Kesehatan Umum

14 Januari 2022

Asfiksia, Pola Nafas Tidak Efektif yang Bisa Berakibat Fatal

Tersedak bisa menjadi penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Debora

Saat bernapas sering kali merasakan pola nafas tidak efektif dan membuat Moms kesulitan bernapas.

Di dunia medis, kondisi ini disebut asfiksia.

Dalam proses pernapasan normal, oksigen masuk ke dalam paru-paru kemudian masuk ke pembuluh darah.

Lalu, akan dibawa sel darah ke jantung untuk disalurkan secara menyeluruh ke bagian tubuh.

Namun pada penderita asfiksia, seseorang akan merasakan sesak napas dan kesulitan untuk menarik.

Ia juga sulit menghembuskan napas sehingga menyebabkan pola nafas tidak efektif.

Nah, sebenarnya apa yang dimaksu dengan asfiksia?

Lalu, apa saja penyebab gangguan pola nafas tidak efektif ini?

Yuk, ketahui penjelasannya lebih lanjut di bawah ini!

Pengertian Asfiksia

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Asfiksia adalah kondisi tubuh kekurangan kadar oksigen yang bisa menyebabkan kesadaran menurun.

Kondisi ini bisa berakibat fatal hingga membahayakan nyawa penderitanya.

Penderita penyakit ini juga sulit mengeluarkan karbon dioksida, yang merupakan salah satu limbah sisa metabolisme tubuh.

Kondisi tersebut merupakan hal yang berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa penderitanya apabila tidak segera ditangani langsung oleh dokter.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gangguan pola nafas tidak efektif ini menyebabkan 18.924 kematian pada tahun 2018.

Asfiksia bisa terjadi pada siapa pun, termasuk pada bayi baru lahir.

Ini disebut dengan istilah asfiksia perinatal atau neonartum.

Melansir StatPearls Journal, kondisi gangguan pola nafas tidak efektif ini pada bayi baru lahir membuat otak serta organ tubuh bayi lainnya tidak mendapatkan asupan oksigen serta nutrisi yang cukup.

Jadi sebenarnya bukan selama melahirkan saja, komplikasi melahirkan juga dapat dialami bayi sebelum maupun setelah kelahiran.

Gejala Asfiksia

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu gejala pola nafas tidak efektif adalah sesak napas.

Namun, ada beberapa kasus yang menunjukkan gejala

  • suara serak
  • sakit tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • sesak napas
  • hiperventilasi
  • memburuknya asma yang ada
  • kecemasan
  • konsentrasi buruk
  • sakit kepala
  • penglihatan kabur atau berkurang
  • hilang kesadaran

Baca Juga: Takipnea, Kondisi saat Pernapasan Cepat dan Dangkal

Penyebab Pola Nafas tidak Efektif

Ada banyak kemungkinan penyebab pola nafas tidak efektif.

Banyak kasus disebabkan oleh obstruksi jalan napas, menghirup bahan kimia, atau cedera.

Asfiksia dapat disebabkan oleh:

1. Paparan Asap atau Zat Kimia

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Polusi dan asap sisa pembakaran, seperti pembakaran sampah, limbah pabrik, atau kendaraan bermotor, banyak mengandung gas yang disebut karbon monoksida.

Jika terhirup terlalu banyak, gas ini bisa menyebabkan asfiksia dan keracunan.

Ketika kadar karbon monoksida di dalam darah meningkat, oksigen sulit untuk disalurkan ke berbagai jaringan tubuh.

Sehingga orang yang mengalami keracunan karbon monoksida akan mengalami kekurangan oksigen.

Selain karbon monoksida, ada beberapa zat kimia lain dalam asap yang juga dapat menyebabkan pola nafas tidak efektif, yaitu:

  • Sulfur dioksida
  • Amonia
  • Klorin
  • Nitrogen dioksida
  • Karbondioksida, misalnya dari dry ice.

Zat-zat kimia tersebut bisa membuat saluran napas mengalami iritasi dan pembengkakan.

Ini dapat menyumbat jalan napas dan Moms akan merasakan pola nafas tidak efektif.

2. Asma

Asma adalah kondisi kronis yang menyebabkan peradangan di saluran udara.

Ini dapat menyebabkan gejala seperti kesulitan bernapas dan mengakibatkan pola nafas tidak efektif.

Selama serangan asma yang parah, saluran udara Moms membengkak dan menyempit.

Jika tidak segera ditangani, saluran udara bisa menjadi terlalu sempit dan memotong suplai oksigen.

Serangan asma dapat dipicu oleh:

  • alergen (seperti serbuk sari atau bulu binatang)
  • iritasi kimia
  • bau yang kuat
  • peristiwa yang menegangkan
  • infeksi pernapasan

Baca Juga: Mengenal Hemangioma, Tumor Jinak pada Bayi yang Bisa Ganggu Pernapasan

3. Anafilaksis

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Anafilaksis adalah reaksi alergi parah terhadap makanan, obat-obatan, atau sengatan serangga.

Melansir Journal of Allergy and Clinical Immunology, selama anafilaksis, tubuh menganggap suatu zat adalah penyerbu.

Sistem kekebalan Moms membuat antibodi, yang melepaskan bahan kimia sehingga menyebabkan gejala.

Seperti pembengkakan, gatal-gatal, atau sesak napas.

Ini termasuk pembengkakan saluran udara bagian atas.

Tanpa pengobatan, pembengkakan bisa semakin parah dan mengganggu pernapasan sehingga menyebabkan pola nafas tidak efektif.

4. Tersedak

Moms pasti pernah merasakan tersedak ketika sedang makan atau minum.

Kondisi tersedak tidak dapat dianggap sepele.

Sebab, tersedak dapat membuat saluran pernapasan dan juga tenggorokan tersumbat.

Kondisi tersebut yang menyebabkan terjadinya pola nafas tidak efektif.

Hal ini juga sering terjadi pada anak-anak yang sering memasukkan benda ke mulut.

Oleh karena itu, jika Moms memiliki anak kecil sebaiknya selalu diawasi agar tidak tersedak.

Hindari pula memberikan makanan dengan tekstur yang keras sebab berisiko tersedak

5. Tercekik

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab pola nafas tidak efektif lainnya adalah tercekik.

Ketika Moms tercekik meskipun tidak sengaja akan sangat mungkin sekali menyebabkan asfiksia.

Pada anak-anak, biasanya hal ini terjadi karena posisi tidur yang salah, sehingga menyebabkan tertutupnya saluran pernapasan.

Agar tidak terjadi perhatikan posisi anak waktu tidur.

6. Tidur Tengkurap

Posisi tidur tengkurap dapat menghalangi saluran udara, itu disebut asfiksia posisional.

Hal ini dapat terjadi jika posisi tidur mengganggu inhalasi normal atau sirkulasi oksigen sehingga merasakan pola nafas tidak efektif.

7. Kejang

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Moms mengalami kejang, akan mengalami jeda dalam bernapas yang disebut apnea.

Jeda ini dapat mengganggu asupan oksigen dan menyebabkan suatu benda menghalangi atau menutupi saluran udara.

Hal ini bisa mengakibatkan pola nafas tidak efektif.

Baca Juga: Mengenal Sleep Apnea, Berikut Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Moms

8. Overdosis Obat

Overdosis obat, seperti opioid, dapat mengganggu kemampuan otak untuk mengatur pernapasan.

Sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat bernapas dalam-dalam dan menghembuskan karbon dioksida.

Kondisi ini dapat meningkatkan kadar karbon dioksida dan mengurangi oksigen dalam tubuh.

9. Kondisi Tertentu pada Bayi Baru Lahir

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab asfiksia neonatorum atau pada bayi baru lahir, yaitu:

10. Kelainan Seksual

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Pola nafas tidak efektif juga dapat disebabkan oleh suatu kondisi kelainan seksual berbahaya yang dikenal dengan asfiksia autoerotik.

Penderita jenis asfiksia ini biasanya akan membuat dirinya sulit bernapas secara sengaja.

Misalnya, dengan mencekik diri sendiri dengan tali sambil melakukan aktivitas seksual.

Baca Juga: Leher Terasa Tercekik hingga Sesak Napas? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Cara Mengatasi Asfiksia

pola nafas tidak teratur

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan harus segera dilakukan jika seseorang mengalami pola nafas tidak efektif yang parah.

Jika tidak, kondisi ini bisa menyebabkan kematian.

Umumnya, dokter akan membebaskan jalan napas atau saluran pernapasan di saluran pernapasan.

Selain itu, ada beberapa perawatan lain yang kemungkinan dijalani:

Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Ini adalah prosedur yang melibatkan kompresi dada untuk meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen.

RJP digunakan ketika jantung seseorang berhenti berdetak.

Manuver Heimlich

Manuver Heimlich adalah teknik pertolongan pertama untuk tersedak.

Ini menggunakan dorongan perut di bawah diafragma untuk mengeluarkan benda asing dari saluran udara seseorang.

Terapi Oksigen

Terapi oksigen memberikan oksigen ke paru-paru.

Ini mungkin melibatkan ventilator, tabung pernapasan, masker, atau tabung hidung yang menyediakan oksigen.

Pengobatan

Obat dapat membantu meringankan efek dari reaksi alergi, serangan asma parah, atau overdosis obat.

Misalnya, epinefrin (EpiPen) dapat dengan cepat mengobati anafilaksis.

Baca Juga: 10 Daftar Makanan untuk Sesak Nafas yang Bisa Dikonsumsi Setiap Hari

Itu dia Moms penjelasan mengenai pola nafas tidak efektif atau asfiksia.

Apapun penyebabnya, jika Moms atau orang di sekitar menunjukkan gejala di atas sebaiknya segera periksa ke dokter ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5657389/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430782/
  • https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/67/wr/mm6726a6.htm
  • https://www.healthline.com/health/asphyxiation
  • https://www.webmd.com/first-aid/asphyxia-overview
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carbon-monoxide/symptoms-causes/syc-20370642
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait