Parenting Islami

16 Agustus 2021

Macam-macam Takdir dalam Agama Islam Beserta Penjelasannya

Yuk, beri tahu pada Si Kecil untuk menambah ilmu pengetahuan agamanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Setiap Muslim diwajibkan untuk beriman pada keenam perkara yang tertera dalam rukun iman, termasuk beriman kepada Qodho dan Qodar atau takdir Allah SWT.

Pemahaman tentang takdir harus Moms dan Dads sampaikan pada anak sebagai ilmu pengetahuan Islam karena mengandung nilai-nilai kebaikan di dalamnya.

Kewajiban orang tua dalam memberikan pendidikan agama dan akhlak yang baik dalam Islam telah tertera dalam hadist berikut:

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari kakek Ayub Bin Musa Al Quraisy dari Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada satu pemberian yang lebih utama yang diberikan ayah kepada anaknya selain pengajaran yang baik.”

Namun, apakah Moms dan Dads tahu dan paham betul apa yang dimaksud dengan takdir? Jika belum, mari simak penjelasan mengenai takdir beserta macam-macamnya dalam agama Islam.

Baca Juga: Ini 20 Sifat Wajib Allah, Yuk Kenalkan sejak Dini pada Si Kecil!

Takdir dalam Agama Islam

takdir dalam agama Islam

Foto: Orami Photo Stock

Dalam kamus Bahasa Arab karya Mahmud Yunus yang dikutip dari jurnal Alquran dan Al-hadis, kata takdir berasal dari kata qadara yang artinya ketentuan karena sesungguhnya Allah SWT telah menentukan suatu perkara atas kehendak-Nya.

Sedangkan kata qaddara dengan tambahan tasydid diartikan dengan Allah SWT telah menjadikan seseorang itu berkuasa melakukan sesuatu dengan kadarnya atau kemampuannya.

Qodho dan Qodar mungkin sering dianggap sebagai istilah yang berkesinambungan dan bermakna sama, tetapi tidak demikian. Jika disebutkan Qodho saja maka mencakup makna Qodar, demikian pula sebaliknya.

Namun jika disebutkan bersamaan, maka Qodho maknanya adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah SWT pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu.

Sedangkan Qodar maknanya adalah sesuatu yang telah ditentukan Allah SWT sejak zaman azali. Dengan demikian Qodar ada lebih dulu kemudian disusul dengan Qodho.

Baca Juga: 3 Serial dan Film Kartun Yang Mengajarkan Anak Tentang Agama Islam

Setiap Muslim Wajib Beriman pada Takdir Allah SWT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap umat Islam wajib beriman pada Qodho dan Qodar atau takdir Allah SWT.

Menurut Islam Pos, keimanan terhadap takdir dalam Islam harus mencakup empat prinsip yang harus diimani oleh setiap Muslim, yakni:

1. Prinsip Takdir Pertama

Prinsip takdir dalam Islam yang pertama ialah mengimani bahwa Allah SWT mengetahui dengan ilmunya yang azali dan abadi tentang segala sesuatu yang terjadi baik perkara yang kecil maupun yang besar, yang nyata maupun yang tersembunyi, baik itu perbuatan yang dilakukan oleh Allah SWT maupun perbuatan makhluknya.

Semuanya terjadi dalam pengilmuan Allah SWT.

2. Prinsip Takdir Kedua

prinsip takdir dalam islam - 2

Foto: Orami Photo Stock

Prinsip takdir dalam Islam yang kedua ialah mengimanai bahwa Allah SWT telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat.

Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat.

Dalil kedua prinsip di atas terdapat dalam Alquran dan As Sunnah. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al Hajj: 70).

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al An’am: 59).

Sedangkan dalil dari As Sunnah, di antaranya adalah sabda Rasulullah SAW, “… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR Muslim)

Baca Juga: 3+ Macam-macam Najis dalam Islam dan Cara Membersihkannya, Catat!

3. Prinsip Takdir Ketiga

Prinsip takdir dalam Islam yang ketiga ialah mengimani bahwa kehendak Allah SWT meliputi segala sesuatu, baik yang terjadi maupun yang tidak terjadi, baik perkara besar maupun kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang terjadi di langit maupun di bumi.

Semuanya terjadi atas kehendak Allah SWT, baik itu perbuatan Allah SWT sendiri maupun perbuatan makhluknya.

4. Prinsip Takdir Keempat

prinsip takdir dalam islam - 4

Foto: Orami Photo Stock

Prinsip takdir dalam Islam yang keempat ialah mengimani dengan penciptaan Allah SWT karena Allah SWT menciptakan segala sesuatu baik yang besar maupun kecil, yang nyata dan tersembunyi.

Ciptaan Allah SWT mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya. Perkataan dan perbuatan makhluk pun termasuk ciptaan Allah SWT.

Dalil kedua prinsip di atas adalah firman Allah SWT, “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 62-63)

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS. As Shafat: 96).

Baca Juga: Ini Adab Bersin dan Menguap dalam Islam, Moms Wajib Tahu!

Macam-macam Takdir dan Penjelasannya

Mengutip laman NU Online, sebagian ulama kemudian membagi takdir menjadi dua macam, meliputi:

1. Takdir Mubram

takdir mubram

Foto: Orami Photo Stock

Takdir mubram yaitu takdir yang sudah paten tidak dapat diubah dengan cara apa pun. Hal ini karena Allah SWT telah menjadikan takdir Mubram sebagai ketentuan yang mutlak dan manusia pun tidak diberi peran untuk mewujudkannya .

Misalnya, takdir harus lahir dari orang tua yang mana, di tanggal berapa dan lain sebagainya yang sama sekali tidak ada opsi bagi manusia untuk memilih.

Kematian juga termasuk dalam takdir Mubram. Allah SWT berfirman, “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-A'raf: 34)

2. Takdir Mu'allaq

takdir mualaq

Foto: Orami Photo Stock

Takdir mu’allaq, yaitu takdir yang masih bersifat kondisional sehingga bisa diubah dengan ikhtiar manusia.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran suat An-Najm ayat 39-40 yang artinya:
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”

Misalnya takdir miskin dapat diubah dengan doa dan kerja keras, takdir sakit dapat diubah dengan doa dan berobat, dan sebagainya yang melibatkan ruang usaha bagi manusia. 

Baca Juga:Mengenal 9 Wali Songo, Para Tokoh Penyebaran Ajaran Islam di Pulau Jawa

Dengan beriman pada takdir Allah SWT, maka manusia akan merasa bahwa dirinya tidak boleh sombong karena semua hal telah ditentukan oleh Allah SWT.

Selain itu, manusia akan senantiasa bersyukur dan bersabar atas segala hal yang diberikan Allah SWT.

Ketika umat Islam memercayai atau mengimani takdir Allah SWT, mereka pun akan lebih optimis dan tidak mudah menyerah saat menjalani kehidupan karena ada hal-hal yang bisa diperbaiki jika mau berusaha.

Nah, itu dia penjelasan mengenai takdir dalam agama Islam beserta macam-macamnya. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/diya/article/view/887
  • https://islam.nu.or.id/post/read/96195/mengurai-takdir-dari-tiga-perspektif-allah-malaikat-dan-manusia
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait