24 Januari 2022

1000 Hari Pertama Kehidupan, Jendela Awal untuk Dukung Perkembangan Anak yang Optimal

Moms harus penuhi kebutuhan asuh, asih, dan asah anak

Memenuhi 1000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk memaksimalkan perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil.

Berkaitan dengan perayaan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari, penting bagi Moms dan Dads untuk memerhatikan pemenuhan gizi sang buah hati.

Untuk tahun 2022, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turut memperingati Hari Gizi Nasional.

Kemenkes menentukan Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas sebagai tema tahun ini.

Tahukah Moms, pemenuhan gizi Si Kecil dimulai sejak ia masih berada dalam kandungan? Masa-masa penting ini tidak berhenti hingga sang buah hati lahir.

Namun, Moms tetap harus memerhatikan asupan gizi Si Kecil hingga ia berusia 2 tahun. Masa krusial ini pun disebut dengan 1000 hari pertama kehidupan.

Apakah Moms sendiri sudah paham betul mengenai cara memenuhi gizi 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil?

Yuk, simak informasi selengkapnya di sini!

Baca Juga: Mengenal Piramida Makanan untuk Mendapatkan Gizi Seimbang

Apa Itu 1000 Hari Pertama Kehidupan?

Coba 12 Makanan Ibu Hamil Ini Agar Bayi Berkulit Putih.jpg
Foto: Coba 12 Makanan Ibu Hamil Ini Agar Bayi Berkulit Putih.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tahukah Moms, 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah masa yang paling penting untuk perkembangan Si Kecil, termasuk:

Jurnal HHS Public Access pun menjelaskan mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil.

Jurnal tersebut menjelaskan pentingnya masa kehamilan dan 2 tahun pertama kehidupan manusia.

Ini merupakan masa yang rentan dalam perkembangan manusia, ketika gizi buruk dapat berdampak pada kesehatan anak, baik jangka pendek dan panjang.

Malnutrisi pada anak selama ini dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, mulai dari obesitas hingga pertumbuhan yang terhambat.

Demi memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil di awal kehidupan, pemerintah melalui BKKBN pun membuat penyuluhan gizi anak.

Tujuan pemerintah untuk melakukan penyuluhan, agar masyarakat memahami pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi anak.

Tak sampai sana, pemerintah pun ingin masyarakat termotivasi untuk memenuhi gizi buah hati agar tumbuh kembang Si Kecil menjadi maksimal di kemudian hari.

Baca Juga: Waspada, Ini Bahaya Gizi Buruk pada Anak dan Cara Mengatasinya

Periode Emas Si Kecil

bagaimana-membuat-bayi-mencintai-makanan-sejak-kecil.jpg
Foto: bagaimana-membuat-bayi-mencintai-makanan-sejak-kecil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Semua orang tua pasti ingin melihat anaknya tumbuh dan berkembang secara sempurna dan sehat.

Demi mewujudkan mimpi tersebut, tugas yang diemban dimulai sejak Si Kecil masih ada di dalam kandungan, hingga ia berusia 2 tahun.

Jika dihitung, seluruh jumlah hari dari Moms mengandung hingga Si Kecil berusia 2 tahun adalah 1000 hari.

Karenanya, periode emas Si Kecil ini kerap kali disebut-sebut sebagai golden age.

Dalam sebuah wawancara Moms Orami dengan 1 anak, Patricia Untu (29), dirinya mengaku sangat mengutamakan asupan gizi yang seimbang untuk anaknya.

"Mencari informasi untuk membekali diri tentang gizi penting bagi anak. Saya sendiri memberikan ASI eksklusif dan menjaga gizi saya juga sebagai ibu yang menyusui."

Patricia juga mengaku, semenjak hamil ia berusha sebaik mungkin untuk makan makanan bergizi seimbang dan mengonsumsi multivitamin.

Tak cukup hanya memenuhi kebutuhan makanan harian, Moms Orami ini juga memberikan stimulasi anak serta imunisasi yang sesuai dianjurkan pemerintah.

Bukan hanya Moms Patricia, tetapi ada banyak Moms Orami lainnya yang juga telah sadar akan pentingnya pemenuhan gizi anak.

Orami pun melakukan survey pada 65 Moms mengenai 1000 hari pertama kehidupan.

Hasilnya, 90,6% Moms Orami menganggap ini adalah masa yang penting untuk memberikan gizi terbaik pada sang buah hati.

1000 Hari Pertama Kehidupan
Foto: 1000 Hari Pertama Kehidupan

Meski pemenuhan gizi sangat ditekankan dalam program 1000 hari pertama kehidupan, ini bukan satu-satunya yang dibutuhkan Si Kecil untuk tumbuh optimal.

Nah, Ada 3 hal penting yang harus Moms penuhi selama 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil. Apa saja?

Baca Juga: Yuk, Kenali Panduan Makan Gizi Seimbang "Isi Piringku" dari Kemenkes RI

1. Asuh

Hal pertama yang perlu diperhatikan pada 1000 hari pertama kehidupan adalah asuh. Apa yang dimaksud dengan asuh?

Asuh adalah semua kebutuhan biologis anak, dimulai dari yang paling penting, yaitu nutrisi.

Pemenuhan nutrisi anak tidak dimulai ketika dia lahir, Moms. Melainkan sejak Moms mengandung Si Kecil dalam perut. Berikut cara pemenuhan gizi Si Kecil:

Bayi membutuhkan kalori, protein, dan nutrisi yang cukup, baik dalam kandungan maupun masa kanak-kanak untuk mendukung kesehatan yang optimal.

Saat bayi sudah lahir, memenuhi kebutuhan imunisasi anak juga penting. Jadi, jangan sampai Si Kecil nantinya sakit-sakitan.

Moms juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar anak demi mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Lewat survey Orami, diketahui 84,4% Moms memberikan IMD demi memberikan nutrisi terbaik untuk Si Kecil.

1000 Hari Pertama Kehidupan
Foto: 1000 Hari Pertama Kehidupan

2. Asih

Hal yang juga perlu diperhatikan pada 1000 hari pertama kehidupan adalah asih.

Asih adalah kebutuhan Si Kecil akan kasih sayang, perhatian, pujian, dan sebagainya.

Ini penting diperhatikan untuk menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin antara Si Kecil dengan orang tuanya.

Moms, setiap ibu memang memiliki cara berbeda untuk menunjukkan rasa sayangnya. Namun, Si Kecil tetap berhak mendapatkan:

  • Perhatian dan penghargaan
  • Pengalaman baru
  • Pujian
  • Pembelajaran dalam kehidupan seperti bertanggung jawab
  • Latihan kemandirian

Jadi, jangan hanya memerhatikan kebutuhan nutrisi anak saja ya, Moms.

Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda dan Efek Kurang Gizi pada Anak

3. Asah

Hal pertama yang perlu diperhatikan pada 1000 hari pertama kehidupan adalah asah.

Mungkin bisa ditebak, asah yang dimaksud di sini adalah mengasah kemampuan Si Kecil sejak dini.

Asah adalah stimulasi. Kalau asih dan asuh semua sudah bagus, tidak akan ada artinya jika anak tidak terstimulasi dengan baik.

Asah ini adalah dasar dari proses pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan yang diberikan sejak dini, sesuai dengan usinya.

Terutama di usia 4-5 tahun pertama anak, sehingga dia akan tumbuh dengan bekal kehidupan yang cukup, seperti:

  • Etika
  • Kepribadian
  • Kecerdasan
  • Keterampilan
  • Produktivitas yang baik

Itu dia Moms hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil.

Di antara semua kebutuhan anak yang sudah dibahas, pemenuhan nutrisi sangat krusial dalam program ini.

Pasalnya, nutrisi menjadi akar pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Untuk itu, Moms harus memastikan Si Kecil memenuhi kebutuhan gizinya.

Lantas, apa saja nutrisi yang paling mendasar dan dibutuhkan Si Kecil sejak dia berada dalam kandungan?

Baca Juga: 8 Aktivitas Eksperimen Sederhana untuk Anak, Dapat Menstimulasi Otak Si Kecil!

Nutrisi Penting 1000 Hari Pertama

1000 hari pertama kehidupan si kecil
Foto: 1000 hari pertama kehidupan si kecil (Babynutrition.be)

Foto: babynutrition.be

Hingga saat ini, masih banyak sejumlah orang tua yang tidak paham terkait kebutuhan nutrisi anak.

Sehingga, penting untuk tahu apa saja nutrisi yang dibutuhkan di 1000 hari pertamanya, dalam mendukung perkembangan otak sang buah hati.

Selama kehamilan, para Moms Orami juga mementingkan nutrisi dalam konsumsi selama kehamilan.

Bahkan 98,4% Moms juga menggunakan multivitamin seperti mineral dan asam folat.

1000 Hari Pertama Kehidupan
Foto: 1000 Hari Pertama Kehidupan

"Ibu hamil tidak perlu menggandakan asupan makanan, tetapi memerhatikan komposisi yang tepat," terang Dr. dr. Tinuk Agung Meilany, Sp. A (K), Spesialis Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik Anak, RSAB Harapan Kita Jakarta.

Menurut dokter Tinuk, komposisi dan kualitas makanan yang seimbang menjadi kunci keberhasilan pemenuhan nutrisi.

Komposisi nutrisi ini dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Karbohidrat: 50-55%
  • Protein: 20-25%
  • Lemak, vitamin, dan mineral: 20%

Lantas, apa saja nutrisi anak yang menjadi prioritas untuk 1000 hari pertamanya? Berikut ragam nutrisi yang dibutuhkan:

1. Seng dan Zat Besi

Zat besi dan seng adalah mikronutrien penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh.

American Journal of Clinical Nutrition memaparkan bahwa, kedua senyawa ini juga bermanfaat untuk:

Menurut dokter Tinuk, pemenuhan zat gizi yang tepat dapat mencegah anemia pada ibu hamil dan juga anak-anak.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Cara Membaca Label Nutrisi yang Tepat

2. Protein dan Karbohidrat

daging kambing.jpg
Foto: daging kambing.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam srnutrition.co.uk, protein juga penting untuk membentuk fondasi yang kuat pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Kegunaannya yakni untuk membantu menjaga energi dan keseimbangan cairan tubuh.

Beberapa manfaat lain dari protein dan karbohidrat, seperti:

  • Membantu memasok sel darah merah ke seluruh tubuh
  • Membentuk energi untuk bergerak

Moms, dengan memenuhi kecukupan nutrisi dapat mencegah keterlambatan tumbuh kembang anak.

3. Kolin dan Asam Folat

Tak asing lagi bahwa asam folat sering dibutuhkan saat kehamilan. Hal ini pun sama pentingnya hingga usia anak mencapai 2 tahun.

Baik kolin ataupun asam folat, keduanya cukup berperan dalam:

"Periode emas ini sangat penting untuk mendukung perkembangan anak baik kognitif ataupun motorik," terang dr. Tinuk.

Baca Juga: Konsumsi Multivitamin Bantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Moms dan Si Kecil di Tahun 2022

4. Multivitamin

vitamin b5
Foto: vitamin b5 (iStock)

Foto: Orami Photo Stocks

Vitamin adalah nutrisi penting untuk fungsi tubuh selama pertumbuhan.

Hal ini perlu digalakkan sejak dalam kandungan, tak lain untuk menunjang keberhasilan 1000 hari pertama kehidupan.

Studi dalam National Library of Medicine menemukan bahwa ada beberapa vitamin penting dalam pembentukan otak anak, yakni:

  • Vitamin B6
  • Vitamin B12
  • Vitamin A
  • Vitamin D
  • Vitamin C
  • Vitamin K

Sumber nutrisi tersebut dapat diperoleh dari telur ayam, ikan, daging, sayur, dan buah.

5. Kalsium dan Tembaga

Kalsium dan tembaga juga termasuk dalam nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan anak.

Ragam manfaat dari kalsium dan tembaga, yakni:

  • Membangun dan memelihara organ tubuh dengan baik.
  • Menjaga fungsi saraf dan kesehatan jantung.
  • Mencegah diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Mencegah pertumbuhan sel kanker.

6. Selenium dan Yodium

resep-sayuran-rebus-untuk-diet.jpg
Foto: resep-sayuran-rebus-untuk-diet.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Thousanddays menjelaskan, selenium dan yodium turut berperan penting untuk nutrisi.

Dibutuhkan dalam jumlah kecil, keduanya memainkan peran penting dalam metabolisme hormon tiroid dan kesehatan otak.

Makanan yang mengandung sumber nutrisi ini cukup bermanfaat, meliputi:

  • Berperan sebagai antioksidan kuat.
  • Mengurangi risiko dari penyakit jantung.

Dikenal dengan sebutan natrium, ini juga penting untuk kerja saraf dan otot pada tubuh Si Kecil.

Baca Juga: Apa Itu Konsep Gizi Seimbang 4 Sehat 5 Sempurna? Yuk Cari Tahu!

7. Asam Lemak Tak Jenuh

Pernahkah mendengar istilah asam lemak tak jenuh? Ini merupakan sumber gizi penting 1000 hari pertama kehidupan.

Dikenal juga dengan DHA, nutrisi ini memainkan peran utama dalam perkembangan dan kesehatan otak.

Asam lemak tak jenuh bisa dilihat manfaatnya, yakni:

Ingat Moms, pemenuhan gizi 1000 hari kehidupan yang buruk dapat meningkatkan risiko kurang gizi.

InDepth GGS-Info-1.jpg
Foto: InDepth GGS-Info-1.jpg

InDepth GGS-Info-2.jpg
Foto: InDepth GGS-Info-2.jpg

Infografis Nutrisi Pokok dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

Risiko Tidak Terpenuhinya Gizi bagi Anak

waspada stunting hero
Foto: waspada stunting hero (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Ada berbagai macam risiko yang bisa dimiliki Si Kecil ketika gizinya tak terpenuhi selama 1000 hari kehidupan pertamanya.

Ini dia risiko yang bisa terjadi pada Si Kecil yang perlu Moms dan Dads waspadai.

1. Pertumbuhan Otak Terhambat

Kekurangan gizi bisa membuat perkembangan otak melambat.

Dampak dari perkembangan otak yang terhambat bisa membahayakan Si Kecil dan juga masa depannya.

Ketika otak anak tak berkembang dengan sempurna, hal ini bisa memengaruhi daya pikirnya.

Selama 36 bulan pertama kehidupannya, perkembangan otak balita sangat pesat dan bisa menyerap apa pun yang ada di sekelilingnya.

Jadi, pastikan asupan gizi Si Kecil seimbang ya, Moms!

2. Stunting

Stunting pada anak tidak hanya memengaruhi kesehatan, tapi juga membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.

Selain itu, stunting juga merusak perkembangan mental dan fisik mereka dan memengaruhi perkembangan otak Si Kecil.

Perkembangan otak yang terkena stunting akan terhambat dan tak sama dengan anak pada umumnya.

Itu artinya, anak-anak yang menderita stunting cenderung mengalami:

  • Tinggi badan tidak optimal.
  • Potensi kognitif rendah atau terganggu.
  • Kemampuan berpikirtidak maksimal saat dewasa.
InDepth GGS-Testimoni-Dokter (1).jpg
Foto: InDepth GGS-Testimoni-Dokter (1).jpg

Baca Juga: Stunting pada Anak, Jangan Dianggap Sepele ya Moms!

3. Anak Menjadi Lebih Lemah

Seperti yang sudah disebutkan, ketika anak terkena stunting, mereka cenderung memiliki kesehatan yang buruk.

Si Kecil berisiko terkena penyakit dan kondisi yang buruk terkait nutrisi.

Untuk menghindarinya, Moms perlu mencukupi gizi ketika sedang hamil. Ibu yang mengalami kurang gizi berpotensi memiliki anak yang menderita stunting.

4. Sulit Mengikuti Pelajaran Saat Sekolah

Pertumbuhan otak yang terhambat bisa menjadi masalah baru ketika Si Kecil masuk sekolah.

Saat otaknya tidak berkembang dengan sempurna, ia akan merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Kekurangan gizi ketika kecil bisa memiliki dampak yang besar dalam menentukan masa depan Si Kecil.

Risiko Si Kecil untuk tidak mendapatkan hidup yang sejahtera ketika dewasa pun semakin besar.

Jadi, jagalah dan penuhilah kebutuhan gizi seimbang Si Kecil 1000 hari pertama kehidupannya.

Baca Juga: Memahami Seputar Gizi Balita, dari Kebutuhan hingga Penilai Status Gizinya

Gizi Buruk Picu Stunting pada Anak

Gizi-buruk.jpg
Foto: Gizi-buruk.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Kemenkes Indonesia, nutrisi yang tak terpenuhi dalam 1000 hari pertama Si Kecil, berpotensi mengalami gizi buruk.

Karenanya, ini mengacu pada kondisi stunting pada anak.

Menurut dr. Tinuk, stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat:

  • Gizi buruk
  • Infeksi berulang
  • Stimulasi motorik yang tidak memadai

Melansir World Health Organization (WHO), anak-anak dikatakan mengalami stunting jika tinggi badan kurang dari 2 standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak.

Menurut dokter Tinuk, status gizi pada anak bisa dilihat berdasarkan kurva pertumbuhan. Status gizi anak dikategorikan menjadi:

  • Gizi baik: berada di garis 0 kurva pertumbuhan
  • Gizi kurang: berada di garis <-2 dan seterusnya
  • Gizi buruk: berada di garis <-3 dan seterusnya

Nah, perlu Moms ingat, gizi kurang dan gizi buruk merupakan 2 hal berbeda. Pastikan Si Kecil berada dalam kategori gizi baik, ya!

Baca Juga: 13+ Makanan Penambah Berat Badan yang Enak dan Bernutrisi!

Tak hanya karena asupan gizi, faktor lain pun turut memengaruhi pemicu stunting pada anak, seperti:

  • Tidak menjaga kesehatan tubuh.
  • Minim pengetahuan terhadap kebutuhan gizi anak.
  • Lingkungan kurang bersih.

Sementara, gejala yang mungkin dirasakan bagi anak yang stunting meliputi:

  • Berat badan tidak naik atau cenderung turun.
  • Berat badan lebih lebih pendek dari anak seusianya..
  • Tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya
  • Pertumbuhan tulang tertunda.

Kurangnya asupan zat gizi tidak hanya memengaruhi pertumbuhan linier, tetapi juga proses lainnya, seperti perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Pentingnya Konsumsi Makanan yang Mengandung Asam Amino untuk Cegah Stunting pada Anak

Melansir dari UNICEF, nutrisi sangat berpengaruh penting untuk kesehatan mental yang lebih baik.

Stunting tergolong dalam kondisi yang memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Kabar baiknya, stunting pada anak dapat dicegah dan diobati dengan:

  • Memenuhi kebutuhan gizi pada ibu hamil.
  • Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.
  • Pemberian MPASI.

Moms yang ikut serta dalam survey Orami pun memberikan menu MPASI yang berbeda untuk Si Kecil.

Sebanyak 87,3% Moms Orami memilih untuk membuat sendiri makanannya di rumah, demi menjaga kebersihan dan kekayaan nutrisi untuk Si Kecil.

1000 Hari Pertama Kehidupan
Foto: 1000 Hari Pertama Kehidupan

“Jangan menganggap remeh stunting, segera konsultasi dokter apabila anak telah berada di status kurang gizi,” jelas dr. Tinuk.

Ingat Moms, tubuh anak yang pendek belum tentu mengalami stunting.

Sehingga, perlu pemeriksaan lanjut dengan dokter untuk menentukan diagnosis yang tepat.

Langkah Pola Asuh 1000 Hari Pertama Kehidupan

pemenuhan gizi anak
Foto: pemenuhan gizi anak

Foto: Orami Photo Stock

Pola asuh anak juga penting dalam 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil.

Jangan sampai, kelalaian kita sebagai orang tua memberikan efek buruk bagi Si Kecil di kemudian hari.

Pasalnya, cara mengasuh Si Kecil dari dalam kandungan hingga usia 2 tahun menentukan masa depan Si Kecil.

Ini dia langkah pola asuh 1000 hari pertama kehidupan yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan:

  • Makan lebih banyak dengan lauk pauk yang beraneka ragam.
  • Konsumsi sayur dan buah untuk penuhi gizi janin dan Moms di awal dan selama masa kehamilan.
  • Tidak merokok, hindari minuman bersoda dan mengandung alkohol.
  • Moms juga perlu menghindari makanan siap saji dan berpengawet.
  • Hindari minum obat tanpa ada resep dokter.
  • Mengikuti kelas ibu hamil dan melakukan perawatan payudara untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI.
  • Lakukan pemeriksaan kehamilan di bidan minimal 4 kali selama masa kehamilan.
  • Merencanakan tempat persalinan yang tepat dan dokter atau bidan yang menolong persalinan.
  • Lakukan IMD setelah bayi lahir, agar bayi mendapatkan kolostrum. IMD juga mendukung keberhasilan pemberian ASI Eksklusif.
  • Berikan ASI Eksklusif selama 6 bulan.
  • Lakukan MPASI setelah Si Kecil melewati 6 bulan hingga 2 tahun.
  • Menimbang berat badan Si Kecil setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya.
  • Berikan kapsul vitamin A dan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memberikan ASI, sebelum menyiapkan dan memberi MPASI, setelah membersihkan Si Kecil.

Dalam survey Orami, para Moms juga sudah melakukan berbagai usaha untuk mengoptimalkan pertumbuhan otak Si Kecil, nih.

Bahkan seluruh Moms Orami yang mengikuti survey pun sudah memberikan stimulasi motorik kasar dan halus serta stimulasi audio dan visual.

1000 Hari Pertama Kehidupan
Foto: 1000 Hari Pertama Kehidupan

Baca Juga: Review Nayz Bubur Beras Tim Salmon oleh Moms Orami, Kaya Gizi dan Praktis!

Kisah Perjuangan Emas Penuhi Gizi Pertama Si Kecil dengan BBLR

Safira Devina Ng
Foto: Safira Devina Ng (instagram.com/dee_devina)

Foto: instagram.com/dee_devina

Tak bisa dipungkiri, memenuhi kebutuhan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil tidak mudah.

Apalagi jika Si Kecil mogok makan atau muncul masalah gerakan tutup mulut (GTM). Namun, 2 hal ini bukan satu-satunya masalah yang bisa Moms temui.

Masalah pemenuhan gizi pada bayi yang mengalami berat badan lahir rendah (BBLR) juga kerap ditemui banyak Moms di Indonesia.

Salah satunya, Moms Safira Devina, Momsfluencer Parenting sekaligus penulis buku Menu MPASI 911.

Ia membagikan kisah perjuangan kasih dan cintanya dalam memenuhi gizi 1000 hari pertama anaknya, Abby.

Sempat mengalami pengentalan darah saat hamil, membuat bayi yang dikandung Devina sulit menerima asupan gizi yang cukup.

Dengan berat hati, Abby sang buah hati pertamanya, didiagnosis mengalami BBLR.

Dikenal juga dengan neonatal stunting, kondisi ini membuat Moms Devina mencari ‘trik jitu’ untuk tetap memenuhi gizi di masa emas Si Kecil.

Penuhi Gizi Seimbang

Sejak awal MPASI, ia telah membiasakan berbagai variasi menu lezat yang mengedepankan gizi lengkap, yakni terdiri dari:

  • Karbohidrat
  • Protein
  • Lemak
  • Serat
  • Mineral

“Bukan MPASI 4 bintang atau tunggal, melainkan MPASI lengkap” tuturnya, saat diwawancara Orami pada Kamis, 13 Januari 2022.

Baginya, hal ini perlu dilakukan sejak dini yakni, mulai usia anak 6 bulan. Trik ini bertujuan supaya Si Kecil tidak menjadi picky eater, Moms.

InDepth GGS-Testimoni.jpg
Foto: InDepth GGS-Testimoni.jpg

Baca Juga: Memahami Nutrisi Parenteral, Memenuhi Gizi dan Cairan Melalui Infus

Jangan Ragu Kenalkan Gula dan Garam

Menariknya, Moms yang akrab disapa Dee ini tak ragu mengenalkan anak makanan gurih dan manis untuk Si Kecil di 1000 hari pertamanya, lho!

“Makanan yang digoreng itu sangat disukai anakku. Selain untuk membantu meningkatkan berat badan, ini juga bisa mengurangi risiko sembelit,” terangnya.

Rasa gurih pada braised food seperti semur atau olahan daging saus lainnya pun membuat anak lebih nafsu makan.

Sehingga, Si Kecil akan mendapatkan gizi yang lebih beragam dengan mudah.

Solusi Anak GTM

Lantas, bagaimana jika anak mulai fase GTM? Menurut Moms Dee, ini tak bisa dianggap remeh dan perlu dicari penyebabnya.

Anak yang enggan makan tentu ada pemicunya, seperti:

  • Sakit
  • Tumbuh gigi
  • Rasa atau tekstur makanan tidak sesuai

Karenanya, jangan pernah ragu atau takut untuk memberikan Si Kecil rasa makanan yang baru.

“Ganti makanan yang lebih gurih atau sesekali makan menu restoran juga tak ada salahnya dilakukan,” tutur Moms Dee.

Ingat Moms, jangan membiarkan GTM terlalu lama karena akan menimbulkan masalah baru, seperti gangguan oromotor pada bayi dan hypersensitivity sensory.

Berkat perjalanan pemenuhan gizi 1000 hari pertamanya, Abby di usia 1 tahun dinyatakan memiliki berat badan normal, lho!

Hal ini yang menjadi salah satu awal mula Moms Dee berani ‘menuangkan’ ide-ide berliannya ke sebuah buku Menu MPASI 911.

Apakah Moms tertarik untuk mencoba tips dan trik ala Moms Dee ini?

Baca Juga: Anti GTM, Ini 3 Resep Mpasi Ikan Dori untuk Si Kecil

Nah, Moms, pemenuhan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil sangat krusial. Selama masa emas ini, otak sang buah hati sedang dalam proses pembentukan.

Jika gizi tidak seimbang atau terganggu, akan timbul berbagai efek buruk pada Si Kecil, salah satunya pembentukan otak yang tidak sempurna.

Hal ini tentu akan menimbulkan berbagai efek buruk lainnya pada anak, Moms, termasuk stunting dan gizi buruk.

Oleh karenanya, di Hari Gizi Nasional ini, mari penuhi kebutuhan gizi Si Kecil di 1000 hari pertama kehidupan!


Ditulis oleh:

  • Dresyamaya Fiona P.
  • Floria Zulvi

Disunting oleh:

  • Meira Karla Farhana
  • Widya Citra Andini

Ilustrasi oleh:

  • Achyadi

  • https://academic.oup.com/ajcn/article/82/1/5/4863426
  • https://www.srnutrition.co.uk/2020/12/the-importance-of-nutrition-during-the-first-1000-days-of-life/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23798053/
  • https://thousanddays.org/wp-content/uploads/1000Days-NourishingAmericasFuture-Report-FINAL-WEBVERSION-SINGLES.pdf
  • http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/1-dari-3-balita-indonesia-derita-stunting
  • https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
  • https://www.unicef-irc.org/article/963-the-role-of-foods-as-source-of-nutrients-in-the-prevention-of-stunting.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5761352/
  • https://www.academia.edu/28860267/Keluarga_Sehat_Idamanku_Kota_Sehat_Kotaku
  • https://thousanddays.org/wp-content/uploads/StandaloneCharts-2019Update-10BuildingBlocks.pdf
    https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell#:~:text=Stunting%20is%20the%20impaired%20growth,WHO%20Child%20Growth%20Standards%20median.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb