Kesehatan

17 Juni 2021

Ini 5 Cara mengatasi Burnout, Syndrome Akibat Stres Bekerja, Catat!

Bekerja keras memang penting, tapi jangan sampai kelelahan ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms pernah mendengar istilah burnout? Ternyata jika dibiarkan kondisi ini bisa menyebabkan kematian, lho. Namun, ada beberapa cara mengatasi burnout.

Siapa saja bisa terkena burnout. Tetapi kondisi ini sering terjadi pada seseorang yang memaksakan dirinya untuk terus bekerja tanpa beristirahat.

Jika saat ini Moms termasuk pada ibu yang bekerja, sebaiknya mulai perhatikan cara mengelola stres dengan baik.

Sebab, seseorang yang sulit mengatasi stres di tempat kerja berisiko tinggi untuk mengalami burnout.

Seseorang yang mengalami burnout akan merasakan fisik maupun mentalnya, seperti terkuras, lemas, hingga mengalami penurunan kinerja.

Melansir BMC Psychiatry, setiap pekerjaan 4-7 persen orang akan mengalami kelelahan dan stres. Terutama pada bidang kesehatan.

Jika saat ini Moms mengalami kondisi ini, sebaiknya segera mengetahui cara mengatasi burnout.

Lantas bagaimana cara mengatasi burnout? Yuk kita simak di bawah ini.

Baca Juga: Stres di Masa Kanak-Kanak Ternyata Bisa Pengaruhi Kesuburan Perempuan

Pengertian Burnout

Stres kerjaan

Foto: Orami Photo Stock

Burnout adalah keadaan kelelahan emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres berlebihan dan berkepanjangan akibat pekerjaan.

Kondisi ini terjadi ketika Moms merasa kewalahan, terkuras secara emosional, dan tidak mampu memenuhi tuntutan terus-menerus.

Burnout dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi, membuat Moms merasa semakin tidak berdaya, putus asa, sinis, dan kesal.

Pada akhirnya, Moms mungkin merasa tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan dan tidak percaya diri.

Efek negatif dari burnout meluas ke setiap bidang kehidupan termasuk rumah, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Melansir Journal Plos One, burnout juga dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada tubuh yang membuat Moms rentan terhadap penyakit, seperti kardiovaskular, diabetes tipe 2, depresi, dan bunuh diri

Nah Moms karena banyak dampak buruknya, penting untuk segera mengetahui cara mengatasi burnout.

Baca Juga: 7 Pekerjaan dengan Tingkat Stres Tertinggi di Dunia

Penyebab Burnout

stres kerja

Foto: Orami Photo Stock

Moms sebelum mengetahui cara mengatasi burnout, ada baiknya mengetahui penyebabnya terlebih dahulu agar memudahkan untuk mengatasinya.

Burnout sering kali berasal dari pekerjaan. Tetapi siapa pun yang merasa terlalu banyak bekerja, seperti pekerja kantoran yang tidak pernah libur, ibu rumah tangga, pekerja rumah tangga, dan orang tua yang sudah lanjut usia berisiko mengalami burnout.

Faktor-faktor lain berkontribusi terhadap kelelahan, termasuk gaya hidup dan ciri-ciri kepribadian.

Faktanya, apa yang Moms lakukan di waktu senggang dan bagaimana memandang dunia dapat memainkan peran yang sama besarnya dalam menyebabkan stres yang luar biasa seperti tuntutan pekerjaan atau rumah.

Penyebab kelelahan terkait pekerjaan

  • Merasa seperti Moms memiliki sedikit atau tidak ada kendali atas pekerjaan.
  • Kurangnya pengakuan atau penghargaan untuk pekerjaan yang baik.
  • Ekspektasi pekerjaan yang tidak jelas atau terlalu menuntut.
  • Melakukan pekerjaan yang monoton atau tidak menantang.
  • Bekerja di lingkungan yang kacau atau bertekanan tinggi.

Penyebab kelelahan terkait gaya hidup

  • Bekerja terlalu banyak, tanpa cukup waktu untuk bersosialisasi atau bersantai.
  • Kurangnya hubungan yang dekat dan mendukung.
  • Mengambil terlalu banyak tanggung jawab, tanpa bantuan yang cukup dari orang lain.
  • Tidak cukup tidur.

Ciri-ciri kepribadian dapat berkontribusi pada kelelahan

  • Kecenderungan perfeksionis; tidak ada yang pernah cukup baik.
  • Pandangan pesimis terhadap diri sendiri dan dunia.
  • Kebutuhan untuk memegang kendali; keengganan untuk mendelegasikan kepada orang lain.

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Masalah Kecantikan yang Akan Muncul Bila Sedang Stres

Gejala Burnout

Melansir Psychology Today, burnout tidak hanya menyebabkan kelelahan fisik dan emosional, tapi juga meningkatkan sinisme dan merasa kurang efektif dalam bekerja.

Hal ini berpengaruh pada kurangnya prestasi dalam pekerjaan yang dilakukan. Adapun beberapa gejala yang terjadi saat burnout, yaitu:

1. Kelelahan Kronis

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-2.jpg

Foto: freepik.com

Pada tahapan awal, orang yang mengalami burnout akan merasakan kekurangan energi dan merasa lelah hampir setiap hari.

Pada tahapan akhir, tidak hanya fisik yang terasa lelah, melainkan juga emosional yang terkuras.

Hal ini membuat Moms merasa takut menghadapi hari esok.

2. Masalah Kognitif

Burnout dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus atau berkonsentrasi.

Saat sedang mengalami stres, perhatian kita akan menyempit untuk fokus pada hal-hal negatif.

“Tubuh dan otak sebenarnya dirancang untuk menangani hal tersebut dan mengembalikan pada fungsi normal. Namun, apabila stres menjadi kronis, fokus tersebut terus berlanjut dan mengalami kesulitan memperhatikan hal-hal lain,” ungkap Dr. Ballard, yang merupakan kepala dari Psychologically Healthy Workplace Program APA.

Pada akhirnya, Moms jadi sulit untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan secara negatif.

Burnout juga bisa membuat Moms menjadi mudah lupa dan sulit mengingat hal-hal penting.

Baca Juga: 6 Aturan Posisi Duduk saat Bekerja agar Badan Tidak Mudah Pegal saat WFH

3. Kesulitan Tidur

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-3.jpg

Foto: freepik.com

Pada tahapan awal, burnout bisa menyebabkan Moms mengalami kesulitan tidur.

Namun, pada tahapan akhir, Moms bisa mengalami insomnia secara persisten, yang akhirnya membuat tubuh semakin lelah.

Kurangnya waktu tidur bisa berdampak pada gejala fisik seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan.

4. Masalah di Rumah dan Tempat Kerja

Sebaiknya, pekerjaan di kantor memang tidak dibawa ke rumah.

Namun, ketika Moms mengalami burnout, maka tanda yang bisa dilihat adalah masalah di rumah dan tempat kerja.

Artinya, Moms bisa memiliki lebih banyak konflik dengan rekan kerja atau menarik diri dari keluarga.

Pada tahapan yang sudah parah, Moms akan merasa fisik seperti ada di rumah, tapi pikiran Moms sudah tidak berada di sana.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Kala Pandemi COVID-19

Cara Mengatasi Burnout

Nah setelah mengetahui penyebab serta gejala burnout, Moms pasti bertanya bagaimana cara mengatasi burn out?

Burnout harus segera ditangani dengan baik agar kualitas hidup juga semakin baik. Ada banyak cara mengatasi burnout, yaitu:

1. Temukan Penyebabnya

Stres

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi burnout yang pertama adalah mengetahui penyebabnya.

Sulit untuk membuat perubahan ketika Moms tidak tahu persis apa yang menjadi penyebab, menjelajahi faktor atau sumber stres yang berkontribusi dalam hidup dapat membantu.

Stres mungkin dapat dikelola dengan sendirinya, tetapi hal tersebut dapat dengan mudah membuat Moms kewalahan, jika tidak mengambil langkah-langkah untuk mendapatkan dukungan.

2. Atur Jadwal

Cara mengatasi burnout selanjutnya adalah memilah jadwal, pustukan tugas mana yang kurang penting dan sisihkan.

Jika Moms sudah menjalani hal yang sibuk seharian, menambahkan lebih banyak tugas hanya akan menambah lebih banyak frustrasi dan stres.

Sebaiknya evaluasi jadwal yang sudah disusun dan pertimbangkan untuk membatalkan atau menjadwal ulang. Susun jadwal yang sangat urgent terlebih dahulu.

Baca Juga: Ketahui Cara Mewarnai Rambut Sendiri di Rumah, Jangan Sampai Salah!

3. Bicaralah Pada Orang yang Dipercayai

curhat

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi burnout selanjutnya adalah cerita keluh kesah Moms kepada orang yang dipercayai, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat.

Memendam masalah dan kelelahan hanya akan menambahkan stres dan memengaruhi kondisi kesehatan.

Melibatkan orang terkasih yang tepercaya dapat membantu Moms merasa didukung dan tidak sendirian, sehingga kembali semangat.

4. Beri Dukungan Pada Diri Sendiri

Moms ternyata curhat bisa menjadi salah satu cara mengatasi burnout.

Mencapai titik kelelahan dapat memunculkan perasaan gagal dan kehilangan tujuan atau arah hidup. Moms mungkin merasa seolah-olah tidak dapat melakukan apa pun dengan benar atau tidak akan pernah mencapai tujuan.

Ketika mencapai titik kelelahan, Momsmungkin telah mendorong diri melewati titik yang kebanyakan orang secara realistis dianggap mampu untuk beberapa waktu.

Berikan cinta dan dukungan pada diri sendiri. Ingatkan diri bahwa Moms tidak harus sempurna dan tidak apa-apa untuk istirahat.

Baca Juga: Anjuran Minum Air Putih Selama WFH #DiRumahAja

5. Aktivitas Fisik

yoga

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi burnout selanjutnya adalah melakukan aktivitas yang santai dan mengatasi stres, seperti yoga, meditasi, atau tai chi.

Melakukan aktivitas fisik mampu mengalihkan pikiran dari pekerjaan.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah memenuhi kualitas tidur setiap harinya dengan baik.

Nah itu dia Moms cara mengatasi burnout. Jika, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas kehidupan, sebaiknya periksakan kepada ahli profesional atau psikolog ya.

Yuk mulai cintai diri sendiri!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5773035/
  • https://www.researchgate.net/publication/320218887_Physical_psychological_and_occupational_consequences_of_job_burnout_A_systematic_review_of_prospective_studies
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/high-octane-women/201311/the-tell-tale-signs-burnout-do-you-have-them
  • https://www.healthline.com/health/mental-health/burnout-recovery#priorities
  • https://www.helpguide.org/articles/stress/burnout-prevention-and-recovery.htm
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait