Kesehatan

KESEHATAN
30 Maret 2021

Cari Tahu Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat

Cari tahu yuk, agar menurunkan risiko cedera
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms mungkin pernah merasa terganggu saat bulu di kemaluan tumbuh dengan lebat. Bulu kemaluan tumbuh saat kadar hormone androgen pada tubuh meningkat sejak memasuki usia pubertas.

Saat bulu kemaluan semakin banyak, Moms dapat mencukurnya secara rutin agar terasa lebih nyaman. Jurnal JAMA Dematology menjelaskan 84 persen wanita rutin mencukur bulu kemaluan mereka.

Namun jangan asal ya, pastikan mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat. Sehingga Moms bisa terhindar dari iritasi atau infeksi saat mencukur bulu kemaluan.

Baca juga: Penyebab Gatal Setelah Mencukur Bulu Kemaluan dan Cara Mengatasinya

Fungsi Bulu Kemaluan

fungsi bulu kemaluan

Foto : Orami Photo Stock

Bulu kemaluan memiliki berbagai fungus, salah satunya mengurangi gesekan saat berhubungan seks dan mencegah penularan bakteri dan patogen lainnya.

Mungkin ada alasan lain mengapa rambut tumbuh di area kemaluan Moms. Tidak semua memiiki kebiasaan untuk mencukur bulu kemalian dengan baik dan benar.

Beberapa dari Moms mungkin juga memilih untuk membiarkannya tumbuh tanpa sekalipun memangkasnya. Walaupun terkadang mengganggu, tetapi ada banyak alasan kenapa rambut tumbuh di kemaluan. Yuk simak artikelnya.

1. Mengurangi Gesekan

Kulit di daerah genital lebih lembut dibandingkan area lain. Rambut kemaluan bertindak seperti penyangga pelindung, mengurangi gesekan saat berhubungan seks dan aktivitas lainnya.

The Journal of Sexual Medicine menyebut rambut kemaluan sebagai "pelumas kering". Karena saat berhubungan seks lebih mudah menggosokkan rambut ke rambut daripada menggosokkan kulit ke kulit.

Rambut kemaluan juga dapat menjaga alat kelamin tetap hangat, yang merupakan faktor penting dalam gairah seksual.

Kendati demikian, jika Moms merasa terlalu lebat, Moms dapat mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat agar terbebas dari iritasi ya.

2. Perlindungan dari Bakteri dan Patogen

Rambut kemaluan memiliki fungsi yang mirip dengan bulu mata atau bulu hidung. Artinya, ia menyaring kotoran, puing-puing, dan mikroorganisme yang berpotensi berbahaya.

Selain itu, folikel rambut menghasilkan sebum, minyak yang sebenarnya mencegah bakteri berkembang biak. Oleh karena itu, rambut kemaluan dapat melindungi dari infeksi tertentu, termasuk selulitis, infeksi menular seksual (IMS), infeksi saluran kemih (ISK), vaginitis dan infeksi jamur.

Baca juga: Kenali Manfaat dan Bahaya Mencukur Bulu Kemaluan

Manfaat Bulu Kemaluan

manfaat rambut kemaluan

Foto : Orami Photo Stock

Sebelum Moms mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat, lihat dulu yuk manfaatnya.

1.Sinyal Kemampuan Reproduksi

Rambut kemaluan muncul saat pubertas. Ini adalah tanda kedewasaan seksual secara fisik dan kemampuan seseorang untuk bereproduksi.

Di masa lalu, ini mungkin berfungsi sebagai petunjuk visual bagi calon pasangan.

2. Transmisi Feromon

Teori lain mengaitkan rambut kemaluan dengan transmisi feromon, atau sekresi kimiawi pembawa aroma yang memengaruhi suasana hati dan perilaku.

Namun, hingga saat ini masih belum ada penelitian yang menjelaskan secara persis bagaimana feromon memengaruhi seksualitas. feromon disekresikan dari kelenjar keringat apokrin.

Dibandingkan dengan area tubuh lainnya, daerah kemaluan memiliki banyak kelenjar ini. Oleh karena itu, menurut teori, rambut kemaluan dapat menjebak feromon, meningkatkan ketertarikan Moms pada calon pasangan seks.

Baca juga: 5 Cara Membersihkan Bulu Kemaluan, Pilih yang Mana?

Bulu Kemaluan Terlalu Lebat

Bulu kemaluan terlalu lebat

Foto : Orami Photo Stock

Pertumbuhan rambut kemaluan bervariasi terhadap setiap orang. Beberapa mungkin memiliki rambut yang lebih banyak atau sebaliknya.

Ketebalan bulu kemaluan terkadang menandakan kondisi hormonal. Misalnya rambut kemaluan yang berlebihan bisa menjadi tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Kondisi ini dikaitkan dengan tingkat testosteron yang lebih tinggi dari biasanya, hormon seks yang mengontrol pertumbuhan rambut.

Gejala lain termasuk menstruasi tidak teratur dan pertumbuhan rambut di tempat lain di tubuh, termasuk wajah. Di sisi lain, kurangnya rambut di daerah kemaluan bisa menjadi tanda produksi testosteron yang rendah.

Gejala testosteron rendah lainnya termasuk dorongan seks rendah dan disfungsi ereksi. Bicaralah dengan dokter jika mengalami pertumbuhan rambut tidak teratur bersamaan dengan gejala tidak biasa lainnya. Terapi hormon mungkin bisa membantu.

Jadi Moms, mitos yang mengatakan bulu kemaluan semakin lebat saat dicukut tidak terbukti ya. Moms tetap dapat melakukan cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat ketika merasa tidak nyaman.

Bulu Kemaluan Tidak Higienis?

Bulu kemaluan tidak higienis?

Foto : Orami Photo Stock

Anggapan bulu kemaluan tidak higienis adalah salah satu kesalahpahaman yang paling umum.

Dalam survei nasional tahun 2013 yang melibatkan 7.580 orang, 59 persen wanita dan 61 persen pria yang merawat rambut kemaluan mereka melaporkan melakukannya untuk tujuan higienis.

Tapi rambut kemaluan sebenarnya tidak higienis. Seperti rambut lain di tubuh, bulu di kemaluan menyerap keringat, minyak, dan bakteri. Jadi, mereka mungkin memiliki bau yang sedikit lebih kuat daripada area tubuh yang lain.

Selama mencuci secara teratur, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Selain itu, Moms juga bisa menjaga kebersihannya dengan mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat.

Baca juga: 5 Cara Anti Gatal Membersihkan Bulu Kemaluan

Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat

Cara Membersihkan Bulu Kemaluan 2.jpg

Foto : Orami Photo Stock

Perlu diingat, saat mencukur bulu kemaluan Moms berurusan dengan area paling sensitif di tubuh. Jadi Moms harus mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat untuk mencegah terjadinya infeksi atau cedera pada area intim.

Selain itu, saran dari dokter tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi kesalahan juga perlu dipertimbangkan Moms. Berikut cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat. Simak ya Moms.

1. Bersihkan Terlebih Dahulu

Membersihkan kulit sebelum memangkas atau mencukur akan membantu mencegah penularan bakteri. Moms bisa menggunakan sabun atau cairan pembersih kemaluan sebelum mencukur bulu di area genital.

2. Gunakan Pisau Cukur Baru atau Bersihkan Sebelum Mencukur

Pastikan semua alat yang Moms butuhkan untuk mencukur bulu kemaluan dalam keadaan steril. Moms bisa menggunakan pisau cukur baru atau mengganti mata pisau jika menggunakan yang lama.

Jangan lupa untuk membersihkan terlebih dahulu saat menggunakan pisau cukur lama dengan cairan disinfektan. Hindari menggunakan pisau cukur yang sudah digunakan untuk memotong daerah lain.

3. Rapikan Bulu Kemaluan

Cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat adalah merapikan sebelum memulai. Moms bisa menggunakan gunting kecil atau pemangkas rambut lain saat akan mencukur bulu kemaluan.

Setelah tersisa beberapa sentimeter, Moms bisa melanjutkan dengan pisau cukur ya Moms.

4. Eksfoliasi Kulit

Gunakan loofah, waslap, atau spons pengelupas untuk mengelupas kulit dengan lembut sebelum bercukur.

Pengelupasan akan menghilangkan kulit mati dan dapat memudahkan Moms saat akan mencukur bulu kemaluan hingga ke akar.

Baca Juga: Catat, Ini Cara Mengatasi Vagina Gatal Saat Hamil yang Aman

Moms tidak perlu melakukan eksfoliasi dengan kuat saat melakukan cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat. Karena saat menggosoknya terlalu kuat, Moms akan melukai area kemaluan.

5. Gunakan Cermin Genggam

Saat mencukur bulu kemaluan, pastikan dapat melihat apa yang dilakukan, dan lakukan perlahan. Moms bisa menggunakan kaca kecil saat mencukur bulu kemaluan.

Hal ini bisa menurunkan risiko cedera selama Moms mencukur rambut di area genital.

6. Oleskan Krim Cukur

Mengoleskan krim merupakan salah satu cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat. Moms dapat mengoleskan krim cukur dalam jumlah banyak ke area diinginkan.

Namun, pastikan Moms menggunakan krim cukur bebas pewangi pada area tersebut. Karena krim dengan pewangi dapat mengiritasi kulit yang halus.

7. Mencukur Sesuai Arah Pertumbuhan Rambut

Tarik kulit kencang dan cukur searah dengan pertumbuhan rambut untuk menghindari iritasi pada folikel rambut.

8. Bilas Krim

Bilas sisa krim cukur dengan air hangat dan keringkan dengan lembut. Moms bisa menyiramnya dengan perlahan setelah mencukur kemudian keringkan dengan handuk bersih.

9. Lembapkan dengan Fragrance-Free Lotion

Cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat harus diakhiri dengan memberikan lotion bebas pengharum.

Jika Moms akan berpakaian dan pergi keluar bisa mengoleskan Gold Bond Powder seperti bedak untuk mencegah gesekan atau lecet, tapi jangan gunakan bedak bayi ya Moms.

Baca juga: Benarkah Bulu Kemaluan Lebat Membuat Hubungan Intim Semakin Nikmat?

Risiko Mencukur Bulu Kemaluan

Risiko mencukur bulu kemaluan

Foto : Orami Photo Stock

Tidak memilih cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat dapat memberikan risiko pada area intim. Berikut risiko yang mungkin Moms rasakan saat mencukur bulu kemaluan.

1. Cedera

Cedera ketika mencukur bulu kemaluan merupak satu hal yang sering terjadi. Sebuah studi tahun 2017 berdasarkan data dari survei perwakilan nasional yang sama pada tahun 2013.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa 25,6 persen perawatan rambut mengalami cedera selama atau setelah pencabutan rambut. Dalam penelitian tersebut, luka adalah cedera yang paling sering dilaporkan, dengan luka bakar dan ruam juga sering dilaporkan.

Walaupun jarang, cedera pada area kemaluan juga memerlukan tindakan medis. Agar tidak mengalami cedera, sebaiknya Moms memilih cara bercukur bulu kemaluan yang baik dan sehat ya.

2. Infeksi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bulu kemaluan berfungsi sebagai pelindung tubuh dari paparan patogen. Oleh karena itu, menghilangkan rambut kemaluan dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi umum, seperti ISK, vaginitis, dan infeksi jamur.

Pencabutan rambut juga dapat mengiritasi kulit, yang menyebabkan infeksi kulit seperti selulitis dan folikulitis. Dalam kasus lain, cedera terkait perawatan, seperti luka, dapat terinfeksi.

Jika ingin terhindar dari infeksi, pastikan Moms memilih cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan benar.

3. Bisul Staph

Dalam kasus yang jarang terjadi, pencabutan rambut dapat menyebabkan timbulnya bisul di area genital. Bisul bisa timbul dari iritasi dan infeksi kulit, seperti selulitis dan folikulitis.

Baca Juga: Bisulan pada Bayi, Ini Semua Hal yang Perlu Moms Ketahui!

Kondisi ini biasanya dimulai dengan benjolan merah tepat di bawah permukaan kulit. Mungkin berisi nanah. Bisul tidak sedalam abses.

4. Abses

Hampir sama seperti bisul, abses cenderung berkembang dari iritasi yang disebabkan oleh metode penghilangan rambut tertentu, seperti mencukur atau waxing.

Abses adalah infeksi dalam, di bawah kulit yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan. Kondisi ini bisa terjadi jika Moms tidak memilih cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat.

5. Infeksi Menular Seksual

Perawatan rambut kemaluan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi menular seksual.

Dalam sebuah studi tahun 2017, orang-orang yang melaporkan merawat rambut kemaluan mereka lebih mungkin juga melaporkan pernah mengalami infeksi menular seksual dibanding yang tidak merawatnya.

Beberapa infeksi menular seksual yang telah dikaitkan dengan perawatan rambut kemaluan antara lain, klamidia, herpes, HIV, human papillomavirus (HPV), moluskum kontagiosum, sipilis.

Baca juga: Vagina Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Ada alasan mengapa rambut tumbuh di kemaluan. Moms dapat memilih untuk selalu mencukur atau membirkannya saja. Namun yag terpenting adalah Moms harus selalu menjaganya agar selalu bersih sehingga terhindar dari berbagai infeksi.

Demikian Moms penjelasan mengenai cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat. Semoga bermanfaat.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait