Kesehatan

23 April 2021

Simak Tanda Dehidrasi yang Harus Diwaspadai, Serta Cara Penanganannya

Bayi dan anak-anak memiliki risiko yang cukup besar mengalami dehidrasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Dehidrasi sering diabaikan orang sebagai rasa haus biasa. Padahal, sebenarnya jika tidak ditangani dengan tepat, dehidrasi bisa berbahaya lho.

Dilansir dari U.S. National Library of Medicine, beberapa penyebab dehidrasi di antaranya:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Banyak berkeringat
  • Banyak buang air kecil, yang bisa terjadi akibat obat-obatan atau penyakit
  • Demam
  • Kurang minum air

Baca Juga: Ternyata Ini 3 Alasan Mengapa Penderita Diabetes Tidak Boleh Terkena Dehidrasi

Faktor Risiko Dehidrasi

Anak-Anak Rentan Dehidrasi

Foto: Orami Photo Stock

Memang benar bahwa dehidrasi dapat terjadi pada siapa pun tanpa terkecuali. Namun, Moms perlu mengetahui bahwa ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan dehidrasi. Berikut orang yang rentan mengalami dehidrasi dikutip dari Mayo Clinic:

  • Bayi dan Anak-anak

Kelompok ini adalah yang paling mungkin mengalami diare dan muntah parah sehingga bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap dehidrasi.

Selain itu, mereka rentan kehilangan proporsi cairan yang lebih tinggi saat mengalami demam tinggi atau luka bakar.

Anak-anak kecil juga sering kali tidak dapat memberi tahu Moms bahwa mereka haus, juga tidak dapat minum untuk diri mereka sendiri. Jadi, lebih mungkin mengalami dehidrasi.

  • Orang Tua

Seiring bertambahnya usia, cadangan cairan tubuh akan menjadi lebih kecil, kemampuan untuk menghemat air berkurang dan rasa haus menjadi akut sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

Masalah-masalah ini juga dapat diperparah oleh penyakit kronis, seperti diabetes demensia, dan dengan penggunaan obat-obatan tertentu.

Orang dewasa yang lebih tua juga mungkin memiliki masalah mobilitas yang membatasi kemampuan mereka untuk mendapatkan air untuk diri mereka sendiri.

Dengan kondisi demikian, orang tua dinyatakan sebagai orang yang cukup rentan mengalami dehidrasi.

  • Orang dengan Penyakit Kronis

Orang yang memiliki riwayat diabetes tidak terkontrol atau tidak diobati membuatnya berisiko tinggi mengalami dehidrasi.

Penyakit ginjal juga bisa meningkatkan risiko dehidrasi, mengingat penggunaan obat-obatan mungkin akan meningkatkan buang air kecil sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.

Selain itu, sakit biasa, seperti saat Moms mengalami pilek atau sakit tenggorokan dapat menjadi lebih rentan terhadap dehidrasi karena cenderung tidak ingin makan atau minum saat sakit.

  • Orang yang Bekerja atau Berolahraga di Luar

Saat cuaca panas dan lembab, risiko dehidrasi dan penyakit panas meningkat, terutama pada orang yang bekerja atau berolahraga di luar. Hal ini karena ketika udara lembap, keringat tidak dapat menguap dan mendinginkan tubuh secepat biasanya, dan ini dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan kebutuhan akan lebih banyak cairan.

Baca Juga: Waspada Heatstroke saat Cuaca Panas, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

Tanda-tanda Dehidrasi

Sebelum menjadi lebih parah, kenali tanda-tanda dehidrasi ini ya, Moms!

1. Merasa Haus dan Pusing

Tanda Dehidrasi-Merasa Haus dan Pusing

Foto: Orami Photo Stock

Tanda dehidrasi paling umum terjadi adalah rasa haus yang amat sangat dan kepala yang terasa pusing.

Seperti dikutip dari everydayhealth.com, Alp Arkun, MD, kepala pelayanan bagian perawatan darurat di Kaiser Permanente Fontana dan Ontario Medical Centers, California Selatan, menyatakan jika ia sering menangani orang di Unit Gawat Darurat hanya karena kekurangan cairan.

“Kebanyakan orang di bawah umur 50 tahun, sering mengalami dehidrasi tapi mengabaikannya. Padahal mereka kehausan, butuh minum, tubuh memberi sinyal, dan harusnya mereka minum. Tapi kenyataannya masih saja banyak yang terkena dehidrasi” ungkap Arkun.

Jadi, jangan minum sampai tunggu haus. Minumlah cukup cairan dalam sehari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

2. Mulut dan Kulit Kering

Tanda Dehidrasi-Mulut dan Kulit Kering

Foto: Orami Photo Stock

Tanda dehidrasi lain yang paling terasa adalah mulut terasa sangat kering. Selain itu kulit juga terlihat jauh lebih kering dari kulit pada umumnya.

Moms, jika sering berada di ruang AC dan tidak keringatan, bukan berarti tubuh tidak berkurang cairannya.

Berada di ruangan dingin atau ber-AC tetap memerlukan cairan yang cukup, karena beraktivitas apapun, cairan tubuh kita pasti akan berkurang.

Baca Juga: Ketahui Tanda Kulit Dehidrasi, Beda dengan Jenis Kulit Kering

3. Kelelahan

Tanda Dehidrasi-Kelelahan

Foto: Orami Photo Stock

Saat tubuh kekurangan cairan, spontan tubuh akan melemah dan kita akan merasa kelelahan.

Kevin Coupe, MD, ahli bedah ortopedik di UT Physicians, Woodlands, Texas, memberi saran jika seseorang merasa kelelahan, langsung cari tempat duduk, istirahat, dan minumlah cairan.

“Cairan dalam jenis apapun boleh. Tapi paling baik jika dalam keadaan dingin. Jangan terlalu dingin atau kau akan mengalami sakit perut, cukup dingin yang sewajarnya," jelasnya.

4. Jarang Buang Air Kecil

Tanda Dehidrasi-Jarang Buang Air Kecil

Foto: Orami Photo Stock

Tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai lainnya adalah jarang buang air kecil.

Normalnya, jika seseorang minum cukup cairan dalam sehari, mereka akan buang air kecil sekitar 6-8kali dalam kurun waktu 24 jam.

Jika intensitas buang air kecil kurang dari itu, hal itu bisa menjadi pertanda kita kurang minum.

Bagi lansia (lanjut usia) di atas 50 tahun, mereka sering merasa tidak haus meski sudah mengalami dehidrasi sekalipun. Maka dari itu tanda satu ini dapat menjadi patokan selain rasa haus.

Baca Juga: Moms, Ini 5 Kondisi Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

5. Urine Berwarna Lebih Gelap dan Berbau Lebih Kuat

Tanda Dehidrasi-Warna Urin Lebih Gelap

Foto: Orami Photo Stock

Apa warna urine Moms berwarna kuning pekat dan berbau? Jika ya, itu tandanya Moms kurang minum. Warna urine seharusnya bening atau agak kekuningan tapi tidak berwarna keruh dan tidak berbau kuat.

Selain itu warna urine yang keruh dan pekat juga salah satu tanda kurangnya minum air putih. Semakin banyak air putih yang dikonsumsi, akan semakin jernih juga warna urinenya.

Penanganan Dehidrasi

American Academy of Family Physicians merekomendasikan beberapa cara untuk menangani dehidrasi:

  • Perbanyak minum air putih
  • Mengemut es batu
  • Minum minuman berenergi yang mengandung elektrolit
  • Jangan minum kafein, seperti kopi, teh, atau cola.

Pencegahan Dehidrasi

Pencegahan Dehidrasi dengan Banyak Minum

Foto: Orami Photo Stock

Dalam mencegah dehidrasi, Moms perlu minum banyak cairan dan mengonsumsi makanan dengan kadar air yang tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.

Penting bagi Moms juga untuk mengetahui bahwa beberapa kondisi mungkin perlu lebih banyak cairan. Beberapa kondisi tersebut perlu diwaspadai karena rentan dehidrasi, berikut di antaranya:

  • Muntah atau Diare

Jika bayi atau anak mengalami muntah atau diare, mulailah memberikan air ekstra atau larutan rehidrasi oral pada tanda-tanda awal penyakit. Jangan menunggu sampai kondisi ini terjadi.

  • Olahraga Berat

Secara umum, hal terbaik yang harus dilakukan sebelum olahraga berat adalah menghidrasi tubuh.

Mulailah menghidrasi tubuh setidaknya sehari sebelum melakukan olahraga berat.

Dengan menghasilkan banyak urin yang jernih dan encer termasuk indikasi yang baik bahwa tubuh terhidrasi dengan baik.

Selama beraktivitas, isi kembali cairan secara berkala dan lanjutkan minum air putih atau cairan lain setelah selesai berolahraga.

  • Cuaca Panas atau Dingin

Moms perlu minum air tambahan ketika cuaca panas atau lembab untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mengganti apa yang hilang melalui keringat.

Selain itu, Moms juga mungkin membutuhkan air ekstra dalam cuaca dingin untuk mengatasi hilangnya kelembapan dari udara kering, terutama di tempat yang lebih tinggi.

  • Sakit

Orang dewasa yang lebih tua paling sering mengalami dehidrasi selama penyakit ringan, seperti influenza, bronkitis atau infeksi kandung kemih. Jadi, pastikan untuk minum lebih banyak cairan saat Moms sedang tidak enak badan.

Apabila Moms menunjukkan tanda dehidrasi seperti dijelaskan di atas, jangan anggap remeh dan langsung perbanyak asupan cairan, ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait