Kesehatan

24 Mei 2021

8 Cara Relaksasi Paling Ampuh untuk Meredakan Stres dan Penat

Simak berbagai cara relaksasi yang Moms bisa lakukan untuk meredakan penat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Tak dapat dipungkiri, ada banyak faktor pemicu stres, mulai dari cemas dari kondisi financial, kondisi kesehatan keluarga, hubungan dengan pasangan, hingga pekerjaan. Makanya, sesekali Moms perlu relaksasi.

Dilansir dari laman clevelandclinic.org, seorang psikolog Susan Albers, PsyD menyatakan bahwa kondisi tersulit yang paling sering dialami pasiennya saat stres adalah pengalihan pikiran untuk relaksasi.

“Padahal, relaksasi bukanlah sebuah titik perhentian. Relaksasi merupakan waktu jeda yang dibutuhkan oleh seseorang saat mengalami cemas, stres, atau tekanan,” jelas Dr. Albers.

Memang, dewasa ini, kita semua hidup dalam era yang serba cepat. Kita seolah dituntut untuk hidup seperti robot: cepat, terstruktur, dan berulang. Secara tidak sadar, kita akan selalu “berteman” dengan stres.

Baca juga: Stres di Masa Kanak-Kanak Ternyata Bisa Pengaruhi Kesuburan Perempuan

“Tak heran rasanya, jika ‘menghentikan waktu’ sejenak dan ‘berjalan’ lambat akan terasa asing dan membuat kita tidak nyaman,” ujar Dr. Albers.

Karena tidak terbiasa inilah, orang akan menganggap relaksasi menjadi suatu hal mewah jika bisa dilakukan. Seharusnya, relaksasi merupakan keharusan dan perlu diluangkan untuk kesehatan mental seseorang.

Stres Bisa Jadi Tanda Bahaya Bagi Tubuh

Dalam Medical News Today, dikatakan bahwa stres merupakan perlindungan alami tubuh terhadap tanda akan adanya “bahaya” terhadap kondisi tertentu.

Biasanya, stres akan muncul jika seseorang mengalami ancaman, tekanan, atau kondisi sesuatu yang baru.

Biasanya, ketika seseorang mengalami pengalaman hidup di atas, tubuh akan menunjukkan respon dan perubahan fisik serta mental.

Tubuh pun akan mengeluarkan hormon adrenalin dan kortisol. Hal ini sangat lumrah dan penting terjadi agar seseorang sadar bahwa ada sesuatu hal yang salah.

Semua orang bisa mengalami stres. Termasuk anak-anak. Stres biasanya hanya bersifat sementara dan akan berakhir saat penyebabnya diatasi. Biasanya melalui relaksasi.

Yang perlu diingat, stres yang tidak segera ditangani dan dihentikan akan membuat kondisi stres yang berkepanjangan.

Hal ini tentu bisa mengganggu kesehatan fisik dan membuat daya tahan tubuh menjadi lebih lemah.

Jadi, jangan remehkan stres. Lakukan beberapa teknik relaksasi untuk melepaskan stress.

Inilah Teknik Relaksasi untuk Meredakan Stres

Relaksasi Justru Bisa Menambah Tingkat Kecemasan Ini Penjelasannya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Stres yang tidak diatasi dengan benar bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik.

Dilansir dari mayoclinic.org, berbagai teknik relaksasi bisa membantu meredakan gejala stres dan membuat seseorang lebih menikmati perjalanan hidup. Dengan demikian, hidup akan lebih berkualitas.

Teratur mempraktikkan teknik relaksasi agar tidak stres akan membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan risiko jantung berdebar, memperbaiki sistem pencernaan, mencegah nyeri otot, menjaga gula darah tetap stabil, meningkatkan kualitas tidur, hingga meningkatkan daya ingat serta konsentrasi.

Untuk membantu membangkitkan respons relaksasi sekaligus membantu mengatasi stress, beberapa cara ini bisa dilakukan:

1. Tenangkan Pikiran dan Meditasi

“Penelitian menunjukkan bahwa meditasi dapat meningkatkan panjang telomer (tutup pada akhir setiap untai DNA yang melindungi kromosom kita) dalam tubuh, yang terkait dengan kesehatan dan memperpanjang umur,” ungkap Madhav Goyal, Profesor Kedokteran di Johns Hopkins University, Amerika Serikat.

Neuron di otak dapat memediasi hubungan antara pernapasan dan menciptakan meditasi yang tenang dan cara menenangkan pikiran, sebut sebuah studi baru.

Saat melakukan relaksasi, coba untuk menenangkan pikiran, fokus pada pernapasan dan meditasi.

Bawalah seluruh pikiran pada kondisi saat ini dan bayangkan nyala sebuah lilin di sebuah ruangan gelap. Jangan “berkelana” ke masa depan atau menilik memori ke belakang.

Carilah lokasi menyepi sejenak sambil menenangkan pikiran. Tak ada salahnya menggunakan bantuan alunan music yang menenangkan sambil menutup mata. Atur napas sedemikian rupa.

Teknik relaksasi ini dinilai bermanfaat bagi orang yang mengidap kecemasan, depresi, dan rasa sakit.

2. Jangan Dipendam. Selalu Ungkapkan

Membicarakan tentang depresi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Saat stres dan berbagai pikiran menumpuk di kepala, jangan pendam perasaan Moms dengan “menguburnya” dalam-dalam.

Lebih baik ungkapkan apa yang Moms rasakan kepada orang terdekat yang bisa dipercaya. Jika perlu, temui psikolog dan curahkan setiap perasaan Moms.

Percayalah, hal ini jauh lebih mujarab karena Moms bisa berbagi beban sehingga perasaan Moms menjadi lebih tenang dan adem.

3. Lakukan Aktivitas Favorit

Cara relaksai selanjutnya adalah melakukan aktivitas favorit. Setiap orang pasti memiliki hobi dan aktivitas favorit. Coba resapi, apa yang paling Moms dan Dads suka selama ini tapi tidak lagi dilakukan karena alasan “terlalu sibuk”.

Contohnya memasak, melukis, menyanyi, menari, hingga menghias kembali setiap sudut rumah.

Jika Moms suka berkebun, mulailah kembali merawat tanaman yang sedang diminati atau Moms idam-idamkan ada di pekarangan rumah.

Melihat tanaman hijau yang tumbuh subur tentu bisa menjadi obat yang bisa membuat tubuh Moms dan Dads menghasilkan hormon dopamine.

Di dunia kesehatan, dopamin merupakan hormon bahagia sehingga membuat seseorang menjadi lebih relaks.

4. Atur Napas dan Fokus pada Ritme Napas

relaksasi

Foto: Orami Photo Stock

Teknik relaksasi selanjutnya adalah mengatur napas dan berfokus pada ritme napas.

Jurnal The Effect of Diaphragmatic Breating On Attention, Negative Affect and Stress in Healthy Adults menyatakan bahwa fokus bernapas adalah teknik paling sederhana tapi bisa menghasilkan efek yang kuat.

Lakukan dengan cara berdiam diri. Duduk atau bersila dengan relaks. Ambil napas panjang, lambat, dan dalam.

Saat bernapas, kembungkan perut, lalu hembuskan sambil mengempiskan perut. Cara ini dikenal sebagai pernapasan perut.

Jangan lupa untuk melepaskan pikiran dari sensasi lain yang mengganggu pikiran secara perlahan.Lakukan sambil terus bernapas, makin lama semakin dalam, pelan, dan ringan.

Teknik relaksasi dengan fokus pada pola bernapas dapat dilakukan oleh semua orang, tua muda, dan berbagai gender.

Meski demikian, teknik ini perlu diawasi oleh seorang ahli jika Moms memiliki masalah kesehatan yang membuat sulit bernapas, seperti penyakit pernapasan atau gagal jantung.

5. Yoga Hingga Tai Chi

American Council on Exercise (ACE) menyatakan bahwa rutin latihan yoga secara signifikan dapat membantu meningkatkan keseimbangan, kekuatan, dan daya tahan otot sekaligus.

Dilansir dari laman ciputrahospital.com, rata-rata seseorang yang teratur melakukan yoga keseimbangan tubuh dan pikirannya akan meningkat setidaknya dari 13% menjadi 35%.

Olahraga ini menggabungkan pernapasan berirama dengan serangkaian postur atau gerakan yang mengalir.

Ketiga hal ini mampu menghasilkan efek relaksasi dan peningkatan emosional yang kuat. Seseorang yang rajin berlatih yoga bahkan menyatakan bahwa mereka bisa tidur lebih nyenyak, lebih relaks, dan tubuh pun menjadi lebih fit.

Hal yang sama juga dirasakan oleh seseorang yang teratur berlatih tai chi.

6. Gunakan Aromatherapy

Aromatherapy.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Teknik relaksasi selanjutnya yang membuat seseorang bebas stres adalah dengan menghirup aromaterapi. Minyak di dalam aromaterapi mampu membuat pikiran jadi lebih relaks, juga menghilangkan rasa cemas.

Untuk manfaat ini, coba gunakan aromaterapi lemon, lavender, peppermint, melati, dan chamomile.

7. Relaksasi Ayurveda

Teknik relaksasi selanjutnya adalah ayurveda. Untuk mencapai kondisi relaksasi, Praktisi Ayurveda akan membuat rencana perawatan yang dirancang khusus untuk Moms.

Praktisi tersebut akan memperhitungkan kondisi fisik dan emosional Moms yang unik, kekuatan hidup utama Moms, dan keseimbangan antara ketiga elemen ini.

Tujuan dari perawatan adalah membersihkan tubuh Moms dari makanan yang tidak tercerna, yang dapat tetap berada di tubuh Moms dan menyebabkan penyakit.

Proses pembersihan yang disebut ‘panchakarma’ ini dirancang untuk mengurangi gejala Moms dan mengembalikan keharmonisan dan keseimbangan.

Untuk mencapai hal ini, seorang praktisi Ayurveda akan melakukan beberapa perawatan, seperti pemurnian darah, pijat, minyak medis, herbal, dan enema atau pencahar.

Meski demikian, Moms perlu mengingat bahwa terapi ayurveda merupakan pengobatan tradisional atau alternatif. Agar aman, cek dulu kondisi kesehatan Moms ke dokter keluarga.

8. Pengucapan Doa yang Berulang

berdoa

Foto: Orami Photo Stock

Lagi-lagi, kita memang perlu lebih pasrah kepada Sang Pencipta.

Cara relaksasi melalui doa berulang ini meminta Moms untuk berdoa dalam diam dan mengulangi doa pendek atau frasa dari doa sambil mempraktikkan fokus napas.

Metode ini sangat tepat dilakukan oleh siapapun. Tidak hanya membantu secara psikis, kekuatan doa juga bisa membantu membangkitkan spiritulitas seseorang. Lakukan secara perlahan dan penuh niat.

Itulah beberapa cara mengatasi stres dengan relaksasi. Cobalah untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan imun tubuh.

  • https://www.acefitness.org/education-and-resources/lifestyle/blog/6658/is-yoga-right-for-you/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5455070/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/relaxation-technique/art-20045368
  • https://www.helpguide.org/articles/stress/stress-symptoms-signs-and-causes.htm
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/145855
  • https://health.clevelandclinic.org/eight-techniques-to-help-you-master-the-art-of-relaxation/?utm_medium=social&utm_source=twitter&utm_campaign=cc+tweets
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait