3-12 bulan

3-12 BULAN
27 Januari 2021

7 Pilihan Pengganti Susu Sapi untuk Balita yang Alergi

Moms bisa menggunakan produk susu ini untuk anak yang alergi susu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Daftar isi artikel

Tidak mengherankan jika bayi atau anak Moms mengalami alergi susu. Jika sudah begini, tentunya Si Kecil tidak boleh mengonsumsi susu sapi.

Kejadian alergi susu sapi dilaporkan 5-7,5% pada bayi yang mengonsumsi susu sapi. Kejadian tersebut berkurang hingga tinggal 30-40% dari bayi pada usia 12 bulan dan terus berkurang hingga 5% pada usia 3 tahun.

Gejala alergi susu sapi pada bayi bervariasi dan berkisar dari reaksi yang ringan hingga reaksi alergi yang parah (anafilaksis).

Beberapa bayi akan mengalami gejala segera setelah mengonsumsinya, tetapi pada orang lain, gejala dapat membutuhkan waktu untuk berkembang.

Maka, ada pengganti susu sapi untuk Si Kecil yang toleran atau alergi sejak ia mengonsumsinya.

Apa saja alternatif pengganti susu sapi yang tepat untuk Si Kecil, Moms? Simak berikut ini ya.

Baca Juga: Susu Kedelai Bisa jadi Alternatif Pengganti Susu Sapi untuk Bayi?

Pilihan Pengganti Susu Sapi

alternatif susu sapi

Foto: Orami Photo Stocks

Pilihan pengganti susu sapi yang populer di pasaran adalah susu kacang dan susu almond. Sayangnya, kedua susu ini tidak cocok untuk bayi.

Begitu juga dengan pengganti susu sapi menggunakan susu tanpa laktosa.

Susu bayi tanpa laktosa umumnya dijual secara khusus. Agar tidak salah pilih, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu mengenai susu formula yang akan digunakan agar sesuai dengan kebutuhan bayi.

Susu bayi tanpa laktosa ini memiliki jumlah kalori dan protein yang lebih sedikit dibandingkan susu sapi pada umumnya.

Sebagian besar pengganti susu sapi ini terfortifikasi dengan kalsium dan vitamin D dalam kadar yang serupa dengan susu sapi. Pada beberapa produk, susu tanpa laktosa ini juga mengandung fortifikasi protein.

Jika anak Moms sudah mencapai umur 1 tahun atau lebih, berikut ini beberapa alternatif pengganti susu sapi yang bisa diberikan untuk Si Kecil yang alergi susu sapi.

1. Susu Kedelai

alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Rekomendasi pengganti susu sapi pertama yakni susu kedelai.

Jenis susu ini terbuat dari ekstrak kacang kedelai. Susu kedelai berasal dari tanaman dan secara alami bebas kolesterol, rendah lemak jenuh, dan tidak mengandung laktosa.

Akan tetapi susu kedelai ini mengandung protein yang hampir sama banyaknya dengan susu sapi, tapi dengan kalori yang lebih rendah.

Meskipun kandungan dalam setiap merek susu dapat berbeda, umumnya susu kacang dilengkapi dengan kandungan kalsium, vitamin A dan D, riboflavin, serta protein, sehingga menjadikannya sebagai pengganti susu sapi yang baik.

Susu kedelai memiliki kandungan fitoestrogen dan isoflavon.

Pada orang dewasa, isoflavon dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, osteoporosis, dan kanker payudara, sedangkan fitoestrogen bermanfaat mengurangi gejala pada wanita menopause akibat kekurangan estrogen.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang meminum susu kedelai setiap hari memiliki risiko osteoporosis 56% lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak meminumnya.

Namun, susu kacang juga dikaitkan dengan infertilitas pada wanita.

Walau demikian, susu kacang dan produk kacang kedelai lainnya aman untuk dikonsumsi selama diikuti diet yang seimbang.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

2. Susu Almond

alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Dalam Journal of Food Science and Technology disebutkan bahwa dalam mengatasi alergi susu sapi pada Si Kecil, industri makanan membuat minuman susu alternatif yang berasal dari sumber nabati.

Salah satunya, susu almond dan susu kedelai.

Sesuai namanya, susu ini terbuat dari almond. Susu ini memiliki tekstur menyerupai produk susu sapi. Kelebihan susu ini ada pada kandungan vitamin E yang tinggi.

Namun, susu almond terfortifikasi lebih banyak mengandung air dibandingkan almond. Oleh karena itu, jika Moms menginginkan kandungan vitamin E yang lebih tinggi, lebih baik mengonsumsi almond secara langsung.

Kekurangan susu almond berada pada kandungan vitamin, mineral, dan asam lemak yang lebih rendah dibandingkan susu sapi. Ingat jangan diberikan pada anak jika Si Kecil alergi kacang ya Moms.

Jika berminat menggunakan susu almond sebagai pengganti susu sapi, pastikan susu tidak mengandung pemanis buatan atau terfortifikasi dengan kalsium, vitamin A, dan D.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, pastikan anak mendapatkan asupan protein dan lemak dalam bentuk lain. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter spesialis anak mengenai susu yang akan diberikan kepada Si Kecil.

3. Susu Gandum

Susu gandum adalah pengganti susu sapi yang baik untuk Si Kecil

Foto: Orami Photo Stock

Pilihan seterusnya pengganti susu sapi untuk anak yaitu dengan mengonsumsi susu gandum.

Susu gandum terbuat dari campuran gandum dan air. Namun seringkali ditambahkan dengan sumber nutrisi lain seperti minyak, garam, pengental dan gula.

Rasa manis pada susu gandum memiliki terkstur yang menyerupai susu sapi. Pengganti susu sapi ini juga bisa digunakan untuk anak yang sedang MPASI untuk dicampurkan dalam menu sereal atau smoothies.

Jumlah kalori pada pengganti susu sapi ini hampir sama dengan susu sapi, bahkan hingga dua kali lipat jumlah karbohidrat dan protein.

Susu gandum mengandung serat total yang membantu melancarkan pencernaan Si Kecil.

4. Susu Beras

susu beras, pengganti susu sapi yang baik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pengganti susu sapi yang bisa dicoba lainnya adalah susu beras putih. Seringkali susu ini mengandung bahan pengental untuk meningkatkan tekstur dan rasa menyerupai susu sapi.

Susu beras adalah pengganti susu sapi untuk Si Kecil yang intoleran terhadap produk susu sapi, gluten, kedelai atau kacang-kacangan.

Rasa yang gurih dan manis alami ini memiliki sumber nutrisi 130-140 gram kalori dan rendah lemak.

Susu beras mengandung jumlah kalori yang sama dengan susu sapi, tetapi karbohidratnya hampir dua kali lipat.

Selain untuk dikonsumsi Si Kecil, pengganti susu sapi ini juga pilihan terbaik untuk Moms yang ingin meningkatkan kadar gula darah, sebab usus dapat menyerap dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah.

Food and Drug Administration (FDA) memaparkan, susu beras ini tidak direkomendasikan dikonsumsi untuk mengganti nasi sebagai karbohidrat atau sedang program diet seimbang.

Baca Juga: 3 Resep Sorbet Tanpa Susu untuk Balita dengan Intoleransi Laktosa

5. Susu Kacang Mete

6 Manfaat Kacang Mete untuk Pengganti Susu Sapi, Sudah Tahu?

Foto: Orami Photo Stock

Susu mete dibuat dari campuran kacang mete, mentega mete dan air.

Rasa yang gurih dan lembut bagus untuk sajian smoothie, sebagai krim dalam kopi dan sebagai pengganti susu sapi.

Seperti kebanyakan susu berbahan dasar kacang, sumber serat, protein, vitamin dan mineral dari kacang mete akan berkurang.

Pengganti susu sapi ini mengandung kurang dari sepertiga kalori susu sapi, dan secara signifikan kandungan protein dan karbohidratnya lebih sedikit.

Karena kandungan proteinnya yang rendah, susu mete mungkin bukan pilihan terbaik untuk orang dengan membutuhkan protein yang tinggi.

Membuat susu kacang mete ini cukup mudah yakni dengan menghaluskan kacang dan gunakan air secukupnya.

6. Susu Kelapa atau Santan

Pengganti susu sapi sebaiknya minum susu kelapa

Foto: Orami Photo Stock

Susu kelapa sebagai pengganti susu sapi ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi Si Kecil dalam jangka panjang.

Namun ini bisa menjadi pilihan pengganti susu sapi untuk menu makanan balita, minuman, atau makanan sesekali untuk sarapan atau sajian pelengkap.

Santan mengandung sepertiga kalori dari susu sapi, sehingga lebih sedikit kandungan protein dan karbohidratnya.

Sumber kalori dalam susu kelapa akan membuat anak merasa kenyang secara lama, sehingga mereka enggan untuk makan sajian utama.

Selain itu, rendah kalisum dalam pengganti susu sapi ini juga tidak baik untuk pertumbuhan balita.

7. Susu Kambing

Susu kambing baik untuk kesehatan jantung dan pengganti susu sapi

Foto: Orami Photo Stocks

Nah, jika Moms ingin tetap memberikan susu produk hewani untuk Si Kecil selain susu sapi, susu kambing bisa menjadi pengganti susu sapi yang tepat dan sehat.

Susu kambing mengandung lebih banyak kalsium, B6, vitamin A dibandingkan susu sapi. Meski begitu, susu kambing rendah folat dan vitamin B12.

Vitamin B12 adalah vitamin yang bermanfaat untuk pembentukan protein, sel darah, dan jaringan.

Kebutuhan vitamin B12 bisa didapatkan melalui makanan atau suplemen tambahan.

Meski tidak terdapat pada susu kambing, secara alami vitamin B12 banyak terkandung dalam ikan, kerang, daging, hati, telur, susu, yoghurt, dan keju.

Baca Juga: Mengapa Bayi Tidak Boleh Minum Susu UHT?

Itu dia beberapa jenis pengganti susu sapi untuk anak yang alergi susu sapi yang bisa Moms berikan.

Hal yang perlu diperhatikan oleh para Moms agar bayi yang lahir terhindar atau kemungkinan kecil berkembang menjadi alergi terhadap protein susu sapi di kemudian hari, adalah dengan memberikan ASI eksklusif sampai Si Kecil berusia 6 bulan.

Namun jika Si Kecil menunjukan tanda-tanda alergi susu sapi, Moms harus bawa anak berkonsultasi dengan dokter atau ahli alergi jika memperlihatkan gejala alergi susu segera setelah mengonsumsi susu.

Jika mungkin, temui dokter selama reaksi alergi untuk membantu dokter membuat diagnosis pada bayi. Cari perawatan darurat jika Moms atau anak mengalami tanda-tanda atau gejala anafilaksis.

Semoga membantu para Moms baru di luar sana ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait