur yang cukup dan teratur. Jerawat juga dapat disebabkan oleh stres dan kurang jam tidur, selain dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, tidur juga dapat menambah tumbuhnya jerawat pada wajah. Dengan tidur yang cukup akan membuat metabolisme kulit menjadi teratur sehingga pori pori wajah juga akan terjaga untuk memudarkan jerawat.
  • Konsumsi buah Dan sayuran. Kandungan vitamin E pada buah dan sayur sangat banyak kebutuhan vitamin E kulit akan dapat terpenuhi.
  • Tidak menyentuh atau memencet jerawat dengan tangan. Kontak dengan tangan langsung justru akan menambah tumbuhnya jerawat dan menjadi bekas yang sulit dihilangkan apalagi disentuh dengan tangan yang kotor serta tidak steril.

Dijawab oleh : dr. Adnan Yusuf

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.