Kesehatan

19 Februari 2021

Kadar Gula Darah Rendah? Waspada Gejala Hipoglikemia Berikut Ini!

Waspadai gejala dan penyebabnya berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Kondisi gula darah rendah, atau yang juga dikenal sebagai hipoglikemia, bisa menjadi kondisi yang berbahaya.

Gula darah rendah juga bisa terjadi pada penderita diabetes yang mengonsumsi obat yang meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.

Saat Moms minum terlalu banyak obat, melewatkan makan, makan kurang dari biasanya, atau berolahraga lebih dari biasanya, ini bisa menyebabkan gula darah rendah.

Gula darah juga dikenal sebagai glukosa, yang mana mereka berasal dari makanan dan berfungsi sebagai sumber energi penting bagi tubuh.

Makanan yang mengandung karbohidrat makanan seperti nasi, kentang, roti, tortilla, sereal, buah, sayuran, dan susu adalah sumber utama glukosa tubuh.

Setelah Moms makan, maka glukosa diserap ke dalam aliran darah, ia kemudian dialirkan menuju ke sel-sel tubuh.

Hormon yang disebut insulin, yang dibuat oleh pankreas, akan membantu sel menggunakan glukosa untuk energi.

Saat Moms mengonsumsi lebih banyak glukosa daripada yang dibutuhkan, tubuh akan menyimpannya di hati dan otot atau mengubahnya menjadi lemak sehingga dapat digunakan untuk energi saat dibutuhkan nanti.

Tanpa glukosa yang cukup atau gula darah rendah, maka tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Dalam jangka pendek, orang yang tidak menjalani pengobatan yang meningkatkan insulin memiliki cukup glukosa untuk menjaga kadar gula darah, dan hati dapat membuat glukosa jika diperlukan.

Namun, bagi mereka yang menggunakan obat-obatan khusus ini, penurunan gula darah dalam jangka pendek dapat menyebabkan banyak masalah.

Mengutip American Diabetes Association, kondisi seseorang akan dianggap memiliki gula darah rendah jika turun di bawah 70 mg / dL.

Jika angkanya sudah di bawah batas tersebut, maka Moms memerlukan perawatan sesegera mungkin untuk mencegah gejala yang lebih serius berkembang.

Baca Juga: Kadar Gula Darah Pengaruhi Peluang Hamil?

Gejala Gula Darah Rendah

Gejala Gula Darah Rendah

Foto: Orami Photo Stock

Jika kadar gula darah menjadi terlalu rendah, ada beberapa tanda dan gejala yang dapat Moms rasakan seperti yang disebutkan oleh Mayo Clinic, antara lain:

  • Detak jantung tidak teratur atau cepat
  • Kelelahan
  • Kulit pucat
  • Kegoyahan
  • Kegelisahan
  • Berkeringat
  • Kelaparan
  • Sifat lekas marah
  • Kesemutan atau mati rasa pada bibir, lidah atau pipi

Saat hipoglikemia memburuk, tanda dan gejala dapat meliputi:

  • Kebingungan, perilaku abnormal atau keduanya, seperti ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas rutin
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur
  • Kejang
  • Hilang kesadaran

Segera cari pertolongan dokter jika gejala gula darah rendah semakin parah atau memiliki kondisi seperti:

  • Mengalami gejala hipoglikemia dan tidak menderita diabetes
  • Menderita diabetes dan hipoglikemia tidak merespons pengobatan, seperti minum jus atau minuman ringan biasa, makan permen, atau mengonsumsi tablet glukosa

Cari bantuan darurat juga untuk mereka dengan diabetes atau riwayat hipoglikemia yang memiliki gejala hipoglikemia berat atau kehilangan kesadaran.

Baca Juga: Seberapa Penting Periksa Gula Darah Saat Hamil?

Pahami Dulu Regulasi Gula Darah

Pahami Dulu Regulasi Gula Darah

Foto: Orami Photo Stock

Saat Moms makan, tubuh akan memecah karbohidrat dari makanan menjadi berbagai molekul gula, termasuk glukosa.

Senyawa ini akan menjadi sumber energi utama untuk tubuh, ia akan memasuki sel-sel di sebagian besar jaringan dengan bantuan insulin.

Hormon insulin memungkinkan glukosa memasuki sel dan menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan sel. Glukosa ekstra disimpan di hati dan otot dalam bentuk glikogen.

Jika Moms belum makan selama beberapa jam dan kadar gula darah turun, hormon lain dari pankreas akan memberi sinyal pada hati untuk memecah glikogen yang tersimpan dan melepaskan glukosa ke aliran darah.

Ini menjaga gula darah dalam kisaran normal sampai kemudian Moms makan lagi.

Tubuh juga memiliki kemampuan untuk membuat glukosa. Proses ini terjadi terutama di hati dan juga di ginjal.

Baca Juga: 4 Artis yang Meninggal karena Diabetes Selain Omas Wati

Penyebab Kadar Gula Darah Rendah

Penyebab Gula Darah Rendah

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa alasan mengapa bisa terjadi kadar gula darah rendah. Namun, yang paling umum adalah efek samping obat yang digunakan untuk mengobati diabetes.

Mengutip National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, berikut beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya:

1 . Kemungkinan Penyebabnya Terkait Diabetes

Jika Moms menderita diabetes, Moms mungkin tidak membuat cukup insulin (diabetes tipe 1) atau Moms mungkin kurang responsif terhadapnya (diabetes tipe 2).

Akibatnya, glukosa cenderung menumpuk di aliran darah dan dapat mencapai tingkat yang sangat tinggi.

Untuk memperbaiki masalah ini, Moms mungkin menggunakan insulin atau obat lain untuk menurunkan kadar gula darah.

Namun, terlalu banyak insulin atau obat diabetes lainnya dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah, menyebabkan hipoglikemia.

Hipoglikemia juga dapat terjadi jika Moms makan lebih sedikit dari biasanya setelah minum obat diabetes, atau jika Moms berolahraga lebih dari biasanya.

2. Kemungkinan Penyebabnya, Selain Diabetes

Hipoglikemia pada orang tanpa diabetes jauh lebih jarang terjadi. Namun ada beberapa penyebabnya, antara lain:

  • Pengobatan. Mengonsumsi obat diabetes oral orang lain secara tidak sengaja merupakan kemungkinan penyebab hipoglikemia. Obat lain dapat menyebabkan hipoglikemia, terutama pada anak-anak atau pada penderita gagal ginjal. Salah satu contohnya adalah kina (Qualaquin), yang digunakan untuk mengobati penyakit malaria.
  • Minum Alkohol Berlebihan. Minum banyak minuman tanpa makan dapat menghalangi hati melepaskan glukosa yang tersimpan ke dalam aliran darah dan kemudian menyebabkan hipoglikemia.
  • Beberapa Penyakit Kronis. Penyakit hati yang parah seperti hepatitis atau sirosis parah dapat menyebabkan hipoglikemia. Gangguan ginjal, yang dapat menghalangi tubuh untuk mengeluarkan obat dengan benar, dapat memengaruhi kadar glukosa karena penumpukan obat tersebut.
  • Kelaparan Jangka Panjang. Kondisi kelaparan panjang seperti yang dapat terjadi pada kelainan pola makan anoreksia nervosa, dapat mengakibatkan terlalu sedikit zat yang dibutuhkan tubuh untuk membuat glukosa.
  • Produksi Insulin Berlebih. Tumor pankreas yang langka (insulinoma) dapat menyebabkan pankreas memproduksi terlalu banyak insulin, yang mengakibatkan hipoglikemia. Tumor lain juga dapat menghasilkan terlalu banyak produksi zat seperti insulin. Pembesaran sel-sel pankreas yang memproduksi insulin dapat mengakibatkan pelepasan insulin yang berlebihan sehingga menyebabkan hipoglikemia.
  • Kekurangan Hormon. Kelainan kelenjar adrenal dan tumor hipofisis tertentu dapat menyebabkan kekurangan hormon utama yang mengatur produksi glukosa. Anak-anak dapat mengalami hipoglikemia jika mereka memiliki terlalu sedikit hormon pertumbuhan.

3. Hipoglikemia Setelah Makan

Kadar gula darah rendah juga biasanya terjadi jika Moms belum makan, tetapi tidak selalu.

Terkadang gejala hipoglikemia terjadi setelah makan tertentu yang tinggi gula karena tubuh memproduksi lebih banyak insulin daripada yang dibutuhkan.

Jenis hipoglikemia ini, disebut hipoglikemia reaktif atau hipoglikemia postprandial, dan dapat terjadi pada orang yang pernah menjalani operasi bypass lambung.

Kondisi ini juga terjadi pada orang yang belum pernah menjalani operasi ini.

Baca Juga: 5 Tips Camilan Sehat untuk Penderita Diabetes

Cara Mencegah Gula Darah Rendah

Cara Mencegah Gula Darah Rendah

Foto: Orami Photo Stock

Cara pencegahan gula darah rendah dibagi menjadi dua jenis, yakni pencegahan untuk para pengidap diabetes, dan mereka yang tidak mengidap diabetes seperti berikut ini:

1. Jika Menderita Diabetes

Ikuti rencana manajemen diabetes yang telah dokter sarankan.

Jika Moms adalah pengidap diabetes, maka perhatikan saat Moms mengonsumsi obat baru, mengubah jadwal makan atau pengobatan, atau menambah olahraga baru.

Sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi manajemen diabetes dan risiko gula darah rendah.

Monitor glukosa berkelanjutan (continuous glucose monitor/CGM) adalah pilihan bagi sebagian orang, terutama mereka yang tidak sadar akan hipoglikemia.

CGM memiliki kabel kecil yang dimasukkan di bawah kulit yang dapat mengirim pembacaan glukosa darah ke penerima.

Jika kadar gula darah turun terlalu rendah, beberapa model CGM akan mengingatkan dengan alarm.

Beberapa pompa insulin sekarang terintegrasi dengan CGM dan dapat menghentikan pengiriman insulin ketika kadar gula darah turun terlalu cepat untuk membantu mencegah hipoglikemia.

Pastikan untuk selalu membawa karbohidrat yang bekerja cepat, seperti jus atau tablet glukosa sehingga Moms dapat mengatasi penurunan kadar gula darah sebelum turun drastis.

2. Jika Tidak Menderita Diabetes

Untuk gejala hipoglikemia yang berulang, sering makan makanan kecil sepanjang hari adalah langkah pengganti untuk membantu mencegah kadar gula darah menjadi terlalu rendah.

Namun, pendekatan ini tidak disarankan sebagai strategi jangka panjang.

Bekerjasamalah dengan dokter untuk mengidentifikasi dan mengobati penyebab hipoglikemia.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms pahami mengenai gula darah rendah atau hipoglikemia.

Ingat, selalu diskusikan dengan dokter mengenai semua gejala yang Moms rasakan dan jangan mengira-ngira sendiri mengenai kondisi kesehatan yang Moms alami.

Pasalnya, hanya dokter yang berwenang memberikan saran kesehatan terkait kondisi kesehatan yang Moms rasakan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait