Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Jan 17, 2019

Mengenal Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Gejala Haid yang Lebih Parah PMS

Bagikan



Pernahkan Moms mendengar istilah PMDD atau Premenstrual Dysphoric Disorder? Hal ini merupakan salah satu masalah kewanitaan menjelang masa menstruasi.

PMDD adalah sindrom pramenstruasi berat yang melumpuhkan 3-8% perempuan yang sedang menstruasi.

Masalah ini terdiri dari gejala afektif, perilaku dan somatic yang kambuh setiap bulan selama fase dari siklus menstruasi.

Mari kenali Premenstrual Dysphoric Disorder lebih lanjut:

Premenstrual Dysphoric Disorder

Boleh dibilang gangguan dysphoric pramenstruasi adalah bentuk yang lebih parah dari sindrom pramenstruasi atau yang biasa Moms sebut dengan PMS.

Kondisi ini dianggap sebagai kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi perubahan gaya hidup dan terkadang membutuhkan pengobatan.

Antara 20 dan 40 persen wanita mengalami gejala pramenstruasi sedang sampai berat.

Perbedaan antara PMDD dan PMS adalah bahwa gejala PMDD parah dan melemahkan.

PMDD melibatkan serangkaian gejala fisik dan psikologis yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan mengancam kesejahteraan mental seseorang.

PMDD adalah kondisi kronis yang memerlukan perawatan ketika hal tersebut terjadi. Perawatan yang dimaksud termasuk perubahan gaya hidup dan pengobatan.

Baca Juga : Bagaimana Mengurangi Nyeri Akibat Pra Menstruasi?

Gejala Premenstrual Dysphoric Disorder

Gejala PMDD mirip tetapi lebih parah daripada yang dialami saat PMS. Gejala ini biasanya hadir selama seminggu sebelum menstruasi dan sembuh dalam beberapa hari pertama setelah menstruasi.

Mereka yang mengalami PMDD sering tidak melakukan aktivitas normal mereka saat gejala sedang hadir. Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan dan mengganggu rutinitas di rumah dan tempat kerja.

Gejala PMDD yang umum dan jarang, meliputi:

  • Kelelahan parah
  • Perubahan mood, termasuk lekas marah, gugup, depresi, dan kecemasan
  • Menangis dan kepekaan emosional
  • Kesulitan berkonsentrasi dan berkoordinasi
  • Palpitasi jantung
  • Paranoia dan masalah dengan citra diri
  • Perut kembung, nafsu makan meningkat dan gangguan gastrointestinal
  • Sakit kepala, punggung hingga kejang otot dan mati rasa
  • Perubahan penglihatan dan keluhan mata
  • Keluhan pernafasan, seperti alergi dan infeksi

Baca Juga : Bisakah Hamil Saat Menstruasi?

Pengobatan Premenstrual Dysphoric Disorder

Obat-obatan dapat digunakan untuk perempuan yang mengalami Premenstrual Dysphoric Disorder.

Tidak seperti perawatan untuk gangguan depresi, obat-obatan para penderita PMDD tidak perlu diminum setiap hari tetapi hanya selama gejala PMDD saja.

Bentuk pengobatan bermacam-macam, bisa juga dengan kontrasepsi oral dengan ethinylestradiol dan drospirenone yang mengandung drospirenone dan kadar estrogen yang rendah membantu meredakan gejala PMDD yang parah, setidaknya selama tiga bulan pertama digunakan.

Pengobatan lain, biasanya digunakan ketika pilihan lain gagal, adalah suntikan agonis hormon gonadotropin-releasing. Obat-obatan ini menciptakan kondisi seperti menopause yang diinduksi obat.

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.