17 Maret 2022

6 Penyebab Tidur Ngorok dan Cara Menghilangkannya dengan Ampuh

Tidur ngorok bisa jadi pertanda penyakit sleep apnea, lho Moms!

Apakah Moms atau Dads tidurnya suka mendengkur? Jika ya, maka perlu tahu ini apa saja yang menjadi penyebab tidur ngorok dan cara menghilangkannya.

Mengorok atau mendengkur saat tidur sering kali tidak disadari oleh orang yang melakukannya.

"Mendengkur merupakan dampak dari terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan.

Penyempitan ini dapat menyebabkan aliran udara yang terganggu dan menimbulkan getaran pada saluran pernapasan ketika bernapas, sehingga kemudian terjadi suara dengkuran.

Semakin terhalangnya atau semakin sempitnya saluran pernapasan, maka semakin keras pula suara dengkurannya," jelas dr. Edo Wira Candra, Sp.THT, M.Kes, FICS, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher RS Pondok Indah – Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Baca Juga: 20+ Daftar Makanan untuk Anak Sariawan yang Nyaman Dikonsumsi

Mendengkur dapat dijumpai pada 5 - 86% pria dan 2 - 57% wanita, yang berusia antara 30 - 60 tahun.

Kondisi ini dapat lebih besar terjadi pada pria karena sebagian besar pria terlahir dengan laring lebih rendah daripada perempuan.

Sehingga, hal tersebut menyebabkan pria memiliki ruang terbuka lebih besar di jalan napas. Inilah yang memungkinkan timbulnya getaran suara yang lebih besar.

Suara dari dengkuran saat tidur dapat sangat mengganggu untuk orang di sekitarnya.

Namun, jika mendengkur terjadi dalam jangka panjang, maka hal tersebut dapat mengganggu pola tidur orang terdekat dan bahkan diri sendiri.

Untuk itu, Moms perlu tahu ulasan lengkap mengenai penyebab tidur ngorok dan cara menghilangkannya, agar tidak menjadi tambah parah jika Moms atau Dads mengalaminya.

Baca Juga: Tips Mengurangi Kebiasaan Bayi Mendengkur Atau Ngorok

Penyebab Tidur Ngorok dan Cara Menghilangkannya

Penyebab Tidur Ngorok dan Cara Menghilangkannya
Foto: Penyebab Tidur Ngorok dan Cara Menghilangkannya

Foto: ucsfhealth.org

Sebelum mengatasinya, penting untuk diketahui penyebab dari tidur ngorok ini.

Apa saja yang menjadi penyebab seseorang mendengkur ketika tidur?

1. Masalah pada Saluran Hidung

Pada beberapa kasus, mendengkur dapat terjadi pada orang-orang yang mengalami alergi atau infeksi sinus.

Selain itu deviasi septum juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Deviasi septum adalah kondisi di mana dinding tipis yang biasanya membatasi kedua lubang hidung tidak berada tepat di tengah tempat semestinya.

Hal ini dapat mengganggu jalan pernapasan melalui hidung.

Adanya polip pada hidung juga merupakan salah satu penyebab terhalangnya saluran napas yang bisa menyebabkan seseorang mendengkur.

2. Uvula Panjang

Uvula merupakan bagian dalam mulut yang terdapat pada ujung lidah di atas langit-langit yang menggantung.

Penyebab orang mendengkur juga bisa diakibatkan dari ukuran uvula yang panjang.

Uvula yang panjang dapat mempersempit lubang dari hidung ke tenggorokan.

Sehingga, ketika sedang bernapas dapat menyebabkan getaran dan berbenturan satu sama lain, akibatnya saluran napas pun tersumbat.

3. Obesitas

Mendengkur pada penderita obesitas terjadi ketika adanya lemak pada leher.

Pada saat berbaring, lemak tersebut menekan saluran napas bagian atas, yang membuat seseorang menjadi mendekur.

Seseorang yang mendengkur biasanya akan terganggu jam tidurnya.

Kurang tidur dapat menyebabkan proses metabolisme terganggu serta hormon rasa lapar yang tidak seimbang.

Kondisi ini akan semakin memperburuk obesitas.

4. Kebiasaan Merokok

Merokok menjadi salah satu faktor utama seseorang mendengkur saat tidur.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Pada studi tersebut ditunjukkan bahwa mendengkur pada perokok aktif memiliki tingkat risiko 4 kali lebih tinggi dibandingkan pada penderita obesitas.

Sementara itu, bagi perokok pasif, memiliki tingkat risiko yang setara dengan penderita obesitas.

5. Usia

Memang tidak menutup kemungkinan bahwa orang dengan usia muda dapat mengalaminya. Namun, risiko tidur mendengkur tertinggi dialami pada usia tua.

Sebab, seiring bertambahnya usia, otot tenggorokan manusia akan melorot dan dapat menghalangi aliran udara saat sedang tidur.

Selain itu, wanita pascamenopause cenderung lebih sering mendengkur daripada wanita pra dan perimenopause.

Hal ini dikarenakan mereka memiliki lebih sedikit hormon estrogen.

Hormon estrogen membantu menjaga otot-otot tubuh tetap kencang, termasuk otot-otot di tenggorokan yang menjaga jaringan lunak tetap kencang, sehingga tidak mengganggu jalan pernapasan.

6. Sleep Apnea

Mendengkur bisa jadi disebabkan karena seseorang menderita sleep apnea.

Sleep apnea adalah kondisi serius di mana penderitanya dapat berhenti bernapas saat tidur.

Jika terus terjadi hal ini dapat menyebabkan kurangnya suplai oksigen ke seluruh tubuh yang berdampak buruk pada kesehatan.

Diagnosis Mendengkur

Diagnosis Mendengkur
Foto: Diagnosis Mendengkur

Foto: hopkinsmedicine.org

Mengorok atau mendengkur harus segera ditangani agar tidak berdampak pada kesehatan tubuh.

Sebagaimana penjelasan dari dr. Edo bahwa mendengkur bisa mengkhawatirkan apabila intensitasnya semakin meningkat dan dapat mengganggu kualitas hidup penderita maupun orang di sekitarnya.

Mendengkur dapat menyebabkan kurangnya asupan oksigen ke paru-paru selama tidur, sehingga pemulihan badan tidak optimal.

Biasanya, orang dengan kebiasaan mengorok, meskipun telah tidur dalam waktu cukup, akan merasa tubuhnya tidak bugar.

Adapun cara mendiagnosis kondisi ini, dapat dilakukan dalam beberapa tahap.

Berdasarkan pemaparan dari dr. Edo, pada tahap pemeriksaan dapat dilakukan pengecekan secara mendetail terhadap saluran pernapasan bagian atas, mulai dari kondisi hidung, area nasopharynx, mulut, tenggorokan, dan area pita suara.

Selanjutnya, dapat dilakukan nasoendoskopi fleksibel yaitu pemeriksaan tenggorokan, rongga hidung, dan laring atau kotak suara.

Pemeriksaan tersebut akan lebih baik lagi jika ditunjang juga dengan sleep test/diagnostic untuk mengukur tingkat keparahan sleep apnea yang terjadi saat tidur.

Setelah pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dilakukan, maka akan didapatkan informasi yang cukup untuk kemudian dapat dipilih terapi atau tindakan yang tepat dalam mengatasi mendengkur.

Cara Mengatasi Mendengkur

Cara Mengatasi Mendengkur
Foto: Cara Mengatasi Mendengkur

Foto: medicalnewstoday.com

Berikut beberapa cara mengatasi mengorok atau mendengkur saat tidur, yakni:

1. Perawatan Non Operasi

Perawatan tanpa operasi yang biasanya akan disarankan oleh dokter untuk membuka saluran pernapasan, yaitu:

  • Perubahan gaya hidup dengan menghindari mengonsumsi alkohol, mengubah posisi tidur, dan menjaga berat badan sehat.
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti obat flu dan alergi untuk meredakan hidung tersumbat serta membantu saluran pernapasan menjadi lega.
  • Menggunakan stip hidung.
  • Peralatan oral, seperti Mandibular Advancement Device (MAD), yang bekerja dengan cara mencegah lidah tidak mundur dan berdekatan faring, sehingga pernapasan tetap terjaga.

2. Perawatan dengan Operasi

Beberapa perawatan untuk mengatasi mengorok dengan tindakan operasi meliputi:

  • Ablasi radiofrekuensi, menggunakan energi radiofrekuensi untuk mengurangi kelebihan jaringan di langit-langit lunak dan lidah.
  • Septoplasty, merupakan operasi yang dilakukan dengan membedah tulang rawan.
  • Laser-assisted uvulapalatoplasty (LAUP) merupakan prosedur yang dilakukan dengan mengurangi jaringan di langit-langit lunak guna meningkatkan aliran udara.

Baca Juga: Bisa Mengganggu, Ketahui Penyebab dan Pencegahan Mendengkur

Itulah beberapa penyebab tidur ngorok dan cara menghilangkannya.

Segera lakukan perawatan yang tepat bila mengalaminya ya, Moms!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15242843/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15580-snoring
  • https://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-apnea/snoring
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/symptoms-causes/syc-20377694
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/mandibular-advancement-device#how-it-works

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.