15 September 2022

Macam-macam Takdir dalam Agama Islam Beserta Penjelasannya

Yuk, beri tahu pada Si Kecil untuk menambah ilmu pengetahuan agamanya

Setiap Muslim diwajibkan untuk beriman pada keenam perkara yang tertera dalam rukun iman, termasuk beriman kepada Qada dan Qadar atau takdir Allah SWT.

Pemahaman tentang takdir harus Moms dan Dads sampaikan pada anak sebagai ilmu pengetahuan Islam karena mengandung nilai-nilai kebaikan di dalamnya.

Kewajiban orang tua dalam memberikan pendidikan agama dan akhlak yang baik dalam Islam telah tertera dalam hadis berikut:

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari kakek Ayub Bin Musa Al Quraisy dari Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Tiada satu pemberian yang lebih utama yang diberikan ayah kepada anaknya selain pengajaran yang baik.”

Namun, apakah Moms dan Dads tahu dan paham betul apa yang dimaksud dengan takdir?

Jika belum, mari simak penjelasan mengenai takdir beserta macam-macamnya dalam agama Islam.

Baca Juga: Ini 20 Sifat Wajib Allah, Yuk Kenalkan sejak Dini pada Si Kecil!

Takdir dalam Agama Islam

Takdir dalam agama Islam
Foto: Takdir dalam agama Islam (Orami Photo Stock)

Dalam kamus Bahasa Arab karya Mahmud Yunus yang dikutip dari jurnal Al-Qur'an dan Al-Hadis, kata takdir berasal dari kata qadara.

Artinya ketentuan karena sesungguhnya Allah SWT telah menentukan suatu perkara atas kehendak-Nya.

Sedangkan kata qadara dengan tambahan tasydid diartikan dengan Allah SWT telah menjadikan seseorang itu berkuasa melakukan sesuatu dengan kadarnya atau kemampuannya.

Qada dan Qadar mungkin sering dianggap sebagai istilah yang berkesinambungan dan bermakna sama, tetapi tidak demikian.

Jika disebutkan Qada saja maka mencakup makna Qadar, demikian pula sebaliknya.

Namun, jika disebutkan bersamaan, maka Qada adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah SWT pada makhluk-Nya, baik penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu.

Sedangkan Qadar adalah sesuatu yang telah ditentukan Allah SWT sejak zaman azali. Dengan demikian, Qadar ada lebih dulu kemudian disusul dengan Qada.

Baca Juga: 3 Serial dan Film Kartun Yang Mengajarkan Anak Tentang Agama Islam

Setiap Muslim Wajib Beriman pada Takdir Allah SWT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap umat Islam wajib beriman pada Qada dan Qadar atau takdir Allah SWT.

Menurut Islam Pos, keimanan terhadap takdir dalam Islam harus mencakup empat prinsip yang harus diimani oleh setiap Muslim, yakni:

1. Prinsip Takdir Pertama

Prinsip takdir dalam Islam yang pertama ialah mengimani bahwa Allah SWT mengetahui dengan ilmunya yang azali dan abadi tentang segala sesuatu.

Baik perkara yang kecil maupun yang besar, yang nyata maupun yang tersembunyi, baik itu perbuatan yang dilakukan oleh Allah SWT, maupun perbuatan makhluknya.

Semuanya terjadi dalam pengilmuan Allah SWT.

2. Prinsip Takdir Kedua

Takdir dalam agama Islam
Foto: Takdir dalam agama Islam (Orami Photo Stock)

Prinsip takdir dalam Islam yang kedua ialah mengimanai bahwa Allah SWT telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat.

Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi, maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat.

Dalil kedua prinsip di atas terdapat dalam Al-Qur'an dan As Sunah. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di Langit dan di Bumi?

Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al Hajj: 70).

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan.

Dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan Bumi.

Dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al An’am: 59).

Sedangkan dalil dari As Sunnah, di antaranya adalah sabda Rasulullah SAW:

“… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan Langit dan Bumi.” (HR Muslim)

Baca Juga: 3+ Macam-macam Najis dalam Islam dan Cara Membersihkannya, Catat!

3. Prinsip Takdir Ketiga

Prinsip takdir dalam Islam yang ketiga ialah mengimani bahwa kehendak Allah SWT meliputi segala sesuatu, baik yang terjadi maupun yang tidak terjadi, baik perkara besar maupun kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang terjadi di langit maupun di bumi.

Semuanya terjadi atas kehendak Allah SWT, baik itu perbuatan Allah SWT sendiri maupun perbuatan makhluknya.

4. Prinsip Takdir Keempat

Takdir dalam agama Islam
Foto: Takdir dalam agama Islam (Orami Photo Stock)

Prinsip takdir dalam Islam yang keempat ialah mengimani dengan penciptaan Allah SWT karena menciptakan segala sesuatu baik yang besar maupun kecil, yang nyata dan tersembunyi.

Ciptaan Allah SWT mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya. Perkataan dan perbuatan makhluk pun termasuk ciptaan Allah SWT.

Dalil kedua prinsip di atas adalah firman Allah SWT:

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) Langit dan umi.

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 62-63)

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS. As Shafat: 96).

Baca Juga: Ini Adab Bersin dan Menguap dalam Islam, Moms Wajib Tahu!

Macam-macam Takdir dan Penjelasannya

Mengutip laman NU Online, sebagian ulama kemudian membagi takdir menjadi dua macam, meliputi:

1. Takdir Mubram

Takdir dalam agama Islam
Foto: Takdir dalam agama Islam (Orami Photo Stocks)

Takdir mubram yaitu takdir yang sudah paten tidak dapat diubah dengan cara apa pun.

Hal ini karena Allah SWT telah menjadikan takdir mubram sebagai ketentuan yang mutlak dan manusia pun tidak diberi peran untuk mewujudkannya.

Jadi, bisa dibilang  suatu takdir yang tidak dapat dihindari disebut takdir mubram.

Misalnya, takdir harus lahir dari orang tua yang mana, di tanggal berapa dan lain sebagainya, yang sama sekali tidak ada opsi bagi manusia untuk memilih.

Kematian juga termasuk dalam takdir Mubram. Allah SWT berfirman:

Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-A'raf: 34).

Contoh jenis takdir ini antara lain adalah soal kelahiran dan kematian manusia. Misal, kelahiran seorang bayi perempuan merupakan contoh takdir mubram.

Tidak ada yang tahu kapan kita akan dilahirkan dan kapan akan mati. Semua menjadi rahasia Allah SWT dan terjadi sesuai dengan ketetapannya.

2. Takdir Mu'allaq

Takdir dalam agama Islam
Foto: Takdir dalam agama Islam (Orami Photo Stock)

Takdir mu’allaq, yaitu takdir yang masih bersifat kondisional sehingga bisa diubah dengan ikhtiar manusia.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat An-Najm ayat 39 hingga 40 yang artinya:

“...dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”

Misalnya, takdir miskin dapat diubah dengan doa dan kerja keras, takdir sakit dapat diubah dengan doa dan berobat, dan sebagainya yang melibatkan ruang usaha bagi manusia. 

Contoh jenis takdir lainnya yaitu soal keberhasilan anak sekolah dalam meraih prestasi.

Siswa yang berprestasi itu bukanlah siswa yang diam saja tidak belajar, dan hanya menunggu takdir.

Namun, ia selalu berusaha dan belajar setiap hari untuk meraih cita-cita yang diharapkannya.

Dengan begitu, apa yang diraihnya selain ditentukan oleh takdir Allah SWT, juga ditopang oleh usaha dan doa yang dia lakukan.

Jadi, berusaha itu harus, tetapi kita juga harus berdoa dan rela menerima segala takdir yang sudah ditentukan Allah SWT.

Baca Juga:Mengenal 9 Wali Songo, Para Tokoh Penyebaran Ajaran Islam di Pulau Jawa

Sikap Terhadap Takdir

Lalu, setelah mengetahui tentang macam-macam takdir, berikut ini beberapa sikap terhadap takdir yang bisa Moms dan Dads lakukan:

1. Ikhtiar

Ikhtiar artinya usaha. Ikhtiar wajib dilakukan untuk memenuhi segala kebutuhan atau mencapai cita-cita dan keinginan.

Untuk menjadi siswa yang berprestasi, harus berusaha dengan belajar yang sungguh-sungguh dan tekun.

Seseorang akan terhindar dari kemiskinan jika mau bekerja keras untuk  memenuhi kebutuhan hidupnya.

Begitu juga orang yang menderita sakit, wajib berusaha untuk mengobati penyakitnya dengan minum obat atau berobat kepada dokter agar bisa sembuh.

Usaha atau ikhtiar merupakan sikap yang harus diambil seorang muslim dalam menghadapi Qada dan Qadar Allah.

Baca Juga: Kumpulan Ayat tentang Sholat 5 Waktu, Jumat, dan Hadis Sholat Dhuha

2. Doa

Doa adalah permohonan atau permintaan kepada Allah SWT.

Kita diperintahkan untuk selalu berdoa kepada Allah yang Maha Pemberi. Allah telah menetapkan sesuatu untuk kita.

Agar ketetapan tersebut menjadi baik untuk kita, berdoalah hanya kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Yakin bahwa Allah SWT akan menerima dan jangan menyekutukan Allah SWT dengan mahkluk-Nya.

Tatkala menerima takdir yang menyenangkan, tetap berdoa kepada Allah SWT agar menjadi hamba yang bersyukur.

Lalu, memanfaatkan takdir yang menyenangkan tersebut untuk beribadah kepada-Nya.

Begitu pula sebaliknya, tatkala Allah SWT memberikan takdir yang tidak menyenangkan, berdoalah agar kita diberi kesabaran dalam menghadapinya dan tetap berprasangka baik kepada Allah SWT.

Takdir yang baik tidak lah kita dapatkan hanya dengan usaha atau ikhtiar saja, tetapi harus diikuti dengan kesungguhan dalam berdoa.

Islam mengajarkan muslim untuk mengawali aktivitas yang baik dengan berdoa kepada Allah SWT.

Doa yang akan dikabulkan oleh Allah SWT adalah doa yang memenuhi beberapa ketentuan. Beberapa ketentuan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
  • Makan dengan makanan yang halal serta jauhi makanan yang haram.
  • Berprasangka baik kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa.
  • Menggunakan adab yang baik ketika berdoa.
  • Berdoa dengan suara yang lemah lembut dan tidak tergesa-gesa.
  • Berdoa bukan untuk dosa dan memutuskan silaturahmi.
  • Berdoa pada waktu dan tempat yang mustajab.

3. Tawakal

Tawakal adalah menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT setelah melakukan usaha yang sungguh-sungguh dan berdoa.

Berbuat dan berdoa terlebih dahulu, kemudian bertawakal, menyerahkan semua hasil pekerjaan itu kepada Allah SWT dan itulah tawakal yang sesungguhnya.

Apabila kita telah berikhtiar, kemudian diiringi doa, maka kewajiban kita selanjutnya adalah bertawakal pada Allah SWT.

Sebab, Islam mengajarkan manusia untuk senantiasa berusaha sungguh-sungguh agar mendapatkan takdir yang baik.

Usaha dan doa akan menenangkan hati, apabila disertai dengan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt.

Baca Juga: 7 Tips Sehat Ala Rasulullah, Salah Satunya Selalu Berdoa dan Menggunakan Tangan Kanan

4. Sabar

Sabar artinya tahan menghadapi cobaan.

Tatkala takdir yang menimpa yang tidak menyenangkan, sikap yang diajarkan Islam adalah menerima ketetapan Allah dengan rasa sabar dan ikhlas.

Takdir yang tidak menyenangkan yang berupa musibah, kekurangan harta, atau bencana alam merupakan ujian bagi orang yang beriman.

Sesuatu yang tidak menyenangkan belum tentu jelek. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita.

Oleh sebab itu, harus diyakini sesuatu yang tidak menyenangkan itu akan memberikan hikmah yang baik bagi kita.

Hikmah Beriman Kepada Takdir

Takdir dalam agama Islam
Foto: Takdir dalam agama Islam (Orami Photo Stock)

Setelah memahami makna iman kepada Qada dan Qadar, kita dapat mengambil beberapa hikmah sebagai berikut:

  • Tetap dan terus-menerus meningkatkan semangat dalam berusaha untuk menyongsong takdir Allah SWT.
  • Harus bersikap rendah hati karena kebaikan yang ada pada diri manusia sesungguhnya adalah ketetapan Allah SWT.
  • Memberikan pelajaran kepada manusia bahwa alam semesta berjalan atas kehendak Allah. Seperti Bumi berputar pada porosnya, terbitnya Matahari di ufuk timur, dan munculnya Bintang pada malam hari.
  • Mengajarkan manusia untuk menanamkan rasa syukur, sabar, dan tawakal atas kehendak dan takdir Allah.

Dengan beriman pada takdir Allah SWT, maka manusia akan merasa bahwa dirinya tidak boleh sombong karena semua hal telah ditentukan oleh Allah SWT.

Selain itu, manusia akan senantiasa bersyukur dan bersabar atas segala hal yang diberikan Allah SWT.

Ketika umat Islam memercayai atau mengimani takdir Allah SWT, mereka pun akan lebih optimis dan tidak mudah menyerah saat menjalani kehidupan karena ada hal-hal yang bisa diperbaiki jika mau berusaha.

Nah, itu dia penjelasan mengenai takdir dalam agama Islam beserta macam-macamnya. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/diya/article/view/887
  • https://islam.nu.or.id/post/read/96195/mengurai-takdir-dari-tiga-perspektif-allah-malaikat-dan-manusia
  • https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/iman%20qada%20dan%20qadar-anto/topik2.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.