05 Mei 2023

20 Tips Pencegahan Asma agar Tak Kambuh Lagi, Manjur Moms!

Mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu perbaikan paru-paru

Cara tepat untuk mengontrol kesulitan bernapas akibat alergi adalah dengan melakukan pencegahan asma.

Asma adalah suatu penyakit saluran napas yang bisa menyerang siapapun, termasuk anak-anak.

Penyebab asma sendiri pun tak hanya karena alergi, ini bisa turunan keluarga ataupun infeksi virus.

Meski tak bisa diobati dengan permanen, ini bisa dicegah untuk redakan gejala jangka panjang.

Lantas, bagaimana cara pencegahan asma? Yuk, simak deretannya di bawah ini!

Baca Juga: Memahami Penyebab Asma Bronkial dan Pilihan Pengobatannya

Cara-Cara Pencegahan Asma

Obat asma sendiri pun sampai ini hanya untuk meredakan gejala yang timbul sewaktu-waktu.

Jika Moms atau keluarga memiliki asma, dapat mengikuti beberapa cara pencegahan asma berikut ini:

1. Jaga Berat Badan

Ilustrasi Timbangan (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Timbangan (Orami Photo Stock)

Cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan asma adalah menjaga berat badan.

Kelebihan berat badan berisiko membuat seseorang terkena obsesitas. Akibatnya, ini berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Obesitas bisa memicu gejala asma semakin buruk dan bahkan menyebabkan komplikasi di penyakit lainnya.

Berat badan ideal adalah diperhitungkan dengan tinggi setiap orang.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu mengukur berat badan, termasuk Si Kecil.

2. Menjaga Lingkungan dari Potensi Alergi

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab asma pada seseorang.

Sebisa mungkin, Moms harus hindari hal yang menjadi penyebab itu.

Misalnya, jika debu dapat menjadi pemicu, segeralah singkirkan debu dari tempat di mana sering berada.

Jika hewan piaraan menjadi pemicu gejala asma, tempatkanlah binatang peliharaan jauh dari pandangan.

Jangan lupa juga untuk membawa obat alergi sebagai pertolongan pertama ketika asma kambuh.

Baca Juga: Mampu Atasi Serangan Asma, Ini Aturan Pakai Ventolin

3. Olahraga Rutin

Ilustrasi Anak Bermain Sepeda (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Anak Bermain Sepeda (Orami Photo Stock)

Meskipun Moms atau Si Kecil mengidap asma, tidak dianjurkan untuk meninggalkan kegiatan olahraga.

Sebuah penelitian Journal of Clinical Medicine, menunjukkan bahwa olahraga justru memberikan efek positif bagi penderita asma.

Tak ditemukan bahwa kegiatan olahraga bisa memperparah gejala asma yang selama ini dirasakan.

Dengan melakukan olahraga, pencegahan asma dapat dilakukan dengan baik untuk jangka panjang.

Rutinlah untuk olahraga ringan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga. Pencegahan asma bronkial ini akan terasa untuk jangka panjang.

4. Vaksinasi Flu dan Pneumonia

Pernahkah terpikirkan bahwa pencegahan asma bisa dilakukan dengan vaksinasi?

Flu dan gangguan pernapasan lainnya, seperti pneumonia adalah salah satu pemicu asma.

Itu sebabnya, setiap orang juga perlu melakukan pencegahan kedua penyakit tersebut.

Setiap orang bisa mendapatkan vaksin flu dan pneumonia secara rutin sesuai dengan anjuran dokter. 

Melakukan vaksinasi adalah hal yang dapat dikendalikan agar asma tidak memburuk.

5. Rutin Memantau Pernapasan 

Ilustrasi Anak Flu
Foto: Ilustrasi Anak Flu (todaysparent.com)

Saat Si Kecil terdeteksi mengalami sesak napas, Moms perlu memantau pernapasan dan mengenali gejala asma yang akan datang.

Memantau pernapasan dan mengenali ciri-ciri asma akan kambuh, merupakan upaya pencegahan asma yang baik.

Ini dapat membantu Moms menangani gejala, selagi belum memburuk. Moms bisa menggunakannya peak flow meter untuk memantau pernapasan.

Peak flow meter dapat mendeteksi penyempitan saluran napas dan mengukur jumlah udara, sehingga dapat mengantisipasi serangan asma.

6. Melakukan Imunoterapi

Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology, imunoterapi ampuh sebagai langkah pencegahan asma. Ini khususnya riwayat asma yang terkait dengan alergi. 

Terapi pengobatan ini berfungsi untuk mengurangi sensitivitas sistem imunitas tubuh.

Umumnya, imunitas akan bereaksi berlebihan ketika ada faktor pemicu alergi (alergen) yang masuk ke tubuh.

Imunoterapi dapat dilakukan selama beberapa tahun sampai sistem imun benar-benar ‘terbiasa’ dengan alergen yang masuk.

Baca Juga: Asma Bisa Sembuh dengan Terapi, Bagaimana Caranya?

7. Tingkatkan Asupan Buah dan Sayuran

Buah-buahan (Orami Photo Stock)
Foto: Buah-buahan (Orami Photo Stock)

Untuk mencegah kambuhnya gejala asma, perlu mengubah asupan makanan yang mendukung kondisi tersebut.

Sayur dan buah yang dapat menyembuhkan asma yakni yang kaya akan antioksidan dan berbagai vitamin.

Hal ini karena buah dan sayuran dapat menghasilkan pelindung atau kekebalan pada tubuh seseorang.

Vitamin A, C, dan E diketahui beperan sangat baik untuk penderita asma.

Sejumlah sayur dan buah mengandung senyawa yang disebut fitokimia, ini berperan sebagai antioksidan.

Dengan kata lain, produk yang kaya akan antioksidan dapat membantu pencegahan asma.

8. Minum Susu Rutin

Susu yang dikonsumsi sehari-hari diyakini dapat meningkatkan aliran udara.

Penelitian Canadian Family Physician, menunjukkan bahwa kalsium memiliki manfaat antiasma dengan kandungan magnesiumnya.

Para ilmuwan mempelajari pola makan dan mengukur fungsi paru-paru pada lebih dari 2.600 orang dewasa.

Hasilnya, magnesium pada susu dapat membuat paru-paru menjadi lebih tenang dan aliran udara yang lebih baik.

Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan minum susu untuk Moms dan juga Si Kecil.

Baca Juga: 4 Jenis Alat Terapi Oksigen dan Manfaatnya untuk Pasien dengan Gangguan Pernapasan

9. Tingkatkan Sumber Magnesium

Sumber Magnesium (Orami Photo Stock)
Foto: Sumber Magnesium (Orami Photo Stock)

Tak hanya susu, ada berbagai makanan lainnya yang dapat mengatasi asma di malam hari.

Pastikan kebutuhan kalsium dan magnesium dapat terpenuhi setiap harinya lewat makanan.

Berikut ini takaran magnesium berdasarkan usia:

  • Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 500 mg kalsium dan 80 mg magnesium/hari.
  • Anak usia 4-8 membutuhkan 800 mg kalsium dan 130 mg magnesium/hari.

Magnesium pada ibu hamil juga menjadi sumber aktif yang dibutuhkan hingga menuju persalinan, lho.

10. Perbanyak Ikan Salmon

Setiap orang membutuhkan 2 jenis lemak tak jenuh ganda, yakni omega-6 dan omega-3.

Fungsi lemak sehat ini untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nah, ikan salmon memiliki omega-3 yang paling banyak.

Ketika seimbang, kedua lemak ini membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Adanya lemak dalam ikan salmon bantu untuk membuat jaringan paru-paru lebih lancar untuk bernapas.

Ini pun sering dipakai sebagai pencegahan asma dari berbagai paparan alergi.

Baca Juga: Pengobatan Asma Alergi, serta Gejala dan Penyebabnya, Bisa Karena Kotoran Kecoak!

11. Konsumsi Minyak Zaitun

Minyak Zaitun
Foto: Minyak Zaitun (Hot Liputan6.com)

Minyak zaitun tak hanya bagus untuk kecantikan saja. Faktanya, minyak zaitun dapat menjadi salah satu pencegahan asma.

Hal ini karena minyak zaitun membantu melawan risiko kesehatan yang terkait dengan polusi udara, seperti:

  • Peningkatan tekanan darah
  • Gangguan pembuluh darah
  • Faktor lain yang membuat pernapasan lebih sulit

Sebuah penelitian Nutrients, membuktikan bahwa mengonsumsi minyak zaitun dapat meningkatkan respons pembuluh darah terhadap debu polutan.

Minyak zaitun ini bantu melarutkan gumpalan darah yang dapat menyebabkan sesak napas. Dalam kata lain, ini bekerja menyaring udara yang tercemar dalam tubuh.

12. Hindari Paparan Asap

Berbagai jenis asap dan asma sering menjadi kombinasi yang tak pernah cocok.

Hal yang dapat dikendalikan agar asma tidak memburuk yakni dengan menghindari paparan asap apapun.

Batasi paparan semua sumber asap, ini termasuk tembakau, dupa, lilin, api, dan kembang api.

Asap menjadi salah satu pemicu yang memperparah gejala asma pada orang dewasa ataupun anak-anak.

Jika berada di lingkungan banyak paparan asap rokok, segera menjauh ya, Moms.

Baca Juga: 13 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal, dari Minum Air Putih hingga Hindari Rokok

13. Jaga Jarak dengan Penderita Flu

Ilustrasi Orang Flu dan Bersin
Foto: Ilustrasi Orang Flu dan Bersin (Medicalnewstoday.com)

Pencegahan asma bronkial atau paru-paru sesak, bisa dengan melakukan hal ini.

Sebagian orang asma ada yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti influenza atau flu.

Dengan demikian, hindari kontak erat dengan orang yang sedang flu sebagai pencegahan asma yang bisa dilakukan.

Cuci tangan dengan benar apabila pernah kontak erat dengan penderita flu.

Flu dapat menular dengan sangat cepat! Oleh karena itu, hati-hati dan pakailah masker untuk mencegah penularan cairan batuk atau bersin.

14. Hindari Punya Hewan Piaraan

Memiliki hewan peliharaan memang menggemaskan, apalagi jika Si Kecil menyukainya.

Sayangnya, ini bisa mencetus asma kambuh kembali jika alergi terhadap bulu hewan.

Kemenkes RI menyarankan untuk tak memelihara hewan peliharaan jenis tertentu sebagai upaya pencegahan asma di rumah.

Bulu hewan pada kucing dan anjing dapat meningkatkan risiko bulu terhirup dan menyebabkan sesak napas.

Baca Juga: Waspada, Ini Beberapa Ciri-Ciri Penyakit Asma yang Perlu Moms Ketahui

15. Gunakan Kasur atau Bantal Sintetis

Ilustrasi Anak (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Anak (Orami Photo Stock)

Masih terkait bulu hewan, mengatasi asma di malam hari bisa dengan memakai bantal sintesis.

Gunakan kasur dan bantal berbahan sintesis agar asma tak kambuh di malam hari.

Untuk alternatifnya, bisa menggunakan kain atau sarung bantal yang terbuat dari bahan sintesis.

Hindari memakai guling, bantal, atau kasur berbulu angsa atau sejenisnya ya, Moms.

16. Tidak Memasang Karpet

Bersin-bersin ketika bertemu karpet? Bisa saja Moms alergi terhadap bulu karpet.

Untuk pencegahan asma bronkial, sebaiknya tak memiliki alas lantai ini di rumah atau ruangan manapun.

Karpet yang berbulu dapat dengan mudah terhirup paru-paru dan membuat sesak napas.

Apabila Moms punya di rumah, tempatkan di luar kamar tidur agar asma tak kambuh di malam hari.

17. Latihan Pernapasan

Masalah Pernapasan
Foto: Masalah Pernapasan (safarmedical.com)

Hal yang dapat dikendalikan agar asma tidak memburuk adalah melakukan pernapasan.

Selain berolahraga teratur, latihan pernapasan dengan benar bantu mengurangi gejala asma.

Ada berbagai jenis latihan pernapasan yang baik untuk cegah asma kambuh, di antaranya:

Cobalah pilih yang paling nyaman dilakukan untuk mencegah asma kambuh di waktu tidak tepat.

Baca Juga: 12 Manfaat Bayam Merah, untuk Anti Kanker Hingga Meredakan Asma

18. Pasang Pelembap Udara

Penderita asma seringnya cukup sensitif dengan suhu udara di suatu ruangan.

Terlebih jika ruangan dingin, ini meningkatkan risiko paru-paru kering dan asma kambuh.

Untuk mencegahnya, cobalah untuk memasang pelembap udara yang menenangkan. Moms bisa pilih antara humidifier ataupun diffuser ya, Moms.

19. Menghindari Pemicu Asma

Cara pencegahan asma selanjutnya yang bisa Moms dan Dads lakukan adalah dengan menghindari pemicu asma.

Ini karena, pemicu asma tertentu dapat memicu serangkaian gejala asma. Beberapa pemicu ini termasuk:

  • Polusi udara
  • Alergi
  • Udara dingin
  • Virus pilek atau flu
  • Latihan
  • Radang dlm selaput lendir
  • Merokok
  • Wewangian

20. Menghindari Stres

Jika asma tidak ingin terus menerus kambuh, Moms pelu mengelola emosional.

Moms dan Dads disarankan untuk tidak overthinking dan stres.

Sebab, stres bisa menjadi pemicu gejala asma.

Stres juga dapat membuat menghentikan serangan asma menjadi lebih sulit.

Itu dia Moms cara pencegahan asma yang bisa dilakukan agar gejala tak semakin parah.

Jika asma semakin memburuk, sebaiknya perisakan ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut, ya!

  • https://acaai.org/allergies/management-treatment/allergy-immunotherapy/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7141291/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6770785/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2743582/
  • https://www.medicinenet.com/asthma_overview/article.htm
  • https://www.webmd.com/asthma/guide/asthma-prevention
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
  • http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-kronik/upaya-upaya-pencegahan-asma-bagian-1
  • https://www.healthline.com/health/asthma

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.