2-3 tahun

29 Juli 2021

Penyebab Obesitas pada Anak, Jangan Dianggap Enteng ya!

Tips untuk Moms yang anaknya menderita obesitas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang seringkali dialami oleh anak-anak. Saat tubuh anak terlihat berisi dan subur, mungkin orang tua akan bahagia, namun sebenarnya risiko obesitas pada anak semakin meningkat.

Bahkan jika obesitas ini terjadi, bisa bertahan hingga Si Kecil dewasa.

Berdasarkan Riskesdas 2018, dibandingkan tahun 2013, angka obesitas pada anak turun menjadi 8 persen. Namun menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek kala itu, hal ini bukan disebabkan oleh perbaikan gizi, melainkan akibat angka stunting yang turun.

Tanda awal obesitas pada anak bisa diketahui dengan mudah, yaitu dari bentuk pipi yang tembem, dagu yang berisi, leher yang tertutup atau pendek, perut buncit, kedua tungkai umumnya berbentuk x, dan paha dalam saling menempel.

Baca Juga: Bisa Sebabkan Obesitas, Ini Bahaya MPASI Dini Pada Bayi

Penyebab Obesitas pada Anak

Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan energi yang masuk dengan energi yang dipakai. Berikut adalah penyebab obesitas pada anak yang umumnya terjadi:

1. Genetik

Bahaya Obesitas pada Balita 03.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab obesitas pada anak yang pertama adalah genetik. Masyarakat umumnya percaya jika kegemukan menurun dalam keluarga.

Maka, anak-anak berasal dari keluarga dengan orang-orang yang kelebihan berat badan, dia mungkin lebih mungkin untuk menambah berat badan.

Namun sebenarnya, kontribusi faktor genetik dalam menyebabkan anak obesitas cenderung kecil, yaitu sekitar 5 persen saja.

2. Peranan Orang Tua

Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum 01.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Orang tua juga ternyata berperan sebagai penyebab obesitas pada anak. Hal ini karena orang tua bertindak sebagai penyedia dan pembuat makanan dalam lingkungan rumah tangga.

Moms dan Dads memainkan peran penting dalam menentukan tidak hanya makanan apa yang dikonsumsi, tetapi juga seberapa banyak makanan yang dikonsumsi anak.

Ketersediaan makanan sehat di rumah yang diterapkan secara konsisten adalah kunci dalam membentuk kebiasaan makan anak yang baik, bahkan dapat mengatasi rasa tidak suka pada makanan tertentu.

Studi menunjukkan keluarga yang terbiasa duduk makan bersama akan mengonsumsi makanan yang lebih sehat. Pergi makan di luar atau menonton sambil makan berhubungan dengan tingginya konsumsi makanan berlemak.

Cara orang tua menawarkan makanan juga berpengaruh terhadap persepsi anak. Persepsi yang positif terbentuk jika orang tua memberi kesempatan kepada anak untuk memilih makanannya sendiri dengan menyediakan porsi makanan sehat yang cukup.

Pembatasan konsumsi makanan cepat saji yang dipaksakan malah meningkatkan keinginan anak untuk memakan junkfood.

Baca Juga: 4 Trik Agar Anak Mengurangi Makan Junk Food

3. Konsumsi Makanan Cepat Saji

6 Cara Menghilangkan Jerawat dengan Cepat 3 junkfood freepik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Konsumsi makanan cepat saji juga merupakan penyebab obesitas pada anak. Makanan cepat saji mengandung kalori tinggi, namun memiliki nilai gizi yang rendah.

Gaya hidup masyarakat urban perlu diwaspadai, di mana seringkali kedua orang tua bekerja sehingga memiliki waktu lebih sedikit untuk mempersiapkan makanan bagi keluarga di rumah.

Ditambah lagi kemudahan untuk membeli makanan cepat saji melalui layanan ojek daring. Ini jadi salah satu penyebab anak mengalami obesitas.

4. Konsumsi Minuman Tinggi Gula

makanan manis lemak trans.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Konsumsi minuman yang mengandung gula tinggi juga jadi penyebab anak obesitas. Minuman golongan ini tidak hanya minuman bersoda, tetapi juga minuman kemasan, seperti jus buah, yogurt, bahkan susu.

Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS (HHS) melaporkan bahwa 32 persen remaja perempuan dan 52 persen remaja laki-laki di Amerika Serikat minum 24 ons soda atau lebih per hari.

Pola makan dan minum buruk yang mengandung kadar lemak atau gula yang tinggi dan sedikit nutrisi ini tentu saja dapat menyebabkan berat badan anak bertambah dengan cepat.

Untuk menghindari obesitas pada anak, perhatikan kadar gula di masing-masing kemasan minuman sebelum memberikannya kepada Si Kecil ya, Moms.

5. Porsi Makan

fakta obesitas pada anak hero

Foto: Orami Photo Stock

Porsi makan yang tidak tepat juga berperan sebagai penyebab obesitas pada anak. Studi WHO menunjukkan porsi makan meningkat drastis dalam satu dekade terakhir. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa ukuran porsi yang lebih besar bisa berperan dalam epidemi obesitas.

Konsumsi makanan dalam porsi besar akan menyebabkan total asupan kalori yang besar sehingga dapat menyebabkan obesitas.

Anak-anak yang hobi ngemil atau menyantap makanan ringan, seperti makan malam beku, camilan asin, dan pasta kalengan, juga dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan mereka yang tidak sehat.

Menurut jurnal yang diterbitkan dalam National Library of Medicine, anak-anak yang kelebihan berat badan dan obesitas berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan serius termasuk diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, obesitas pada anak juga meningkatkan risiko obesitas, penyakit tidak menular, kematian dini dan kecacatan pada masa dewasa.

Baca Juga: Jangan Paksa Anak Habiskan Makan, Ini Porsi yang Tepat!

6. Kurang Aktivitas Fisik

supaya anak tidak malas berolahraga

Foto: Orami Photo Stock

Banyak yang tidak menyadari bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan penyebab anak mengalami obesitas. Penggunaan teknologi sudah begitu luas. Kita dapat melihat anak dari usia sangat dini sudah menggunakan gawai canggih.

Penelitian dalam Nutrition Journal menunjukkan bahwa perilaku menetap, seperti menonton televisi dan bermain game pada gawai dikaitkan dengan peningkatan prevalensi obesitas.

Jadi, Moms perlu waspada jika anak terlalu lama menggunakan gawai atau menonton televisi karena akan mengurangi waktu aktivitas fisiknya.

Semakin lama seorang anak menonton televisi, semakin besar pula keinginannya untuk mengonsumsi makanan yang diiklankan. Sebaliknya, dengan aktivitas fisik, kasus anak obesitas bisa dicegah.

Oleh karena itu, doronglah anak-anak untuk memperbanyak olahraga, waktu di taman bermain, atau bentuk aktivitas fisik lainnya. Aktivitas fisik akan membantu Si Kecil membakar kalori sehingga mereka dapat mempertahankan berat badan yang sehat.

7. Diet Tinggi Karbohidrat Sederhana

obesitas pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Peran karbohidrat dalam penambahan berat badan tidak jelas.

Karbohidrat meningkatkan kadar glukosa darah, yang pada gilirannya merangsang pelepasan insulin oleh pankreas, dan insulin meningkatkan pertumbuhan jaringan lemak dan dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa karbohidrat sederhana (gula, fruktosa, makanan penutup, minuman ringan, bir, anggur, dan lainnya, berkontribusi pada penambahan berat badan karena lebih cepat diserap ke dalam aliran darah daripada karbohidrat kompleks (pasta, nasi merah, biji-bijian, sayuran, mentah).

Dengan demikian menyebabkan pelepasan insulin yang lebih jelas setelah makan daripada karbohidrat kompleks. Pelepasan insulin yang lebih tinggi ini, beberapa ilmuwan percaya, berkontribusi pada penambahan berat badan.

8. Faktor Psikologi

obesitas pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Bagi sebagian orang, emosi memengaruhi kebiasaan makan. Banyak orang makan berlebihan sebagai respons terhadap emosi seperti kebosanan, kesedihan, stres, atau kemarahan.

Masalah psikologis ini juga berlaku pada anak-anak sehingga dapat menyebabkan obesitas. Anak-anak dan remaja yang bosan, stres, atau depresi mungkin makan lebih banyak untuk mengatasi emosi negatif mereka.

Meskipun sebagian besar orang yang kelebihan berat badan tidak mengalami gangguan psikologis dibandingkan orang dengan berat badan normal, sekitar 30% orang yang mencari pengobatan untuk masalah berat badan yang serius mengalami kesulitan makan berlebihan.

Baca Juga: Iklan Makanan di Media Sosial Berpengaruh Pada Selera Anak?

Cara Mengatasi Obesitas pada Anak

Jika anak Moms memiliki tanda-tanda obesitas, ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk membantu mereka mengatasi kelebihan berat badan, yaitu:

1. Meningkatkan Aktivitas Fisik

anak main bola

Foto: Orami Photo Stock

Dengan meningkatkan aktivitas fisik, Moms dapat membantu anak dalam menurunkan berat badan mereka dengan aman. Coba gunakan kata "aktivitas", dibanding dengan sebutan "olahraga" atau "latihan" sehingga mereka tetap tertarik melakukannya.

Misalnya, dengan bermain sepak bola di luar rumah. Aktivitas ini mungkin lebih menarik bagi anak daripada mengajak mereka jogging di sekitar lingkungan rumah.

Moms dan Dads juga bisa mendorong Si Kecil untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik dengan mengarahkan mereka sesuai minatnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merekomendasikan agar anak-anak berolahraga setidaknya satu jam setiap hari agar tetap sehat.

2. Perbanyak Aktivitas Keluarga

aktivitas bersama keluarga

Foto: Orami Photo Stock

Temukan aktivitas yang dapat dinikmati seluruh keluarga bersama. Ini bukan hanya cara yang bagus untuk menjalin ikatan, tetapi juga membantu anak dalam mengatasi kelebihan berat badan mereka.

Mendaki gunung, berenang, atau bahkan bermain di halaman rumah dapat membantu anak tetap aktif dan memulai perjalanan menuju berat badan yang lebih sehat. Namun, pastikan untuk membuat variasi kegiatan untuk mencegah kebosanan.

Baca Juga: 3+ Kebiasaan Penyebab Obesitas pada Anak, Simak di Sini

3. Kurangi Durasi Penggunaan TV dan Gawai

kurangi screen time

Foto: Orami Photo Stock

Batasi juga waktu layar/screen time anak. Anak-anak yang menghabiskan beberapa jam sehari menonton televisi, bermain game komputer, menggunakan smartphone atau perangkat lain cenderung mengalami kelebihan berat badan.

Menurut penelitian yang dilaporkan oleh Harvard School of Public Health, alasannya mungkin ada dua. Pertama, screen time memakan waktu yang bisa digunakan untuk melakukan aktivitas fisik.

Dan kedua, lebih banyak waktu di depan TV berarti lebih banyak waktu untuk ngemil, serta lebih banyak paparan iklan yang berisi makanan tinggi gula dan tinggi lemak sehingga mendorong mereka makan lebih banyak.

4. Sediakan Makanan dan Camilan yang Sehat

sediakan camilan sehat

Foto: Orami Photo Stock

Selain hal-hal di atas, makanan juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi obesitas pada anak. Apabila Si Kecil memiliki berat badan berlebih, cobalah untuk mengurangi porsi makan mereka secara perlahan.

Jelaskan pada mereka untuk selalu makan secukupnya saja. Jika hal ini tak berhasil, coba hidangkan makanan sehari-hari menggunakan alat makan yang berukuran kecil.

Kurangi juga konsumsi makanan dengan kalori dan lemak yang tinggi. Jadi, tawarkan makanan baru yang lebih sehat beberapa kali. Jangan berkecil hati jika anak tidak langsung menyukai makanan baru. Biasanya, dibutuhkan beberapa kali paparan makanan untuk mendapatkan penerimaan.

Selain itu, sediakanlah camilan yang sehat untuk anak. Pilihannya, yaitu popcorn tanpa mentega, buah-buahan dengan yogurt rendah lemak, atau sereal gandum utuh dengan susu rendah lemak.

Baca Juga: Dampak Camilan Anak yang Tidak Sehat, Catat!

5. Pastikan Anak Tidur dengan Cukup

anak tidur cukup

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa penelitian yang dikutip dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa terlalu sedikit tidur dapat meningkatkan risiko obesitas. Hal ini karena kurang tidur dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan nafsu makan meningkat.

Maka, pastikan anak telah mendapatkan tidur yang cukup ya, Moms. Anak-anak berusia 1-2 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 11-14 jam per hari. Sementara anak 3-5 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 10-13 jam per hari.

Sedangkan pada remaja usia 14-17 tahun membutuhkan waktu tidur selama 8-10 jam per hari.

Ingatlah untuk selalu menjadi contoh yang baik bagi anak di rumah ya, Moms. Terapkanlah gaya hidup yang sehat agar anak bisa menirunya dan terhindar dari obesitas.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/symptoms-causes/syc-20354827
  • https://www.healthline.com/health/weight-loss/weight-problems-in-children
  • https://www.hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/obesity-causes/television-and-sedentary-behavior-and-obesity/
  • https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/children/index.htm?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fphysicalactivity%2Feveryone%2Fguidelines%2Fchildren.html
  • https://aspe.hhs.gov/basic-report/aspe-childhood-obesity-white-paper
  • https://nutritionj.biomedcentral.com/articles/10.1186/1475-2891-4-24
  • https://www.who.int/elena/bbc/portion_childhood_obesity/en/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20451244/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait